NovelToon NovelToon
Ghost Detective

Ghost Detective

Status: tamat
Genre:Hantu / Cinta Seiring Waktu / Mata Batin / Roh Supernatural / Spiritual / Horor / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Hana Reeves

Kisah dua orang Indigo

Lachlan Lexington de Luca memiliki kekuatan di luar Nurul para sepupunya ... L biasa dipanggil, memiliki sixth sense yang bisa berkomunikasi dengan hantu. Kali ini liburan L ke Jakarta menjadi berbeda karena dia harus membantu empat hantu gentayangan untuk bisa ke alam baka... Dengan syarat harus berbuat baik baru bisa dipertimbangkan masuk surga atau neraka. Di perjalanan membantu, L bertemu dengan seorang gadis yang takut hantu tapi punya kemampuan yg sama dengan L.

Nareswari adalah seorang gadis berprofesi sebagai konsultan gizi di rumah sakit tapi dia juga punya kemampuan bisa melihat hantu. Nareswari super takut dengan mereka sampai dirinya bertemu dengan Lachlan yang memiliki kemapuan sama. Keduanya membantu empat hantu yang rusuh minta kembali ke habitatnya... Eh alamnya. Bagaimana ceritanya? Menyambut Halloween... FYI ini horor unfaedah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dewananda Hadiyanto

Ruang Sel Polda Metro Jaya Jakarta

Lachlan menengok ke arah Nareswari yang sedang mengangguk pelan seolah memberikan kode ke dirinya untuk berbicara pribadi. Lachlan pun menuju sisi pojok kanan sel dan memandang ke cucu Kosasih itu.

"Ada apa Nyes?" tanya Lachlan ke gadis di depannya.

"Pak Parman dan Bu Sari kesulitan membuat Danar mengaku, L. Mas Muka Rata tadi datang kepadaku dan bilang Danar kekeuh tidak melakukan kejahatan itu dan hendak menuntut kamu dengan uang yang banyak karena sudah membuatnya celaka..." jawab Nareswari.

"Bukankah dia preman yang dicari seantero Jakarta Selatan?" gumam Lachlan.

"Harusnya kan kepolisian berterima kasih kamu berhasil mendapatkan Danar kan?" Nareswari menatap mata biru Lachlan.

Putra Michel de Luca itu menoleh ke arah sel seberang. "Pak Jampang..."

Jampang bingung dipanggil oleh pria bule itu. "Gimana bule ?"

"Bapak kenal dengan Danar?" tanya Lachlan.

"Danar? Danar siapa mas Bule?" balas Jampang.

"Danar Hariawan Parman."

Jampang menoleh ke arah napi-napi disana. "Danar itu bukannya yang jadi centeng nya koh Aling ? Dia juga yang mengedarkan Shabu?" tanya pria bertubuh kekar dan bertattoo tersebut.

"Iya bang. Dia yang jadi bandar kepercayaan koh Aling, pegang Palmerah Selatan... " Salah satu napi pun maju. "Mas Bule yang menembak Danar kan? Apakah masalah Shabu? Aduuuhhh ... !" Napi itu kena keplak Jampang.

"Sembarangan ! Mas Bule tidak mungkin pakai Shabu ! " hardik Jampang. "Bisa dihajar dia sama bapak-bapak muka galak tapi cantik itu ! Benar mas Bule, Opa mas bule yang tadi datang itu serem..."

"Opa Hoshi waktu mudanya sering berantem sama preman dan pernah pas kuliah di MiT, dia ngehajar orang-orang yang mau membunuh Opaku yang lain, Opa Aji Yung... Endingnya sama ma kita-kita ini, ditangkap polisi karena nodong pakai Glock ke salah satu pelaku..." sahut Raiden cuek membuat para napi disana akhirnya paham, darimana asalnya kelakuan tiga orang disana. ( Baca Hoshi, My Tiger ).

"Memang mas Bule ada sangkutan apa dengan Danar?" tanya napi lainnya.

"Lu tahu Danar ?" tanya Jampang.

"Tahu bang. Danar itu orang paling licik ! Dia juga membuat bandar sebelumnya over dosis jadi jabatannya diambil olehnya. Aku tahu sebab aku anak buah bandar sebelumnya yang sekarang sedang dirawat di rumah sakit jiwa..." jawab napi itu.

"Abang namanya siapa?" tanya Nareswari yang tidak merasa gentar dengan para napi disana.

"Namaku Husein, neng."

"Bang Husein, apakah Abang punya bukti soal itu? Maksud aku, Danar lah yang membuat bandar Abang seperti itu?" tanya Lachlan.

"Ada mas Bule. Bang Ibra, boss aku, selalu menekankan ke semua anak buahnya untuk melakukan rekam medis ..."

