"Gak bisa begini. Pokoknya, bagaimana pun caranya, aku harus dapetin perempuan ini dan jadiin dia istriku. Harus!" gumam Ryu dalam hati penuh tekad.
***
"What's!? Kenapa sih ni Dosen satu maksa banget buat gue mau terima dia buat jadi pacarnya!? Aih.." gerutu Arin dalam hati.
***
Lalu, sebenarnya apa sih yang sudah terjadi pada mereka?
Kita coba baca yuk..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Friska Nanda Raisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahan Ayah Tania
“Oh begitu alasannya. Baiklah. Sebenarnya penyewa kamar yang waktu itu bernama,...”
Sion pun menghentikan ucapannya sehingga membuat Tania pun spontan bertanya, “Iya. Namanya siapa?”
Sion pun melihat Yuke dan juga Tania bergantian. Dia merasa ada yang tidak beres dengan dua perempuan yang ada di hadapannya itu.
“Kak, kok kakak gak jadi bilang. Namanya siapa Kak?” tanya Yuke.
Setelah beberapa saat terdiam dan memperhatikan ke dua perempuan di hadapannya, Sion pun sambil tersenyum dalam hatinya ini pun kemudian menjawab, “Namanya Ryu.”
“Apa!? Ryu!?” teriak spontan Yuke dan Tania.
Sion pun mengangguk dan Tania pun bertanya, “Maksudnya Ryu Ardian?”
Sambil mengangguk, Sion pun berkata, “Yup. Benar sekali. Dia orangnya.”
Mendengar jawaban Sion seperti itu, membuat Yuke dan juga Tania pun menjadi syok.
Sementara itu, Sion yang melihat ke duanya memasang ekspresi wajah seperti itu pun dalam hatinya bergumam, “Ternyata memang ada yang tidak beres. Tapi... tunggu dulu. Kalau diingat-ingat berarti perempuan yang sedang hamil waktu itu... ternyata dia yang bersama Ryu.”
Sion awalnya tidak tahu kalau Arin lha sosok perempuan yang saat itu sengaja dia tempatkan di kamar Ryu.
Walau dirinya sudah pernah bertemu dengan Arin dan Ryu pun sudah pernah bilang kalau dirinya sudah melakukan beberapa kali dengan seorang perempuan, tapi Sion sama sekali tidak tahu kalau orang yang di malam itu adalah Arin.
“Haisss.. bodohnya gue,” gumamnya dalam hati.
Sementara itu di saat yang bersamaan, Tania pun bergumam dalam hati, “Aku harus segera memisahkan mereka. Bagaimana pun caranya. Sebelum Ryu dan Arin menyadari kalau anak itu anak Ryu.”
Sedangkan Yuke dalam hatinya bergumam, “Waduh. Beruntung banget tuh Arin. Tahu-tahu bisa sekamar dengan orang seperti Tuan Ardian. Aku harus memberi tahu Mama soal ini.”
Mereka pun larut dalam pikiran mereka masing-masing hingga kemudian..
Dengan pura-pura tidak mengerti, Sion pun bertanya, “Memangnya kenapa dengan hal itu?”
Mendengar pertanyaan Sion, membuat mereka pun tersadar dan salah satu dari mereka, yaitu Yuke pun menjawab, “Oh. Gak ada apa-apa kok Kak.”
“Oh,” ucap Sion singkat namun masih memperhatikan gerak-gerik ke duanya.
***
Siang harinya, setelah Tania tahu akan kenyataan siapa Ayah dari anak dalam kandungan Arin, Tania pun langsung bergegas menemui orang tuanya.
Setelah sampai di rumah, dengan suasana hati yang kesal dan juga khawatir, Tania pun langsung melangkahkan kakinya mencari Ayahnya.
Hingga beberapa saat kemudian...
“Yah, aku cari Ayah ke mana-mana ternyata Ayah ada di sini,” ucap Tania.
“Emangnya ayah bisa ke mana, Tan!? Ada apa? Bagaimana hubunganmu dengan Ryu? Ayah dengar dari Ibumu kalau kamu menginap di rumahnya,” tanya Ayah Tania.
Untuk sesaat Tania terdiam sejenak setelah mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Ayahnya.
Namun itu tidak berlangsung lama, sebab setelah beberapa saat kemudian tanpa menjawab pertanyaan Ayahnya, Tania pun menjawab, “Yah, ada hal yang mau aku sampaikan.”
“Hmm. Apa itu?” tanya Ayah Tania.
“Yah, sepertinya Ryu ada keinginan untuk membatalkan rencana pertunangan itu deh,” ucap Tania.
“Dibatalkan!? Kenapa bisa begitu?” tanya Ayah Tania terkejut.
“Iya, Yah. Itu karena saat ini Ryu sedang dekat dengan seorang perempuan,” sahut Tania.
“Dekat!? Dekat bagaimana!? Bukannya yang seharusnya jadi pacarnya dan tunangannya itu kamu!?” ucap Ayah Tania emosi.
