NovelToon NovelToon
Terimakasih Telah Menghianati Ku

Terimakasih Telah Menghianati Ku

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:21.7k
Nilai: 5
Nama Author: Hanna Lovina

"ah...Aku tidak akan memaafkanmu Alaska!! " ucap wanita itu dalam hati setelah melihat tunangannya bermesraan di mansion milik ayahnya dengan seorang wanita yang tidak lain adalah sepupunya sendiri.

Hubungan yang awalnya terjalin manis dan menyenangkan itu, kini mulai goyah karna hadirnya seorang wanita berhati licik bermuka dua itu, didepan baik di belakang diam diam menusuk.

Tiba tiba ada yang memperhatikan wanita itu dari lama, dan kini ingin mencuri kesempatan untuk menaklukkan hati si wanita itu.

Apakah wanita itu akan takluk oleh nya? ayok ikuti kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanna Lovina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35.ttm

 Satu minggu berlalu, hari pernikahan Alaska dan Karolin akan segera dimulai.

 Jeslin menguatkan hati dan langkahnya agar tidak gemetar saat melewati pekarangan rumah yang dulunya tempat dia dan pria itu bermain dan tertawa bersama. Setiap sudut tempat itu memiliki cerita di masa lalu yang selalu dia kira rumah ternyata hanya tempat singgah.

 Dia melangkah dari dalam mobil dengan Jefan yang sudah membukakan pintu untuknya.

 "ayo... tegapkan kepalamu jangan takut ada aku!" ucap Jefan mengulurkan tangannya sambil tersenyum.

 Jeslin hanya bisa menyambut uluran itu dan menggandeng tangan pria itu.

 Matanya melihat sekeliling pekarangan rumah itu rasanya gersang, mawar merah yang dulunya selalu menyambutnya disana kini sudah tidak tersisa walau hanya satu pun.

 Kini dia semakin percaya diri memasuki aula pernikahan setelah sadar memang dirinya sudah tidak di inginkan lagi menjadi bagian dari keluarga itu.

 Nuansa biru menghiasi aula pernikahan, sangat berbeda dengan dirinya waktu itu meminta nuansa warna putih. Dia tau ini adalah selera Karolin bukan Alaska yang lebih menyukai warna putih sama seperti dirinya.

 Banyak mata tertuju ke arah mereka berdua, bahkan banyak yang mengira bahwa mereka berdualah yang akan melaksanakan pernikahan di tempat itu. Banyak pula yang masih menyebarkan isu tentang kegagalan pernikahan Alaska denga Jeslin.

"Bukankah wanita ini calon menantu yang gagal nikah dengan tuan Alaska? " bisik salah satu tamu undangan ke temannya.

Karna bisikan itu, suasana menjadi agak ribut dengan suara bisik bisik.

"lalu, siapa pria di sampingnya itu sangat tampan dan berwibawa? " jawab yang lainnya.

 Jefan yang sudah mulai peka dengan kondisi itu menggenggam erat tangan Jeslin dan menariknya untuk lebih dekat ke arahnya.

 "Diam... dia adalah putra satu satunya dari Grup Saputra, jika berani menyenggolnya sedikit pun kita bisa dalam bahaya sepulang dari sini! " ucap seseorang sedikit takut membuat orang orang yang tidak bisa menutup mulutnya segera mengunci mulutnya itu.

 Dengan wibawanya, Jefan mendekat ke salah satu yang memulai gosip itu.

"Anda sudah mendengarnya nyonya? Jika anda masih ingin berbicara dengan mulut itu, bicarakanlah hal yang baik tentang tunangan saya. Sebelum saya benar benar membuat mulut itu tidak bisa lagi mengucapkan sepatah kata pun! " bisiknya dengan nada seram yang selama ini belum pernah dia tunjukkan di depan Jeslin.

 Acara pernikahan pun mulai di laksanakan setelah suasana agak tenang.

Kedua mempelai menaiki altar untuk bertukar cincin dan di berkati.

 Awalnya Alaska tidak menyadari kehadiran Jeslin di acara itu.

 Hingga dia mendengar bisikan ibunya ke pak Anggara.

"pa... kenapa wanita sial itu bisa hadir di tempat ini, apa papa yang undang? " tanyanya dengan nada tidak suka sambil melihat ke arah mereka.

"Tidak ma... aku tidak mengundangnya sama sekali. Dan siapa pria itu? " tanyanya balik sepertinya lupa dengan Jefan yang mengacaukan pernikahan waktu itu.

Mereka berhenti berbisik ketika putranya memberi isyarat agar mereka menghormati pendeta yang sedang berbicara.

"Jes, kamu masih ingin melanjutkan untuk menyaksikan pernikahan ini atau ingin berhenti dan pulang? " tanya Jefan menyadari kondisi Jeslin yang sangat tidak nyaman dengan bisikan orang orang tadi ditambah Karolin yang kini sudah resmi menjadi istri mantannya setelah pertukaran cincin selesai.

"Lanjutkan sampai acara ini selesai aku tidak akan pergi dari sini! " Ucapnya sedikit marah.

"Baiklah, jangan melepas genggamanku jika kamu masih merasa tidak kuat dengan semua ini. Aku tetap ada disini kapan pun kamu butuh. " ucapnya sambil menyelipkan rambut Jeslin kebelakang telinganya karna menghalangi wajah cantiknya.

