karena kenakalan remaja , Vhanya Marteen hamil di luar nikah dengan kekasihnya .
akhirnya merekapun menikah tanpa restu.
ini bukan cerita CEO CEO kaya ya guys ini terinspirasi dari kehidupan nyata . semoga kalian suka
Maaf kalau kalian cari cerita yang konfliknya berat layaknya sinetron azab bukan disini tempatnya. disini gak ada culik-culikannya.
IG: Vhacaiidrick
Nanti kalau udah tamat aku revisi lagi ya guys bab 1 sampai 25 karena banyak kesalahan tanda baca ,maklum aku baru belajar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vhauna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar dari Ayix
Aven melajukan kereta besi nya dengan kecepatan sedang, sepulangnya dari kuliah ia di tugaskan oleh Papa Erix untuk mengambil data hasil SO di salah satu cabang toko sebelum memasukan stock barang baru.
Sehingga setelah kuliah selesai ,ia segera meluncur menuju salah satu cabang toko yang juga berada di kabupaten Banyuwangi namun beda lokasi dari yang pusat biasa Aven jaga.
Salah satu anak cabang toko milik Papa Erix yang di percayakan kepada kakak dari Mama Vivi untuk menjaganya.
Sudah satu bulan berlalu. semenjak kejadian Postingan status wassap kala itu, ia benar-benar kehilangan komunikasi dengan Vhanya.
Sangat tidak dapat ia pungkiri lagi , bahwasanya ia teramat merindukan Vhanya, namun saat ini ia hanya perlu sedikit bersabar untuk menahan rasa rindu tersebut, sampai urusan nya selesai.
Hari-harinya terasa kosong, ia tidak bisa lagi mendengar celotehan gadisnya itu.
Namun Aven bersyukur karena ia sudah mendapatkan semua bukti tentang kelakuan Veren selama ini yang selalu di anggap baik oleh orang tuanya. Tinggal menunggu waktu yang tepat saja untuk membongkar semua kebusukan tunangannya itu.
Bahkan ia juga sudah mengunduh rekaman cctv bulan lalu saat Veren mengendap-endap masuk ke kamar yang berada di toko nya.
Untung saja di kamar tersebut juga terdapat sebuah cctv. Karena di kamar tersebut juga terdapat mini brangkas ,yang biasa di gunakan tempat menyimpan uang hasil dari omset harian toko.
Tinggal menunggu waktu yang tepat saja , ia akan pergi menemui Vhanya ,untuk membuktikan bahwa foto tersebut atas rekayasa Veren.
Namun tidak untuk waktu dekat ini, karena setelah pulang dari kuliah ,ia selalu saja di sibukan dengan urusan toko.
Bahkan semua sahabat-sahabat Vhanya ikut serta memblokir kontak nya. Membuat ia sedikit kesulitan untuk mengetahui kabar sang kekasih hati.
Pekerjaan yang terus menerus ada ,semenjak Papa Erix pulang kampung. Menjadi sesuatu penghalang untuk nya agar bisa menemui Vhanya.
Mau tidak mau satu bulan belakangan ini ,ia harus rela menahan satu kalimat yang bernama rindu yang kian hari semakin membuatnya tersiksa.
Setelah membelah jalanan kota Banyuwangi yang cukup senggang meskipun di saat siang hari, akhirnya ia pun sampai di salah satu cabang toko milik orang tuanya.
"Selamat siang ,Om." saya di suruh papa ambil data hasil SO. sapa Aven kepada Om nedy yang tengah duduk di meja kasir.
"Oh iya silahkan ,Ven!"
Lantas Aven melenggang masuk keruang kerja dekat gudang untuk menyalin semua data yang Papa Erix minta.
Saat ia tengah fokus dengan pemindahan data ,ia di kejutkan dengan suara pesan masuk melalui ponselnya.
Ting ...!
Fokus Aven teralihkan yang awalnya menatap penuh layar komputer di depan nya, mendadak matanya beralih kepada ponsel yang ia letakakan tidak jauh dari keyboard di depan nya.
"Ayix?"
Dengan sergap ia mengambil ponsel tersebut lalu membuka pesan yang Ayix kirimkan kepadanya.
Betapa terkejutnya ia saat membaca pesan dari Ayix yang juga terlampir foto hitam putih di dalamnya yang menyatakan bahwa Vhanya kini tengah hamil.
Sontak saja ia menghubungi Ayix untuk memastikan kebenaran tersebut.
"Hallo ,Yix. Lo gak bohong kan sama pesan lo barusan?" tanya Aven excited
"Menurut lo gue bohong?" lo gak ngerasa udah pernah begituan sama sahabat gue.
"B-bukan gitu maksud gue Yix." gue cuma memastikan.
Iya dia hamil anak lo ,itu di foto yang gur kirim adalah hasil dari USG , coba lo liat lagi itu ada kaya gambar kacang di dalam nya,itu anak elo.
"Ya Tuhan, terima kasih ,Yix. gue benar-benar bakal jadi Ayah."
"Ya iya lah elo bakal jadi bapak. Terus gimana selanjutnya , lo bakal tanggung jawab kan sama anak lo?"
"Pasti gue tanggung jawab." itu anak yang gue harap-harapkan.
