NovelToon NovelToon
BUKAN CINDERELLA BIASA

BUKAN CINDERELLA BIASA

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:12.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: JE270608

Takdir mempertemukan Deanda Federer yang hanya seorang gadis miskin dengan seorang Putra Mahkota Alvero Adalvino dari Kerajaan Gracetian. Negara dengan sistem pemerintahan monarki absolut, di mana ucapan Raja adalah hukum mutlak.

Alvero dikenal tampan, cerdas, sekaligus sosok pengusaha hebat, namun juga dikenal keras, arogan, dingin, sekaligus dikenal playboy karena tidak pernah bersama dengan gadis yang sama lebih dari satu bulan. Namun beberapa rumor juga menyebutkan bahwa Alvero seorang gay. Untuk meredam rumor dan mempertahankan posisinya sebagai calon Raja sekaligus untuk dapat membalas dendam, Alvero sengaja menjebak Deanda untuk menikah dengannya.

Bagaimanakah perjalanan cinta mereka? Kenapa harus Deanda yang dipilih oleh Alvero? Dan apakah Deanda bisa menerima Alvero dan jatuh cinta padanya dengan perbedaan status yang begitu jauh? Ikuti perjalanan cinta mereka yang penuh perjuangan sekaligus romantis.

Cerita ini hanya fiksi semata, maaf jika ada kesamaan tokoh, nama, dll

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JE270608, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TEMPAT DEANDA BERLATIH

“Memang tidak ada yang lebih baik dari seorang Duke Evan jika itu berhubungan dengan penanganan keamanan,” Ernest yang mendengar pujian Alvero untuk Evan hanya tersenyum sambil matanya menatap lurus ke depan, berkonsentrasi pada tugas mengemudinya sore ini, mengantar Alvero yang sore ini tampil dengan pakaian santai berupa celana jeans dan t shirt dengan ukuran slim fit yang menunjukkan bentuk tubuhnya yang sempurna sebagai seorang laki-laki.

Tinggi tubuh Alvero yang mencapai 192 cm, rambut hitam legam, mata hazelnya yang menawan dengan alis tebal yang melengkung sempurna, belum lagi bulu matanya yang juga tebal dan lentik, memayungi kedua mata indahnya, hidung mancung dan bibir tipisnya membuat wajah Alvero terukir sempurna membentuk wajah yang begitu tampan, seolah Tuhan sengaja memberikan waktu lebih saat mengukir wajah tampan ciptaannya yang satu ini. Dan ketampanan Alvero didukung oleh bentuk tubuhnya yang begitu proporsional dengan otot tubuhnya yang terbentuk sempurna, termasuk bagian tubuhnya yang tersembunyi di balik pakaiannya, perutnya yang membentuk sixpack.

Jangankan bagi para wanita yang seringkali dibuat terpesona oleh penampilan Alvero, bahkan para pria pun dibuat tidak berkutik dan iri karena kesempurnaan wajah dan tubuh yang dia miliki. Ditambah lagi selain kaya, status sosialnya yang tinggi, menjadikannya seolah pria paling sempurna di Kerajaan Gracetian ini, juga di luar negeri menjadi sosok yang begitu sering tampil dan dibahas oleh media luar negeri.

“Ernest, kira-kira apa yang akan diminta oleh Duke Evan kepadaku?” Ernest yang beberapa waktu lalu mendengar dari Alvero tentang janji Alvero kepada Evan hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan dari Alvero, tidak berani mengeluarkan pendapatnya yang jika salah justru bisa membawa dampak buruk, merusak hubungan antara seorang Putra Mahkota dan seorang Duke yang sama-sama memiliki kekuasaan tinggi.

“Saya tidak tahu Tuan, saya tidak berani untuk menebaknya,” Ernest berkata dengan jujur sambil melirik ke arah Alvero yang lebih memilih menjadi sosok Alvi untuk mengunjungi gedung latihan bela diri tempat Deanda biasa berlatih sore ini.

