Jangan di baca!!! alur berantakan gak jelas gak nyambung..😌
Kisah yang menceritakan tentang seorang gadis biasa dan sederhana yang terpaksa harus menikah dengan seorang tuan muda yang sangat angkuh dan lumayan kejam, namun di balik sikap nya itu tersimpan kehangatan dan kelembutan hati nya yang bisa meluluhkan hati seorang wanita..
Bagaimana kisahnya? yuk di baca 👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kakak vs adik ipar
Chandra melihat Naya keluar dari kamar Xander berlari menuju kamarnya. "sungguh kekanakan" ucap Chandra yang kemudian melangkah masuk kamar Xander.
Chandra melihat Xander yang sedang berdiri di depan cermin yang telah retak dan darah yang mengalir dari tangan Xander. "sungguh menyebalkan" ucap Chandra berjalan mengambil kotak obat kemudian menghampiri Xander.
Chandra meraih tangan Xander yang terluka ia membersihkan luka nya dan membalutnya dengan sebuah kasa. Kini mereka duduk bersebelahan, Chandra pun membuka suaranya.
"kenapa kamu harus lakukan ini? jika memang tidak mencintainya lepaskanlah, dia bukan tawanan mu dia hanya seorang wanita lemah yang berpura-pura tegar di depan semua orang, apa kau ingin membuatnya gila?"
"pergilah urus saja urusan mu sendiri" ucap Xander.
"cih, menyebalkan!" desis Chandra keluar dari kamar Xander.
Sementara itu di kamar Naya, setelah cukup lama ia menangis Naya membersihkan dirinya dan mengganti baju nya. Naya keluar dari kamarnya untuk mengambil minum, di ambilnya sebuah gelas dan mengisinya dengan air putih, Naya melanjutkan langkahnya menuju halaman belakang, ia duduk di sebuah kursi dan menatap langit yang mulai malam.
"ingin rasanya aku pergi dari rumah ini, tapi kenapa langkah ku terasa berat seolah aku tidak ingin pergi dari sini" gumam Naya sambil meneguk segelas air yang di genggam nya.
"ikuti kata hatimu" ucap seseorang yang berada tepat di belakang Naya.
Naya menoleh ke arang orang tersebut dan ternyata Chandra lah yang berada di belakang Naya. Chandra mulai melangkahkan kakinya mendekat dan duduk di samping Naya.
"ngapain kamu masih disini? pulang lah sebelum kamu benar-benar di bunuh oleh nya"
"dia gak mungkin berani membunuh adik nya sendiri, lagian aku lihat dia tadi pergi"
"baguslah seenggaknya malam ini aku gak akan melihatnya"
"dasar naif" cetus Chandra dan mengalihkan pandangannya.
Naya melirik ke arah Chandra dengan tatapan datarnya. Chandra yang menyadari tatapan Naya pura-pura tidak melihat tatapannya ia berdiri dari duduknya dan mengambil beberapa langkah menjauh dari Naya.
huuhh... Naya meniup poni nya dan berjalan mendekat Chandra yang tengah berdiri membelakangi Naya.
"menurut mu apa cinta sepihak perlu di pertahankan?"
Chandra menarik nafas nya dan membuangnya dengan perlahan, ia menoleh ke arah Naya dan memegang kedua pundak Naya.
"percayalah sebenarnya Xander mencintaimu"
"shit! kalau dia benar mencintaiku kenapa dia memperlakukan ku seperti ini?"
"egois dan gengsi itu yang membuat dia jadi seperti ini, dia ingin miliki mu tapi dia belum bisa melepas semua wanitanya"
"percayalah di antara semua wanita yang pernah ia kencani hanya kamu yang di hati nya"
"kenapa kamu bisa yakin?"
"waktu kamu lembur dia menemani kamu, saat kamu pergi sama Axel dia nyuruh aku jemput kamu, dan masih banyak lagi, cobalah kamu ingat beberapa waktu ke belakang"
Naya terdiam memikirkan perkataan Chandra dan apa yang di katakan nya memang ada benarnya, mulai dari ia berantem dengan Chandra karena Chandra membawa pergi Naya, dan saat mereka honeymoon kejadian di tepi pantai dia memukul seseorang karena mendekati Naya semua itu cukup jelas menunjukkan kalau dia benar cemburu.