Jeslin tersenyum mengeratkan genggamannya sambil menaruh kepalanya di bahu itu. Rasa nyaman dan aman itulah yang dia rasakan saat ini.

Di balik sikap mereka yang saling mendukung dan kelihatan romantis, sepasang mata dari jauh tidak bisa lepas dari pandangannya ke Jeslin.

"Jeslin... kamu cantik banget hari ini! " ucap bibir itu tidak sengaja keluar.

Karolin menyadari hal itu kalau kali ini Alaska selalu melayangkan pandangannya ke wanita itu.

Tidak terima dengan hal itu, Karolin berjalan ke arah Karolin dengan secangkir minuman di tangannya.

Hampir saja minuman itu mengotori gaun yang di kenakan Jeslin, beruntungnya dengan kesigapannya Jefan segera menariknya menjauh.

"Aw... apa yang kamu lakukan? " Teriak Jeslin kaget belum menyadari Karolin yang sengaja ingin menumpahkan minuman itu ke gaunnya.

"Apa yang ingin anda lakukan nyonya Anggara? " Bentak Jefan hilang kesabaran.

"Ah... aku tidak sengaja kenapa kamu malah membela wanita murahan ini? " balas Karolin manja seolah tidak melakukan kesalahan apa pun.

*plak.* satu tamparan mendarat di pipi itu dengan kuat.

Tentu saja drama Karolin semakin menjadi jadi.

"Ah... Alaska... aku rasa wanita ini belum bisa melupakanmu makanya datang ke acara kita untuk merusak acara yang dari tadi berjalan baik baik saja. " Adunya sambil berpura pura menangis.

"Dasar wanita jalang... Berani beraninya kamu ingin membuat keributan di acara besar keluargaku... Aku akan memberimu pelajaran saat ini juga! " teriak ibu Alaska hampir menjambak rambut Jeslin. Lagi lagi tangan itu di tahan Jefan dan menarik Jeslin ke belakangnya.

"Jangan berani berani menyentuhnya! Jika berani melakukannya maka aku akan mematahkan tangan anda! " Ucap Jefan semakin seram.

Alaska yang melihat hal itu tidak Terima jika ibunya harus di perlakukan seperti itu di hadapan para tamu undangan.

"lepaskan tangan ibu saya... ini adalah masalah kita jadi jangan bawa bawa mereka! " ucap Alaska membela ibunya.

"Alaska... sebaiknya anda bisa mengajari keluarga anda tentang sopan santun terhadap tamu undangan. Dan ku peringatkan sekali lagi jangan pernah melukai tunangan ku seperti caramu waktu itu, Cukup sekali dan tidak akan kubiarkan sampai berulang. Paham!! " jawab Jefan melepaskan tangan wanita itu dengan kasar.

Alaska sangat marah sekaligus malu dengan perlakuan keluarganya barusan di hadapan tamu undangan.

"Al... kenapa tidak usir saja dua orang ini dari cara kita? Mereka sangat mengganggu! " Rengek Karolin.

"Dasar wanita licik, jadi inilah tujuanmu mengundangku untuk hadir? " Gumam Jeslin ingin sekali menampar pipi sebelahnya lagi.

"Hentikan!! Kamu jangan seperti ini! " Ucap Alaska cuek.

Dia masih tidak Terima dengan pernyataan Jefan barusan yang bilang Jeslin adalah tunangannya.

Suasana mulai ribut, namun Jefan berteriak dengan lantang.

" Siapapun di ruangan ini, jika ada yang berani mengatai tunangan ku lagi bersiaplah menghadapi sesuatu yang berbahaya di luar sana! "

Jeslin menyadari kini Jefan yang dia kenal lembut selama ini ternyata sangat berwibawa sehingga membuat mereka semua diam hanya dengan satu gertakan.

"Nyonya Karolin, jangan pernah melakukan hal seperti itu lagi kepada tamu undangan anda... sangat tidak tau sopan santun. " lanjutnya lagi.

"Sayang... hentikan! Ayo kita pergi dan tinggalkan tempat ini! " Ucap Jeslin dengan lembut.

Satu kata sayang dari mulut Jeslin benar benar meluluhkan hatinya.

Menyaksikan semuanya di depan mata sendiri, Alaska semakin marah terutama panggilan sayang yang dulu hanya untuknya kini tidak bisa lagi dia minta kembali.

1
Ike Diva Putri
bagus ceritanya, lanjut thorr
Alvia Nora
jangan pisahkan jeslin dengan cintanya jefan mah harus jadi pawangnya jefan .ulat bulu mah bakar saja. ntar kualat lu jefan nyakitin jeslin .
Hanna Lovina
Bagaimana cerita ini menurut kalian teman teman?
Silahkan beri masukan atau pendapat yah.
Cicih Sophiana
Jeslin oon krn cinta buta... utama kok oon jd wanita tuh harus pinter dan tegas jgn bodoh krn cinta
Cicih Sophiana
knp nikah nya pake perjanjian segala Jeslin... kamu pasti akan menyesal nanti...
Cicih Sophiana
seperti nya Jefan orang penting dia ada pengawal segala...
Cicih Sophiana
mau nikah di selingkuhin lebih baik putusin aja Jeslin...
Cicih Sophiana
ada apa kok mama nya Jeseline menghilang...
Cicih Sophiana
hadir nyimak thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!