Silahkan membaca dan juga..... like dan komen yaaa....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HANDZO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chp.35
"ba-baiklah kak Wiliam, a-aku selalu percaya kamu kok..."kata Putry yang sudah di butakan karena rasa sayang terhadap Wiliam.
"cih...dasar wanita ******, kamu pikir aku ingin seperti ini, tapi kamu lumayan juga untuk menjadi sumber kenikmatan dan juga aku sangat berterimakasih kepada tuan Brayen karena telah memberikan ku parfum pemikatnya...ahahh..."batin Wiliam.
Ilham yang memperhatikan Wiliam dari tadi, kemudian Ilham merasakan keanehan terhadap Putry.
Kemudian Ilham pun mengaktifkan mata elangnya, dan pada saat Ilham mengaktifkan mata elangnya, Ilham melihat aura aneh yang masuk kedalam tubuh Putry.
"apa yang masuk di tubuh Putry, sepertinya pria berengsek menggunakan aura itu untuk memikat hati Putry...."batin Ilham.
Ilham sedari tadi diam, kemudian memanggil Putry tapi Putry tidak meresponnya dan malahan Putry hanya terdiam memandang Wiliam dengan senyumannya.
"sepertinya ini tidak beres, system deteksi aura apa yang masuk di tubuh Putry..."batin Ilham.
[mendeteksi aura aneh...]
[Ting...Ting...]
[aura terdeteksi tuan, aura itu berasal dari parfum yang di gunakan oleh seseorang yang menggunakannya, dan parfum itu berfungsi untuk memikat wanita sehingga wanita itu secara terhipnotis menyukai seseorang yang memakai parfum itu...]
[dan parfum ini berasal dari Afrika yang di racik dengan 1000 bunga mawar hitam, 10 jenis kulit ular, dan 2 macam bulu harimau...]
"kalau begitu system bagaimana cara untuk menghilangkan aura parfum itu..."batin Ilham.
[baiklah tuan, parfum ini dapat di hilangkan dengan cara memercikkan air garam 3 sendok dan 4 sendok gula, di dalam air seperempat liter lalu menyiramkan air itu di pengguna parfum...]
"hmm... Ternyata penawarnya sangat sederhana..."batin Ilham yang kemudian tersenyum licik.
Kemudian Ilham memanggil pelayan dan meminta tiga sendok garam, empat sendok gula dan seperempat liter air.
Lalu pelayan itu pun mengambilkan apa yang di pesan oleh Ilham, sedangkan Jay yang melihat Putry hari ini sangat berbeda.
Kemudian Jay menatap Ilham, dan menanyakan apa yang terjadi kepada Putry, karena biasanya Putry tidak akan menyueki mereka berdua.
"Ilham ada apa dengan Putry, sepertinya hari ini dia sangat aneh, dan juga kenapa aku sangat kesal dengan pria gemuk itu, wajahnya yang sok ganteng itu..."kata Jay yang membisik Ilham.
"putry terkena parfum pemikat yang di gunakan pria gemuk itu, tapi aku tau penawarnya..."kata Ilham membalas bisikan Jay.
"Ilham apa boleh aku menonjok anak itu satu kali..."kata Jay yang sudah jengkel dengan Wiliam yang lagi mesra-mesranya dengan Putry di depan sahabatnya.
Sedangkan Wiliam yang melihat kedua teman Putry yaitu Ilham dan Jay, kemudian tersenyum licik yang membuat Jay berdiri ingin memukul wajah Wiliam tapi di tahan oleh Ilham.
"Jay kamu tenang dulu, aku tau perasaan mu, tapi ikuti saja permainannya saja..."bisik Ilham yang menahan Jay untuk tidak gegabah.
"baiklah Ilham..."kata Jay yang kemudian kembali ke posisinya.
Putry yang sudah terpengaruh oleh parfum pemikat Wiliam, Putry hanya mengobrol dengan Wiliam dan malah cuek terhadap Ilham dan Jay.
Yang membuat Ilham merasa sangat emosi melihat Wiliam menyentuh-nyentuh wanitanya.
"hmmm....pasti kamu cemburukan Ilham brengs*ek...ahahah..."batin Wiliam yang mengelus kepala Putry.
Pelayan yang sudah menyiapkan penawar parfum pemikat di ember, tiba-tiba Ilham dengan sengaja menyenggol ember itu, sehingga Wiliam tertumpah air di ember itu.
