NovelToon NovelToon
Pengorbanan Nayara

Pengorbanan Nayara

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Angst / Tamat
Popularitas:118.1k
Nilai: 4.6
Nama Author: Lalalati

Novel ketiga🍂

Akhirnya Nayara siuman setelah ia mengalami koma pasca melahirkan. Sebagai suami, Deon tentu merasa sangat lega dan bahagia, istri tercintanya telah sadarkan diri dan bisa kembali bertemu dengannya dan juga putranya yang baru saja lahir.

Namun bagi Nayara terbangun dari koma, seperti kembali menghadapi mimpi buruk. Meskipun ia sangat bersyukur karena bisa bertemu dengan buah hatinya, tapi ia harus kembali menerima kenyataan bahwa ia terpaksa menerima kakak tirinya sendiri sebagai suaminya dan memutuskan hubungannya bersama Giandra, pria yang dicintainya sekaligus ayah kandung dari putra yang baru dilahirkannya.

Giandra dikenal sebagai satu-satunya atlet Basket yang dimiliki Indonesia yang berhasil tembus bermain di NBA dan dikontrak oleh klub ternama.

Siapakah Giandra di masa lalu? Akankah Giandra mengetahui tentang putranya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Gian yang Dewasa

Aku duduk di depan sebuah minimarket. Sudah sekitar dua jam aku berada di sini, aku masih bingung akan ke mana. Perlahan akal sehatku pun kembali. Aku merasa konyol karena pergi begitu saja dari rumah dan meninggalkan ayahku. Rasa sesal menyeruak dalam hatiku. Aku teringat wajah ayahku yang begitu menyesal dan sedih saat aku memutuskan untuk pergi.

Kenapa aku bisa sejahat ini meninggalkan ayahku sendirian?

Selama ini aku selalu menolak saat ibuku memintaku untuk tinggal bersamanya. Alasannya adalah karena ayahku. Beliau sudah tidak memiliki siapa pun. Hanya aku kerabat dekat yang dimilikinya. Jika tidak ada aku, akan bersama siapa ayahku hidup? Istri tak ada, anak pun tak ada.

Pertengkaran tadi membuat aku sempat lupa akan hal itu. Apa aku pulang saja? Di satu sisi aku menyesal telah meninggalkan ayahku, tapi di sisi lain aku juga belum sepenuhnya bisa menerima kata-kata ayahku yang memintaku pergi meninggalkannya, juga keinginannya yang ingin aku memutuskan hubungan dengan Gian.

Sejak tadi Gian terus menghubungiku. Begitu juga Kak Deon. Tapi aku tidak mengangkat telepon mereka. Aku tidak ingin Gian atau pun Kak Deon terlibat dengan perginya aku dari rumah.

Sepertinya untuk malam ini aku harus menginap di suatu tempat. Aku butuh waktu untuk berpikir. Mungkin besok atau lusa aku akan kembali ke rumahku, setelah ayahku kembali ke Cikarang, daerah tempatnya bekerja.

Aku harus segera menemukan tempat menginap. Akhirnya aku membuka sebuah aplikasi booking hotel dan memesan sebuah kamar untukku bermalam. Saat sedang akan menyelesaikan reservasiku, sebuah mobil mazda merah yang sangat aku kenal berhenti di minimarket itu.

Gian menemukanku.

Gian keluar dari mobil dan dengan tergesa menghampiriku. "Kalau kamu bisa megang HP, kenapa angkat telepon dari aku gak bisa?" Gian terlihat sangat marah.

"Kamu ngapain ada di sini?" tanyaku heran, masih tidak percaya dia bisa menemukanku di sini.

Gian tidak menjawabku dan malah membawa koperku dan memasukkannya ke dalam mobilnya.

"Gian, tunggu!" pekikku saat Gian menarik tanganku menuju mobilnya. "Aku gak akan pergi sama kamu."

"Aku gak nerima bantahan. Masuk." Gian yang dingin dan tanpa ekspresi itu kujumpai lagi.

Aura dinginnya membuatku tak bisa membantahnya lagi. Kemudian aku memasuki kursi penumpang yang sudah Gian bukakan untukku.

Tak lama mobil Gian sudah mulai bergabung dengan mobil lainnya di tengah jalanan. Kemudian beberapa saat hening.

