NovelToon NovelToon
Menikah Dengan SEPUPU

Menikah Dengan SEPUPU

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi
Popularitas:221.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Payang

Menikah dengan sepupu sendiri? Canggung pastinya, apalagi belum didasari rasa cinta.

Itulah yang dialami oleh Pandji Marthadipura, seorang abdi negara usia 36 tahun. Akibat ulah bedjat adik laki-lakinya, Panji terpaksa mengambil alih tanggung jawab menikahi adik sepupunya sendiri -- Melitha Lisana -- yang masih SMU, padahal dirinya sudah bertunangan dengan seorang dokter.

Tidak mudah memang. Pandji harus menghadapi kemarahan sang tunangan, sementara Melitha harus siap menghadapi sanksi sosial karena kehamilannya diluar nikah.

Mampukah keduanya menjalaninya? Akankah tumbuh cinta? Yuk, ikuti kisah mereka dalam Novel Menikah Dengan SEPUPU.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Payang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Cari Alasan.

"Ngapain anak itu masih di rumah, tidak pergi berkerja?" Gustam yang baru pulang dari ngewakar melihat mobil Elok yang dibelikan oleh Arya masih terparkir di halaman rumah mereka.

Dengan cepat ia melepas sepatu septy dari kakinya dan meninggalkannya begitu saja di teras lalu masuk setelah membuka pintu dengan kunci cadangan yang selalu ia bawa.

"Apa yang terjadi, Nak?" Gustam gegas menghampiri dengan perasaan panik melihat putri tunggalnya itu duduk di kursi roda sambil menonton televisi.

"Pergelangan kakiku terkikir saat jalan di mall siang tadi bersama Arya." Elok menujuk bagian kakinya yang sudah di perban.

"Kok bisa sampai terkikir?" Gustam menatap heran pada putrinya, "Mall itu kan tempatnya bersih, tidak seperti di tempat kerja Bapak di hutan sana, yang akar pohonya banyak dan menyebar dimana-mana, sering bikin Bapakmu ini tersandung," keluhnya.

Dari arah dapur, Naraswari datang membawa secangkir kopi, sudah hafal jam pulang kerja suaminya.

"Namanya juga musibah, Pak... Bisa aja terjadi dimana saja, tak kenal tempat," ucapnya, seraya menaruh cangkir kopi di atas meja, lalu ikut duduk bersama suami dan putri mereka.

"Kursi rodanya baru?" Gustam memperhatikan benda yang diduduki oleh putrinya, matanya penuh penilaian.

"Kamu pasti menghabiskan banyak uangmu untuk membeli ini?" suara Gustam setengah bersungut, sudut-sudut mulutnya melengkung ke bawah dengan dahinya ikut berkerut.

Melihat spesifikasi kursi roda listrik dengan fiturnya yang canggih itu, Gustam yang berpengalaman membeli kursi roda untuk mendiang ayahnya beberapa tahun lalu tahu bila harganya bukanlah harga standar.

"Arya yang beli, Pak... Jangan cemas..." Elok tersenyum, ia tahu ayahnya paling tidak suka mendengarnya mengeluarkan uang.

Ekspresi cemberut Gustam dalam sekejap berubah, ucapan Elok bak mantra sihir yang mampu membuat mood nya membaik.

"Arya memang calon mantu idaman yang paling bisa diandalkan. Ayah bilang juga apa, kamu lebih baik nikah sama si Arya Widjaya dibandingkan sama si prajurit miskin itu. Hari gini, mobil aja dia nggak punya, hadeh!" cibirnya, lalu meraih cangkir kopi, dan menyesapnya dengan penuh kenikmatan. Senikmat berkhayal punya menantu dokter royal anak dari pengusaha kaya Raya, Gunawan Widjaya.

"Prajurit yang sering Bapak hina miskin itulah yang berhasil menghantarkan putri kita mencapai cita-citanya jadi dokter, Pak!" Naraswari menyela, tak tahan dengan celaan suaminya.

"Sudahlah, Buk. Aku paling tidak suka mendengar Ibuk terus membelanya. Toh, nak Arya bakal ganti semua biaya yang pernah ia keluarkan untuk Elok." Gustam meletakan kembali cangkir kopinya di atas tatakan.

