Kaisha Melviano adalah gadis cantik dari keluarga terpandang di negara Indonesia, Kaisha menyamar menjadi gadis imut nan menggemaskan,
mata asli Kaisha yang berwarna biru di tutupi dengan softlen hitam, menjadi gadis yang super cantik membuatnya merasa tidak aman hingga memilih menyembunyikan identitasnya menjadi gadis biasa.
Galaxy adalah pemuda tampan disebut sebagai Raja mafia yang pantas di sandingkan dengan sosok Abdi negara yaitu Dylan Mahardika Melviano,, Gala tidak pernah bersinggungan dengan Dylan jadi tidak pernah terlibat dalam masalah apapun.
Gala jatuh cinta pada sosok Kaisha yang menyamar.
"dia sudah mati!! " ujar Kaisha mengerjab polos.
pertama kalinya Gala melihat raut wajah yang begitu polos saat dirinya sedang menghabisi musuh..
bagaimana kisah cinta mereka? lanjut? Cuzzz....!! Like dan Komentar, Favoritkan supaya dapat notifikasi update...!
Novel ini sekuel dari :
1. Cinta pertamaku seorang Bos Mafia
2. Sikembar sang Penguasa 2
.
.
.
Update setiap hari jam 6 pagi,
Happy Reading...!!
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rencana tersembunyi
.
.
jam 03.41 pagi..
.
Andreas yang sedang tertidur pulas di paksa bangun oleh Gala,, dengan wajah khas bangun tidurnya Andreas keluar dari kamarnya.
"ada apa tuan? " tanya Andreas dengan mata tertutup sebelah,
"ck... apa kau tidak juga bersiap hah? kan aku udah bilang kita akan keluar jam segini" omel Gala
Andreas mengucek-ngucek matanya, "saya tidak bisa menyetir tuan..! mata saya mengantuk sekali.. silahkan anda minta supir yang lain"
Andreas menguap lebar hendak menutup pintu kamarnya lagi tapi Gala menahannya.
"kau fikir kita sedang di Indonesia? kalau di Indonesia kau boleh bicara begitu.. " Gala menarik paksa tangan Andreas.
Andreas menepis tangan Gala hingga Gala menatap tajam Andreas.
"apa kau mau aku pecat? " ancam Gala
"anda tidak lihat pakaian saya tuan? " tanya Andreas dengan mata terpejam.
Gala menepuk jidatnya sendiri baru menyadari pakaian yang dikenakan Andreas.
"cepat gantii...!! " perintah Gala dengan geram
Andreas berjalan cepat namun sedikit sempoyongan ke arah pintu kamarnya,
3 menit kemudian.
"kenapa lama sekali hah? " marah Gala
"tuan baru 3 menit.. ". jawab Andreas dengan matanya yang merah.
Gala tidak tega melihatnya dan pada akhirnya dia lah yang membawa mobilnya sendiri, menyuruh Andreas yang bawa mobilnya tentu hanya akan membahayakan nyawanya saja.
.
Gala melirik kesal Andreas yang tengah tertidur pulas di sampingnya dengan mulut ternganga,
"sebenarnya apa pekerjaannya? kenapa lebih sibuk dariku? apa dia benar-benar tidak tidur? " gerutu Gala
Gala supirnya disini, tapi demi gadis kecilnya yang menyamar menjadi gadis super cantik sudah membuat kepalanya berasap membayangkan gadisnya di goda banyak pria.
Gala teringat Vikro membuatnya memukul setir mobilnya saat ini,,
"dia dalangnya..! pantas saja aku merasa dia memang pantas di pukul saat itu,, " Gala terus saja marah-marah sampai ia tiba di tempat balapan Key,,
acara begitu ramai, Gala mendengus melihat Andreas yang masih tertidur begitu pulas, ia meninggalkan Andreas di dalam mobil dan tanpa perasaan menguncinya dari luar seolah tidak ada orang disana.
Kaisha berada di tempat awal dimana acara akan di mulai tapi modelnya belum juga datang,
model memegang bendera dan mengibarkan bendera maka acara akan segera dimulai tapi belum ada tanda-tanda modelnya datang.
Matrev marah-marah dalam bahasa negara J yang tak terima modelnya terlibat kecelakaan kecil jadi modelnya sedang berada di rumah sakit dirawat padahal tau ada acara di sini.
"kenapa sih Key? apa modelnya terluka parah? " tanya Kaisha heran.
"entahlah..! tadi aku lihat berita group memang modelnya terlibat kecelakaan kecil tapi tidak parah cuma lecet di betisnya aja.. " jawab Key dengan santainya merapikan sarung tangannya.
Nikolas di samping Key juga begitu serius seolah lomba ini adalah masalah hidup dan matinya, "aku tidak boleh kalah lagi...! aku harus lebih berani di tikungan". batin Nikolas penuh tekat.
Nikolas tidak suka dengan Key yang mengambil semua perhatiannya, Bos, Fans, uang dan ketenarannya telah berpindah ke Key,, hal itu membuatnya tidak terima hingga berencana memilih jalur curang demi mencapai kembali kemenangannya itu.
Kaisha memperhatikan mobil Kakaknya yang terlihat aneh, "key? " panggil Kaisha serius.
"hmm? " sahut Key sudah persis seperti Dylan saja.
"kenapa motormu yang ini? " tanya Kaisha berbisik.