"arghhhhhhh....apa yang kau lakukan Ilham brengs*ek...."kata Wiliam yang tiba-tiba berdiri karena tubuhnya terkena air.
Sedangkan Putry yang sudah tidak terpengaruh oleh parfum pemikat itu, tiba-tiba matanya tertuju kepada Ilham dan Jay.
Ternyata Putry sudah terkena parfum pemikat pada saat, Putry bertemu dengan Wiliam di restoran bintang lima, sehingga Putry tak sadar mempercayai perkataan Wiliam.
"kak Ilham, kak Jay kita ada di mana yaaa...."kata Putry yang masih mengingat-ingat terakhir Putry bertemu dengan Ilham di restoran bintang lima di pusat kota.
"putry apa kamu sudah sadar..."kata Ilham yang secara reflek menarik tubuh Putry dan memeluknya.
"ka-kak Ilham apa yang sebenarnya terjadi, dan juga siapa pria gemuk itu...."kata Putry yang wajah tiba-tiba memerah karena pelukan dari Ilham.
Sedangkan Wiliam yang rencananya sedikit lagi tiba-tiba kacau karena Ilham dengan sengaja menumpahkan air penawar ketubuh Wiliam.
Sedangkan Wiliam sangat emosi, dan ingin menampar wajah pelayan di sampingnya tapi di tahan oleh Jay yang sudah kesal dari tadi melihat tingkah laku Wiliam yang memanasi sahabatnya.
"apa begini sifat aslimu, jika kau kesal dengan orang yang tidak bisa kau hadapi malah kau lampiaskan ke orang yang tidak bersalah...."kata Jay yang menggenggam tangan Wiliam dengan sangat kuat.
"arghhh...apa kau tidak takut dengan orang di belakang ku hahh... Brengs*ek lepas kan aku...."kata Wiliam yang sudah kesal.
Sedangkan Putry yang masih di pelukan Ilham, kemudian tersadar bahwa pria gemuk yang sedang emosi itu adalah orang yang mirip dengan orang yang putry cari selama ini.
"kak Ilham, itu kan orang yang aku cari selama ini...."kata Putry.
"tenanglah Putry, dia bukan orang yang kau cari, dia cuman mirip dengan orang yang aku cari..."kata Ilham yang memeluk erat Putry.
"dan aku akan mengatakan yang sebenarnya siapa yang kau cari selama ini...."lanjutnya Ilham.
Putry pun terdiam dan hanya menganggukkan kepalanya, sedangkan Ilham menyuruh Jay untuk membawa Wiliam ke mobil untuk di interogasi.
Wiliam yang tidak bisa apa-apa dengan cengkraman Jay yang sangat kuat hanya bisa meronta-ronta, dan kemudian Jay yang sudah kesal kemudian memukul Wiliam.
Sehingga Wiliam pun pingsan tak sadarkan diri, kemudian Jay memasukkan Wiliam ke mobil sportnya.
Beberapa menit kemudian, Wiliam yang sudah sadar tiba-tiba merasakan bahwa dia berada di sebuah ruangan sepi yang hanya ada Ilham, Putry, dan Jay sebagai tukang pukul.
"lepaskan akh brengs*ek...."kata Wiliam yang meronta-ronta di kursi dan tubuhnya terikat.
"putry ku pikir aku yang kau cari-cari sayang, apa kau lupa aku yang menolong mu beberapa bulan yang lalu..."lanjutnya Wiliam yang memelas kearah Putry.
Sedangkan Putry hanya terdiam tertunduk sambil memeluk Ilham, Ilham yang sudah muak dengan perkataan menjijikan yang di ucapkan Wiliam.
Kemudian Ilham menyuruh Jay untuk menghajar Wiliam untuk berhenti berbicara, lalu Ilham pun mendekati Wiliam yang sudah babak belur.
"aku ingin menanyakan sesuatu pada mu...."kata Ilham.
"arghhhh...lebih baik kau bunuh aku brengs*ek..."kata Wiliam.
"Jay...."kat Ilham, kemudian yang langsung memukul wajah sombong Wiliam.
"bugh....baghh...bughh..."
"ba-baiklah tu-tuan, a-aku akan men-jawabnya...."kata Wiliam yang sudah di penuhi dengan luka pukulan Jay.
BERSAMBUNG...
Jangan lupa like dan komen yaaa, guyssss....
Semakin banyak yang komen dan like, maka semakin banyak chapter yang akan aku update...
Thank you....
kalau ga mau ngakuin mending ga usah ketemu selama nya blo'on MC nya.