"Hi, Señorita!" Nero tersenyum miring seraya mengacungkan senjata api tepat di kening Elle.
"Kau ingin membunuhku?!" Elle terisak ketakutan saat pria itu hendak menarik pelatuk senjata apinya. Sebentar lagi dia akan mati.
DOR!
Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Nero ingin melenyapkan wanita yang sangat dicintai.
Penasaran? Ikuti terus kisahnya. Dan jangan lupa, Follow IG Author @Thalindalena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berakhir Indah
"Kita sudah sampai." Gloria menuntun putrinya turun dari mobil tanpa melepas penutup mata.
"Mom, boleh kubuka penutup mata ini?" tanya Elle karena sangat penasaran.
"Belum, Sayang.Tunggu sebentar lagi," sahut Ben, seraya berdiri di samping putrinya, lalu meraih salah satu tangan Elle agar merangkul lengannya tepat saat mereka akan memasuki altar pernikahan.
Suara musik mengalun indah ketika melihat mempelai wanita tiba, di saat bersamaan Gloria menarik lembut kain hitam yang menutup kedua mata putrinya.
Deg!
Jantung Elle berdetak sangat cepat ketika kedua matanya terbuka lebar. Ia terpaku sesaat saat melihat altar pernikahan yang begitu megah dan mewah. Di depan sana ada Nero menunggunya dengan gagah dan ketampanan yang luar biasa dan menyambutnya dengan senyuman merekah indah.
"J-Jadi, ini ..." Suara Elle terbata-bata dan kedua matanya mengembun tak menyangka akan mendapatkan kejutan seperti ini.
"Yap! Nero yang merencanakannya. Kau suka?" Ben menatap putrinya sambil tersenyum lebar.
"Emh ... suka, Dad." Elle mengangguk dan tersenyum bahagia.
"Kalau begitu tunggu apa lagi. Ayo, kita berjalan menghampiri calon suamimu." Ben kembali menatap ke depan, begitu pula dengan Elle.
"Dad, aku gugup." Elle menahan nafas sebelum melangkah ke depan, terlebih lagi semua tatapan para tamu undangan tertuju padanya membuatnya bertambah gugup.
"Santai," jawab Ben, menepuk punggung tangan putrinya yang mencengkram lengannya.
Musik mengalun indah ketika pengantin wanita berjalan di altar pernikahan di dampingi oleh Ben.
Glam tersenyum bahagia seraya memeluk lengan suaminya saat menyaksikan adik kesayangannya akan mengikrarkan janji suci dengan Nero.
"Aku tidak menyangka adik kesayanganku akan menikah dengan asistenmu yang sangat menyebalkan itu," bisik Glam pada suaminya.
"Nero tidak seburuk itu, Glam." Damon memberikan pembelaan.
"U-hum ... dia sama seperti dirimu, datar tanpa ekspresi," tambah Glam sambil menipiskan bibir, sedangkan Damon hanya bisa menghela nafas panjang mendengar ocehan istrinya. Sudah di pastikan istrinya tidak akan berhenti mengoceh jika dirinya terus menyahut, maka dari itu ia memutuskan diam. Di kehamilan ketiga ini Glam menjelma menjadi wanita cerewet yang menyebalkan.
*
Ben menyerahkan putrinya pada Nero, tak lupa memberikan kata-kata mutiara lebih dulu pada menantunya sebelum beranjak dari sana.
"Kuserahkan putriku padamu. Sayangi dan cintai dia sepenuh hati, jika kau membuatnya menangis maka bersiaplah kau akan kehilangan kepalamu!" ancam Ben tak lupa memberikan tatapan tajam kepada Nero.
Untuk pertama kalinya Nero merasa gugup dan takut pada ancaman seseorang. Dia berusaha tersenyum untuk menutupi rasa gugupnya, "aku berjanji akan mencintai dan menyayangi putri Anda sepenuh hati," jawab Nero, tegas dan penuh kesungguhan.
Ben puas mendengar jawaban itu, kemudian ia segera beranjak dari sana, duduk di samping istrinya.
