Tak pernah terpikirkan oleh Chiara jika hari pernikahan yang dia dambakan selama ini malah berakhir dengan kesedihan. Kesedihan yang begitu menyakitkan bagi Chiara.
Setelah satu tahun berpacaran , Chiara memutuskan menikah dengan Aldo - pria yang sudah menjadi tambatan hatinya selama ini. Bukan pernikahan indah yang dia dapatkan , tapi Chiara malah mendengar kabar kalau calon suaminya telah meninggal.
Nenek Dewi - selaku Nenek Aldo merasa sangat kasihan pada Chiara. Dia sudah menganggap Chiara seperti cucunya sendiri. Karena tamu undangan sudah banyak yang datang , Nenek Dewi lalu menyuruh Dario - cucu kesayangannya yang terkenal berandalan sebagai pengganti Aldo. Dario bersedia menjadi mempelai pengganti karena dia tidak tega melihat Neneknya yang terus memohon.
Apakah pernikahan mereka akan bertahan lama ? Atau justru berpisah karena tak saling mencintai ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartiniKeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di mana suamimu ?
" Keysa, apa yang ingin kau makan ? Saat ini kau sedang hamil , sebaiknya makan yang banyak agar bayimu sehat. Oh , iya . Kenapa kau ke sini seorang diri ? Di mana suamimu ? Aku sangat penasaran pria seperti apa yang menikah dengan sahabat baikku ini," ujar Chiara dengan alis yang saling bertautan .
" Oh , itu . Suamiku... suamiku...." Keysa ingin mengatakan kalau suaminya adalah Aldo, tapi entah kenapa dia mendadak kesulitan melanjutkan ucapannya.
" Ah, aku sangat yakin kalau suamimu pasti sangat sibuk. Mana mungkin dia memiliki waktu untuk datang kemari ," kata Chiara dengan santainya. Pura - pura bodoh itu jauh lebih baik saat ini.
" Apakah kalian bertemu di jalan ? Atau mungkin rumah kalian berdekatan ? Tapi aku yakin kalian pasti bertemu di jalan , karena dari dulu kalian juga sering bertemu di jalan. Bahkan dulu orang lain sampai mengira kalau kalian adalah sepasang kekasih karena selalu datang bersama ," ujar Chiara. Wanita itu memberikan pertanyaan bertubi - tubi sambil memandang dua pengkhianat di depannya.
" Kami...kami ... " Aldo ingin mengatakan pada Chiara kalau Keysa adalah istrinya, tapi entah kenapa lidahnya terasa kelu hingga berbicara pun sulit.
" Kalian benar - benar aneh. Bicara saja harus gugup seperti itu, seperti tidak pernah saling jumpa sebelumnya," ujar Chiara terkekeh.
" Biarkan aku memesan makanan kesukaan kalian," kata Chiara sambil mengatakan beberapa menu pada pelayan.
" Dario , bagaimana denganmu ? Kau ingin sarapan yang mana ? " tanya Chiara sembari tersenyum manis.
" Aku akan makan apa saja yang kau pesan ," sahut Dario seraya menatap Chiara.
" Baiklah, kau memang suami yang paling baik ," puji Chiara. Melihat sifat Dario yang sangat baik , dan berbeda dengan sifat Aldo , Chiara jadi semakin cinta dengan suaminya itu.
Chiara mulai bercerita tentang masa lalu hubungannya dengan Aldo dan tentang persahabatannya dengan Keysa. Bibirnya selalu saja bersikap manis agar kedua pengkhianat itu merasa bersalah. Itu pun jika mereka memiliki hati.
Walaupun Aldo dan Keysa sudah mendengar cerita Chiara, tapi mereka tetap tak merasa bersalah atas apa yang telah mereka perbuat. Mereka malah terlihat kesal karena Chiara begitu cerewet.
Persahabatan mereka bukan setahun atau pun dua tahun. Mereka mulai bersahabat ketika Chiara dan Keysa duduk di bangku sekolah dasar. Jadi bisa dibayangkan betapa sakitnya hati Chiara ketika mengetahui Keysa lah yang sudah menyebabkan kegagalan pernikahannya dengan Aldo.
" Permisi," ujar seorang pelayan.
Obrolan mereka terpotong ketika pelayan datang untuk menyajikan makanan di meja mereka.
" Lebih baik kita sarapan dulu. Lanjut nanti saja ngobrolnya," kata Chiara sambil memperlihatkan deretan giginya yang putih.
Di sini Chiara yang lebih banyak bicara dibandingkan dengan yang lainnya. Dario cukup salut pada istrinya karena wanita itu sama sekali tidak menampakkan kesedihannya. Dia sudah salah sangka dengan meragukan dirinya.
" Dario , Kau harus makan yang banyak," ucap Chiara seraya menyuapkan makanan ke dalam mulut Dario. Chiara sengaja melakukan itu karena ingin memanas - manasi hati Aldo.