“Mau bagaimana lagi, Yah. Ryu sepertinya merasa kasihan dengan perempuan tersebut. Soalnya perempuan tersebut itu adalah salah satu jadi pembantu yang ada di rumahnya dan sekarang dia sedang hamil. Jadi Ryu tidak tega dan ada keinginan untuk menikahi wanita itu,” jelas Tania panjang dan lebar.
“Apa!? Gak bisa! Enak aja. Hanya demi seorang pembantu yang sedang hamil, dia rela meninggalkanmu!?” ucap Ayah Tania tambah emosi.
“Ayo! Sekarang kita segera ke rumah keluarga Ardian. Kita harus bicarakan soal ini,” ucap Ayah Tania yang kemudian bergegas bersiap-siap menuju ke rumah Kakek Ardi.
Tania yang melihat respons dari Ayahnya seperti ini pun tersenyum dengan senyuman sinis serta dalam hati pun bergumam, “Rasakan kamu, Arin! Setelah ini, kita akan tahu sebenarnya siapa yang pantas menjadi nyonya di keluarga Ardian.”
***
Sore harinya di rumah keluarga Kakek Ardi...
Kakek Ardi dan Nenek Indah yang kala itu sedang kedatangan seorang tamu ini pun terkejut dengan bunyi ketukan pintu rumah yang seperti sedang tergesa-gesa.
Karena merasa tidak memiliki urusan, tamu Kakek Ardi tersebut pun meminta ijin untuk masuk ke dalam kamarnya dengan di antar oleh Nenek Indah karena memang dia dalam posisi baru datang dan memutuskan untuk menginap.
Setelah tamu Kakek Ardi sudah masuk ke dalam kamarnya, Kakek pun membukakan pintu rumahnya dan...
“Oh, Bapak dan Ibunya Tania dan juga Tania. Silakan masuk,” ucap Kakek Ardi sopan.
Dengan langkah yang sedikit angkuh, keluarga Tania dan Tania pun masuk ke dalam.
Setelah dipastikan semua sudah berada di dalam, Kakek Ardi pun meminta asisten rumah tangga untuk mengambilkan minuman dan memberitahu Nenek soal kedatangan keluarga Tania.
Setelah memerintahkan asisten rumah tangganya tersebut, Kakek Ardi pun kemudian bertanya, “Maaf. Kalau boleh tahu, kalian ada apa ya tiba-tiba datang ke sini?”
“Ok. Berhubung kita udah sampai di sini, jadinya gak usah banyak basa-basi lagi. Kami ke sini untuk membahas soal perjodohan antara Tania dan Ryu. Bagaimana kalau kita segera majukan saja pertunangan mereka!?” ucap Ayah Tania to the point.
Kakek yang mendengar ucapan Ayah Tania seperti itu pun sontak terkejut dan kemudian langsung berkata, “Oh soal itu. Bagaimana kalau kita minta untuk Ryu juga datang ke sini.”
“Baik. Itu jauh lebih baik,” sahut Ayahnya Tania.
“Ya sudah, kalian tunggu sebentar di sini dan silakan di minum. Aku akan coba hubungi Ryu dulu,” ucap Kakek Ardi yang kemudian diangguki oleh keluarga Tania.
Kakek Ardi pun langsung masuk ke dalam dan melangkahkan kakinya menuju ruang belajar. Di sana dia langsung mengambil ponselnya dan kemudian menghubungi Ryu.
“Yu,” ucap Kakek.
“Iya Kek,” sahut Ryu.
“Gawat, Yu. Tania ternyata lebih cepat dalam bertindak,” ucap Kakek Ardi.
“Maksud Kakek?” tanya Ryu.
“Itu, Yu. Tania mengajak Keluarganya untuk membahas soal pertunangan kalian. Bagaimana ini? Mana kita belum bisa nyerahin bukti soal kamu yang merupakan anak dalam kandungan Arin,” ucap Kakek Ardi.
Mendengar ucapan Kakek, Ryu pun terdiam sejenak dan kemudian berkata, “Kek, Kakek tenang aja. Aku akan ke sana.”
“Baik, Yu. Kakek tunggu,” ucap Kakek Ardi.
“Iya, Kek.”
Telepon pun diakhiri dan Kakek pun kembali menemui keluarga Tania untuk mengulur waktu sampai Ryu datang.
Sementara itu, di saat yang bersamaan di rumah Ryu...
Arin yang saat itu ternyata sedang memakan camilannya sambil menonton televisi ini pun bertanya, “Ada apa, Pak?”
“Aku harus ke rumah Kakek sekarang, Rin. Kamu di rumah aja ya,” ucap Ryu.
Mendengar ucapan Ryu, entah mengapa mendadak hati kecil Arin ingin sekali ikut Ryu.
“Gak mau. Aku mau ikut aja,” ucap Arin.
“Jangan ya. Ini demi kamu. Kamu di rumah aja,” pinta Ryu.
“Gak mau. Pokoknya aku mau ikut. Titik!”
Bersambung...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Tingkahmu melebihi majikan yang menggajimu.
ap gk ad cctv to dirumahmu ryu biar kamu tau perlakuan weni ke arin tu kek gimana
lanjut
lanjut
lanjut
lanjut