NovelToon NovelToon
AKU DIANTARA KAU DAN DIA

AKU DIANTARA KAU DAN DIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:380.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Fifie

Kisah cinta segitiga antara Dika, Ranti dan Vika. Semua berawal dari ketidaksengajaan hingga menjadi cerita cinta yang cukup pelik. Menguras airmata dan juga emosi Ranti yang akhirnya mengetahuinya setelah hubungan rumah tangganya dengan Dika telah menginjak tahun kelima dengan dikaruniai buah hati cantik berusia 2 tahun. Sementara Vika adalah sahabat baiknya semasa SMA. Semua rasa dihatinya bercampur aduk, bergejolak membuatnya dilema antara menjaga keutuhan rumahtangganya dan juga mempertahankan harga dirinya sebagai wanita yang selalu menjunjung tinggi cinta dan kesetiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fifie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JALAN PILIHANKU

Aku telah menentukan jalan. Dengan langkah gamang, hanya bersandar pada kebaikan Tuhan. Aku mulai melangkah. Aku pergi meninggalkan Ranti dan Jingga setelah pesta ulang tahun usai.

Aku berdiskusi sebentar dengan Ranti. Memberinya separuh uang deposito kami ketika masih bersama dulu. Meminta Ranti mengurus dulu motor gede kebanggaanku. Aku sekali lagi meminta maaf padanya sebelum pamit.

Aku berjanji akan datang lagi dengan membawa dokumen perceraian kita. Aku hanya bisa mendoakan kebahagiaan untuk Ranti. Masalah tanggung jawabku pada Jingga, aku berjanji akan mengusahakannya setiap bulan untuk menemuinya dan memberinya uang tanggungan meskipun aku tak berani menjanjikan nominalnya.

Ranti hanya memandangku dengan senyum singkatnya. Ia menerima semua perkataanku dan tak membantahnya.

Semua keluarga kami hanya memandang kepergianku dengan tatapan kekecewaan. Aku mengerti. Aku faham. Tapi ini jalanku. Jalan pilihanku.

Aku kembali kekontrakan Jabrik.

Setelah beberapa hari aku mendapatkan rumah kontrakan yang lebih besar. Aku sengaja mengajak Jabrik tinggal bersamaku agar aku merasakan adanya kehadiran seorang teman.

Satu kamar tidur, ruang tamu dan dapur serta kamar mandi. Cukup layak untuk bisa kutempati. Kadang Mul juga ikut menginap dikontrakanku bila sedang ada perselisihan dengan neneknya. Aku hanya bisa memberinya saran dan nasehat sebagai orang yang jauh lebih tua bahwa orangtua walau bagaimana pun harus kita hormati. Karena mereka marah pasti ada sebab musababnya. Walau kadang kemarahannya itu sulit kita terima, tapi orangtualah yang lebih mengetahui segala asam garam kehidupan.

Aku berhasil merayu boss Akung untuk memberiku sedikit tempat didepan toko percetakannya untukku buka usaha dagang sempol ayam dan es thaican. Itu kunego dengannya bila sewaktu-waktu boss sibuk, aku membantunya tanpa imbalan gaji. Kami sama-sama diuntungkan untuk suatu hal.

Mulai saat itu, aku membuka usaha berjualan sempol ayam buatanku sendiri didepan percetakan di Jembatan Merah.

Aku bekerja dibantu adiknya Mul, Hanah, yang bertugas kepasar membeli semua bahan-bahan sempol dan sore hari aku yang mengadoninya dan menaruhnya difrezeer untuk kujual keesokan harinya didepan percetakan.

Namanya memulai usaha, tak semudah membalikkan telapak tangan. Aku harus ekstra kerja keras, mempromosikan serta menjual sempol buatanku kebanyak orang.

Alhamdulillah, dengan tekad dan kerja kerasku ingin bangkit dan maju, perlahan usahaku berbuah manis. Daganganku terus dan terus meningkat. Bahkan kini dirumah kontrakanku, Hana juga membuka usaha sebagai cabang sempol ayam produksiku.

Sebulan berlalu, surat perceraian kami pun berhasil keluar. Aku mengirimi pesan pada Ranti bahwa aku akan mengunjunginya.

Aku degdegan melihat Ranti yang begitu manis dengan gamis motif bunga-bunga dan kerudung syar'inya berdiri menungguku diteras rumahnya sore itu.

Ia mempersilahkan aku masuk setelah puas berbincang dan bercanda dengan Jingga yang tengah bermain boneka diteras rumah.

"Ranti! Ini surat perceraian kita. Kamu tinggal menandatanganinya. Maaf, kalau aku sudah mengecewakanmu. Baik dulu maupun sekarang, aku gagal menjadi suami yang baik. Maafkan aku, Ranti!"

Ranti mengambil dokumen itu dengan wajah sendu. Bibirnya menyunggingkan senyuman kesedihan. Aku tahu ini sulit buatnya. Aku juga. Bersama dengannya selama hampir 7 tahun berumahtangga yang sebelumnya mengikat tali cinta 2 tahun lamanya. Bukanlah waktu yang sebentar untuk bisa melupakan semua kenangan manis kami. Juga bukan waktu yang sedikit, untuk mengobati luka kami masing-masing.