Aku hanya berharap permintaan Duke Evan bukan sesuatu yang sulit untuk dikabulkan oleh Yang Mulia, Ernest berkata dalam hati dengan sedikit khawatir, karena dari penyelidikan yang dia lakukan tentang Deanda beberapa waktu lalu, Ernest mendengar bagaimana Duchess Danella yang merupakan ibu dari Evan terlihat begitu menyukai Deanda, dan di pesta waktu itu satu-satunya yang bisa mengajak Deanda berdansa adalah Evan. Bahkan setelah menyelesaikan dansanya dengan Deanda, sampai pesta berakhir, Evan terlihat tidak lagi berdansa dengan gadis lainnya, lebih memilih untuk menghabiskan waktunya dengan mengobrol dengan para tamu lain.

Ernest menarik nafas panjang, sosok Duke Evan bukanlah sosok laki-laki yang bisa dianggap remeh di negara Gracetian. Selain sosok Evan yang tampan dengan rambut pirang, matanya hijaunya dan tubuhnya yang atletis, Evan dikenal sebagai laki-laki yang begitu dihormati karena kemampuan dan prestasinya di bidang kemiliteran, apalagi di negara ini dia adalah pemilik kedudukan tertinggi tepat di bawah Putra Mahkota Alvero. Kedudukannya sebagai seorang Duke membuatnya memiliki otoritas tinggi di atas para bangsawan yang lain bahkan para pangeran dan putri kerajaan Gracetian ini dan di bidang kemiliteran dia adalah pemegang kekuasaan tertinggi yang langsung bekerja di bawah Raja.

“Ernest…,” Ernest langsung menoleh ke arah Alvero begitu mendengar Alvi memanggil namanya.

“Ya Tuan,” Dengan cepat Ernest menjawab panggilan dari Alvi tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan di depannya yang terlihat cukup ramai sore ini.

“Apa kamu sudah menyampaikan kepada Deanda tentang tanggapanku terhadap cupcake nya hari ini? Bahwa aku menyukai cupcake itu dan berharap suatu hari dia akan membuatkannya lagi untukku,” Ernest langsung mengangguk mendengar pertanyaan dari Alvi.

Dengan jelas Ernest teringat bagaimana Alvero benar-benar tidak membiarkan seorangpun menyentuh cupcake itu, apalagi memakannya. Bahkan seorang petugas kebersihan yang berniat baik membersihkan dan membereskan meja kerja Alvero tadi siang justru mendapatkan amarah Alvero karena tanpa sengaja petugas kebersihan itu menggeser piring saji di atas meja kerja Alvero yang berisi cupcake buatan Deanda, membuat Alvero langsung meminta penggantian petugas kebersihan untuk kantornya detik itu juga.

“Nona Deanda mengatakan dia bersyukur jika Anda menyukai cupcake itu,” Alvero sedikit mengangkat salah satu sudut bibirnya mendengar ucapan Ernest barusan, merasa senang Deanda menyukai pujiannya terhadap cupcakenya.

“Aku ingin di peringatan hari meninggalnya Mama, Deanda bisa membuatkan cupcake seperti itu untuk dibagikan kepada seluruh staff di kantor Adalvino,”

“Saya akan aturkan agar Tuan Logan mengijinkan Nona Deanda untuk membuat cupcake itu lagi untuk Tuan,” Alvero langsung melirik ke arah Ernest sambil bergumam pelan.

“Peringatan hari kematian Mama masih dua bulan lagi, sedangkan hari pertandinganku kurang dari sebulan. Setelah aku berhasil mengalahkan Deanda aku akan segera membawanya ke istana, aku akan meminta kepada Tuan Logan agar Deanda tidak lagi bekerja di toko rotinya, aku ingin dia bekerja di kantor Adalvino,” Alvero berkata sambil matanya mengamati jalanan di depannya dengan tatapan menyelidik, berusaha melihat apa yang masih kurang dan perlu diperbaiki.

“Dari data yang ada Nona Deanda merupakan mahasiswa dengan nilai terbaik di jurusannya,” Begitu mendengar perkataan Ernest, Alvero yang menganggukkan kepalanya sambil matanya masih mengawasi jalanan.

“Aku tahu itu, segera selesaikan semua persyaratan yang ada untuk bisa segera mengambil ijazahnya. Sepertinya bagi Deanda itu akan menjadi hadiah pernikahan yang jauh lebih disukainya daripada semua perhiasan dan gaun mahal seperti yang terakhir kali aku berikan untuknya,” Ernest hanya bisa tersenyum untuk menyatakan dia setuju dengan pendapat Alvero barusan.

