"Karena hati tidak perlu memilih, ia selalu tahu kemana akan berlabuh"
Begitu juga dengan Darren yang rela menjadi seorang playboy agar bisa menemukan wanita yang tidak sengaja ia nodai. Setelah 6 tahun lamanya Darren baru bisa bertemu dengan Celine wanita yang selama ini dia cari. Darren tidak menyangka kalau dirinya memiliki dua anak kembar laki-laki yang genius hasil perbuatannya dulu.
Akankah mereka bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nirwana Asri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Live Streaming
Hari ini Celine pulang setelah jam makan siang. Kondisi tubuhnya pasca insiden penculikan itu membuat dirinya harus banyak beristirahat walau sudah 2 hari 1 malam dirawat di rumah sakit.
"Mommy tumben pulang cepat," kata Julian.
"Iya sayang mommy ingin menemani kalian di rumah sore ini." kata Celine menghibur.
"Benarkah? Kami senang sekali kalau begitu mom," kata Jaden sambil memluk ibunya.
Lalu Julian memiliki ide untuk mengisi waktu dengan ibunya.Dia berfikir akan membuat konten dan kemudian di upload di sosial media milik si kembar itu. Julian ingat mommynya suka sekali menyanyi walau hanya sekedar gumaman saat memasak di dapur. Tapi semenjak pulang ke Indonesia kegiatan itu tidak pernah dia lakukan.Hari ini Julian ingin membuktikan betapa merdunya suara mommynya itu.
"Mom ayo kita buat konten, sudah lama kita tidak upload video," ajak Julian.
"Ah sayang biasanya mommy hanya menyanyi penggalan lagu itupun saat mommy di dapur," kata Celine merendah.
"Tidak apa mom sebelum bust video yang akan diupload kita latihan terlebih dulu supaya mommy tidak canggung saat direkam," kata Jaden.
Celine berfikir sejenak untuk mempertimbangkan tawaran anak kembarnya.
"Baiklah tapi setelah mommy mandi, badan mommy bau, mommy juga mau dandan dulu biar kelihatan cantik saat di shoot," kata Celine sambil berjalan menuju ke kamarnya.
"Ya mom kami tunggu," seru anak-anak kembarnya.
Sementara itu setelah dari restoran Darren pergi mengunjungi adiknya Devon di rumah sakit.
"Kebetulan kau datang, bantu aku memberesi barang-barangku," kata Devon.
"Apa dokter sudah memeperbolehkanmu pulang hari ini?" tanya Darren kepada adiknya.
"Kenapa tidak lukaku sudah sembuh, lihatlah!" kata Devon sambil menunjukkan bekas luka tembak yang ada di tangannya.
Bug
"Aww sakit," Devon mengeram kesakitan saat tangan Darren memukul bahunya.
"Begini mau minta pulang," kata Darren.
"Oh ayolah aku sudah bosan dengan suasana rumah sakit. Lagi pula tidak ada teman yang bisa aku ajak ngobrol setidaknya kalau di rumah aku bisa bermain dengan keponakanku," kata Devon memohon.
"Baiklah aku akan tanyakan dulu ke dokter lalu aku akan mengurus kepulanganmu setelah diperbolehkan," kata Darren.
"Oke," kata Devon terlihat senyum mengembang di wajahnya.
Sementara itu Celine sedang menuruni tangga setelah mandi dan berdandan.
"Wow mommy kelihatan fresh," puji Jaden.
"Thank you sayang,apa kalian sudah siap?" tanya Celine.
"Sudah mom, kita latihan dulu sebentar," perintah Julian.
"Oke," kata Celine sambil menduduki kursi yang disiapkan putranya.
Setelah beberapa lama latihan akhirnya mereka siap untuk live streaming. Julian sudah mengatur posisi kamera agar pas saat merekam video mereka.
Julian sudah siap menekan tuts-tuts piano sedangkan Jaden kali ini memanikan gitar. Celine sudah siap bernyanyi saat Jaden memberikan aba-aba.
