NovelToon NovelToon
Fajar Kedua Sang Lady

Fajar Kedua Sang Lady

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Wanita perkasa
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Irzad

tiba-tiba terbangun di tubuh Lady Genevieve, seorang bangsawan wanita yang sedang diasingkan di sebuah kastil tua karena fitnah kejam di ibukota. Suaminya sendiri, Duke of Blackwood, mengabaikannya. Saat dia bangun, sebuah "Sistem" muncul dan memberitahunya bahwa ada pelayan di kastil ini yang pelan-pelan meracuninya setiap malam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irzad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ujian Pertama di Distrik Karat

Tiga dentangan panjang bergema menembus perut Aethelgard. Suara lonceng pertambangan tua itu serak dan berderak, menandakan akhir dari giliran kerja di kedalaman tambang obsidian. Namun, bagi para penghuni Distrik Karat, suara itu bukanlah pertanda waktu istirahat, melainkan lonceng kematian yang mengawali jam malam paling meresahkan.

Genevieve berdiri bergeming di dalam kegelapan pekat Lorong Sektor 4, tepat tujuh meter dari pelataran utama distrik. Tudung dari sisa mantel serigalanya menutupi sebagian besar wajahnya, menyisakan sepasang mata biru kristal yang memantulkan keremangan cahaya kekuningan dari luar gang. Ia membiarkan napasnya mengalir lambat dan dangkal. Ramuan dari Jaxon bekerja dengan sangat baik; rasa sakit di rusuknya kini hanya berupa denyut tumpul yang bisa ia abaikan sepenuhnya.

"Sistem," perintah Genevieve di dalam keheningan benaknya. "Aktifkan mode pemetaan taktis. Lacak jumlah detak jantung yang mendekati pelataran."

Panel biru semi-transparan muncul di sudut pandangannya, menampilkan skema topografi sederhana dari area di sekitarnya. Tiga titik merah kecil berkedip-kedip, bergerak beriringan menyusuri jalan utama menuju pelataran.

**[Pemindaian Biometrik... Tiga target terkonfirmasi. Estimasi kedatangan: 40 detik.]**

**[Saran Taktis: Terdapat tumpukan pipa baja berongga di sisi kiri lorong. Memanipulasi akustik melalui pipa dapat menciptakan disorientasi arah suara bagi target.]**

Sebuah senyum yang luar biasa dingin melengkung di bibir pucat Genevieve. Di dunia atas, ia diajari merajut, tata krama perjamuan, dan sejarah yang dimanipulasi. Di bawah sini, ia mulai menyadari bahwa ia memiliki bakat alami untuk menyusun skenario kematian.

Suara langkah sepatu bot yang berat dan sengaja dihentakkan dengan kasar mulai memecah keheningan. Krell tiba di pelataran bersama dua pengawalnya.

"Keluar dari lubang kalian, tikus-tikus tua!" raungan Krell menggema, kasar dan dipenuhi oleh arogansi absolut. Terdengar suara hantaman keras saat gada besi berdurinya menghancurkan sebuah tong air dari kayu. "Waktu pembayaran! Aku tidak ingin mendengar alasan tentang penyakit atau tambang yang runtuh. Siapa pun yang kurang satu keping pun malam ini, aku akan mematahkan tempurung lututnya!"

Pintu-pintu seng yang reyot berderit terbuka dengan enggan. Para pemulung dan penambang buangan keluar dengan wajah tertunduk, menyodorkan mangkuk-mangkuk berisi kepingan tembaga, jamur bercahaya, dan serpihan logam berharga. Krell berjalan mondar-mandir layaknya seorang raja lalim, menendang mangkuk yang isinya dianggap terlalu sedikit.

Dari balik bayang-bayang lorong, Genevieve mengamati dengan saksama. Krell terlalu percaya diri. Ia merasa tidak ada satu pun makhluk di Distrik Karat yang berani menentangnya. Kesombongan ini adalah kelemahan yang sangat fatal.

"Hei, kau!" Krell menunjuk salah satu pengawalnya yang berbadan kurus namun memegang parang panjang berkarat. "Pergi periksa gudang si Jaxon. Tua bangka bermata satu itu selalu mencari masalah. Seret dia ke sini. Kalau dia menolak, potong telinganya."

Pengawal itu menyeringai, memisahkan diri dari kelompoknya, dan berjalan lurus menuju mulut Lorong Sektor 4.

Genevieve mundur perlahan, menyatu dengan kegelapan absolut di bagian terdalam gang. Ia membungkuk, memungut sebuah kerikil batu bara. Sesuai saran Sistem, ia melempar kerikil itu ke dalam salah satu pipa baja berongga yang bertumpuk di sisi kiri lorong.

*Tuk... tring... tak.*

Suara pantulan kerikil itu bergema aneh di dalam pipa, terdengar seperti suara langkah kaki yang terseret menjauh ke arah ruang pembuangan limbah di ujung gang.