Sepertinya Yang Mulia sudah mulai mengerti tentang apa yang disukai dan diinginkan oleh Nona Deanda. Ernest berkata dalam hati sambil tersenyum lega melihat bagaimana akhirnya Alvero bisa bertemu seorang gadis yang tidak hanya membuat Alvero tidak alergi, tapi Deanda merupakan gadis yang baik, bukan sekedar cantik secara fisik.

Begitu mobil yang ditumpangi oleh mereka terparkir di halaman tempat gedung latihan bela diri itu berada, Alvi segera memakai maskernya dan tanpa menunggu Ernest membukakan pintu mobil untuknya, Alvi segera membuka pintu mobilnya sendiri dan turun dari mobilnya. Begitu turun dari mobilnya, Alvi menatap ke sekelilingnya, dilihatnya gedung tempat pelatihan bela diri yang terlihat cukup terawat dengan beberapa sepeda motor maupun mobil yang terparkir rapi yang sepertinya milik dari para murid dari sasana bela diri itu.

Seperti dari info yang aku terima, sepertinya tempat pelatihan ini cukup terkenal dan diminati, semua informan mengatakan setiap murid yang berhasil lulus dari tempat pelatihan ini memiliki kemampuan beladiri di atas murid tempat pelatihan beladiri yang lain, Alvero berkata dalam hati sambil memandang ke arah salah satu mobil yang terparkir bahkan dia mengenalinya sebagai mobil dari salah satu Earl yang cukup dekat dengannya. Tapi mengingat Earl yang dikenalnya sudah cukup tua, kemungkinan yang sedang berlatih di sini adalah anak dari Earl tersebut, menunjukkan tempat pelatihan beladiri ini juga cukup diminati oleh kalangan bangsawan.

Kedua, Anda tidak boleh memiliki marga Edarian, atau memiliki hubungan darah dengan keluarga Edarian. Kalau Anda memiliki marga Edarian atau bahkan memiliki hubungan darah dengan keluarga Edarian, sebaiknya Anda mundur sekarang. Jangan lagi berharap untuk menikahi Deanda, bahkan Anda tidak diijinkan mendekatinya mulai sekarang.

Alvero kembali teringat dengan perkataan Marcello yang saat itu mengatakan tentang salah satu syarat yang harus dia penuhi jika ingin menikahi Deanda. Sampai detik ini setiap kali Alvero teringat akan perkataan Marcello hari itu membuat Alvero begitu penasaran apa yang telah terjadi antara keluarga Federer di masa lalu dengan keluarga Edarian. Namun hingga sampai saat ini Alvero yang memerintahkan penyelidikan tentang itu kepada Ernest dan Erich belum mendapatkan jawaban yang cukup memuaskan untuknya.

“Tuan Alvi…,” Alvi langsung menoleh ke arah Ernest yang sudah berdiri di depannya, menunggu perintah Alvi selanjutnya.

“Kita akan masuk tanpa perlu memberitahu Tuan Marcello maupun Deanda. Aku hanya ingin melihat latihannya saja. Jangan melakukan sesuatu yang mencolok dan menarik perhatian. Hari ini aku datang ke sini sebagai Alvi, bukan Alvero,” Mendengar kata-kata Alvi, Ernest langsung mengangguk.

Dengan cepat Ernest memberikan perintah melalui earpiece kepada pengawal lain yang berada di mobil lain agar mereka menjauhkan mobil mereka dari dekat mobil Alvi yang sudah terparkir lebih dahulu, sehingga kedatangan Alvi tidak terlalu menarik perhatian orang di sekitar tempat itu, terutama para murid tempat pelatihan beladiri yang beberapa diantaranya sedang melakukan latihan di luar gedung.

“Kita masuk sekarang,” Alvi berkata sambil mulai melangkah masuk ke dalam gedung itu.

