Hidup adalah perjuangan, begitupun dengan cinta. Khanaya
Jika Cinta kita berakhir, maka berjuanglah untuk memulai semuanya dari awal lagi. Adrian
Sepasang kekasih yang menjalani hubungan mereka dengan suka cita. Namun semuanya harus terhalang oleh masa lalu si pria yang membuat Dia harus meninggalkan kekasihnya.
Namun, siapa sangka kesalah fahaman semakin terjadi saat si pria berada jauh dari pemilik hatinya. Kesalah fahaman ini membuat cinta mereka berakhir. Sampai suatu saat mereka di pertemukan kembali dan memulai semuanya dari awal lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 33
Beberapa hari berlalu....
Adrian diam mematung melihat sebuah berkas yang di serahkan Arnold padanya. Ruangan Arnold itu terasa sangat sesak untuk Adrian saat mengetahui semuanya.
"Dad" lirih Adrian
Arnold mengusap bahu putranya "Masih ada harapan, ajaklah istriku ke rumah sakit besok. Konsultasikan dengan dokter"
Adrian mengangguk, saat ini bibirnya terasa kelu untuk berbicara. Dadanya terasa sesak saat membayangkan apa yang akan terjadi nanti pada wanitanya.
Kenapa kau menyembunyikan ini Sayang.
Adrian pulang ke rumahnya dengan perasaan kacau. Naya tengah menyambutnya di ruang tengah dengan senyum manisnya.
Tanpa berkata apapun, Adrian langsung memeluk Naya membuat perempuan hamil itu bingung.
Naya mengusap punggung Adrian "Kenapa Rian?"
Adrian menggeleng "Ayo ke kamar, aku sangat lelah"
Naya mengangguk, lalu mengikuti langkah suaminya. Naya benar benar tidak mengerti dengan sikap Adrian yang tiba tiba menjadi pendiam itu.
Bahkan saat makan malam pun Adrian banyak diam. Samoai mereka akan tidur pun Adrian masih saja diam.
Ada apa dengan nya?
"Adrian" panggil Naya "Kamu kenapa si? Dari tadi diem terus"
Adrian menatap sendu pada Naya, lalu tatapannya beralih ke perur buncit sang istri. Dadanya semakin sesak saat mengingat apa yang terjadi saat ini.
"Apa ada yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Adrian menatap lekat mata wanitanya
Naya menggeleng cepat "Tidak ada. Memangnya apa yang aku sembunyikan darimu?"
"Tentang kehamilanmu"
Deg
Naya diam mematung, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Diam... Naya diam, tidak ingin menjawab apapun. Takut... Itulah yang Dia rasakan saat ini.
"Kenapa? Kenapa kau membohongiku Khanaya? Kenapa kau tidak menceritakan semuanya padaku? Kau anggap aku ini apa" kata Adrian frustasi, bahkan tanpa sadar air mata pun menetes begitu saja.
Naya menggeleng, Dia memeluk Adrian yang berdiri di depannya "Aku gak papa Rian, tolong jangan sakiti anak kita"
"Kau tahu? Bagaimana aku sangat frustasi saat kau pergi Naya. Aku sangat takut kehilanganmu. Tapi, sekarang aku harus bagaimana? Nyawamu di pertaruhkan untuk anak kita. Kenapa kau tidak memberi tahuku" kata Adrian frustasi
Naya masih memeluk suaminya, pipi kirinya menempel di dada bidang Adrian.
"Maaf, tapi percayalah semuanya akan baik baik saja" lirih Naya
Adrian mengecup puncak kepala Naya "Kenapa kau tidak bilang kalai kehamilanmu bermasalah sejal awal. Bahkan kau di sarankan untuk menggugurkan kandunganmu itu. Tapi, kenapa kau masih saja mempertahankan nya?"
Naya mendongak dan menatap wajah suaminya "Karna aku mencintamu, aku tidak mau anak kita menjadi korban dari kesalahan orang tuanya. Dia berhak untuk lahir ke dunia ini Adrian. Dia gak salah"
"Tapi, di umurmu yang masih muda ini membuat kehamilanmu bermasalah. Dan itu sangat berbahaya untuk kamu Nay" lirih Adrian
Naya menggeleng "Banyak kok yang umurnya di bawah aku tapi sudah hamil. Mereka baik baik saja kok, sekarang kita hanya perlu yakin dan percaya kalau semuanya akan baik baik saja"
"Besok kita ke dokter, aku ingin tahu bagaimanan perkembangannya. Melihat sekarang kau selalu terlihat pucat" kata Adrian
"Baiklah"
Saat pertama kali Naya memeriksakan kandungannya. Dokter langsung menyarankan agar Naya tidak melanjutkan kehamilan nya ini.