Pengawal berparang itu menghentikan langkahnya tepat di mulut lorong. Ia menyipitkan mata, mencoba menembus kegelapan. "Jaxon? Tua bangka sialan, jangan mencoba lari ke ruang limbah. Kau hanya akan membuatku marah."

Pria itu melangkah masuk ke dalam jebakan. Satu langkah. Dua langkah. Ia kini sepenuhnya berada di titik buta, terhalang oleh tumpukan rongsokan dari pandangan Krell di pelataran.

"Sistem. Lepaskan *Aura of the Predator*, fokuskan hanya pada radius dua meter di depanku," perintah Genevieve.

Udara di dalam lorong itu seketika anjlok suhunya. Pengawal itu tiba-tiba merinding hebat. Parangnya sedikit bergetar. Insting purbanya berteriak bahwa ia sedang berjalan ke dalam rahang sesuatu yang jauh lebih besar dan lebih lapar darinya.

"S-siapa di sana?" tanyanya, suaranya kehilangan seluruh nada ancamannya.

Dari atas tumpukan pipa baja di sisi kanannya, Genevieve turun dalam keheningan yang mematikan. Ia tidak mendarat di tanah. Ia mengayunkan tubuh ringannya dan mendarat tepat di punggung pria tersebut.

Sebelum pengawal itu bisa berteriak, tangan kiri Genevieve melesat membekap mulut dan hidungnya dengan cengkeraman baja. Di saat yang bersamaan, tangan kanannya mengayunkan *Nightfang*. Bilah meteorit hitam itu menembus celah tulang belakang di pangkal leher pria itu, memutuskan sumsum tulang belakangnya secara instan.

Pria itu mati seketika tanpa sempat mengejang. Genevieve menahan bobot tubuhnya yang melemas, menurunkannya perlahan ke tanah berlumpur tanpa menghasilkan suara sedikit pun.

Satu target tumbang. Waktu eksekusi: empat detik.

Di luar lorong, Krell mulai kehilangan kesabaran. Ia menendang seorang pemulung wanita hingga tersungkur.

"Brunt! Berapa lama kau harus mengurus satu orang tua cacat?!" teriak Krell, suaranya sarat akan kekesalan. "Hei, kau. Pergi susul si idiot Brunt. Kalau dia sedang mabuk jamur, pukul kepalanya."

Pengawal kedua mengangguk patuh. Ia berjalan menuju lorong dengan langkah terburu-buru, menggumamkan sumpah serapah. "Brunt! Berhenti main-main, bajingan!"

Begitu pengawal kedua memasuki lorong, Genevieve tidak repot-repot memanjat ke tempat tinggi lagi. Ia berdiri tegak tepat di tengah lorong, membiarkan tudungnya sedikit tersingkap, memperlihatkan separuh wajahnya yang sedingin pualam.

Pengawal itu berhenti mendadak. Ia melihat siluet Genevieve, lalu melihat tubuh Brunt yang tergeletak tak bernyawa di dekat kaki wanita itu. Matanya membelalak lebar. Ia membuka mulutnya untuk berteriak memperingatkan Krell.

**[Mengaktifkan Shadow Stitch. Konsumsi: 3 Poin Energi Vital.]**

Benang bayangan hitam melesat dari tanah, melilit rahang pengawal kedua itu dan menariknya menutup dengan suara gemeretak gigi yang mengerikan. Pria itu menjatuhkan parangnya karena terkejut, tangannya meronta-ronta mencoba melepaskan ikatan gaib yang mencekik pita suaranya.

Genevieve melangkah maju dengan keanggunan seorang penari mematikan. Ia menatap mata pria yang dipenuhi teror absolut itu.

"Sst," bisik Genevieve lembut. Ia menyodorkan *Nightfang* menembus jantung pria itu dalam satu gerakan dorongan yang mulus dan presisi. Mata pria itu meredup, dan Genevieve membaringkannya di sebelah Brunt.

Kini, hanya tersisa sang pemimpin.

Genevieve melangkah keluar dari kegelapan Lorong Sektor 4. Ia berjalan lambat, membiarkan ujung sepatu botnya menghasilkan suara langkah yang terukur. Di pelataran, Krell menoleh dengan cepat, mengira anak buahnya telah kembali.

Namun, yang ia lihat adalah seorang wanita dengan pakaian compang-camping, berjalan mendekatinya dengan belati yang meneteskan darah segar.

"Siapa kau?!" Krell mundur selangkah, mengangkat gada besinya. Kesombongannya seketika menguap, digantikan oleh kewaspadaan tingkat tinggi. Ia melirik ke arah lorong yang gelap, menyadari bahwa kedua anjing penjaganya tidak akan pernah kembali.

"Aku adalah konsekuensi dari kebodohan majikanmu di permukaan," jawab Genevieve, suaranya jernih dan mengalun dengan otoritas yang membuat para pemulung di sekitarnya menahan napas.