"ahh.. sudahlah lebih baik kamu pulang"
"aku akan disini menemani kamu, karena biasanya dalam keadaan seperti ini, Xander gak akan pulang"
"apa ini artinya kamu sedang mencemaskan ku?"
"yak! pertanyaan macam apa itu? jelas aku mencemaskan mu, karena kamu kakak ipar ku!"
"apa ucapan mu itu benar?"
"aish.. sudahlah terserah" ucap Chandra meninggalkan Naya.
"hei, Chandra tunggu" teriak Naya berlari mengejar Chandra yang masuk ke dalam rumah.
Setelah mereka masuk ke dalam rumah, Chandra duduk di ruang tv, ia mengambil sebuah remote dan menonton sebuah film, sedangkan Naya pergi menuju dapur dan menyiapkan makan malam. Dalam hitungan menit Naya menyelesaikan masakan nya dan memanggil Chandra untuk makan bersama.
Pada saat Naya dan Chandra sedang makan bersama tanpa mereka duga Xander tiba-tiba datang dan melihat keakraban mereka di sebuah meja makan. Sontak Naya dan Chandra pun terkejut dengan kedatangan Xander yang secara tiba-tiba dan di luar dugaan mereka. Chandra mencoba membuka suara nya dan mengajak makan Xander, namun ajakan nya itu di abaikan oleh kakaknya.
Xander lebih memilih pergi menuju kamarnya dan menghiraukan mereka berdua. Naya yang masih kaget dan mencemaskan Xander diam menatap ke arah dimana Xander berdiri walau kini Xander telah masuk ke kamarnya. Naya bukan kaget karena kedatangan Xander yang secara tiba-tiba melainkan dengan perban yang melilit di tangan nya.
"katakan sesuatu" ucap Naya pada Chandra.
"aku tidak tau kalau dia akan pulang"
"bukan itu"
"apa yang harus aku katakan?"
"perban di tangan nya, apa kamu mengetahui nya?"
"jelas aku mengetahuinya, aku sendiri yang balut tangan nya"
"hah? kenapa kamu tidak bilang sesuatu terjadi padanya?"
"apa kamu sangat mencemaskan nya?"
"tidak"
"masih aja bohong" ucap Chandra seraya melanjutkan makan nya.
Naya bangun dari duduk nya dan hendak berjalan menuju kamar Xander, ketika baru satu langkah Naya menghentikan langkah nya dan mengurungkan niatnya untuk menemui Xander, ia kembali duduk dan menghabiskan makanan nya. Chandra yang lagi sibuk makan sesekali melirik Naya menahan tawa nya.
"tertawa lah, gak usah kamu tahan"
"hahaha...." suara tawa Chandra yang menggelegar hingga terdengar ke kamar Xander.
"sssttt... apa kamu tidak sadar suara tawa mu akan membangunkan singa yang sedang tidur"
"sorry, habisnya tingkah kamu lucu sih hahaha"
Naya menarik bibirnya ke samping dan memutarkan bola matanya. Ekspresi Naya membuat Chandra tidak tahan melihat nya hingga ia mencubit pipi dan hidung Naya. kejadian itu pun di pergoki kembali oleh Xander yang kebetulan akan mengambil air minum. Naya dan Chandra seketika menjadi kaku setelah melihat Xander.
"kalau udah selesai cepatlah tidur!" ucap Xander sembari membawa segelas air dan kembali ke kamarnya.
Naya dan Chandra pun di kagetkan dengan ucapan yang di lontarkan Xander, mereka mengira Xander akan marah dengan apa yang ia lihat, namun malah jadi sebaliknya ia tidak terlihat marah sedikit pun. Chandra melirik ke arah Xander yang perlahan mulai menghilang dan menatap ke arah Naya, Naya hanya mengangkat kedua pundak dan tangan nya serta menggelengkan kepalanya menandakan kalau dia tidak tau apa yang terjadi pada Xander.
Setelah berdiam cukup lama, mereka pun membereskan bekas makan nya dan masuk ke kamar masing-masing. walau di rumah itu terdapat beberapa asisten rumah tangga namun untuk hal kecil kadang Naya kerjakan sendiri tanpa harus menyuruh mereka.
***
BERSAMBUNG...