NovelToon NovelToon
BEAUTY

BEAUTY

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:77.1k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Selalu dianggap jelek dan dihina oleh suami dan keluarganya, bahkan hingga diceraikan. Membuat Nadi Djiwa membalaskan dendamnya dengan merubah penampilannya, ia ingin membuat mantan suaminya menyesal karena telah menceraikannya, dan ia pun ingin merebut kembali perusahaan yang ia rintis dari nol.

Akankah Nadi berhasil membalaskan dendamnya? Cerita selengkapnya hanya ada di novel Beauty - NovelToon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35

Jika pada pagi harinya, akad nikah di gelar mengenakan adat Jawa, lain halnya dengan resepsi yang di gelar pada malam harinya mengenakan tema International Party.

Nadi dan Alyssa kompak mengenakan gaun cantik yang berhiaskan detail beading dan brokat yang memukau, gaun ini juga dilengkapi lampu-lampu kecil yang dapat menyala ketika lampu diredupkan, sesuai dengan keinginan Alyssa.

Sementara Aaron sendiri nampak tampan dengan stelan pakaian ala pangern kerajaan. Merka bertiga nampak bahagia bak keluarga kerajaan yang tengah berpesta, membuat siapa pun yang melihatnya iri.

Sean melipat tangannya di sudut ruangan ketika Nadi dan Aaron berdansa di lantai dansa kemudian di susul dengan para tamu undangan. Sekilas ia melirik ke arah Bintang yang tengah sibuk menyiapkan makanan untuk para tamu.

"Hi, Why are you standing still?" lagi dan lagi, Sofia dan Harry datang mengagetkan Sean, untung saja mereka berdua tak tampak curiga dengan Sean yang sedari tadi memandangi Bintang. "You don't dance?" tanya Harry, ia menunjuk ke sekumpulan para karyawan wanitanya yang belum menikah "There are a lot of beautiful girl there!" bisiknya.

Sean tertawa sembari mengibaskan tangannya. "No. I'm going to eat." ia veranjak dari tempatnya menghampiri Bintang, sementara Sofia dan Harry pergi ke lantai dansa untuk berdansa bersama Nadi dan Aaron.

Sean napak gugup berada di depan stand Bintang, ia memandangi makanan yang terlihat asing baginya. Dari lahir ia tinggal di America, ibunya berkebangsaan California sehingga ia hampir tak pernah makan makanan Indonesia. "Mau sop buntut?" tanya Bintang pada Sean.

Meski tak lancar berbahasa Indonesia namun Sean paham dengan apa yang Bintang katakan. Sean tersenyum sembari mengangguk. "Yeah, I will take one."

Sesaat Bintang memandangi Sean ketika berbicara bahasa Inggris. 'Oh Bule,' batinnya, ia bergegas menuang kuah sop buntut dan meberikannya kepada Sean. "This is sweet soy sauce, and this is chilli sauce," tunjuk Bintang pada kecap dan saus di hadapannya. "Hati-hati pedas!" ia mencoba memperingatkan Sean ketika Sean hendak menuang saus cabai ke mangkuknya.

Sean yang justru terfokus pada Bintang tak begitu memperhatikan banyaknya sambal cabai yang ia tuang ke mangkuk, ia tersenyum pada Bintang kemudian membawa mangkuk itu menjauh dari stand sebab banyak orang mengantri di belakangnya.

"Oh My God..." Sean merasakan lidahnya kebakar ketika ia memasukan sop buntut ke mulutnya, seketika wajahnya memerah dan keringat bercucuran di keningnya. Ketika ia hendak beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil minum, ada seseorang yang mengulurkan sebotol air mineral kepadanya. "Thank you," ucapnya tanpa menoleh ke arah orang yang memberinya minum.

"Sudahku kakatan ini pedas," sepengetahuan Bintang kebanyakan para bule tak begitu menyukai pedas, sehingga ia berinisiatif membawakan minum untuk Sean.

Mendengar suara Bintang seketika Sean mendongak untuk menatapnya, ia terus memperhatikan Bintang yang pergi meninggalkan mejanya dan kembali ke standnya. Sean tersenyum, lalu kembali menghabiskan minum yang di berikan oleh Bintang.

...****************...

Selepas acara resepsi, Aaron dan Nadi menggelar acara after party, dimana dalam acara ini hanya di hadiri oleh sahabat-sahabat terdekat Nadi dan Aaron. Alyssa sendiri tak tampak pada acara tersebut sebab malam sudah larut dan sudah waktunya bagi Alyssa untuk beristirahat. Bocah tersebut istirahat bersama eyangnya di kamar hotel, ibunda Aaron yang sudah sangat rindu dengan Alyssa dengan senang hati menjaga cucu kesayangannya.

"You're so beautiful, baby," puji Aaron pada istrinya yang tampak cantik sexy dengan mini dress berwarna putih, tanpa lengan yang memperlihatkan betapa indahnya lekuk tubuhnya yang begitu sempurna.

Dalam acara after party tersebut, Aaron menunjukan kebolehannya dalam menjadi Disc jockey, sembari nge-rap. Duda satu anak yang baru saja melepas masa kesendiriannya itu tampil begitu memukau, memainkan piringan hitam di hadapannya, membuat semua para sahabat-sahabatnya termasuk sang istri tercinta begitu larut dalam lagu yang di bawakannya.

