Karina membawa Kirana yang tidak sadarkan diri ke rumah sakit . Namun dia terkejut saat dokter menyatakan jika Kirana mengalami cidera kepala yang parah sehingga menyebabkan Kirana mati otak. Di tambah lagi terdapat banyak luka di sekujur tubuh Kirana.
Dia mencari tahu apa yang terjadi pada kembarannya itu karena selama ini yang dia tahu, Kirana hanya pergi sekolah.
Karina menyamar sebagai Kirana untuk pergi ke sekolah. Dan hal itu membuat nya tahu, apa yang terjadi pada Kirana selama ini.
Muncul dendam di hati Karina. Dia bersumpah akan membalas siapapun yang membuat adiknya terluka.
Apa yang sebenarnya terjadi pada Kirana? Dan apakah Karina berhasil membalaskan dendam nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 Leo Reynand Aditama
Keesokan harinya, lagi-lagi Leo mengantar Karina ke sekolah. Kali ini Karina berangkat terburu-buru karena dia lupa jika pagi ini dia ada ulangan harian. Dan sialnya dia tidak belajar sama sekali.
Dia sudah pasrah jika nanti nilai ulangannya jelek. Dia bisa beralasan jika dia kurang enak badan atau apapun agar yang lain tidak curiga. Lagipula, dia tidak bodoh-bodoh amat. Hanya saja dia malas berfikir.
Ya, jika di bandingkan dengan Kirana, Karina tidak ada apa-apanya. Tapi bukan berarti Karina tidak tahu pelajaran apapun.
"Terimakasih ya kak, sudah mengantarku." seru Karina
"Tidak masalah. Nanti pulang sekolah, aku akan menjemputmu lagi. Kita kunjungi Kirana bersama-sama." sahut Leo yang dijawab anggukan oleh Karina
"Ingat pesanku!! Jangan melakukan hal nekad." ucap Leo memperingatkan
"Iya-iya, kalau begitu aku masuk dulu." Karina melambaikan tangannya dan berlari masuk melewati gerbang sekolah.
Leo tersenyum menatap punggung Karina yang semakin menjauh. Dia menyalakan kembali mesin motornya dan hendak pergi dari sana. Tapi dia mengurungkan niatnya saat melihat mobil mewah melewatinya. Si pemilik menurunkan kaca mobilnya dan melirik kearahnya sebelum akhirnya mobil itu masuk ke area sekolah.
Leo berdecak pelan saat tahu siapa pemilik mobil tersebut. Ya, siapa lagi jika bukan Sovia. Tapi entah mengapa dia merasa ada yang aneh dengan tatapan gadis itu. Entahlah, dia tidak mau memikirkannya. Untuk itu dia kembali menjalankan motornya meninggalkan tempat tersebut.
"Itu bukannya pria yang menjemput Kirana kemarin." seru Jessica
"Sepertinya iya. Apa dia mengantar Kirana lagi?" tanya Ericka
"Bisa jadi sih. Tapi aku penasaran deh, siapa pria itu? Apa kekasihnya? Tapi kok penampilannya seperti preman." ucap Jessica
"Aku tahu siapa dia." jawab Sovia tiba-tiba yang membuat kedua temannya seketika menoleh kearahnya.
"What? Kau tahu siapa pria itu?" tanya mereka bersamaan
"Yeah ... Pria itu bernama Leo Reynand Aditama, putra dari pengusaha bernama Rendra Aditama. Yang aku dengar, dia pergi dari rumah karena alasan tertentu." seru Sovia.
"Jadi dia anak seorang pengusaha? Kenapa Kirana bisa mengenalnya?"
"Entahlah. Mungkin mereka bertemu di jalanan." seru Sovia. Dia menatap kedua temannya dan berkata, "tidak perduli dia siapa. Walaupun dia anak dari seorang pengusaha sekalipun, tapi keluarganya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan keluargaku."
"Lagipula, dia juga pergi dari rumah. Sudah pasti dia tidak punya apa-apa. Jadi, aku tidak akan segan untuk memberinya pelajaran juga." seringai Sovia
Ya, Sovia sudah mencari tahu tentang siapa Leo sebenarnya. Dan sungguh mengejutkan karena Leo adalah anak dari seorang pengusaha besar yang merupakan rival ayahnya.
Tapi hal itu tidak membuatnya gentar, karena perusahaan keluarga Aditama masih berada di bawah perusahaan keluarganya. Jadi, dia tidak perlu takut walaupun Kirana mempunyai dukungan dari keluarga Aditama sekalipun.
"Sekarang, ayo kita turun dan beri pelajaran pada gadis sialan itu!!" perintah Sovia. Jessica dan Ericka mengangguk semangat dan mereka segera turun dari mobil.
Banyak mata melihat ketiganya. Tapi mereka lebih memilih menyingkir daripada menyapa mereka. Mereka tidak mau berurusan dengan ketiga gadis itu, terutama Sovia. Mereka memilih mencari aman demi masa depan mereka untuk menyelesaikan pendidikan di sekolah elite tersebut.
Ketiganya masuk ke kelas dan mendapati Karina tengah belajar. Mereka menyeringai dan menghampiri gadis itu.
"Wah ... Wah ... Wah ... " Sovia berdiri di depan meja Karina merebut buku gadis itu.
Melihat hal itu, Karina segera berdiri dan berusaha merebut kembali bukunya. Namun di hadang oleh kedua teman Sovia.
"Apa kau sedang belajar untuk ujian nanti, hah? Tidak biasanya anak pintar sepertimu belajar. Apa otakmu mulai tidak bisa di gunakan untuk berfikir?" ejek Sovia
Karina mendengus kesal. Dia maju untuk merebut kembali bukunya namun lagi-lagi di halangi oleh Jessica dan Ericka.
Karina menatap sinis keduanya. Dia mendorong kesamping Jessica dan Ericka hingga mereka mundur beberapa langkah dan Karina berdiri tepat di depan Sovia.
"Kembalikan!!" ucap Karina
"Cih ... Apa kau pikir aku takut denganmu? Jangan hanya karena kau berteman dengan anak seorang pengusaha, kau bisa berlagak seperti ini di depanku." seru Sovia yang sukses membuat kening Karina mengerut
"Apa maksudmu?" tanya Karina
"Wah ... Jadi kau tidak tahu ya?" Sovia tersenyum sinis menatap Karina yang terlihat bingung.
"Pria yang selama ini mengantar dan menjemput mu sekolah itu adalah Leo Reynand Aditama, putra tunggal pengusaha Rendra Aditama."
Deg
fan utk lo para aparat yg suka makan uang suap, hdp mu gakakan tenang
da n neraka dengan senang hati menanti mu
tamat kan riwayatklrg lo yvsombong itu. 😃😃😃
eahai orang kaya ygsombong