"Modelan si Pandji itu, dia tidak mungkin dapat calon isteri seperti Elok, mimpi!" cibirnya lagi penuh aura meremehkan.

"Bapak benar," Elok cepat menimpali. "Tadi siang, aku dengar dari Arya, dia mau nikah sama Melitha sepupunya, Pak!"

"Nah benarkan kata Bapak. Tidak ada wanita yang mau sama pria miskin, kerja bertahun-tahun nggak bisa beli apa-apa! Makanya dia pilih sepupunya, gak banyak nuntut! Mereka kan sama-sama miskin!" Gustam kembali tertawa dengan nada mengejek.

"Tapi, Pak. Siang tadi aku melihat mas Pandji ke butik gaun pengantin yang ada di Paralayang Mall, jika bukan orang berkantong tebal, tidak akan mungkin bisa belanja di sana, harganya selangit!"

"Ya, memang tidak mungkin, Elok. Palingan Pandji jadi pesuruh atasannya kesana, disuruh bawa barang belanjaan." Gustam tak sabar merespon di sela-sela tawanya.

"Kita lihat saja nanti bagaimana pernikahan mereka kelak. Pasang tenda di depan rumah sampai menutup jalan, dan undangannya... palingan para tetangganya saja, sesama ekonomi sulit!"

Elok ikut tertawa membayangkannya, teringat saat terakhir Pandji mengajaknya menikah, katanya pernikahan akan digelar secara sederhana saja, yang penting maknanya.

Naraswari hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar suami dan putrinya terus menghina dan meremehkan mantan calon menantunya itu.

...***...

"Ibuk sudah tidur. Mas Harry pulang aja, kasian Melitha sendirian di rumah sama anak-anak, apa lagi kondisinya sekarang sedang..." Pandji tidak meneruskan kalimatnya tapi Harry dapat mengerti maksudnya.

"Iya, Melitha memang sering mengalami morning sickness saat bangun pagi. Tapi benaran kamu nggak papa Mas tinggal sendirian jagain Bibi sama Celo?"

"Beneran nggak papa, Mas. Ada perawat sama dokter kok disini," Pandji mengeluarkan kunci mobilnya dari dalam saku celananya. "Bawa aja mobilnya, ini sudah larut malam."

"Nggak usah, kamu pulangnya pake apa?" Harry mendorong pelan tangan Pandji yang terulur memberikan kunci mobil padanya. "Mas bisa pesan taxi kok."

"Bawa aja, Mas. Besok aku ambil di kantornya Mas. Titip aja kuncinya di security. Kalau parkir lama di rumah sakit, kasian keluarga pasien nggak kebagian tempat parkir besok pagi," ucapnya beralasan. Pandji tak ingin terang-terang membantu, ia tahu kakak sepupunya itu sedang tidak punya uang.

Harry terlihat berfikir sejenak. Lahan parkir rumah sakit memang sangat terbatas, sering keluarga pasien tidak mendapat tempat untuk parkir walau mereka berkunjung sebentar, dan itu pernah Harry alami saat mendiang ayahnya dirawat dulu.

"Baiklah, aku bawa saja mobilmu..." Harry mengambil kunci dari tangan Pandji yang kembali terulur padanya. "Terima kasih ya," ucapnya sambil tersenyum.

"Aku yang terima kasih, Mas," Pandji balas tersenyum, dirinya jadi punya alasan bertandang ke rumah Melitha.

Entah kenapa, setelah pulang dari memesan gaun pengantin di butik tadi, ia merasakan sesuatu yang aneh, malu bila berduaan apa lagi sampai bertemu pandang. Tapi di sudut hatinya yang lain, juga ada perasaan tidak rela bila tidak bertemu adik sepupunya itu. Membingungkan memang. Itu sebabnya ia sudah berniat mengambil mobil di rumah Melitha saja, bukan di kantor Harry.

...***...

"Pak Harry, mobil baru niyeee!" Ledek Aline yang baru memasuki ruang rapat.

"Sst!" Beberapa rekan teamnya yang lain spontan mendesis sambil menempelkan telunjuk mereka di bibirnya masing-masing.

"Ups!" Aline spontan membekap mulutnya melihat sang manager sudah duduk di meja rapat, bahkan semua team sudah berkumpul.