Tak mau kalah dengan sang suami, dalam acara itu Nadi menyuguhkan tarian eksotis yang begitu memikat. Tubuh ramping Nadi yang di balut dengan mini dress, membuatnya terlihat layaknya anak berusia tujuh belas tahun. Dengan di temani beberapa orang penari yang mengiringinya, Nadi berlanggak lenggok di hadapan Aaron yang duduk tenang menikmati pertunjukan istrinya.

Satu menit berlalu, Nadi semakin berani berlanggak lenggok di hadapan Aaron dan teman-temannya. Bukan Aaron tak menyukai pertunjukan itu, namun rasanya ia tak rela membaginya dengan siapa pun. Ia beranjak dari tempat duduknya, kemudian membopong tubuh istrinya keluar venue. "Kita duluan ya guys, silahkan menikmati party sampai selesai," teriak Aaron sebelum ia meninggalkan venue.

Aaron merebahkan tubuh Nadi atas tempat tidur, kamar pengantin mereka. "Aaron, apa kau tidak menyukainya?" Nadi memajukan bibirnya sembari memainkan jemarinya di wajah Aaron, padahal durasi tariannya berlangsung sepuluh menit, tapi baru satu menit lima detik Aaron sudah menghentikannya.

Aaron menggelengkan kepalanya, ia menindih tubuh mungil istrinya, dengan sangahan kedua lengannya. "Tidak. Aku begitu menyukai tarianmu, hanya saja aku tak rela membaginya dengan orang lain," ia mendaratkan bibirnya di bibir istrinya, ia menciumi Nadi dengan begitu posesif.

Nadi terdiam sejenak, ia pikir Aaron tipe pria yang menyukai kejutan semacam itu seperti yang di lakukan banyak pasangan lainnya ketika menggelar After party, tapi Aaron berbeda. Ketika Nadi hendak membalas ciuman Aaron, pria itu bangkit dan menarik tangan Nadi. "Ayo menari-lah untukku, aku sudah tidak sabar melihat kelanjytannya." Ia menarik Nadi hingga kembali berdiri, sementara dirinya memasang posisi santai di atas tempat tidur.

Nadi tersenyum, ia menyalakan musik dari handphonenya, kemudian berlanggak lenggok di hadapan Aaron. Tak sia-sia selama satu bulan ia berlatih tari bersama pelatih profesional, Nadi membuat Aaron terlihat begitu puas dan tak sabar ingin memangsanya. Ketika Nadi menaruh satu kakinya di sisi paha Aaron, Aaron langsung menyambar pinggang ramping Nadi.

Aaron kembali mendaratkan bibirnya di bibir Nadi, satu tangan meremas rambut Nadi dengan lembut satu tangan lagi menyelinap di balik rok, menelusuri paha mulus itrinya, ia berhenti di bagian segitiga. Tanpa melepaskan ciumannya, Aaron melepas ****** ***** Nadi, mereka hanya menjeda sesaat ciuman mereka untuk saling melepas pakaian satu sama lain.

Selanjutnya kamar terasa sangat panas membara dari desakan hebat yang di lakukan Aaron serta napas yang terus memburu. Sudah lama sekali Aaron menunggu untuk malam ini, waktu dimana ia menjadikan Nadi miliknya seutuhnya. Ia tak memberikan Nadi jeda untuk beristirahat, Aaron benar-benar menumpahkan segala hasrat yang bertahun-tahun ia pendam untuk wanita pujaannya.

Tubuh mereka bergetar ketika secara bersamaan mereka melepaskan peleasannya. "Aku mencintaimu, sayang," bisik Aaron di telinga Nadi, ia mendekap erat tubuh Nadi dan membawanya ke dalam mimpi indahnya.

1
Yunerty Blessa
Nadi bertemu dengan Aaron.. sungguh pilihan yang tepat..
Yunerty Blessa
akhirnya semua bahagia.... sungguh sebuah karya yang mantap walaupun singkat... makasih banyak kak thor 😘❤️
Yunerty Blessa
tahniah buat kehamilan Nadi dan Sofia
Yunerty Blessa
Nadi belum percaya kalo dia hamil..
Yunerty Blessa
semoga Nadi cepat hamil....biar dia buktikan bukan Nadi yang mandul melainkan Surya....
Yunerty Blessa
bahagia selalu Aaron dan Nadi
Yunerty Blessa
benar apa yang dikatakan oleh Cindy
Yunerty Blessa
syukur Surya bagi tumpangan kalo tidak tidur di bawah kolong jembatan
Yunerty Blessa
aduh gagal lagi... apakah kejutan buat Nadi setelah menikah dengan Aaron
Yunerty Blessa
syukur lah hati Nadi terbuka kembali untuk menerima Aaron dan Alyssa
Yunerty Blessa
Alyssa sakit kerana merindukan mu Nadi
Yunerty Blessa
kasian sekali nasib mu Cindy... apakah Surya dan Cindy sudah berpisah
Yunerty Blessa
kau kan bisa berbicara berdua tentang diri mu.... jangan terus putuskan..
Yunerty Blessa
balasan buat keluarga kalian....
Yunerty Blessa
sabarlah Aaron....bagi Nadi waktu
Yunerty Blessa
terima lah hakikat nya..
Yunerty Blessa
tapi Nadi tidak semua lelaki seperti Surya
Yunerty Blessa
percaya saja Aaron....Nadi bisa menyelesaikan masalahnya dengan Surya
Yunerty Blessa
kena kau Surya.... rasakan 🤣😏
Yunerty Blessa
seperti nya Aaron mulai bucin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!