NovelToon NovelToon
Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Status: tamat
Genre:Romansa / Time Travel / Perperangan / Kehidupan alternatif / Barat / Tamat
Popularitas:69.4k
Nilai: 5
Nama Author: Arrin Knight

Setelah sekian lama berada di urutan paling akhir Tata Surya Goldinian dan diasingkan oleh para immortal lainnya, Planet Silverian tiba-tiba mendapatkan energi baru, yakni energi gelap yang sangat kuat.
Flerix kemudian menggunakan kesempatan ini untuk menguasai Galaksi Metal. Namun, kelahiran Keira, seorang Crossbreed, menghalangi ambisinya.
Satu per satu rahasia tentang alam semesta dan dirinya sendiri kemudian terkuak, setelah Keira berusaha untuk mencari tahu siapa pelaku yang sudah mengacaukan kehidupannya.
Ia kemudian bertemu dengan seorang Blackerian yang membuatnya tersadar bahwa ada seseorang yang bermain dengan ruang dan waktu di dalam Galaksi Metal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arrin Knight, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Tengah Hutan Planet Bumi

“Kakak? Ada apa?! Mengapa wajahmu tiba-tiba menjadi pucat seperti itu?” tanya Ryena dengan wajah yang terlihat sedikit panik.

Anexta menelan ludahnya sendiri. Kedua matanya melotot tajam sambil masih menatap perut Ryena yang sudah membesar itu.

“Kakak!” seru Ryena lagi.

Jantung sang ratu dari Palladina itu mulai berdetak cepat seiring dengan nafasnya yang juga mulai terasa berat.

“Jadi rupanya inilah yang Flerix inginkan dari Ryena, seorang mesin pembunuh dengan energi gelap yang kuat,” gumamnya dalam hati.

“Kakak! Mengapa kau bersikap seperti itu kepadaku?! Apakah kau sudah tidak lagi ingin bertemu denganku? Mengapa kau menjauhiku? Apakah karena energi cahaya dan energi gelap tidak bisa bersatu?!” tanya Ryena dengan nada tinggi.

Wajah Ryena terlihat sangat kesal. Keringat dingin Anexta bahkan mulai turun mengalir membasahi wajahnya begitu ia mendengar pertanyaan tersebut.

"Ryena, maafkan aku. Namun, ini semua ada kesalahan. Kesalahan yang sangat sangat fatal. Kau adalah seseorang yang pernah menjadi pengendali energi cahaya … dan bayi yang ada di dalam kandunganmu itu … penuh dengan energi gelap yang sangat kuat! Flerix bisa saja menggunakan anak itu sebagai mesin pembunuh suatu saat nanti, Ryena!” teriak Anexta setelah itu.

Setelah mendengar perkataan dari kakaknya barusan, kini wajah Ryena mulai dipenuhi oleh amarah.

"Kakak! Apakah kau sedang mengutuk janinku? Aku pikir kau akan senang atas kehamilanku ini! Aku mengirimkan surat itu kepadamu karena aku ingin sekali bertemu denganmu, dan aku ingin  membuktikan bahwa aku bahagia dan baik-baik saja bersama dengan Flerix! Bukan sikap seperti ini yang kuinginkan ketika aku bertemu denganmu, kakak!” seru Ryena dengan penuh rasa kesal.

“Ryena! Kembalilah menjadi seorang Palladina! Aku akan memberikanmu pil putih yang berisi energi cahaya murni, dan anak itu akan terlahir sebagai seorang Palladina!” teriak Anexta.

Ryena menggelengkan kepalanya, lalu membalas, “Tidak, kakak! Aku ke sini hanya ingin bertemu denganmu, bukan ingin ikut bersamamu untuk kembali menjadi seorang Palladina!”

“Kau tidak mengerti, Ryena! Anak itu akan menjadi mesin pembunuh yang sempurna untuk Flerix dan ambisinya! Kau jangan terlalu polos, adikku sayang. Kau pernah menjadi seorang putri kerajaan, bukan?!” seru Anexta sambil menatap Ryena dengan kedua bola mata yang berkaca-kaca.

Ryena menghela nafas panjang. Ia lalu menggelengkan kepalanya dua kali, kemudian kembali menatap Anexta dengan sorot mata yang tajam.

“Kakak, anak ini, belum lahir saja kau sudah berkata sesuatu yang jelek tentang dirinya! Sudah! Aku tidak mau lagi melihatmu! Seharusnya memang kita harus berpisah selamanya! Aku akan kembali sekarang juga bersama dengan Flerix. Selamat tinggal, kakak!" serunya.

Ryena langsung memalingkan wajahnya dari Anexta, lalu memutar badannya dan berjalan mendekati Flerix yang masih berdiri di samping sebuah pohon besar.

“Kita akan kembali. Aku tidak ingin lagi melihat wajah mereka,” ucap Ryena pelan.