🎶I like your eyes you look away when you pretend not to care
I like the dimples on the corners of the smile that you wear
I like you more, the world may know but don't be scared
'Cause I'm falling deeper, baby be prepared
I like your shirt, I like your fingers, love the way that you smell
To be your favorite jacket, just so I could always be near
I loved you for so long, sometimes it's hard to bear
But after all this time, I hope you wait and see
Love you every minute, every second
Love you everywhere and any moment
Always and forever I know I can't quit you
'Cause baby you're the one, I don't know how
Love you 'til the last of snow disappears
Love you 'til a rainy day becomes clear
Never knew a love like this, now I can't let go
I'm in love with you, and now you know🎶
Di luar rumah Darren menghentikan mobilnya.Devon diperbolehkan untuk pulang tapi dia harus rutin cek up ke dokter untuk memeriksakan kondisi lukanya paling tidak mengganti perbannya. Devon turun dari mobil kemudian diikuti Darren kakaknya.
"Tolong angkat barang-barang Devon ke atas." perintah Darren kepada asisten rumah tangganya.
Saat membuka pintu rumahnya dua orang laki-laki tampan itu sedang melihat Celine dan anak kembarnya bernyanyi. Mereka pun menghentikan langkahnya lalu melihat mereka dari kejauhan.
Celine tidak melihat kakak beradik itu sudah pulang dari rumah sakit. Jaden dan Julian melihat daddy dan pamannya pulang. Tapi Darren memberikan kode supaya mereka melanjutkan pertunjukannya. Jaden dan Julian pun mengerti dengan mengangguk.
🎶I like the way you try so hard when you play ball with your friends
I like the way you hit the notes, in every song you're shining
I love the little things, like when you're unaware
I catch you steal a glance and smile so perfectly
Though sometimes when life brings me down
You're the cure my love
In a bad rainy day
You take all the worries away
Love you every minute, every second
Love you everywhere and any moment
Always and forever I know I can't quit you
'Cause baby you're the one, I don't know how
In a world devoid of life, you bring color
In your eyes I see the light, my future
Always and forever I know I can't let you go
I'm in love with you, and now you know
I'm in love with you, and now you know🎶
Plok plok plok
Suara tepukan diberikan kepada Celine saat wanita itu selesai bernyanyi. Celine kaget dengan kedatangan Devon dan Darren. Sejak kapan mereka berdiri di sana melihat pertunjukan Celine.
Blush
Wajah Celine tampak memerah dia sangat malu dan merasa tidak percaya diri.
"Awesome sejak kapan kau pandai menyanyi sayang?" tanya Darren.
"Sejak mommy suka memasak dad," jawab Jaden asal.
"Suaramu merdu sekali Celine," puji Devon.
"Hei tidak sopan panggil dia kakak ipar," perintah Darren.
"Baiklah," kata Devon tidak ikhlas.
Tawa mereka pun pecah bersama-sama.
"Lain kali aku akan menyuruhmu rekaman di studio agar kau bisa menjadi penyanyi terkenal sayang," goda Darren.
Bug
Celine memukul bahu Darren pelan.
"Lalu siapa yang akan mengelola restoranku, bodoh," kata Celine.
"Itu perkara mudah kita bisa bayar orang untuk mengelola semua bisnismu kau bisa terima beres," kata Darren dengan sombong.
Devon hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan kakaknya.
"Tidak pernah berubah," batin Devon.
"Devon apa kau sudah sembuh sehingga kau diperbolehkan pulang?" tanya Celine.
"Ya aku sudah sembuh, lagipula aku bisan di rumah sakit aku ingin bermain denga keponakanku di rumah. Di rumah sakit tidak ada yang merawatku dengan baik, kalau di sini kau bisa merawatku bukan?" kata Devon.
"Mimpi kau," Darren meraup muka Devon dengan kasar.
"Apa salahnya kakak ipar merawat adik iparnya?" tanya Devon.
Darren mengernyitkan dahinya.
"Jangan-jangan kau mau ambil kesempatan dalam kesempitan hah? Tidak aku tidak akan izinkan Celine merawatmu, aku akan membayar orang untuk merawatmu. Lagipula aku sudah membayar seorang perawat yang akan mengganti perbanmu setiap hari. Kau juga tidak perlu datang ke rumah sakit karena dia yang akan datang ke sini," kata Darren dengan penuh penegasan.
"Menurut saja om," kata Julian sambil terkekeh.
"Baiklah aku akan jadi anak baik," kata Devon pasrah.
"Goodboy," timpal Darren sambil tersenyum.