"Kejutanmu ini membuatku spot jantung!" bisik Elle tepat di telinga Nero.
Nero tersenyum kecil mendengarnya, "aku hampir putus asa mengajakmu menikah tapi selalu kau tolak," jawab Nero dengan telak.
"Dan sekarang kau berhasil mencapai tujuanmu, Tuan." Elle menjawab sambil menghadap ke depan, menatap pemuka agama yang sebentar lagi akan memulai acara.
Dan tak berselang lama kemudian, janji suci telah terucap. Nero dan Elle saling bertukar cincin pernikahan, kemudian saling berciuman seperti pasangan pengantin baru pada umumnya.
Suara riuh tepuk tangan dari para tamu undangan pun terdengar, membuat suasana di sana semakin meriah dan penuh dengan kebahagiaan.
"Akhirnya Tuan Nero sold out," ucap Ava sambil memeluk lengan suaminya yang sejak tadi menahan mual.
"Sepertinya kau bahagia sekali melihatnya menikah," sahut Pedro.
"Tentu saja. Dengan begitu aku tidak perlu repot-repot lagi datang setiap pagi untuk menyiapkan semua kebutuhannya," jawab Ava sambil terkekeh pelan.
"Jadi, mulai sekarang kau harus fokus mengurus suamimu yang tampan ini." Pedro menunduk, menatap istrinya sambil mengerling nakal.
Ava mendogak membalas tatapan suaminya sambil mencebik kesal.
"Hei, kenapa ekspresimu begitu?" Pedro sampai mengerutkan alis melihat ekspresi istrinya.
"Kau tukang mual dan muntah, jadinya aku malas berdekatan denganmu!" balas Ava.
"Hei! Aku begini karena calon bayi kita yang nakal ini," rengek Pedro.
"Ish, kau tidak pantas merengek seperti anak kecil seperti itu, Pedro!" Ava mencubit gemas pipi suaminya, lalu mengecup bibirnya.
alurnya jelas.
pemainnya juga jelas.
nggak pernah ada yang njelimet.
karakter mafianya mafia banget, bukan yang mbulet2 kagak jelas. tapi langsung eksekusi.
keren pokoknya
Botak yang biasanya galak bisa gugup ketika Berta bersikap santai.
Berta berani menolak Botak yang ingin mengajak bicara di paviliun. Tidak ingin Cammora salah paham, Berta ingin bicara ya di dapur saat ini dia berdiri.
Mamfuuus kau Botak. Di skakmat Berta baru tahu rasa kau Botak. Dulu sangat menghina Berta. Kini Berta terlihat cantik seperti tak rela Cammora yang mendapatkan Berta.
Malu gak Botak - Cammora tahu kalau Botak berusaha mempengaruhi calon istrinya.
Bukannya malu - malah menuduh Cammora merubah Berta gadis polos menjadi berani dan membangkang.
Nah lo...benar apa kata Cammora.
Jadi diejek Cammora.
Cammora tak segan selalu memuji kecantikan Berta.
Cammora ingin segera menikah dengan Berta.
Berta setuju selama niat Cammora baik. Berta ingin Cammora menemui keluarganya lebih dulu.
Berkat Cammora, Berta menjadi percaya diri.
Berta mengatakan kalau Cammora sudah melamar - Elle syok mendengarnya.
Elle memperhatikan cincin berlian yang tersemat di jari manis Berta. Elle sangat kagum melihatnya. Dia tahu itu cincin berlian dari Balagcia edisi terbatas.
Elle ikut bahagia sampai memeluk Berta.
Botak yang suka marah dan menghina Berta, kini cuma bisa diam ketika tahu kalau Cammor telah melamar Elle.
Tahu Berta cantik dan sudah dilamar Cammora, kenapa Botak baru protes pada Elle.
Sikap dan perlakuan Botak terhadap Berta saja tidak pernah baik. Nikmati saja penyesalanmu Botak.
Dulu gak perduli sekarang kelimpungan kan...
dulu km hina berta terus, galak sekarang ada pria yg meragukan berta dan bikin percaya diri looo🤣🤣🤣