“Jika itu keinginanmu, akan kulakukan, sayang,” bisik Flerix.

Ia lalu meraih tangan kanan Ryena dan menggandengnya erat, lalu melangkah berdampingan untuk menuju ke tempat di mana Silvir sedang terparkir. Anexta hanya bisa terdiam melihat punggung adiknya dan raja dari Silverian itu, yang sedang berjalan sambil bergandengan tangan.

“Sialan! Aku harus merencanakan sesuatu untuk membawa Ryena kembali ke Planet Palladina!” seru Anexta di dalam hatinya.

Wajahnya mendadak berubah menjadi sendu. Ia lalu mengernyitkan dahinya, sambil masih menatap ke depan.

Begitu Ryena dan Flerix sudah tidak terlihat, Xyon kemudian berjalan keluar dari balik pohon besar yang menjadi persembunyiannya dan berlari dengan cepat ke arah Anexta.

Ia lalu berdiri di samping sang ratu sambil memperhatikan wajah Anexta yang terlihat penuh dengan rasa gundah.

"Anak itu. Anak yang ada di dalam kandungan Ryena itu bisa menimbulkan perang antar planet yang lebih besar jika Flerix benar-benar menjadikannya sebagai mesin pembunuh..." ucap Anexta tanpa menoleh ke arah Xyon.

"Yang Mulia, bukankah kita sedang berada di dalam Planet Bumi, dan ini bisa menjadi satu-satunya kesempatan kita untuk merebut kembali Ryena dari tangan mereka?” tanya Xyon.

Anexta mengangguk, “Ya, aku akan segera merencanakan serangan kepada para Silverian itu. Aku akan secepatnya kembali ke perkemahan dan memerintahkan semua prajurit untuk menyerang mereka sekarang juga,” jawabnya.

Ia hendak melangkah untuk kembali ke perkemahan milik Palladina, namun, Xyon tiba-tiba bertanya, “Yang Mulia, bukankah serangan secepat itu sangat gegabah sekali?”

Anexta langsung menghentikan langkahnya, lalu ia menoleh ke samping, dan menatap Xyon dengan raut wajah yang serius. Ia kemudian menghela nafas panjang dan berusaha untuk berpikir sebentar.

"Jenderal Senior Xyon, kalau begitu, ikutilah mereka berdua, dan cari tahu apa yang akan terjadi setelah ini, sementara aku akan kembali menuju ke perkemahan, dan merencanakan sesuatu dengan empat jenderal lainnya. Segera kembali dan laporkan kepadaku semua yang kau lihat di sana," ucap Anexta.

Xyon langsung mengangguk, “Baik, Yang Mulia,” balasnya.

Ia mulai berlari menuju ke arah yang mungkin sudah dilewati oleh Ryena dan Flerix barusan, sementara Anexta berlari ke arah yang berlawanan, untuk kembali ke perkemahannya.

Setelah berlari untuk beberapa saat hingga semakin masuk ke dalam hutan, Xyon akhirnya melihat dua orang pria dan wanita yang sedang berjalan sambil bergandengan tangan, mendekati sebuah pesawat luar angkasa yang sedang terparkir tepat di depan mereka.

Xyon langsung memperlambat langkahnya dan mulai menyembunyikan dirinya di balik sebuah pohon besar dengan semak-semak tinggi di sekitarnya, sambil memperhatikan pria dan wanita itu dari jarak yang tidak terlalu jauh.

Pria dan wanita itu adalah Flerix dan Ryena yang sama sekali tidak menyadari bahwa Xyon sedang bersembunyi di belakang sambil mengawasi gerak-gerik mereka.

Ryena lalu menghentikan langkahnya tepat di depan moncong Silvir, dan mulai menunjukkan kekesalannya sambil berseru, "Mengapa sampai sekarang pun, kakak tidak bisa memercayaiku? Mengapa ia tega sekali berkata seperti itu? Aku hanya ingin bertemu dengannya, dan aku juga ingin agar ia mendukungku hingga anak ini lahir dengan selamat dan sehat. Namun, mengapa ia bisa mengatakan hal jelek seperti itu!?"

“Aku sudah berkata kepadamu sebelum kita pergi ke sini untuk menemui mereka, bahwa kakakmu pasti tidak akan menyukai hal ini,” ucap Flerix.

“Aku kira kakak akan berubah pikiran begitu ia menerima surat itu, dengan wajahku yang terlihat bahagia di sana,” balas Ryena.

Air matanya mulai mengalir membasahi wajahnya, namun, tiba-tiba saja, ia merasa perutnya sangat sakit.

“Ah!” desahnya sambil mulai memegang perutnya.

Tubuhnya tiba-tiba terasa lemas, dan ia mulai berlutut perlahan-lahan di atas tanah.

