NovelToon NovelToon
Ritual Bunga Kantil

Ritual Bunga Kantil

Status: tamat
Genre:Spiritual / Horor / Tamat
Popularitas:203k
Nilai: 5
Nama Author: Meylani Putri Putti

Keling, begitulah orang menyebut Lastri. Bukan hanya itu, kata hinaan kerap terlontar untuk Lastri rasa sakit, kecewa, serta merasa tidak berguna.
Hal itu membuatnya menerima ajakan Nilam untuk memasang susuk serta ritual agar ia bisa menjadi cantik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meylani Putri Putti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayu Si Psikopat

Kedekatan Ayu dan Azlan semakin erat, mereka sering menghabiskan watu berdua, bukan hanya itu saja Azlan juga sering membelikan barang-barang mewah untuk Nilam.

“Azlan aku main ke ruamah ya. Aku bosan nih,” ucap Ayu saat di dalam mobil Azlan.

“Boleh aja.”

“Asikk!” ucap Ayu girang.

Saat di perjalanan Azlan menyempatkan diri mengirim pesan kepada Emir agar datang ke rumahnya.

Sesampainya di rumah Azlan dan Ayu pun masuk dan duduk santai di sofa.

“Rumah kamu gede banget. Aku tinggal sendirian di sini?” tanya Ayu.

“Nggak juga, ada mbok Tini, mang didin, dan beberapa penjaga.”

“Orang tua kamu dimana?” tanya Ayu.

“Di luar negeri. Mereka mengurus bisnisnya di sana.”

Mereka berdua duduk santai sambil berbincang ringan hingga Emir tiba-tiba masuk ke rumah Azlan.

“Ayu? Kamu ngapain di sini tumben,” ucap Emir.

“Kalian berdua temenan?” tanya Ayu.

“Ya bisa dibilang begitu.”

Emir mulai menunjukkan sikap tidak sukanya terhadap Azlan dan juga Ayu.

“Azlan apa maksud kamu? Bukannya kamu-“ ucapan Emir tepotong.

“Siapa? Lastri? Ayolah Emir Lastri itu bukan siapa-siapa gimana bisa aku sama dia?” Azlan terkekeh tertawa.

“Kamu bener-bener brengsek Azlan!” umpat Emir.

“Kenapa kamu marah banget sih Emir?” tanya Ayu.

“Aku nggak nyangka kamu se biadab ini Azlan. Seharusnya dari awal aku nggak mempercayaimu!”

Emir pergi meninggalkan Azlan dan juga Ayu.

“Kenapa sih aneh banget,” ucap Ayu yang melihat sikap Emir.

“Udahlah lupakan.”

“Azlan apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Emir marah banget dan menyebut nama Lastri.

“Dia suka sama Lastri tapi Lastrinya suka sama aku.” tutur Azlan.

“Ha-ha-ha,” Ayu tertawa geli.

“Aku numpang ke toilet ya.”

“Ya udah silahkan.”

Saat Ayu pergi ke toilet Emir tiba-tiba muncul. Kebetulan HP ayu tertinggal di atas meja.

“Ayo cepetan! Duitku udah habis banyak!” ucap Azlan.

“Sabar! Kamu tahan dulu dia aku butuh waktu beberapa menit!” ucap Emir yang tengah sibuk mengutak atik HP Ayu.

“Tenang mbok Tini sudah aku suruh untuk mengunci kamar madi dari luar.”

“Nggak salah memang. Setidaknya kamu lebih cerdik dari Gunawan,” puji Azlan.

Emir dengan cepat membuka apliksi chat milik Ayu dan mulai menyadapnya menggunakan laptop yang ia bawa.

Lalu ia memasang sebuah aplikasi agar dia bisa terus melacak keberadaan Ayu.

“Ini aman kan? Dia nggak bakalan sadar kalau kita menyadap HP-nya?” tanya Azlan.

“Aman tenang aja.”

Tidak lama suara Ayu terdengar berteriak di kamar mandi.

“Azlan! Tolong pintunya macet!” teriak Ayu.

“Sudah belum?” tanya Azlan kepada Emir.