Key melirik ke arah samping dimana ada Nikolas tengah menatapnya.
Kaisha akhirnya menyadari tatapan Keyzo, "oh... mau main curang sama kakakku? " batin Kaisha menyeringai tipis.
"kakak bisa mengatasi nya..! dia tidak tau motor yang dia putus rem nya bukan yang ini". bisik Keyzo.
kaisha menarik nafas panjang,, obrolan mereka terhenti saat Matrev datang ke arah Kaisha dan Keyzo.
Kaisha melebarkan matanya saat Matrev memohon untuk Kaisha menjadi modelnya, Kaisha menolak dan menunjuk Rossa, Cerly, Catoon jadi modelnya sekaligus.
ketiga Fans setia Key tentu bersemangat, awalnya Matrev ragu tapi Kaisha meminta waktu 20 menit untuk mendandani ketiga fans setia kakaknya itu
Kaisha tau betapa tulusnya ketiga perempuan yang mengintili kakaknya itu, Kaisha hanya ingin memberi mereka kesempatan untuk ikut andil didalam acara kakaknya.
tak berapa lama Rossa, Catoon dan Cerly kembali dengan penampilan berkelas model papan atas, semua orang ternganga bahkan Cerly sendiri begitu asik berfoto ria dengan camera flashnya karna wajahnya begitu cantik berkat sentuhan tangan Kaisha.
Matrev tentu menyukai hasil karya tangan Kaisha yang bisa merubah 3 perempuan cantik itu menjadi jauh lebih cantik bahkan mengalahkan model mereka yang sebenarnya malam ini.
"jangan terlalu baik dengan mereka Sha..! " peringatan Key
Kaisha tersenyum,, "tidak..! aku hanya ingin mereka menjadi bagian dari acara pentingmu Key.. ! lagian hasil make up ku tidak buruk"
Key berotasi malas, Rossa dan kedua temannya kompak mengucapkan terimakasih ke Sha, dan Kaisha juga ikut senang mendengarnya.
.
.
Acara telah dimulai,,
Kaisha berbalik berlari kecil hendak kembali ke ruangan VIP nya,,
Kaisha terkejut di tengah sorakan banyak orang ada tangan yang menarik nya dari kerumunan hingga keluar dari kerumunan.
Kaisha menepis tangan Vikro. "apa lagi hah? apa lagi alasanmu saat ini? "
"kamu bercanda kan bilang shasha si gadis biasa itu adiknya Key? iya kan? kalau iya kenapa dia tidak datang di acara balapan kakaknya? " tanya Vikro
"ooh... Astagah... apa kau masih tidak mengerti juga? kan aku udah bilang Shasha tidak mau diketahui sebagai adiknya Key.. apa kau tidak faham juga ya?"
Vikro hendak berbicara lagi namun matanya membulat tak percaya saat Gala datang langsung melingkarkan tangannya di pinggang ramping Kaisha.
Kaisha menoleh cepat ke Gala karna ia tau aroma khas paman tampannya itu,
"ayo..! " ajak Gala mengusap rambut Kaisha dengan lembut.
Kaisha mengangguk dan mengikuti kemana Gala membawanya.
Vikro menganga lebar saja melihatnya, "apa yang barusan aku lihat? apa Sha berselingkuh dari Key? " batin Vikro.
Gala membawa Kaisha ke ruangan VIP langganannya bukan tempat ruangan VIP milik Key,
"paman datang kesini? " tanya Kaisha dengan senyuman.
Gala menghela nafas panjang, "kenapa kamu membuatku khawatir sayang? aku takut kamu akan di gangguin seperti tadi"
Kaisha mengerutkan keningnya, "kan tinggal aku sentrum paman kalau dia macam-macam".
"tapi aku jarang melihatmu mengeluarkan alat sentrummu sebagai Sha" kata Gala
"ini dia...! " Kaisha mengeluarkan senjata andalannya berupa lipstik.
Gala tersenyum, "mana pemberianku? "
"pemberian paman aku simpan di lemari,," jawab Kaisha kembali menyimpan lipstiknya.
Gala mengusap pipi Kaisha, Kaisha mendongak ke Gala.
"apa lagi rahasia mu sayang? " tanya Gala
Kaisha tersenyum lebar, "paman akan tau saatnya tiba..! biarkan aku kuliah dulu ya? aku mau paman mempersiapkan diri sebelum waktu itu tiba"
Gala menaikkan sebelah alisnya, "kenapa begitu? apa kamu seorang penghianat? "
plak...!
Kaisha menampar lengan Gala hingga siempunya terkekeh lalu menarik tubuh Kaisha masuk kedalam pelukannya, Gala mengecup kening Kaisha dengan lembut.
"aku akan menunggu sampai saat itu tiba.. ". ujar Gala serius.
"paman sendiri kesini? " tanya Kaisha mendongak.
"sama Andreas.. " jawab Gala
"kemana Om Andreas? " tanya Kaisha melihat kiri-kanan Gala.
"di dalam mobil dia" jawab Gala
"hah? ngapain di mobil? " tanya Kaisha
"tidur" jawab Gala
Kaisha menepuk jidatnya sendiri. "pasti paman memaksa om kesini ya? padahal dia masih mengantuk... iya kan? "
Gala menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.
.
.
.
daripada ribet mending nulisnya fakultasnya hukum, fakultas kedokteran
balas