"Rekam jejak !" protes napi lainnya.

"Salah dikit..." balas Husein cuek. "Mas Bule, kalau bukan karena Shabu... Lalu kenapa mas Bule nembak Danar ?"

"Karena kami tahu Danar adalah pembunuh kedua orangtuanya..." jawab Lachlan.

"Astagaaa ! Orang tuanya sendiri dibunuh?" seru para napi itu.

"See, ada yang lebih seram dari Setan !" umpat Nonik.

"Nik, mereka nggak denger..." ucap Raiden.

"Apa perlu Nonik perdengarkan?" kerling Nonik ke Raiden meskipun putra Shinichi Park itu tidak bisa melihatnya.

"Jangan Nik, lagi syahdu ini suasananya..." jawab Raiden sambil ngemil Chiki.

***

Ruang Pertemuan Polda Metro Jaya Jakarta

Charles Sumbi menatap Dewa yang tampak santai saja menghadapi polisi yang menurutnya sumbu pendek.

Ini polisi otaknya kebanyakan makan jerohan apa ya ? Jadi sengklek ! - batin Dewa. Yang punya karir siapa, kok gue jadi sasaran tembak? Periksa tuh kolesterol dan lemak jenuh ! Punya body kok tambun... Eh tapi kata jeng Alina, mboten pareng ( tidak boleh ) body shaming.

"So, apa yang kamu mau dari aku?" tanya Dewa tenang.

"Gara-gara kamu, karir suami kakakku jadi jalan di tempat !" bentak Charles.

"Eh, cumi, lu punya otak kan? Pikir dengan akal sehat dan logika. Yang kerja si Gagal Total, kok gue yang diseret? Gue kagak ada sangkutannya!" balas Dewa galak.

"Elu yang laporan ke kepala dinas soal kakak gue kan !"

"Dengar ya pak Polisi yang kelebihan kolesterol, gue malahan sudah laporan ke pak Walikota ! Tapi itu duluuuuu ! Jaman gue belum nikah tapi kakak lu, udah bikin ulah ! Kagak percaya?" Dewa mengambil ponselnya. "Ragil, kamu kesini. Bawa semua data yang sudah diarsipkan dari jaman baheula ! Ada polisi bebelan ( sembelit )!"

Tak lama suara ketukan di pintu terdengar dan seorang pria ganteng dengan gaya tidak kalah dandynya dengan Dewa, masuk ke dalam sambil membawa MacBooknya.

"Tutup pintunya, Gil. Lu bawa popcorn sama Coke kagak? Kan kita mau lihat film..." cengir Dewa membuat Ragil mendelik judes.

Seriously nih boss! Makin tua makin hompimpa alaiyung gambreng !

"Ehem pak Dewa, ini bukan Bioskop..." jawab Ragil dingin yang langsung mempairing dengan bluetooth ke proyektor disana.

"Tetap saja kita mau nonton film...." eyel Dewa membuat Ragil acuh dengan ocehan Bossnya.

"Pak Charles, kita Napak tilas ya" ucap Ragil yang memperlihatkan semua dokumen dari CCTV baik dari kost Alina, di kantor walikota Jakarta Barat, ruang kerja Dewa, bukti visum et repertum serta Rontgen Alina, CCTV di kantor imigrasi, CCTV di ruang kerja Bu Berlian boss Alina di TK Bintang dan yang terakhir kasus korupsi yang dilakukan Gatot untuk perbaikan fasilitas jalan. ( Baca My Kindergarten Teacher )

"Jadi, ipar andalah yang melakukan korupsi. Semua bukti ada disana. Pak Dewa tidak ada sangkutannya dengan kasus-kasus terakhir" ucap Ragil.

"Gagal Total memang jiwanya maling, pak Cumi..."

"Charles, pak Dewa..." bisik Ragil.

"Oh salah ya. Semua yang terjadi adalah kesalahannya sendiri, bukan karena saya, bukan anda, bukan juga Ragil...." jawab Dewa.

"Kok aku dibawa-bawa, pak?" protes Ragil.

"Kan elu disini Orgil !" balas Dewa judes. "Anda bisa memeriksa ke kejaksaan kasus - kasus apa yang menimpa gagal total. Jadi masih bagus dia diperbolehkan bekerja karena jika sudah masuk sidang, anda tahu sendiri kan konsekuensinya."

Charles melongo melihat semua data yang diberikan Dewa dan Ragil termasuk nomor kasus yang sudah terdaftar di kejaksaan.

"Ini... Valid ?" Charles menoleh ke Dewa dan Ragil yang berada di seberang.