"Motor aku gimana?" tanyaku akhirnya, memecah keheningan.

"Nanti aku bawain," ujarnya singkat.

Tak lama mobil Gian masuk ke komplek rumahku. "Gian! Aku gak akan pulang!"

"Papa kamu pasti khawatir. Kamu harus pulang."

"Tapi..."

Aku melihat ayahku sedang membuka pagar rumah sampai pagar itu terbuka seluruhnya. Ia sepertinya akan pergi. Melihat mobil Gian berhenti tepat di depan rumah, beliau terdiam melihat ke arahku.

Gian mematikan mesin mobil dan keluar dari kursi kemudi. Kemudian ia membuka pintu penumpang. "Ayo, keluar. Papa kamu nunggu."

Aku benar-benar seperti anak remaja labil yang kabur dari rumah.

Karena tak punya pilihan, akhirnya aku keluar dari mobil Gian. Gian membawakan koperku dan menyimpannya di sebelahku yang menghadap ke arah ayahku.

"Om, saya mohon maaf kalau saya terkesan ikut campur," ujar Gian sopan. "Saya tadi tidak langsung pulang. Kemudian saya melihat Naya keluar dari komplek bersama motornya dengan sebuah koper di depannya. Saya khawatir. Di jalan saya kehilangan jejak Naya saat lampu merah. Namun kemudian, saya beruntung karena tak sengaja melihat Naya di sebuah minimarket."

Ayahku masih terdiam. Begitu juga aku.

"Om, maafkan saya. Gara-gara saya, Naya dan Om jadi bertengkar. Saya tahu hubungan kami tidak pantas. Tapi saya hanya ingin mengatakan pada Om bahwa saya tidak main-main dengan perasaan saya. Selama setahun saya menunggu untuk bisa dekat dengan Naya. Itu saya lakukan karena saya tahu tidak mungkin bagi kami untuk menjalin hubungan dengan status kami. Tapi saya sudah lulus sekarang. Saya juga sudah diterima di sebuah Universitas. Status saya sebentar lagi sudah akan menjadi mahasiswa. Apakah tidak bisa bagi kami untuk tetap bersama, Om?"

Tanpa sadar aku terus melihat ke arah Gian. Aku tertegun melihatnya. Bagaimana bisa ia sedewasa ini? Dengan berani dan tanpa ragu, ia bisa berbicara setenang itu kepada ayahku. Aku jadi malu sendiri karena memutuskan untuk pergi dari rumah tanpa pikir panjang.

"Apa selama saya tidak ada, kalian pernah menghabiskan waktu di rumah?" tanya ayahku.

"Enggak, Om. Kami tidak pernah diam dan tinggal saat Om tidak ada. Jika bertemu kami pasti pergi keluar. Sejauh ini kami bahkan baru tiga kali kencan. Kami jarang bertemu, Om."

Ayahku terdiam kembali.

"Saya sangat menghormati Naya, Om. Saya tidak akan berbuat yang macam-macam pada Putri Om. Saya sangat menyayangi Naya."

Ya Tuhan, Gian. Betapa beruntungnya aku dicintai oleh laki-laki seperti dia. Padahal bisa saja tadi ia membawaku pergi, menginap di suatu tempat misalnya. Tapi Gian malah membawaku kembali pada ayahku.

"Ya sudah, terima kasih karena kamu sudah membawa Naya kembali ke rumah. Saya masih belum bisa menerima hubungan kalian. Setidaknya kamu harus berstatus sebagai mahasiswa, baru saya akan mulai memikirkan untuk mengizinkan kamu menjalin hubungan dengan Naya."

Gian terlihat kecewa tapi kemudian ia tesenyum tipis. "Baik, Om. Saya paham. Sampai saya berstatus sebagai mahasiswa, saya tidak akan menemui Naya."

"Baiklah. Saya akan pegang kata-kata kamu. Walaupun saya tidak setiap saat ada berada di sini, saya harap kamu tetap memegang ucapan kamu," ujar Ayahku.

Gian mengangguk dengan pasti. "Saya janji, Om. Om tidak perlu khawatir. Kalau begitu saya pamit. Terima kasih karena sudah memberikan saya kesempatan."

Kemudian Gian pergi bersama mobilnya.