Dengan senang hati , Dario langsung membuka mulutnya. Dia juga ingin menunjukan pada Aldo kalau Chiara saat ini sudah jadi miliknya.
"Kau juga harus makan ," balas Dario sambil ikut menyuapkan makanan ke dalam mulut Chiara.
Aldo dan Keysa hanya mengacak - acak makanan yang ada di piring mereka masing - masing dengan sangat kesal. Tangan Aldo terus-menerus mengepal melihat pemandangan yang ada di depannya. Kedekatan Dario dan Chiara benar - benar membuatnya iri. Seharusnya yang berada di posisi Dario saat ini adalah dirinya.
" Kenapa kalian tidak makan ? Apakah rasa makanannya kurang enak ? Kupikir ini adalah Cafe terbaik di kota ini," tanya Chiara sembari memandang pasangan pengkhianat itu.
Sebelah tangan Chiara pun mengepal, dia berusaha menahan amarah agar tidak membuat kegaduhan. Dia harus bersikap tenang jika ingin memberi pelajaran pada orang yang sudah menyakiti perasaannya.
" Sebenarnya tadi kami sudah sarapan," sahut Aldo dan Keysa secara bersamaan.
" Kenapa kalian sangat kompak sekali ? Kupikir kalian akan cocok menjadi pasangan," kata Chiara sambil tersenyum penuh arti.
Aldo mendengus dengan kesal. Di liriknya sekilas Keysa lalu menatap Chiara. Dia membandingkan wajah Keysa dan Chiara yang sangat jauh berbeda. Tak hanya wajah , sifatnya pun sangat jauh berbeda. Chiara memiliki paras yang sangat cantik , imut, dan feminim. Chiara juga wanita penurut sedangkan Keysa sama sekali tidak cantik dan tak pernah mau menurut dengan dirinya.
Tak sampai setengah jam , Chiara sudah menghabiskan makanannya. Dia lantas mengusap bibirnya dengan tissue untuk membersihkan sisa - sisa makanan di pinggir bibirnya.
" Jika sudah selesai , apakah aku boleh bicara ? " tanya Aldo setelah beberapa saat.
" Bicara apa lagi ? Bukankah sejak tadi kita sudah bicara panjang lebar ? " tanya Chiara seraya menaikkan alisnya.
" Bukan itu yang ingin aku bicarakan. Ada sesuatu hal yang penting yang harus kau ketahui, " ucap Aldo dengan sangat serius.
" Kalau begitu tunggu sebentar. Aku ingin menikmati makanan penutupnya dulu," ujar Chiara. Dengan sengaja dia mengulur - ngulur waktu karena ingin membuat mereka marah.
Aldo menghela nafas pasrah , padahal dia ingin segera mengatakan semuanya lalu pergi dari tempat itu.
Chiara menikmati makanan penutup berupa panna cotta yang sangat memanjakan lidah. Dia makan dengan santai meski menyadari orang - orang yang ada di sekitarnya memandangnya tanpa berkedip.
" Kenapa kalian tidak makan ? Ini rasanya sangat enak ," ujar Chiara dengan santainya.
" Kami sudah kenyang," sahut Aldo. Jujur saja dia sangat terpesona melihat kecantikan Chiara saat ini. Wanita itu selalu saja menawan dan terlihat sempurna.
" Panna cotta ini ternyata tidak sesuai dengan penampilan luarnya. Luarnya sangat bagus tapi sayang sekali rasanya agak pahit," kata Chiara lalu meletakkan kembali sendoknya ke atas piring. Dengan sengaja dia menyindir mantan kekasih dan mantan sahabatnya.
Degh....
Seperti ada sebilah pisau yang mengiris hati Keysa. Dia benar - benar tersinggung dengan ucapan Chiara.
" Dario, ayo pergi. Sepertinya kita tidak ada kepentingan lagi di sini," ajak Chiara lalu bangkit dari duduknya.
" Chiara, tunggu sebentar ! Kenapa malah ingin pergi begitu saja ? Bukankah sudah aku katakan kalau aku ingin bicara padamu," cegah Aldo dengan cepat.
" Oh iya, aku lupa. Aku belum memberi jawaban," sembari menepuk jidatnya sendiri.
"Aldo, mengenai jawaban kemarin , mohon maaf aku tidak bisa kembali denganmu. Kau bisa lihat sendiri bagaimana hubunganku dengan Dario. Hubunganku dengan suamiku sangat baik . Dulu aku memang mencintaimu tapi setelah mengenal Dario perasaan itu mendadak hilang begitu saja. Dan sekarang pria yang aku cintai adalah suamiku sendiri. Dia adalah pria yang sangat baik, perhatian dan selalu mengerti diriku," puji Chiara sembari menggenggam tangan Dario
Wajah Dario terlihat sangat bahagia mendengar perkataan Chiara. Dia bahagia karena Chiara membalas cintanya.
semoga saja Chiara akan baik2 saja dan rencana nenek Dewi tidak jadi kenyataan .
kasihan Chiara dan Dario kalo sampe itu terjadi