“Ryena! Ryena” seru Flerix yang mendadak terkejut dengan sikap Ryena barusan.

Ia dengan cepat ikut berlutut sambil menahan tubuh Ryena dengan dadanya.

“Sakit, sakit! Perutku terasa sangat sakit! Flerix!” teriak Ryena.

Rasa sakit yang teramat sangat itu kini mulai semakin terasa dari dada hingga ke pinggangnya. Ryena mulai merasakan kontraksi. Keringat dingin Flerix mulai mengalir membasahi wajahnya.

Ia kemudian melirik ke sana dan ke mari, sambil berteriak, "Pelayan! Pelayan! Siapapun itu, cepat kemari! Dovrix! Dovrix!”

1
Mr. Wilhelm
Ughhh ... Keknya bakal lebih bagus chapter awal kenalin kita MCnya dan karakterisasi dia dripada WB seabreg kek gini. Bnyak bnget informasi yg disodorin tanpa memberi waktu reader buat cerna, apa sih premis dari novel ini
Mr. Wilhelm
Ughhh pusing aku chapter pertama langsung dikasih wb seabreg /Drowsy/
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤
mirip seperti plugo, ini ceritanya kyk nya lumyn menarik.. tapi sayangnya tidak di lanjot
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤: pluto*
total 1 replies
Pengembara Virtual
mak tolong tempat tinggal ku mahu di seranngg
Arrin Knight: SERAAAANGGG!!!

*bawa pedang*
*bambu runcing*
total 1 replies
Pengembara Virtual
Apa mungkin 'dulu' ada sesuatu yang membuat para hadirin jadi terintimidasi dan segan, aku mikirnya malah pemimpin planet palladian dlu itu sangat mendominasi seperti diktat*r 🗿
Arrin Knight: Ada, di bab Masa Lalu nanti saya ceritakan.
✌️
total 1 replies
Pengembara Virtual
Aku tidak ingin ada perang berdarah lainnya pembunuh itu diundang.. 🤔
Arrin Knight: Kan asik perang brdrh terus, Kak.
😹
total 1 replies
Ca Aa
Makasih buat up-nya hari ini, semoga besok masih diberikan umur buat baca bab selanjutnya ❤
Arrin Knight: Saya doakan yg terbaik utk kamu ♥️♥️
total 1 replies
Pengembara Virtual
jadi keinget om om kumis kotak
Arrin Knight: KUMIS KOTAK AKWOOWKOWKWOWKWKWK 😹😹😹
total 1 replies
Pengembara Virtual
Arena.. hmm?
Arrin Knight: Aduh, namanya jangan dibalik dong 😹😹😹😹
total 1 replies
Nori^
🤟🤟🤟🤟
Nori^: Pulu Pulu Pulu Pulu Pulu
total 2 replies
Ca Aa
Thanks buat update-nya hari ini. Makasih udah nemenin lemburku dengan bab baru iniii
Arrin Knight: Kamu kok lembur mulu?
Waduh~

Terima kasih sudah membaca, Qaqa~
total 1 replies
Ca Aa
Makasih udah up 3 bab
Arrin Knight: Mulai besok aja, deh.
Pengen cepet dikelarin.
😹
total 1 replies
Ca Aa
Telat lagi buat baca, nih gara-gara lembur. Astaga naga🔥
Arrin Knight: Baca bisa kapan aja, Kak.
Asal rebahan.

😹
total 1 replies
Ca Aa
Nah, sampai sini, saya udah penasaran. Jadi, semoga besok khilaf update 3 bab💗
Ca Aa: Kembali tidur ajaa
total 2 replies
Ca Aa
Bukan KAI kan? jajaja
Arrin Knight: OAKAWOKAOWKWOWKWKWKWK ASTOGE 😹😹😹

Ini saya riset dari Jepang, mereka mau bikin, loh.
total 1 replies
Ca Aa
Hmm
Arrin Knight: Mari ngopi, Kak.
☕☕☕
total 1 replies
Ca Aa
Aih, gemesnyaa
Ca Aa: Bener
total 2 replies
Ca Aa
Baru pulang kerja, aih, lembur karena atasan saya yang agak syalan. Menyebalkan.

Btw, makasih udah up 3 bab
Arrin Knight: Tampaknya setelah ini, saya hiatus dulu, mau menikmati ranjang.
😹😹
total 3 replies
Ca Aa
Aku kira hari minggu bakal libur update, makasih loh ya, Kak
Arrin Knight: Nak, ini ada 400 bab-an. Kalau saya gak update, bisa capek itu karakter saya nungguin konflik selanjutnya.
😹😹😹😹

Lupa harusnya tadi pagi update.
total 1 replies
Ca Aa
Iya, itu kesalahan kamu.
Arrin Knight: Aowkwowkwowkkwkwk 😹😹😹
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!