Sejak ia masih kecil, ia ingin sekali menyelesaikan pendidikan tinggi menjadi dokter, lalu menikah. Tapi sekarang kebalikannya, ia dijodohkan saat masih menduduki bangku SMK kelas 11.
gimana penasaran kan sama ceritanya? biar ga penasaran mending dibaca><
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sitifauzia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dikejar om ceo posesif, Bab35
hampir keguguran
sesampainya dirumah sakit, zia langsung dimasukkan kedalam ruangan IGD. Setelah menunggu lima belas menit, dokter pun keluar dari ruangan tersebut
"gimana keadaan teman saya dok?" tanya rangga panik
"alhamdulilah, janin didalam perutnya sudah stabil. Kalau kalian telat lima menit membawa pasien kesini, mungkin, janinnya tidak bisa terselamatkan" ucap dokter itu
"syukurlah" ucap runi dan mona serentak
"kami bisa melihat dok?" tanya rangga
"bisa, tapi tunggu pasien di pindahkan keruangan ya. Kalau begitu saya permisi" ucap dokter itu
"terima kasih dok" jawab ketiganya
"sama sama" ucap dokter itu kemudian berlalu
tak lama kemudian, ponsel Rangga berbunyi dan ia cepat cepat mengangkat nya
"halo" ucap rangga
"halo, gimana keadaan zia?" tanya iqbal
"sudah baik bang. Janinnya juga selamat" ucap rangga
"Alhamdulillah. Sebentar lagi abang sampai. Tunggu ya" ucap Iqbal
"iya bang" jawab rangga kemudian mematikan sambungan teleponnya. Setelah menunggu lima menit, akhirnya zia dipindahkan keruangannya
"pasien atas nama Siti Fauzia bimono diruangan mana ya sus?" tanya sanita panik
"diruangan melati vip1 dilantai 6 nyonya" jawab suster
"baik, terima kasih sus" ucap sanita kemudian pergi keruangan zia. Sesampainya diruangan itu, sanita langsung masuk diikuti iqbal
ceklek
"sayanggg" ucap sanita berlari menghampiri zia dan memeluknya
"syukurlah janin kamu selamat nak" ucap sanita
"iyaa ma" jawab zia
"kenapa lebam hmm?" tanya iqbal saat mengetahui pipi mulus sang adik sudah lebam
kemudian zia melihat kearah rangga dan iqbal sudah mengerti akan hal itu
"baiklah, nanti abang yang nanya kerangga saja" ucap iqbal
"kalian sudah makan?" tanya sanita
"sudah tante" jawab ketiganya
"syukurlah" ucap sanita
"maaa" panggil zia
"ya sayang? mau apa?" tanya sanita
"lapar" jawab zia
sanitapun akhirnya mengambilkan mapan yang berisi makanan
"gak mau itu maa" jawab zia merengek
"kenapa?" tanya sanita
"gak enak" jawab zia
"baiklah kalau begitu, biar abang yang belikkan nasi Padang ya dikantin" ucap iqbal
"yeyyy, makasih abangg" jawab zia kegirangan
"bang, biar rangga aja. Sekalian rangga pengen beli juga" ucap rangga
"baiklah" jawab iqbal
kemudian rangga berlalu dari ruangan itu dan menuju kekantin, setelah membeli ia tak sengaja melihat fandi berjalan keruangan mawar vip1
'itu kan bukan ruangan zia, ngapain dia kesitu' batin rangga kemudian mengikuti fandi. Dan saat sampai didepan ruangan itu, Rangga pun langsung membuka pintunya dan melihat Fandi yang sedang mengelus rambut seseorang yaitu refa
"wahhhh wahh wahhh" ucap rangga saat bertepuk tangan
"ck, ternyata kaya gini ya kelakuan elu dibelakang. Zia hampir saja keguguran gara gara elu. Dan elu?? enak enakan disini sama wanita lain" ucap rangga tersenyum samar
"apa? zia hampir keguguran?" tanya fandi