Aku dan ayahku terdiam. Aku pun masuk ke dalam kamarku dan menutup pintu. Rasanya aku masih belum bisa bersikap biasa setelah pertengkaran tadi. Belum juga untuk meminta maaf. Rasanya masih sangat canggung.

Tak lama sebuah klakson motorku berbunyi. Ternyata itu Gian. Dia datang dengan seorang ojek online. Aku segera membuka pintu dan menghampirinya.

"Aku nganterin motor kamu," ujarnya.

Aku membuka pagar dan membiarkan Gian membawa masuk motorku ke garasi.

"Maaf ya, udah ngerepotin," lirihku.

Gian hanya tersenyum tipis. "Salah aku juga udah nekat ngomong tentang kita ke Papa kamu. Kamu jadi harus berantem sama Papa kamu. Gak usah minta maaf, Yang. Aku yang salah."

"Jadi kita gak akan ketemu sampai kamu mulai kuliah?" tanyaku sedih.

Gian mengangguk. "Kita udah pernah gak kontak selama berbulan-bulan. Kali ini pasti kita juga bisa. Izin dari Papa kamu lebih penting, Yang."

"Kamu jangan sebaik ini. Aku jadi makin sedih." Air mataku menetes begitu saja.

"Jangan nangis dong, Sayang. Ini yang udah dewasa siapa sih? Kok malah kamu yang nangis gini." Gian mencoba menenangkan dengan sedikit canda. "Kita chat dan video call kayak biasa ya. Tapi sekarang kita harus sembunyi-sembunyi kalau lagi ada Papa kamu." Gian mengecilkan volume suaranya.

Aku mengangguk semangat seraya menghapus air mataku.

"Aku pulang, ya. Kamu harus baikan sama Papa kamu. Jangan ngelawan sama beliau." Gian bahkan menasihatiku, membuat aku semakin merasa bahwa Gian justru jauh lebih dewasa dariku.

"Iya. Aku nanti minta maaf sama Papa."

"Pinter," ucapnya. "Ya udah aku pulang ya. Mang ojol udah nungguin tuh. Dah, cantik."

Akupun melambaikan tanganku. Tak lama Gian sudah pergi bersama ojek online yang mendampinginya tadi. Ia pasti ke minimarket lagi untuk membawa mobilnya.

1
justFlio
👍👍👍👍👍👍
lalalati: makasih bintang limanya kak😍
total 1 replies
Dedeh Dian
pokoknya AQ seneng banget ceritanya..bagus keren banget.. makasih author
lalalati: makasih banyak kakak bintang limanya 😍
total 1 replies
Dedeh Dian
wow ajaib cerita nya super keren... makasih author
Siti Nina
Slalu keren ceritanya sukses selalu buat kak lala 👍💪
Siti Nina
Si naya keras kepala banget sih jadi orang gedek banget 😏
Siti Nina
Good job gian 👍
Siti Nina
mewek aku bacanya 😭😭😭
Siti Nina
pen nonjok tuh muka si dion 👊
Siti Nina
wo'oo kamu ketauan lagi pacaran 😄
Siti Nina
Selalu oke ceritanya 👍👍👍
Atikah'na Anggit
Luar biasa
lalalati: makasih kak bintang limanya 🤩
total 1 replies
Nurina Ningrum
Lumayan
Nurina Ningrum
Kecewa
Nur Azizah
sikap nay sangat menyebalkan
Nur Azizah
segerakan di persatukannya andra bersama Gian dan ibunya kak author
kasihan andranyaa
Nur Azizah
sikapnya nayara jd nyebelin gitu si kak aithor sok jual mahal bngt ,,
Nur Azizah
iya karna ikatan bathin seorang anak dan ayah kandung pasti terasa
Nur Azizah
semoga kamu berjodoh sama Gian naraya agar merasakan kebahagiaan yg utuh atas pengorbananmu
Nur Azizah
pertemukan kembali Nayara sama gian dlm satu keluarga yg utuh kak author
Nur Azizah
maaf baru komen kak authorr saking asyik baca ceeitanya yg sngt bagus inii lanjutiinnn kakak autthoorrr
lalalati: makasih kak. jangan lupa like dan ulasannya ya kak. biar bintangnya naik 😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!