"Aku titip Jingga padamu. Aku percaya sekali, kamu bisa mengurus dan merawatnya tanpa harus aku pesan karena kamu adalah ibu dan istri yang sempurna. Aku adalah suami yang cacat. Kamu pantas mendapatkan pasangan yang lebih baik dari aku. Maafkan aku, Ranti!"

"Mas jangan bilang begitu. Aku juga tidak sesempurna itu. Aku justru berterima kasih karena kamulah yang membentuk karakter kepribadianku selama ini. Aku bisa menjadi wanita kuat karena mas!"

"Yah, karena aku suami yang tegas dan kejam. Yang selalu mendidikmu otoriter dalam segala hal. Hehehe...!"

"Apa rencana mas selanjutnya?"

"Aku? Ya seperti sekarang ini, Ranti. Lelaki matang dengan pekerjaan yang tak jelas dan masa depan suram. Aku pasrah bagaimana Allah saja. Bagaimana denganmu?"

"Aku tetap usaha butik online untuk biaya kehidupanku selanjutnya. Cukuplah untuk kami makan sehari-hari."

"Oiya... Ini uang 5 juta sebagai tanggungjawabku pada Jingga. InsyaAllah aku akan memberikan setiap bulannya. Tapi tak berani janji, nominalnya bisa saja lebih kecil atau lebih besar. Maaf ya, kalau aku bukanlah ayah yang bertanggungjawab!"

"Aku berterimakasih mas masih memikirkan Jingga! Ini lebih dari cukup untuk saat ini. Jingga baru akan butuh biaya sekolah TK tahun depan, mas!"

"Iya. Motor juga mau aku jual. Aku ganti motor kecil dan sisanya bisa buat tambahan modal usahaku. Aku mohon doanya ya, Ranti! Semoga kedepannya usahaku lebih baik dan bisa lebih besar memberi tunjangan hidup Jingga nanti."

"Aamiin...! Lalu bagaimana kehidupanmu dengan Vika, mas?"

"Saat ini aku tak tahu tentang Vika. Terakhir ia menemuiku dilapas dan meminta izin kerja kontrak 2 tahun di Singapura. Aku lost contac dengannya hingga saat ini."

"Beberapa saat lalu akunku ada yang meminta pertemanan. Dan itu ternyata Vika. Maaf aku tidak mengkonfirnya. Nama akunnya Cantika Aurelia. Mungkin mas bisa memulai lagi hubungan yang telah hilang." Aku menelan ludah. Tersenyum getir melihat ketegaran Ranti.

"Terima kasih Ranti! Hari sudah malam, aku pamit ya? Terima kasih untuk semua. InsyaAllah bulan depan aku akan datang lagi berkunjung. Motor Harley-ku kubawa ya?"

"Iya, mas! Hati-hati ya? Jangan ngebut, tetap semangat. Bismillah Allah melancarkan usaha, mas!"

"Aamiin! Allah juga pasti memudahkan usaha butik onlinemu Ranti. Aamiin ya Allah! Boleh kupeluk kamu untuk yang terakhir kali, Ranti?"

"Maaf mas,.. aku menolaknya! Kita sekarang bukan lagi suami istri. Bukan muhrimnya untuk melakukan hal itu. Maaf!"

Aku bangga pada Ranti. Mantan istriku. Betapa ia teguh imannya. Betapa kuat hatinya. Dengan tegas menolak permintaanku yang memang sudah tak lazim lagi.

Airmataku bercucuran sepanjang perjalanan pulang. Kini resmi statusku sebagai duda kesepian. Dimana harus kucari kasih sayang yang tulus dan suci. Tak ada tempat bagiku bersandar dan berkeluh kesah bermanja-manja. Tak ada lagi suara rajukan dan marah-marah perempuan yang berusaha menarik perhatianku.

Diusia matangku yang ke-42 tahun. Dimana sebagian teman-temanku berbahagia dengan pasangan mereka dan anak-anak mereka. Aku hanyalah insan yang menyedihkan dan kesepian.

Akan sampai kapan hidupku terombang-ambing seperti ini didalam kesucian yang mencekam. Hanya Tuhanlah yang tahu jawabannya. Dan kukembalikan semua kesedihanku disetiap sujud baik siang maupun malam. Aku hanya bisa menangis memohon ampunan-Nya.

Ditengah kesedihan yang melandaku, aku bersyukur masih ada orang-orang baik disekelilingku.

Japri, Mul dan juga keluarganya silih berganti menemani hari-hari berjuang bersama membangun usaha sempol ayam dan juga teh thaican.

Alhamdulillah juga usahaku laris manis dan lancar jaya berkah bantuan mereka semua. Bahkan aku juga memperluas usahaku dengan menerima pesanan sempol mentah untuk mereka yang mau memulai usaha berjualan walaupun tidak memiliki modal. Aku bersedia memberikan mereka dagang diawal lalu bayar kemudian.