Begitu memasuki gedung itu mata Alvi langsung berkeliling mencari sosok Deanda. Setelah cukup lama matanya mengelilingi ruangan yang hari ini terlihat cukup ramai dengan kehadiran para murid, mata Alvi terpaku kepada sosok wanita cantik dengan seragam bela dirinya dengan sabuk hitam yang melilit di pinggang rampingnya, menunjukkan bahwa tingkatan gadis itu dalam beladiri sudah berhasil meraih tingkatan tertinggi.

Rambut panjang Deanda yang tampak hitam, tebal dan berkilau yang biasanya tertutup oleh topi kerjanya hari ini sengaja diikat satu ke atas karena dia tidak lagi mengenakan topinya, membuat gadis itu di satu sisi terlihat kuat dan tangguh dengan seragam beladirinya, namun di sisi yang lain tampak begitu cantik dengan rambut panjangnya yang terikat di atas. Untuk beberapa saat Alvi berdiri di tempatnya sambil menatap ke arah Deanda yang sedang berlatih tendangan menggunakan samsak yang tergantung di depannya.

(Di kalangan praktisi beladiri, samsak atau sandsack bukanlah sesuatu yang asing. Peralatan berlatih beladiri ini sudah banyak dikenal karena sering digunakan di berbagai macam beladiri. Sandsack atau dalam bahasa Indonesia disebut samsak adalah karung yang biasanya berisi pasir yang digantung di langit-langit untuk dijadikan sasaran latihan pukulan dan tendangan. Dan pada umumnya sandsack berbentuk seperti guling. Latihan beladiri dengan menggunakan samsak / sandsack biasanya adalah untuk melatih pukulan dan tendangan. Biasanya dengan cara memukul dan menendang samsak sampai goyangan samsak semakin jauh. Pada umumnya sandsack berisi pasir, dan memang pada awalnya sandsack adalah karung yang berisi pasir. Namun, sekarang sudah banyak pengganti pasir yang dapat digunakan sebagai isian sandsack / samsak, antara lain kain perca, pasir, serbuk karet vulkanisir atau bahan lainnya. Isian ini tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing praktisi beladiri. Untuk dapat tergantung di langit-langit maka diperlukan semacam tali untuk dapat menggantung samsak di langit-langit. Namun, agar samsak dapat tergantung dengan kuat dan kokoh samsak menggunakan rantai untuk menggantung. Selain menjadikan samsak terlihat tampak tangguh, penggunaan rantai membuat samsak lebih aman tergantung di langit-langit).

Baik Alvi maupun Ernest tersenyum melihat bagaimana Deanda melakukan gerakan menendang samsak dengan kaki kanannya yang langsung disambung oleh kaki kirinya sambil melompat di udara dengan tubuhnya memutar membentuk setengah lingkaran. Gerakan yang baru saja dilakukan oleh Deanda terlihat begitu sempurna sekaligus terlihat anggun karena sosok seorang gadis cantik yang melakukannya. Namun senyum Alvi langsung memudar begitu melihat sosok Lionel yang dari arah lain berjalan mendekat ke arah Deanda, mengajaknya berbicara entah apa, membuat Deanda tertawa bersama laki-laki itu dan tidak berapa lama kemudian meninggalkan samsak yang tadinya menemaninya untuk berlatih.

Mata Alvi langsung mengamati ke arah mana Deanda pergi sampai tidak sadar kepalanya menjadi begitu miring ke samping. Bahkan pada akhirnya tubuhnyapun ikut miring karena terlalu fokus melihat ke arah mana Deanda pergi menjauh bersama Lionel.

“Ehem…, Tuan…,” Suara deheman pelan dan panggilan dari Ernest langsung menyadarkan Alvi dan membuatnya buru-buru menegakkan kembali tubuhnya.

“Ayo, kita ke sana,” Alvi yang masih berdiri di ambang pintu masuk gedung sasana beladiri itu memberikan kode kepada Ernest agar mengikutinya untuk menyusul Deanda yang keluar dari ruangan melalui pintu samping bersama Lionel.

Baru saja Alvi dan Ernest berjalan beberapa langkah, beberapa murid yang sedang berlatih langsung menghentikan latihannya begitu melihat mereka. Beberapa dari murid-murid itu segera berjalan ke arah Alvi dan Ernest, membuat langkah Ernest dan Alvi tertahan.

