Ceo tampan itu, mantanku!
ketika sedang susah-susahnya mencari pekerjaan di kota besar, tetapi malah keterima di tempat kerja yang bosnya itu mantan kita sendiri!
Ya itulah yang Dara rasakan sekarang, dia harus mempunyai Bos yang berstatus sebagai mantannya yang sangat brengsek.
"Lo kok?!"
"Hai cantik, sudah lama tidak bertemu. Oh ya daripada kamu capek-capek kerja di sini, bagaimana kalo kamu menikah denganku dan menikmati semua harta yang ku punya?"
Akankah Dara bisa bertahan dengan bosnya yang berstatus mantannya, yang masih saja membahas hubungan mereka dulu?
Atau Dara dan sang Ceo tampan itu bisa bersatu layaknya di kisah film?
penasaran? Yuk kita simak ceritanya, dan melihat bagaimana endingnya🔥🔥
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuniar Febriyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 35
"Zico, gue mau ngomong sesuatu sama lo."
Ucap seseorang yang tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan Zico, yang ternyata itu adalah Angel. Dia memang sedikit tidak mempunyai sopan santun terhadap Zico, yang notabenenya sebagai pemilik perusahan.
"Enak bener lo masuk ke ruangan bos tanpa ada ketuk pintu dulu malah nyelonong masuk, emang beda banget sih lo sama mantannya pak bos. Jadinya pak bos enggak jadi milih lo deh," ledek Rangga yang sepertinya dengan sengaja ingin membuat Angel marah.
Tapi apa yang direspon oleh Rangga tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam ekspetasi Rangga, Angel hanya memandang sinis ke arah Rangga.
"Ngomong apaan sih lo? lo gak usah berisik deh, gue cuman mau ngomong penting sama Zico. Jadi gue harap lo bisa sadar diri," ucap Angel yang sepertinya mengusir Rangga tanpa bilang bahwa Angel mengusir Rangga.
"Lo ngusir gue?" tanya Rangga dengan wajah menyebalkan nya itu.
"Ya iyalah dongo, masa gitu doang lo enggak ngerti!" bentak Angel yang memang sudah sangat kesal dengan Rangga yang memang selalu menggangu dirinya dan Zico untuk berduaan.
"Ya kalem aja lo gak usah sewot gitu! kalo lo mau ngomong ya tinggal ngomong aja sih gak usah ribet kaya gitu, pake acara gue harus keluar dari sini," sewot Rangga yang tidak terima diusir oleh Angel.
Zico yang dari tadi menyimak mereka berdua, tetap saja masih kesal. Tidak bisakah mereka berdua tidak membuat dirinya pusing dengan perdebatan yang tidak bermutu itu?
"Berisik!" sentak Zico untuk membuat dua manusia itu bungkam.
Dan yaps, benar apa yang dia pikirkan, Angel dan Rangga langsung diam dan menundukkan kepalanya takut.
"Kalian bisa gak sih hah buat gue enggak pusing?! dan buat lo Angel, kalo lo mau ngomong ya udah pake ngomong enggak usah buat keributan di sini!" marah Zico kepada Angel.
Zico sudah lelah dengan semua hal, di tambah Dara yang sudah tidak mau dengan dirinya. Dan Angel di sini yang selalu membuat ulah agar bisa menarik perhatiannya, padahal itu sangatlah tidak berguna. Karena sampai kapan pun Zico tidak akan tertarik lagi dengan Angel.
"Tapi Zico, aku mau kita ngomong empat mata tanpa adanya orang asing di antaranya," ucap Angel dengan melirik Rangga yang masih duduk tenang di sofa yang ada di dalam ruangan tersebut.
"Rangga lo keluar sekarang, biarin gue dan Angel selesaikan masalah ini," pinta Zico kepada Rangga yang sepertinya menolak permintaannya.
"Gue enggak bakalan kehasut lagi sama omongan manisnya lagi, jadi gue harap lo tinggalin kita berdua dan jangan nguping!" pinta Zico kepada Rangga yang sepertinya sudah tahu kebiasaan buruk Rangga yang selalu menguping.
Rangga yang sudah merasa tidak bisa mengelak lagi berakhir dia harus menuruti semua ucapan Zico, memang menyebalkan tapi mau bagaimana lagi aura yang dikeluarkan oleh Zico cukup kuat, dan itu membuat nyali Rangga menciut.
"Tapi bener ya awas aja lo kalo kepincut lagi sama omongan manis nih buaya betina," ucap Rangga yang menatap sinis dan penuh ketidak sukaan terhadap Angel.
Brak!
Rangga sedikit membanting pintunya, Zico yang melihat itu memutar bola matanya malas. Sungguh seperti anak kecil yang tidak diperbolehkan untuk bermain.