"Kau membunuh anak buahku... Kau berurusan dengan Boros sekarang, pelacur sialan!" Krell meraung, mencoba mengumpulkan kembali sisa-sisa keberaniannya. Ia menerjang maju, mengayunkan gada besinya yang berat ke arah kepala Genevieve.

Alih-alih mundur, Genevieve melangkah menyamping dengan kecepatan yang menipu mata. Ia membiarkan gada besi itu menghantam udara kosong dan membentur tanah lumpur. Momentum serangan itu membuat tubuh Krell sedikit kehilangan keseimbangan.

**[Shadow Stitch: Mode Pengikatan Statis. Konsumsi: 5 Poin Energi Vital.]**

Genevieve menghentakkan kakinya ke bayangan Krell yang memanjang di tanah akibat cahaya lampu minyak. Tiga paku bayangan hitam pekat melesat dari lantai, menembus langsung ke bayangan lengan dan kaki raksasa itu.

Krell seketika membeku di tempat. Ia menggeram, otot-ototnya menonjol saat ia berusaha menarik kakinya, namun bayangannya sendiri mengikat tubuh fisiknya layaknya jangkar beton. Gada besinya terlepas dari genggamannya yang kini tak bertenaga.

"Apa... sihir macam apa ini?!" Krell memucat, matanya memancarkan ketakutan murni. Ia menatap Genevieve yang kini berdiri hanya beberapa sentimeter darinya.

Genevieve memiringkan kepalanya, menatap pria raksasa itu dengan kekecewaan yang dibuat-buat. "Kalian Tikus Tanah begitu bangga dengan kekejaman kalian. Tapi begitu menghadapi sesuatu yang tidak bisa kalian pukul dengan besi berkarat, kalian merengek seperti anak kecil."

Genevieve mengangkat *Nightfang*, menempelkan sisi bilahnya yang dingin dan berlumuran darah ke pipi Krell. "Boros akan mencari tahu siapa yang melakukan ini. Jadi, aku akan memberinya sebuah pesan."

Tanpa mengedipkan mata, Genevieve menyayat pelan bagian leher Krell, cukup dalam untuk memotong urat nadi besarnya, namun tidak memutus lehernya. Krell terbelalak, berusaha terkesiap mencari udara sementara darahnya sendiri membanjiri kerongkongannya. Bayangan yang mengikatnya memudar saat nyawanya melayang, membiarkan tubuh raksasa itu ambruk ke tanah berlumpur dengan bunyi debuman berat.

Pelataran Distrik Karat seketika hening. Tidak ada satu pun dari para pemulung yang berani bergerak. Mereka menatap Genevieve layaknya menatap dewi kematian yang baru saja turun dari langit.

Genevieve berbalik menatap mereka. Ia tidak memancarkan *Aura of the Predator*, melainkan membiarkan karismanya sebagai seorang pemimpin mengambil alih.

"Tikus Tanah tidak lagi berkuasa di blok ini malam ini," ucapnya dengan suara yang mengalun jelas. "Sembunyikan mayat-mayat ini di lubang uap panas bumi. Bakar pakaian mereka. Jika Boros bertanya esok hari, katakan pada mereka bahwa Krell disergap oleh kawanan monster buta dari Jurang Hitam yang tersesat naik."

Para pemulung itu mengangguk dengan cepat, rasa syukur dan ketakutan bercampur baur di wajah kotor mereka. Mereka segera bergerak menyeret mayat Krell dan anak buahnya ke arah lorong pembuangan limbah bawah tanah, melakukan persis seperti yang diperintahkan tanpa banyak tanya.

Genevieve memutar *Nightfang* di tangannya, membersihkan sisa darahnya pada sepotong kain lap yang jatuh, lalu menyarungkannya kembali ke balik ikat pinggang. Ujian pertama telah ia lewati dengan sempurna. Tidak ada alarm, tidak ada jejak yang mengarah padanya, dan kini ia memiliki jalan masuk yang bersih menuju pusat informasi musuhnya.

Ia berjalan kembali menuju gudang Jaxon. Langkah sang Lady kini telah sepenuhnya menyatu dengan ritme gelap Stratum Menengah.

1
Ana Kurniawan
aq jadi bingung terus fungsinya sistem buat apa..?
Ana Kurniawan
kan udah punya sistem ya, ku kira sistem itu yg bakal bantu dia tanpa harus ada esentitas lain...
Murni Dewita
👣
Bambang Widono
🙏👍💯💯💯💯💯💯👍👍👍🙏🙏🙏🙏
Memyr 67
𝗆𝖾𝗇𝖺𝗋𝗂𝗄
Wahyuningsih
thor sustemnya kok cuman gitu aja gk srulah
Wahyuningsih
thor buat suaminya menyesal d buat segan matipun tk mau biar nyakho dia n buat bbadaz abuz biar mkin keren
Wahyuningsih
q mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!