“Selamat sore, apa kalian mau mendaftarkan diri untuk menjadi murid di tempat ini?” Ernest langsung melangkah maju di depan Alvi begitu mendengar pertanyaan dari salah seorang murid.

“Maaf Tuan, kami hanya ingin melihat latihan Nona Deanda,” Begitu Ernest mengatakan apa yang sedang mereka lakukan di tempat itu, para murid itu langsung saling berbisik dengan menatap tajam ke arah Alvi dan Ernest dengan tatapan menyelidik.

Bagi sebagian besar murid di sana, Deanda adalah sosok gadis yang banyak dikagumi oleh para murid di tempat itu, salah seorang dengan tingkat keahlian beladiri tertinggi di sasana itu, selain sosoknya yang juga begitu cantik, membuat hampir semua murid yang ada di sana menyukai dan mengaguminya. Bahkan, beberapa murid justru pernah menyatakan cintanya walaupun pada akhirnya ditolak dengan halus oleh Deanda. Dan juga sudah menjadi rahasia umum di sasana itu bahwa salah satu syarat untuk mendekati gadis cantik itu adalah laki-laki yang bisa mengalahkannya dalam pertandingan satu lawan satu dengannya.

“Apa kalian juga merupakan penggemar Nona Deanda? Apa kalian tidak tahu bahwa untuk dapat mendekati Nona Deanda adalah laki-laki yang harus bisa mengalahkannya dalam ilmu bela diri? Sebelum kalian mencoba mengalahkan Nona Deanda, kalian harus bisa mengalahkan kami terlebih dahulu,” Salah seorang laki-laki berkata dengan sikap menantangnya di depan Alvi dan Ernest.

1
Anonim
Ini karya terbagus yg pernah kubaca dinoveltoon. Klo ada yg mirip tp beda cerita dgn yg ini aku akan baca
wanita tangguh@
udah baca yg ke 3x nya tp ga bosen😁
Fera Susanti
Luar biasa
Fera Susanti
Lumayan
Fera Susanti
baca ulang2 lagi...susah move on sama pasangan ini...
whiterose91
semangat
Dwi Kurniasari
Luar biasa
JE270608: terimakasih kakak🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Rafanda 2018
binggung ktnya mau di nikahi.ko malah di jadikan tukang masak,..mumet bacanya kelamaan.....END
Rafanda 2018
deanda kerja ngapain ga keluar rumah ngontrak sendiri
Tie Rumyati
tidak tahu yah deanda sangat mencintai anda..yangmulya alvero
JE270608: cinta pake bangettttt
total 1 replies
Tie Rumyati
author baru mampir...saya suka novelnya..banget malah..banyak pengetahuan ceritanya bagus mengalir..tdk di buat2..kenapa yg laik sedikit yah
Fielov
kaya nya yg mati kebakaran itu mm nya deanda buat menyelamatkan mm nya Alvero,, sementara itu makan mm nya Alvero itu hanya sebuah kamuflase bt nipu Eliana seolah² mm nya Alvero memang yg meninggal dlm kebakaran itu
JE270608: 👍👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
Fielov
sudah bs d tebak kenapa ayahnya dianda diberhentikan jd night satria....pst gara² Eliana sang ibu tiri yg buat seolah² ayahnya dianda dan sang paman yg mw menculik Alvaro...
JE270608: gara2 eliana, tapi alasannya bukan itu kakak☺
total 1 replies
yhoenietha_njus🌴
Dea kamu ga bisa lari lagi....mau keujung kulon ato keujung dunia sekalipun...kamu akan terjerat selamanya sama Tuan Alvi...hhhhh
JE270608: betul ituuuuu😂
total 1 replies
Wenk Arnie
Bagus dan seru
JE270608: makasih pujiannya kakak🥰
total 1 replies
anita
sdh tau deanda calon ratu knp jg masih cr gara2 mending pura2 baik dech biar lancar tuch kartu kreditnya
anita
alvaro bucin berat
anita
sdikit bnyak tau ttg gmn khidupan kerajaan
Maya Putri pratiwi
lebih kampungan lagi orang yang merebut milik orang lain
Maya Putri pratiwi
itu karna hati nya baik gak kaya lo yang dengkian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!