Mereka yang lemah tidak akan pernah bisa hidup dengan mudah, sedangkan mereka yang kuat akan semakin kuat.
Beberapa tahun silam, seluruh Dunia tampak tidak terkendali, terlihat kekacauan dimana-mana karena disebabkan oleh para Siluman, Datanglah seorang Pria dengan membawa sebuah Pedang bersama dengan rekannya ia membantu untuk menyelamatkan Istana Singtan yang saat itu tengah diambang kehancuran. Kedua Pria itu siapa sangka mampu mengalahkan para Iblis. Namun karena ulah dari Raja Iblis tubuh salah satu Pria harus terluka parah, setelah kejadian itu mereka menghilang tanpa jejak~
Tahun berlalu, kehidupan mulai kembali seperti sedia kala. Namun, semua terlihat tidak baik-baik saja bagi Putri Geisya, kedua orangtuanya diculik oleh Raja kejam, karena hal itu Putri Geisya harus berusaha untuk menyelamatkan mereka, ia pernah mendengar perihal Pedang yang sempat dibawa oleh salah seorang Pria, dan itulah tujuan dari Putri Geisya, ia harus merebut Pedang itu dan menyelamatkan kedua orang tuanya.
Semua dimulai dari pertemuan mereka~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Ovita Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 35
Gadis itu segera menyerang siluman ular itu dengan menggunakan pedang milik nya. Siluman Ular itu tertawa begitu keras terhadap Geisya.
Mereka saling bertarung kemudian Geisya menatap pedang nya kemudian dia mengarahkan Pedang nya kepada Tubuh Siluman Ular itu. Segera Siluman Ular itu menghindar merendah kan tubuh nya agar tidak terkena pedang milik Geisya.
"Hahaha, kau terlalu sombong jika dapat mengalahkan diriku, lihatlah dirimu sendiri hanya lah Seorang Gadis yang lemah, sudahlah urungkan saja niat mu itu untuk menyelematkan keluarga mu. Besok mereka akan di jadikan Zombi oleh Raja Siwang hahaha." Ucap Siluman Ular itu sambil menatap wajah Geisya yang berada di depan nya.
"Omong kosong! Tutup mulut mu itu!."
Dengan perasaan marah Geisya kemudian menyerang Tubuh Siluman Ular itu dengan Pedang milik nya. kemudian tanpa Geisya sadari tubuh nya di tendang oleh siluman ular itu dengan cukup jauh, tubuh Gadis itu membentur dahan pohon besar. Bibir nya lagi lagi mengeluarkan darah, segera Gadis itu mengelap nya menggunakan tangan nya.
Gadis itu segera bangun dan dia menusukkan pedang nya ke Tanah Cahaya Petir mengelilingi tempat itu Dengan perlahan Gadis itu menopang tubuh nya agar dapat berdiri dengan sempurna.
"Hmh, masih belum mau menyerah juga rupanya?! ,marilah kau Geisya!."
"Tidak akan!." Bentak Gadis itu memandang Siluman Ular.
Dengan bersamaan mereka berlari Geisya mengayunkan pedang nya dan mencoba untuk melukai Tubuh Siluman Ular itu dengan pedang nya.
Kemudian Siluman Ular itu mengibaskan ekor nya yang besar kepada Geisya. Gadis itu segera menghindar, kemudian dia berlari untuk membunuh Siluman Ular itu dengan pedang nya.
Namun Ekor yang sangat besar itu melilit tubuh geisya yang sangat kecil itu. Tubuh nya seperti remuk siluman ular itu melilit Tubuh Geisya dengan sekuat tenaga, Geisya hampir ke habisan nafas nya Pedang seluruh Tubuh nya pun tidak dapat digerakkan oleh nya. Pedang Petir yang sedari tadi masih di genggaman oleh nya kemudian Geisya mencoba untuk menggerakkan tangan kanan nya. Dengan gemetar gadis itu mengarahkan Pedang nya dan dengan segera dia menggoreskan pedang nya pada Ekor Ular itu.
Siluman Ular itu terkejut segera dia melepaskan Geisya kemudian Gadis itu terjatuh dan tubuh nya membentur tanah. Darah segar mengalir di wajah nya. Kemudian, gadis itu memejamkan ke dua mata nya.
"Aku tidak bisa, tanpa Pedang Jiwa itu aku tidak akan pernah bisa menyelamatkan ayah dan ibu ku." Dalam benak Geisya.
Kemudian dia teringat kembali ucapan changyi pada saat di Gua Yatapa , pria itu berkata "percayalah pada kemampuan mu sendiri, percayalah bahwa kau bisa melakukan itu." Lalu Geisya membuka ke dua mata nya dia menggenggam Pedang Petir milik nya. Gadis itu bersusah-payah untuk bangun.
"Benar apa yang kau katakan Changyi. Aku harus percaya dengan kemampuan ku sendiri."
Saat dia bangkit Siluman Ular itu menatap Geisya dengan perasaan yang sangat terkejut.
"Tidak mungkin! ,bagaimana bisa dia bangkit kembali!."
Geisya menatap Siluman Ular itu yang tengah berada di belakang nya. Kemudian, dia membalikkan Tubuh nya dengan tatapan benci Geisya segera berlari dan menyerang tubuh Siluman Ular itu dengan menggunakan Pedang Petir milik nya.
"Hmm, aku terkesan kau masih bisa bangkit dengan luka separah itu."
Siluman Ular yang menghalau serangan Geisya dengan kekuatan nya.
yuhuuuu ini lah yg aku cariiii...mc cewek yg tangguh😍😍😍
entah lah...lnjut aja dulu baca nya🤗🤗
Semangat update bab barunya thor😍
Salam dari
"Infinity" (romance)
"Ve" (mystery thriller)
"Aku (Bukan) Pelakor" (young-adult romance)