Selma adalah seorang janda dengan 3 orang anak. Dia berkerja di sebuah perusahaan swasta yg hampir bangkrut..
Dengan gaji pas-pasan dia berusaha mencukupi kebutuhan sekolah dan hari-hari mereka.. Tapi di kantor sudah tersebar surat edaran bahwa akan ada pengurangan karyawan,dia harap itu bukan dirinya. Karna jika itu dia,maka dia tidak tau harus bekerja apa lagi,di kota sebesar ini mencari pekerjaan bukanlah sesuatu yg mudah. Apalagi mengingat statusnya seorang janda yg memilikki dasar pendidikan yg rendah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Audwibill, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bercanda
Hari sudah pagi. Tetapi Selma maupun Andreas masih tertidur pulas d sofa. Keduanya sama menyandarkan kepala satu sama lain. Hingga matahari mengusik tidur lelap mereka..
Andreas mengeliatkan tubuhnya dan mengusap-usap mukanya,hingga akhirnya menoleh kearah Selma yang masih tertidur. Ia memandangi wajah Selma yang masih menutupkan mata. Ia tertawa kecil hingga membangunkan Selma dari tidurnya. Andeas tersentak melihat Selma yang tiba-tiba membuka mata dan langsung heran melihat Andreas menatap wajahnya..
"Ada apa? Apa aku tidur mengeluarkan air liur?" Tanya Selma yang segera mengusap-usap mukanya..
"Tidak.. kau tidur sangat pulas sampai tidak terganggu dengan matahari yang sudah menyengat dimuka" Jawab Andreas yang segera beranjak dari sofa..
"Aku akan mandi.. kau mandi mandi setelah aku ya.. atau kau ingin mandi berdua dengan ku" goda Andreas yang membuat muka Selma langsung memerah..
"Apa maksudmu" Selma berkata sambil melemparkan bantal kursi kearah Andreas yang membuat Andreas tertawa lepas melihat tingkah Selma yang malu karena ucapannya..
Dengan hati yang puas setelah menggoda Selma,Andreas masuk kekamar mandi dan mandi. Selma yang digoda merasakan gerah di tubuhnya. Tiba-tiba pintu di ketuk dan Selma pun berdiri hendak membukakan pintu,terlihat seorang pelayan di depan pintu kamar sedang berdiri membawa sebuah nampan yang berisi makanan..
"Nona ini sarapan untuk Tuan." kata pelayan tersebut..
"kapan Iyas minta sarapannya?" Selma merasa heran karena sarapan itu di bawa kekamar mereka bukan sarapan bersama di sebuah meja makan..
"Ini sudah menjadi kebiasaan Andreas sedari dulu, jika datang kerumah utama ia pasti meminta sarapannya di bawa kekamar" jawab seorang wanita yang tiba-tiba datang entah dari arah mana,yang tak lain adalah bibi Andreas..
"Oh baiklah kalo begitu" Jawab Selma singkat dan segera mengambil nampan tersebut.
"terimakasih bik" sambil tersenyum Selma kembali menutup pintu kamar..
****
Selma sedang membersihkan kamar, hingga pada akhirnya Andreas keluar dari kamar mandi dengan memakai baju mandi saja. Hal ini kembali membuat muka Selma memerah tak karuan. Andreas tersenyum melihat gelagat yang di tunjukkan Selma kepadanya..
"kenapa muka mu memerah seperti itu?" Andreas kembali menggodanya
"apa? tidak ada yang seperti itu?" jawab Selma mengelak..
"apa ini" Andreas bertanya sambil memegang kedua pipinya..
"lepaskan.. itu tidak memerah.." Tepis Selma
"lalu jika tidak memerah,berarti merona?" Andreas tertawa lepas dan Selma hanya tersenyum sinis..
"Kau tidak perlu malu jika ingin mengakuinya,aku bisa kok menjadi rahasia" Tambah Andreas yang membuat seluruh tubuh Selma menjadi panas..
"kau terlalu banyak bicara omong kosong Iyas,lebih baik kau sarapan sana" Selma mengelak sambil mengarahkan kepalanya ke nampan yang tadi ia letakkan di atas meja..
"Sarapan? apa Sudah datang? tepat sekali aku memang sudah lapar.. hehe.. kau cepatlah bersihkan diri,lalu sarapan bersama"
"jika kau sudah lapar, maka makanlah duluan,aku bisa nanti. Pekerjaanku tanggung,sedikit lagi selesai" jawabnya yang sedari tadi memang merapikan tempat tidur..
Mendengar hal itu,Andreas menarik Selma kearahnya. Yang membuat mereka menempel satu sama lain..
"Iyas apa-apaan kau ini?"