"hehh, tidak usah pura pura khawatir seperti ituu" ucap rangga semakin panas
"sekarang dimana ruangan zia?" tanya fandi
"gue gatau. Lagian elu ngapain juga nemuin zia?? zia jugak gak mengharap kehadiran andaa!!" ucap rangga kemudian berlalu dari ruangan itu dan menutup pintunya keras
"fann" ucap refa, Fandi pun melihat kebelakang
"maaf ya fan, gara gara aku kamu jadi kaya gini" ucap refa memelas lalu ditinggal Fandi begitu saja. fandi pun kemduian menuju keruang resepsionis
"ruangan atas nama Siti Fauzia binomo dimana?" tanya fandi
"diruangan melati vip1 lantai 6 tuan" ucap suster
saat mengetahui zia diruangan itu, Fandi pun bergegas menuju kesana
ceklek
pintu ruangan zia terbuka dan memperlihatkan Fandi kemudian fandi berlari menemui zia
"sayangg" ucap fandi kemudian memegang tangan Zia dan langsung dilepas kasar oleh zia
"ngapain kamu kesini? belum puas menyakiti putri saya? belum puas?" tanya Aditya yang duduk disofa
"mending kamu pergi aja mas. Aku udah muak lihat muka kamu" ucap zia
"maaf" ucap fandi
"ck, aku udah muak mendengar kata maaf dari kamu mas. Muak bangett!!!! aku cape mas capee!!!" ucap zia bentak seraya mengeluarkan air matanya
"sayangg" ucap sanita memeluk tubuh zia dengan erat
"pergi" ucap Iqbal tegas
"tapi bang, aku berhak melihat zia. Zia itu istri aku!!" ucap fandi
"istri? ck, kalau memang kamu masih menganggap adik saya sebagai istri kamu. Lantas mengapa kamu menjaga wanita lain? dan memilih untuk pergi bersama wanita itu dan meninggalkan adik saya sendirian" ucap Iqbal
"waktu itu saya melihat refa kesakitan dijalan dan saya membawa dia kerumah sakit dan saya meninggalkan zia karna refa sudah tidak kuat lagi menahan sakit" ucap fandi
"masih membela wanita lain rupanya" ucap Iqbal tersenyum samar
"sekarang saya minta, kamu pergi dari hadapan saya juga adik saya. Jangan pernah lagi menemui adik saya!!" ucap Iqbal tegas
"tidak!! saya bakal menemui zia karna zia itu istri saya dan anak yang dikandung zia itu anak saya!! darah daging sayaa!!" ucap fandi
"kamu tidak bisa menemui zia karna saya bakal bawa zia pergi dari hadapan kamu!!" ucap aditya yang berdiri dari duduknya
"tidakk, papa tidak bisa membawa seenaknya. Karna zia itu masih istri saya dan saya yang berhak memberikan izin atau tidak!" ucap fandi
"dan sayaaa....saya papanya!! saya tidak rela kalau anak saya terus disakiti sama orang egois seperti kamu" ucap aditya
"sekarang saya minta kamu pergi dari sini" ucap aditya tegas
"tidakk" jawab fandi
"pengawal" panggil aditya
"ya tuan" ucap pengawal itu
"seret orang ini pergi dari hadapan sayaa" ucap aditya
"baik tua" jawab pengawal itu lalu kemudian menyeret Fandi pergi dari situ. Saat fandi diseret oleh pengawal papanya itu. Zia pun tak tega
"berhenti!" ucap zia
"tolong jangan perlakukan mas bimo seperti itu" ucap zia kepada pengawal
"baik nona" ucap pengawal kemudian melepaskannya lalu fandi berlari memeluk zia dengan erat
"maafin akuu" ucap fandi
"pergi" ucap zia
"tidakk" jawab fandi menggeleng
"pergi mas" ucap zia
"tidakkk!!" ucap fandi memeluk zia dengan erat
"pergi massss!!!" ucap zia tegas dan fandi pun melepaskan pelukannya lalu berjalan keluar ruangan dengan lesuh meratapi kebodohan nya