Walaupun kadang ada kendala karena tak semua orang jujur dan bersungguh-sungguh usaha padaku. Kadang aku harus menerima kerugian. Tapi itulah resiko berdagang. Aku menerimanya dengan keikhlasan. Toh Allah Maha Baik dengan melancarkan usahaku dilain pihak.

Aku lalu ingat kata-kata Ranti tentang akun Vika yang baru. Dengan nama baru pula. Cantika Aurelia.

Dengan mengucap bismillah agar kembali bisa membuka percakapan dengan Vika, aku mulai mencari akun tersebut.

Tak mudah karena banyak nama seperti itu ternyata. Nama yang cantik. Cantika Aurelia.

Aku terkesima pada satu akun yang aku tak bisa berkedip memandangnya. Sebuah akun dengan profil wajah cantik yang tak asing bagiku. Wajah Vika Amelia.

Ku buka dan melihat berandanya. Foto-foto postingannya terlihat begitu elegan dan mewah. Juga dandanan serta pakaiannya. Sepertinya bukan barang murah. Walau tidak ada postingan gambar atau kata yang istimewa. Tapi aku bisa menilai bahwa kehidupannya lebih dari baik. Vika juga terlihat bahagia karena hampir foto-fotonya selalu menunjukkan senyum sumringahnya. Aku bersyukur sekali pada Allah yang telah memberinya kehidupan yang begitu baik.

Aku mengajukan pertemanan padanya. Berharap ia segera meresponku dan kami kembali bisa memulai komunikasi seperti dulu.

Sehari, dua hari.. .tak kunjung dikonfirnya akunku. Aku ingat Ranti pun menerima pertemananku setelah 5 hari berlalu. Kupikir pasti karena kesibukan Vika, iapun akan membuka aksesnya dalam jangka waktu yang lama. Tak apa, aku akan sabar menunggu.

Aku kembali kekesibukanku. Membuat adonan sempol ayam yang semakin laris dipasaran. Alhamdulillah.... Usahaku membuahkan hasil. Ternyata tidak sia-sia dengan tetesan keringat dan airmata. Dengan sekuat tenaga dan hembusan doa-doa. Akhirnya semua berjalan seperti yang kuharapkan.

Aku juga bersyukur perlahan bisa sedikit mengangkat kehidupan orang-orang baik disekitarku. Aku bisa membuka sedikit lapangan pekerjaan bagi mereka yang membutuhkan. Aku berprinsip, membantu sesama dengan tulus ikhlas tanpa pamrih, pasti akan ada balasan walau sekecil zarrah. Setidaknya aku memiliki ketenangan batin. Aku makin dewasa menerima cobaan hidup. Tidak lagi gegabah dan mudah berpuas diri. Tetap dijalan-Nya dan berusaha lebih baik lagi tanpa menyalahkan orang lain apalagi menghakimi.

Aku percaya, setiap orang sudah diberikan jalan dan takdirnya masing-masing. Tak kan tertukar karena Allah Maha Benar.

Bersambung-

1
Lailatul Fadjariyah
bnyak hikmah yg BS kita ambil drcerita ini.bhwa kehidupan spti roda yg berputar..,tp semua tetap akan kembali kpd sang Halik.🙏🙏
Nanik Ismawati
Ranti yg skrg tambh bijak Krn didewasakan oleh pengalaman dan keadaan...skrg Dika yg tambh menyesal
YuWie
yaelahhh..malah salah2 an. laki2 mah klo zina istri yg di salahkan..yg sdh gak seksi lah, yg sdh gak perhatian lah, yg gak dilayani lah... apalagi lg merasa diri mapan..beuhhh
YuWie
dika kie nangisan ough
YuWie
trus klo Vika muncul ntar goyah lagi kamu Dika
YuWie
lagi membayangkan 2 laki2 dewasa yg gagah perkasa menangis...ya opo kuwi suasanane..
ika
byk pelajaran dari crita ini...
hidup bkn hny melulu seneng, tp jg ada sedihnya...
smoga Dika tenang disisiNya...
ika
rasain...
jd laki koq gitu amat...
sapa coba yg g sakit hatinya...
dari awal baca udah greget ma sikap Dika..
ika
karyanya bagus
ika
sakit rasanya...
Cusrita Bachri
sukurin deh...kesel sm laki² model bgini
Rani Ummi
krrennn ranti
‼️n
Walah....pelakot....njengkelke.....nghrrhetke😡😡😡😡
Dep queen
Bom like kU meluncur bubun🥰🥰👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏
Beast Writer
tamat
Fira Ummu Arfi
lanjuttttttt
Fira Ummu Arfi
semangatttt
Kd Aswini Putra
biar Ranti balikan sama mantan suaminya ,demi jingga thor
Kd Aswini Putra
biar Ranti balikan sama mantan suaminya ,demi jingga thor
Kd Aswini Putra
biar Ranti balikan sama mantan suaminya ,demi jingga thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!