"Apa yang mau lo omongin sama gue?" tanya Zico to the point kepada Angel.
Angel yang mendengar pertanyaan Zico terkekeh pelan dan dia pun duduk di samping Zico dan mulai mengelus lengan Zico dan itu sangat memuakkan untuk Zico, tanpa banyak basa-basi dia menghempaskan tangan Angel tanpa adanya rasa kasihan.
Meskipun Zico bersikap kasar terhadap dirinya, Angel pantang menyerah. Dia malah menatap Zico dengan penuh godaan dan tentunya senyuman yang mengejek Zico. Karena pada dasarnya Zico tidak akan pernah lepas dari jangkauan Angel.
"Lakukan apa pun yang mau lo lakuin Zico, tapi lo enggak lupa kan dengan apa yang diucapkan Bude?" tanya Angel dan Zico begitu enggan untuk melihat ke arah Angel.
"Ya udah bakalan gue ingetin lagi kalo lo emang bener-bener udah lupa, kalo kita bakalan nikah tahun depan. Dan itu mutlak! lo enggak bakalan bisa nolak," ucap Angel dan itu membuat Zico menatap dirinya.
Angel yang berhasil membuat Zico melirik dirinya, langsung antusias, memang tidak salah dia mencoba menjual nama bude Zico yang sangat menyukai dirinya. Ah Bude Zico memang yang terbaik!
"Lo bercanda? Bude gue cuman sekedar suka sama lo lagian untuk urusan menikah dan masa depan gue enggak bakalan gue libatin siapa pun termasuk keluarga gue, jadi lo enggak usah banyak berharap sama gue. Karena nyatanya gue enggak bakalan pilih lo," sinis Zico dan itu tidak membuat Angel gentar, yang ada Angel makin tertantang untuk memiliki Zico seutuhnya.
Persetan dengan restu atau semua hal itu, tapi yang jelas Angel hanya ingin hidup berdua dengan Zico selamanya.
"Persetan dengan itu semua Zico, gue udah enggak peduli dengan yang namanya restu atau apa pun itu. Yang gue mau itu hidup bersama dan menua dengan lo," ucap Angel yang sudah sangat-sangat terobsesi dengan Angel.
Zico yang mendengar ucapan Angel terkekeh sinis, memangnya dia siapa sehingga bisa mengatur dirinya?
"Gue harap sih ya lo enggak usah mimpi terlalu tinggi deh, karena apa yang lo mau di dalam kehidupan lo itu enggak bakalan pernah terwujud, jadi gue rasa itu akan menjadi hal yang sia-sia," ucap Zico tersenyum meremehkan.
Angel yang mendengar perkataan mengejek yang dilontarkan oleh Zico bukannya marah, dia malah membelai rahang tegas nan menggoda itu dengan jari-jemarinya yang lentik dengan sensual.
"Shut sayang, kalo kamu enggak bisa aku miliki. Berarti Dara juga enggak bakalan bisa miliki kamu," ucap Angel dengan tersenyum smrik. Dan terakhir dia membelai bibir seksi Zico.
"Lepasin tangan kotor lo itu dari muka gue sialan!" bentak Zico yang tidak suka jika disentuh-sentuh oleh Angel.
"Kenapa gue enggak boleh sentuh-sentuh lo? bukannya dulu kita pernah lebih dari ini ya," ucap Angel memancing-mancing memori dan emosi Zico.
Dan ya benar saja, usahanya tidak sia-sia untuk membuat Zico marah.
"Jaga omongan lo!" kasar Zico dan dia pun bangkit dari duduknya.
"Enggak ada hal yang harus ditutup-tutupi Zico, gue udah tahu siapa Dara dan seberapa pentingnya dia di dalam hidup lo. Tapi gue enggak peduli, yang jelas gue bakalan bikin dia menderita dan tentu saja membuat dia makin membenci diri lo. Jadi selamat berjuang sayang, jika dulu yang membuat lo lemah mencintai Dara karena restu, maka sekarang gue yang akan jadi penghalang bagi hubungan lo dengan Dara," ucap Angel dan dia pun pergi meninggalkan Zico yang terselimuti oleh emosi.
"WANITA SIAL*N!" teriak Zico dan menendang meja yang ada di dekatnya.
"Awas aja kalo lo bikin Dara makin benci gue, maka saat itu juga gue bakalan pastiin kalo lo enggak bakalan bisa lihat dunia lagi!" tekad Zico jika hal itu memang benar-benar terjadi, maka sudah tidak ada toleran lagi bagi Angel!
POV Zico End!
kok lama bnget updatex
mari saling support ❤️