"baiklah jangan mandi,makanlah dulu, aku pun tak bisa menunggu lebih lama lagi"
"aku tidak menyuruhmu menungguku" Selma menjawab sambil melepaskan diri dari tubuh Andreas..
"makanlah,kau sangat keras kepala"
"baiklah jika kau memaksa" Selma tertawa kecil yang di ikuti tawa sinis Andreas yang baru sadar bahwa ia telah dikerjai Oleh Selma..
Mereka menikmati sarapan dengan lahap,sesekali mereka berkomentar tentang rasa dari sarapan tersebut. Selma yang memang hobby memasak lebih banyak berkomentar dan mengoceh sementara Iyas hanya mendengarkan sambil terus menikmati kunyahan demi kunyahan yang ia terima dari sarapan pagi itu. Hingga Selma menyodorkan sesuatu dari tangannya,yang bermaksud ingin menyuapi Andreas. Tetapi suasana malah menjadi canggung.Selma akhirnya mengendurkan tangannya. Andreas yang mengerti maksud Selma segera menarik kembali tangannya dan mengambil makanan yang berada di ujung jari Selma lalu berkomentar..
"iya kau benar,ini sangat lezat" Jawab Andreas mencairkan suasana sementara Selma hanya tersenyum kebingungan harus menyikapinya seperti apa..
Sikap spontan Selma membuat dada Andreas berdetak lebih kencang. Ia tak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Tapi ia tau Selma tidak bermaksud yang lain. Selma hanya terbawa keadaan karena terlalu bersemangat bercerita tantang makanannya..
"Baiklah aku akan membersihkan diri" jawab Selma yang beranjak lalu pergi meninggalkan Andreas..
Andreas melepaskan suapannya dan menghembuskan nafas dengan keras. Seperti sedang mengeluarkan sesuatu yang menganjal d hidungnya. Ia pun bersiap\-siap mengenakan pakaian. Hingga akhirnya Selma keluar kamar mandi dengan Dress yang sudah disiapkan untuknya..
"Iyas.. apakah aku terlihat aneh jika memakain Dress ini?" tanya Selma yang masih saja melihat Dress-nya kadang sesekali menarik kebawah bagian roknya. Andreas hanya terdiam tanpa mengalihakan wajahnya dari cermin yang berada di hadapannya,karena memang ia tidak pernah tertarik untuk mengomentari penampilan orang..
"iyaaaassss.. aku bertanya padamu" kini Selma mengeraskan suaranya yang membuat Andreas menoleh kearahnya..
"apa?" tanya Andreas kebingungan..
"bajuku?" Selma merengek seperti remaja yang tidak di perdulikan kekasihnya..
"kenapa dengan bajumu?" Andreas kembali bertanya..
" apakah pantas aku memakainya? ini terlalu pendek menurutku dan warnanya juga sedikit terang. aku tidak percaya diri memakainya" Selma menjelaskan keadaanya kepada Andreas..
"Kau pantas saja memakainya,dan kenapa harus hilang kepercayaan diri hanya karena sebuah baju,yang terpenting 'kan kau memakai baju" Jawab Andreas sekenanya..
"kau tidak membantu jika menjawab seperti itu" Selma kesal dan kembali memasuki kamar mandi dan berniat mengganti pakaiannya...
"Lalu kau mau aku jawab apa? sedangkan kau sudah menjelaskan tentang keadaan Dress-mu itu?"
"ya seriuslah sedikit ketika seorang bertanya,aku bukan hanya sekedar bertanya,aku meminta bantuanmu" jawab Selma dengan nada kecewa .
"baiklah,Kau cantik memakainya.. ia benar warnanya sedikit cerah,tapi itu tidak masalah. Sekarang apakah kau puas dengan jawabanku?" Andreas balik bertanya. tetapi tak ada jawaban dari Selma..
"Selma." tetap tak ada jawaban,akhirnya Andreas mendekat kepintu kamar mandi sambil mengetuknya..
"Selma,kau mendengarku?" tanya Andreas kembali. Tapi hal yang sama terjadi,ia tak menemui jawaban..
"Selma kau mendengarku?" kali ini Andreas mengeraskan suaranya..
"Selma,jika kau tidak menjawab aku akan mendobrak pintu ini!" kata-kata Andreas terdengar seperti orang yang khawatir. lalu pintupun terbuka..
"kau berteriak cukup keras,kau ingin semua orang kesini?" Selma berlalu seolah tak ada masalah,
"kau tidak menjawab ketika kupanggil" Andreas menjawab masih dengan wajah khawatir..
"aku sedang memakai bedak,dan itu memerlukan konsentrasi tinggi" Jawab Selma seenaknya..
"menurutmu apa yang akan terjadi denganku didalam sana,aku akan baik-baik saja selama kau tidak mengusikku" tambahnya yang membuat Andreas geram. Tetapi itu malah menjadi hal lucu bagi Selma..