"Maaf, Bu... saya datang terlambat." Aline berdiri canggung, sedikit menunduk sambil melirik sungkan.

"Kamu belum terlambat, Aline. Segera bergabung bersama teammu, rapat koordinasi segera akan di mulai," Rachel tersenyum tipis pada bawahannya itu.

"Terima kasih, Bu." Aline segera beranjak, lalu duduk di sebelah Harry.

"Baik, rapat pagi ini akan di mulai... " Suara lantang Rachel kembali menggema setelah melihat semua team yang tergabung di bawah pimpinannya sudah lengkap. "Silahkan berdoa menurut agama dan kepercayaannya masing-masing!"

Suasana kembali hening, masing-masing pribadi memanjatkan doannya, mengharapkan segala yang terbaik dari Sang Penciptanya.

Bersambung✍️

1
〈⎳ FT. Zira
sensinya gak ilang ilang🤣
〈⎳ FT. Zira
mulut babe Gun ini memang mengandung bon cabe, tapi jangan jalas, hatinya semulus blue band🤣🤣🤣. lembuttt
Teteh Lia
Selamat menempuh hidup baru untuk mamas Harry dan Ibu Rachel.

Vote meluncur untuk kalian
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
idih, dah masukin penjara aja lagi dia /Panic/
Dewi Payang: Otw.....🤭🤭🤭🤭
total 5 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
ini pang pang pang, ngikut terus dah🤣
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: sekarang udah resmi jadi mantu, apakah pang pang pang nya bakalan ada lagi!? 😏
total 2 replies
neng ade
selamat menempuh hidup baru untuk Harry dan Rachel, semoga langgeng dan bahagia selalu sampai maut memisahkan ❤️
Dewi Payang: Harry dan Rachel : terima kasih Kakak utk doa terbaiknya🙏🏻
total 1 replies
mama Al
Hari harus sabar ngadepin mertua macam Gunawan
Dewi Payang: Harus memang.... demi ayank Rachel....
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
hohohoho coba aja raya gilak. dilindes lu ama si rachel
Dewi Payang: Belum tahu saja si Raya siapa Rachel....
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
hehhh si arya malah pura-pura. jadikan noh
Dewi Payang: Mungkin masih trauma....
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
hadeuhhhh tak cium juga nih 💋💋
Dewi Payang: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
ihhh si bapak, pengen tak sentil deh bibirnya
Dewi Payang: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
idihhh bisa begono yak. ga nikah secara agama.
Dewi Payang: Gak nikah secara agama mempersulit diri sendiri,nkrn buat akte catatan sipil.butuh surat nikah gereja. Di kampungku pernah ada yg begitu kak....
total 1 replies
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Harry dan Rachel 😄🙏 tetap jadi pasangan yang takut akan Tuhan 🙏🙏
Dewi Payang: Harry dan Rachel : Amin...terima kasih kak🙏🏻😍
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
ku kira sadar tau nya masih gila walaupun dah di penjara kemaren
Dewi Payang: Geram Akak🤭🙈
total 3 replies
Marini Suhendar
pamer/papamertua senyum dong jangan malah" mulu cepet tua lho..ups udah tua kan😄
Dewi Payang: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
aku tunggu up nya gak pernah nongol.. ternyata punya akak ilang juga dari daftar baca😭😭😭😭.. padahal udah subcribe, jadi subcribe ulang🤧🤧
Dewi Payang: Oh begitu.... aku fikir krn lama gak up....
total 3 replies
〈⎳ FT. Zira
jleb gak tu... gak boleh sentuh sentuh.. ehh.. arya gak jadi Biarawan kann??/Silent//Silent/
Dewi Payang: Tapi.... giliran anak dilamar duda malah mau di tempeleng😂
total 3 replies
〈⎳ FT. Zira
jangan harap. dirmu aja dah dicoblo masih berharap Arya mau.. big NO
Dewi Payang: Eh eh🙈🙈🙈🙈
total 3 replies
〈⎳ FT. Zira
mentalnya dah tebal ya si Arya ini.. habis bertapa
Dewi Payang: Wkwk🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Teteh Lia
Kak.. aku punya satu cerita nih tentang ini🤭
Dewi Payang: Wah, bisa dibuat novel kak🤭🤭
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!