“Sudah.”

Azlan menaruh Hp Ayu ke tempat semula dan berpura-pura membuka pintu kamar mandi.

“Kok pintunya macet sih?” tanya Ayu.

“Sepertinya besok aku harus panggil tukang untuk memperbaiki pintu ini,” ucap Azlan.

“Ya sudah aku pulang aja deh.” Ucap Ayu.

“Kamu mau pulang? Ya sudah aku antar.”

Azlan mengambil kunci mobil dan berjalan menuju pintu sementara Emir sedari tadi sudah berada di dapur bersembunyi agar tidak ketahuan oleh Ayu.

Azlan melaju menuju rumah Ayu, di perjalanan Ayu mulai menagih sesuatu kepada Azlan.

“Azlan aku kemarin lihat sepatu bagus banget. Besok kita ke sana ya,” ajak Ayu.

“Oke besok kita ke sana.”

Mereka pun tiba di rumah Ayu, ayu keluar mobil sambil membawa beberapa paper bag yang isinya tas dan juga barang branded.

“Makasih ya kamu sudah mau belikan ini buat aku,” ucap Ayu.

“Iya sama-sama. Aku pulang dulu.”

Azlan menutup kaca mobilnya dan bergegas menuju rumahnya karena di sana Emir sudah menunggunya.

Sesampainya di rumah Azlan melihat Emir tengah sibuk memandangi laptopnya.

“Gimana ada dapat petunjuk nggak?” tanya Azlan.

“Banyak!” sahut Emir.

“Mana sini coba liat,” Azlan duduk di sofa.

Mereka berdua sangat serius melihat isi dari aplikasi chat milik Ayu bahkan mereka dibuat tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.

“Gila dia psikopat!” ucap Emir.

“Bahkan dia punya grubnya di sini,” ucap Azlan.

“Bagaimana bisa Lastri berteman begitu lama dengan wanita psikopat seperti dia.”

“Harusnya kita fokus pada Ayu dari awal bukan Nilam,” ucap Azlan.

“Ini pertama kalinya aku tahu ada perkumpulan semacam ini.”

Emir terus mengumpat melihat isi chat Ayu, hingga ada satu orang yang mengirimkan chat kepada Ayu yaitu Nilam.

“Bukannya dia udah di penjara?” Emir terkejut.

“Aku nggak ngerti kenapa bisa dia berhubungan dengan Ayu kecuali ada yang membebaskannya secara diam-diam,” ucap Azlan.

Mereka berdua terus memantau aktivitas Ayu dan Nilam saat saling berkirim pesan bahkan saat menerima telepon hingga larut malam.

Mereka berdua terus terjaga hingga mereka melihat jika Ayu dan Nilam membuat janji untuk bertemu saat Ayu pulang bekerja.

“Kita ikuti mereka, jangan sampai lolos!” ucap Azlan.

“Jadi gimana kita menyamar lagi?”

“Ya mau gimana lagi,” sahut Azlan.

Hingga pagi harinya mereka terus memantau Ayu namun masih belum ada pergerakan mencurigakan. Sore harinya Azlan dan Emir mendatangi tempat janjian Ayu dan Nilam.

Mereka datang terlebih dahulu sebelum kedatangan Ayu dan Nilam. Dari kejauhan sebuah mobil matik masuk ke area parkiran.

“Tuh dia datang,” ucap Emir.

“Dia beneran sama Nilam. Sialan kenapa dia bisa berkeliaran bebas?” sambung Emir.

“Udah kamu diam dulu nanti kita ketahuan!”

Nilan dan Ayu berjalan masuk dan duduk di dekat Azlan dan juga Emir. Sambil menikmati makanan mereka terus memasang kuping.

“Ah ... Untungnya aku bisa bebas!” ucap Nilam senang.

“Kamu berhutang banyak sama aku,” sahut Ayu.

“Semua gara-gara Melinda sialan itu. Harusnya aku membuang dia jauh-jauh atau aku buang saja mayatnya ke jurang.”

“Bagaimana dengan permintaanku kemarin?” tanya Ayu.