"Ngomong-ngomong bagaimana keadaan Vhanya sekarang ,Yix?" gue kangen baget sama dia.
Dia lagi payah , tiap hari mual muntah, takut banget liat matahari ,gue lihat badan nya makin kurus ,dia lagi susah makan juga. itu semua gara-gara elo.
"Iya ,gue tau ,gue salah." Tapi gue pastiin saat kerjaan gue udah pada kelar gue bakal jemput dia, gue bakal lamar dia baik-baik sama keluarganya.
Ya udah gue percaya sama lo , Ven. gue harap secepatnya lo urusin masalah ini. bukan apa, makin lama kandungan makin besar ,kasian Vhanya. elo nya mah enak, cuma bikin.
"Iya ,yix,gue paham."
Kemudian panggilan itu berakhir.
Deg--
Aven memandang lekat-lekat foto yang Ayix kirimkan. Tak terasa air mata nya terjatuh. Ada banyak rasa yang tak bisa di ungkapkan. Semua bercampur aduk jadi satu.
Ia usap layar ponselnya tepat pada setitik kecil berbentuk kacang yang Ayix bilang itu adalah buah hati nya.
Sabar ya nak, baik-baik sama mama. Jangan rewel ,kasian mama kamu. Papa akan segera menyusul kalian. ucap Aven seolah-olah ia tengah berbicara dengan buah hatinya.
Sungguh seperti orang gila, berbicara dengan foto. Tapi memang begitulah yang Aven rasakan. terlalu bahagia sehingga ia terasa seperti gila.
"Ya Tuhan, aku sudah menjadi ayah." Aven membatin.
Dalam beberapa menit pikiran nya menerawang jauh menghayalkan bagaimana nanti kehidupan nya bersama Vhanya dan anak-anak mereka.
Namun hayalan nya segera berakhir saat ponselnya kembali berdering, dan nama Papa Erix yang tertera di layar.
"Hallo ,Pa?"
"Kamu dimana ,Vensudah kamu salin datanya?"
"Oh iya ,ini Aven lagi di toko cabang ,Pa."
"Cepat kirim data nya ke email Papa!" jadi Papa bisa cepat belanja,barang apa saja yang stock nya berkurang banyak.
"Iya Pa, ini udah hampir selesai."
Setelah panggilan berakhir ia kembali fokus pada layar di depan nya. Rasanya ingin sekali ia segera menyelesaikan semua urusan toko. Agar bisa segera pergi ke Bali menemui Vhanya dan calon buah hatinya.
Setelah berhasil memindahkan data, lantas ia segera mengirimkan data tersebut kepada Papa Erix yang sedari tadi sudah mengomel kepada Aven agar segera mengerjakan apa yang sudah Papa Erix perintahkan.
"Om, Aven udah selesai ambil datanya." Aven pamit pulang dulu.
"Iya ,Ven hati-hati di jalan."
Lantas Aven melajukan mobilnya menuju kediamannya. Yang memakan waktu kira-kira lima puluh menit dari toko cabang.
Sesampainya di rumah, Aven bergegas mencari sang adik yang pasti nya juga sudah pulang kuliah.
Sil....Sil....Sisil..
"Apa'an sih kak?" teriak-teriak aja bikin telinga Sisil sakit aja.
"Sil, kakak minta tolong boleh ,kan?"
Belum juga Sisil mengiyakan permintaan nya, namun ia langsung berbicara pada poin nya.
"Tolong jika besok ada barang datang, kamu yang input ,ya!" Kakak mau ke Bali besok. Pacar Kakak hamil.
"Ha!?"
"Dalam beberapa detik kesadaran sisil hilang." lantas ia mengerjapkan matanya mencoba memahami apa yang barusan Aven katakan.
"Maksud Kakak gimana?"
Aven yang merasa gemas dengan pertanyaan Sisil sontak menonyor kepala Sisil.
"Gak perlu Kakak jelasin ,kan?
"Ya Tuhan,Kak, gimana kalau Mama sama Papa tahu Kak?"
"Kakak emang sengaja, Sil. Biar saja hanya dengan cara seperti ini Kakak bisa menikah dengan Vhanya."
"Kakak kok jahat gitu sih, kayak gak ada cara lain lagi."
Aven menarik nafas nya dalam-dalam.
"Sil, Kakak tau, ini adalah contoh yang sangat buruk buat kamu dan Angga." Tolong ambil hikmahnya saja, jangan sampai kamu melakukan kesalahan yang sama dengan Kakak." ucap Aven bijak. Supaya adik perempuan nya tidak sampai melakukan kesalahan yang sama dengan nya.
"Maka dari itu, besok Kakak akan pergi ke Bali,buat nemuin pacar Kakak." Agar Kakak bisa segera bertanggung jawab.
Sisil pun mengangguk paham.
aretha
aira
aqiara
amina
maaf y thor ini hnya kritik n saran smoga berkenan... novel u bagus, cm kdang berlbihn klimat g perlu ada klmt ngomong2... trus diawal kata kost ejaanya jg kliru, gofood yg bner y thor bukan gofud🙏🙏🙏
sampe dy hamil dg david, lebih liar dari vanya ternyata
thor knp hampir semua peran brawalan v sih???