"Anda mau memeriksa semua meta datanya? Silahkan. Butuh saksi? Kami bisa memberikan, termasuk teman kost Alina dulu" jawab Dewa tegas.

Charles memegang pelipisnya.

"Pak Charles, saya tahu anda ingin melindungi kakak perempuan anda tapi jangan sampai anda tutup mata dengan kenyataan yang ada. Kakak ipar anda memang sudah ngawur dari awal. Saya tidak tahu apa yang membuat dia terpicu melakukan itu." Dewa pun berdiri dengan diikuti Ragil yang membereskan semua barangnya. "Jika anda masih tidak terima, silahkan datangi saya tapi jangan ke putra saya. Bukan tidak mungkin, saya akan menggunakan koneksi saya untuk membuat karier anda berantakan jika anda berani menyentuh Sagara ! Selamat Siang !"

Dewa dan Ragil pun berjalan keluar tapi sebelumnya asisten Dewa itu mendatangi Charles.

"Ini semua datanya. Silahkan anda periksa sendiri" ucap Ragil dingin sambil menyerahkan flashdisk diatas meja ke Charles. "Permisi."

Dewa dan Ragil meninggalkan Charles yang masih tercenung. Polisi itu pun mengambil laptop yang ada di ruang meeting itu dan kembali memutar semua yang ada di dalam flashdisk itu.

***

Ruang Sel Polda Metro Jaya

"Tapi mas Bule, bagaimana cara membuat Danar mengaku ? Jujur saya ingin balas dendam karena dia membuat mas Ibra jadi gila akibat Shabu yang dioplas" ucap Husein.

"Bang Husein ditahan karena apa?" tanya Lachlan.

"Nyopet."

"Kapan sidang?"

"Kurang tahu."

Lachlan menoleh ke arah Nonik dan Mbak Kunti. "Bagaimana kalau malam ini, kalian bikin gegeran ke Danar?"

"Dengan senang hati kak L ..." seringai Nonik.

"Nyes, bisa ke RS Bhayangkara? Merekam ucapan Danar ?" tanya Lachlan.

"Bisa L. Tapi apa cara ini berhasil ...?" tanya Nareswari.

"Jika belum dicoba, mana kita tahu kan?" seringai Lachlan usil.

Jampang dan para napi hanya menatap bingung ke arah sel seberang. "Mereka tuh anak Sultan apa detektif hantu sih?"

Introducing Khadijah Al Khafi

***

Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa gaeeesss

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

1
Bla_bla_bla
Thor sy mampir buat baca lagi🙏🙏
Hana Reeves: Monggo 🙏🙏🙏
total 1 replies
Nia Risma
mampir AQ thor
al thania
ah ternonik Nonik
gading_17
baru nemu novel ini, terlihat menarik sekali ceritanya
Hana Reeves: terima kasih. semoga suka
total 1 replies
Ira Resdiana
ada tuh kayaknya, yg pacarnya dibunuh ma kembarannya ...
Ira Resdiana
ebuset .. berani bener ni pak rayyan bilang begini... /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ira Resdiana
ah ya... enak itu lemper nya Holland Bakery.. /Hunger/
Ira Resdiana
ataahh.. bener kata nonik... /Drool/
Ira Resdiana
yaoloooh kok ganteng² banget... #sambil siapin karung buat mereka berdua /Tongue/
Ira Resdiana
oohh kejedot tu dari bhs belanda ga je dood gt kali ya... wkwkwkwk /Tongue/
Hana Reeves: dut mbak yg jadinya mati dari dood. kejedot itu kata informal dalam bahasa Indonesia yang berarti terbentur atau terantuk. aslinya dari bahasa Betawi dari kata jedot.
total 1 replies
jenny winduria
💯
Hana Reeves: mamaciihhh 🙏🙏🙏
total 1 replies
Jieyy Angoh II
logat Malaysia harus begini." Matilah awak , tak boleh cakap bahasa mandarin lah ye"
Hana Reeves: ah maap yaaa kalau salah 🙏🙏🙏
total 1 replies
Jieyy Angoh II
pembaca dari Malaysia hadir/Chuckle/
Ninik Rochaini
waduh...rusak maning🤣🤣
Ninik Rochaini
yaaaahhh...Nonik plg😭
Ninik Rochaini
Lhaaa malah pingsan...🤦🤣
Ninik Rochaini
Nonik yg gk asyik...jgn buru2 donk nakuti yg seram jd ny pingsan deh🤭
Ninik Rochaini
ancen wong celutak
Ninik Rochaini
Oohhh mrk ini kah yg bikin amburadul silsilah klrg...tp Ratimaya emang kocak membagongkan pula🤣🤣
Ninik Rochaini
akhire budal nang Mumbai 😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!