Kisah seorang pasangan beda usia, yang sangat amburadul dan tak bisa di tebak maunya apa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunuk pujiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 34
"ternyata kau masih belum melupakan ku,apa begitu besar cintamu pada ku sampai kau mengenaliku tampa melihat" sambil mengecup tengkuk vanya
"lebaskan aku brengsek,kau sangat kepedean aku mengenal mu karena aku mencium baumu yang sangat menjijikan dan busuk itu." vanya terus menggeliat untuk melepaskan pelukan kevin
"akui lah saja sayang,aku akan menerima mu kembali walau pun kau sudah menjadi bekas daniel" sambil terus mencium tengkuk vanya
"sangat menjijikan aku sangat benci sentuhan nya,aku harus melakukan sesuatu di sini banyak orang aku takut ada yang salah faham. aku harus melakukan sesuatu."
vanya pun menginjak kaki kevin dan itu berhasil melepaskan pelukan kevin,vanya pun berlari menuju ruang ganti namun tangan nya di cekal oleh kevin
"kau sudah berani pada ku ya sayang" sambil memegang rahang vanya dengan kuat,dan vanya merasa sakit di kedua rahang ya.
"brengsek.. lepaskan bodoh,ini sakit" vanya terus memberontak sedangkan pengunjung lain hanya melihat tak berani menolong,tak lama kemudian vadil keluar dari ruang ganti dan melihat bunda nya di sakiti kevin. vadil pun menelfon ayah nya..
"hallo ayah, bunda di sakiti om jahat di mall" vadil pun tak melanjutkan panggilanya dan berlari ke vanya,karena kevin menyeret vanya pergi
"lepaskan bunda" sambil memeukili bokong kevin
"hey.. kau anak sialan cepat mingir,jangan menghalangi jalan ku" sambil mendorong vadil
"sayang cepat hubungi ayah cepat, dan kalian para security apa kalian buta ini tindakan kekerasan tapi kalian diam saja" vanya terus memberontak dan di seret ke keluar tapi sebelum keluar, security pun membantu vanya namun kevin menodongkan pistol
"minggir kalian, kalau kalian masih ingin hidup" kevin pun lengah karena sibuk memaki security dan vadil pun mengendap-ngendap menuju kevin.
"maaf om jahat ini satu-satu nya cara,mumpung kaki om agak melebar ini kesempatan bagus" vadil pun memosisikan tongkat ke selakangan kevin,namun vadil sedikit kesulitan karena kevin bergerak ke sana kemari.
"posisi sudah pas.. satu,dua,tiga" vadil mengangkat tongkat tersebut dan menarik nya keatas hingga mengenai barang berharga kevin.
"sial" kevin pun melepaskan pistol nya, kevin sangat kesakitan di areh **** kevin pun ambruk sambil memegangi milik nya.
vadil pun tak membuang kesempatan ia marik vanya dan menyuruh security menahan kevin
"bunda gak kenapa-napa kan" sambil memeluk vanya
"bunda gak kenapa-napa,sayang bagaimana kamu dapat tongkat itu..?"
"vadil pinjam ke toko itu" sambil menunjuk ke sebuah toko, dan tak lama kemudian daniel pun datang
"ayah.. vadil pun memeluk danile,sayang kalian gak kenapa-napa..?" daniel pun memeluk mereka berdua
"aku baik-baik saja berkat anak kita,dia menolong ku waktu kevin menyeret ku" daniel pun merasa geram dan menghampiri kevin yang meringkuk merasa kan sakit..
"dasar brengsek" daniel pun memukuli kevin dengan membabi buta
bruk..bruk...
"apa kau belum puas kak,vanya istriku jangan pernah ganggu dia lagi kami sudah bahagia" sambil terus memukuli kevin,sedangkan security menahan daniel agar tak kelepasan.
"kalian juga.. kalian kerja di bayar untuk menjaga keaman mall ini,kenapa galian diam saja istri saya di seret-seret. aku pastikan kalian akan di pecat dari sini,dan kalian gak akan pernah mendapat pekerjaan di mana pun itu" daniel sekarang benar-benar murka
"dan juga kalian parang pengunjung,apa kalian tak punya empati sedikit saja. kalau kalian takut kalian bisa menghubungi polisi,kalian semua memang benar-benar buta" daniel pun marah besar dan setelah itu polisi datang
"apa anda yang bernama pak daniel.?" polisi bertanya ke pada daniel
"iya saya daniel,cepat kalian tangkap tiga orang tersebut" daniel menunjuk kevin dan ke dua security tersebut
"loh pak kenapa saya di bawa juga,apa salah saya" ucap kedua security tersebut
"masih tanya kesalahan kalian,kalian lalai menjalan kan tugas malah diam saja melihat orang di aniaya" daniel pun pergi membawa vanya dan vadil
"loh.. daniel aku belum bayar pakaian ini,tunggu dulu" vanya pun berlari ke kasir untuk membayar semua pakaian vadil,setelah selesai membayar mereka pun pulang ke rumah mereka..
happy reading....
tdi ny lg berntem d rumah
komen SM ceritanya agk beda
sabar daniel.orang sabar pantatnya lebar