“Kamu beberan mau numbalin Lastri?” tanya Nilam.

“Ya. Biar semuanya impas, ibunya sudah membusuk di kuburan sekarang tinggal dia. Dia masih perawan susah mencarinya. Dari pada aku bunuh begitu saja, lebih baik untuk tumbal persembahan ku selanjutnya” tutur Ayu.

“Pelanin sedikit suaramu itu Ayu!” tegur Nilam.

“Nggak usah takut. Jika ada yang mendengar mereka pasti menganggapku gila!” sahut Ayu.

“Kamu nggak lihat di belakangku ada orang!”

“Kamu nggak lihat kupingnya, mereka berdua pakai earphone!” sahut Ayu.

Azlan dan Emir sengaja memasang earphone di kuping mereka agar Ayu mengira mereka tidak mendengar pembicaraannya dengan Nilam. Emir pun sengaja menggoyang-goyangkan tubuhnya seperti sedang mendengarkan musik.

Sebenarnya Azlan dan Emir sangat marah dengan ucapan yang dilontarkan Ayu terlihat dari wajah mereka yang memerah. Namun, mau tidak mau mereka harus menahannya.

“Aku penasaran kenapa kamu dendam banget sama Lastri, padahal waktu SMA kalian sahabatan,” tanya Nilam.

“Itu hanya akting,” sahut Ayu.

“Maksud kamu?”

“Ya semua itu palsu. Aku hanya berpura-pura jadi sahabatnya. Agar mudah mendekatinya,” sahut Ayu.

“Akibat ulah bapaknya Lastri sialan itu orang tuaku meninggal.”

“Bapak Lastri?

“Ceritanya panjang udah lah aku nggak mau bahas!” ucap Ayu.

'Sialan padahal aku pengen tahu,' gumam Emir dalam hati.

“Ayo kita pulang!” ucap Azlan sambil membuka earphone Emir.

Tanpa berkata apa pun Emir mengikuti Azlan lalu masuk ke dalam mobil.

Saat di dalam mobil mereka berdua terdiam, mereka tidak menyangka jika bisa terjadi hal sepeti itu. Mereka juga memikirkan Lastri yang saat ini sedang terancam.

“Gimana?” tanya Emir.

“Kita ikuti dulu perkembangan mereka. Kita jangan gegabah,” sahut Azlan.

“Untung saja aku tidak tertarik dengan Ayu. Dulu dia sempat dekatin aku tapi aku slow respon,” ucap Emir.

“Iya tapi sekarang aku harus merelakan waktu dan uangku untuknya demi rencana kita.”

“Kamu tahan aja dulu. Duitmu kan banyak anggap aja lagi sedekah,” ucap Emir.

“Kamu nggak tahu dia sekali belanja habis ratusan juta!” sahut Azlan kesal.

Bersambung dulu gengs jangan lupa dukungannya ya 🙏 terimakasih.

1
Antoni Indri
seru ceritanya...
bagas muhammad
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
bagas muhammad
apa lastri melangar pantangan.di teror terus
Dwi Ratih
ceritanya bagus singkat GK bertele2 aku suka sekali
👑Meylani Putri Putti: makasi kk 🥰
total 1 replies
Ajeng Sripungga
Luar biasa
Krisna Adhi
/Facepalm//Facepalm/
siscapucinoo
ayu nih
Santi Rizal
good... mksh Thor
Santi Rizal
syukurlah Lastri selamat
Santi Rizal
makin seru dan menegangkan
Santi Rizal
sereeerrm Thor
Santi Rizal
tegang banget nih
Santi Rizal
lumayan deh ga terlalu horor...ada ngakakny
Santi Rizal
seperti nya ayu pelakunya
Santi Rizal
msh banyak keganjilan...othor bisa banget bikin penasaran
Santi Rizal
kok JD serem iihh
Santi Rizal
ternyata Nilam jahat
Santi Rizal
apa karena susuk Lastri JD di teror mahluk astral
Santi Rizal
Lastri polos banget
Santi Rizal
bullying sangat berpengaruh PD mental seseorang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!