Mungkin memang banyak wanita di luaran sana yang hamil di usia Naya bahkan di bawah Naya. Tapi kehamilan mereka baik baik saja. Namun, berbeda dengan Naya kehamilannya bermasalah.
Bahkan Naya pernah mengalami pendarahan hebat di usia kandungannya yang baru 3 bulan. Hal itu mmebuat tim dokter untuk menggugurkan kandungan Naya. Tapi, Naya menolak dengan keras. Dia terus memohon agar bayinya di selamat kan.
Keajaiban masih berpihak padanya, meski sudah pendarahan tapi bayinya masih bisa Naya pertahankan.
...🐦🐦🐦🐦🐦🐦...
Hari ini Naya hanya bisa mengikuti kemauan suaminya. Bahkan Adrian sudah benar benar tidak bisa di bujuk rayu lagi oleh Naya. Keputusannya sudah tidak bisa di ganggu gugat.
Hari ini Naya harus memeriksakan kandungannya untuk mengetahui bagaimana keadaan sebenarnya.
"Turutin semua kata kataku kalau kau tidak mau melihat aku murka"
Begitulah ancaman Adrian, Naya tentu tahu bagaimana prianya saat sudah murka. Argh.. Naya benar benar tidak mau itu terjadi.
Kini Naya dan Adrian sudah berada di ruangan dokter spesialis kandungan. Tentu saja semuanya sudah di atur oleh Arnold. Adrian tidak mau sampai Naya lama menunggu dan menjadikan itu sebagai alasan.
Naya berbaring dan dokter pun langsung memeriksa keadaan nya. Melakukan USG dan juga memeriksa detak jantung si bayi.
Naya menggenggam tangan suaminya dengan senyum yang mengembang saat dokter memperlihatkan bayinya dan juga menjelaskan semuanya.
Detak jantung si bayi juga sehat, membuat Naya begitu bahagia. Dia mengecup tangan Adrian yang berada di genggaman nya.
Dokter kembali menutup pakaian Naya setelah pemeriksaan selesai "Bayinya sehat, tapi tetap saja kondisi ibunya tidak sebaik bayinya. Ibunya sudah lemah"
Naya tersenyum dan mengelus perut buncitnya "Tidak apa Dok, yang penting keadaan bayi saya sehat dan baik baik saja"
Adrian mendelik kesal pada istrinya. Bagaimana bisa Naya bicara seperti itu, sementara dirinya sangat khawatir dengan keadaan nya.
Adrian membantu Naya turun dan berjalan menuju mehe kerja dokter. Duduk di sana untuk berkonsultasi lebih lanjut.
"Apa yang bisa di lakukan untuk keselamatan keduanya Dok?" tanya Adrian serius
"Mungkin dengan melahirkan bayi itu sebelum waktunya. Usia tuju bulan bayi sudah bisa di lahirkan, meskipun kemungkinan nya hanya sedikit. Tapi, dari pada memaksa lahir pas bulan karna itu akan sangat berbahaya untuk ibunya"
"Lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya " kata Adrian tegas
Naya memegang tangan suaminya dengan mata berkaca kaca "Aku tidak mau anaku lahir kurang bulan. Dia pasti akan tersiksa karna harus berada di ingkubator"
"Sayang, menurutlah pada sumimu. Aku tidak mau mengambil resiko tinggi" tegas Adrian
"Melihat dari berat badan bayinya, saya rasa Dia akan kuat di lahirkan kurang bulan. Jadi, Nona tenang saja" jelas dokter
"Tuhkan, jadi kamu denegrin aja apa kata dokter" kata Adrisn meraih tangan Naya dan menciumnya
"Tolong di jaga pola makannya, jangan terlalu lelah. Istirahat yang cukup dan jangan terlalu banyak fikiran atau stres" jelas Dokter
Adrian dan Naya mengangguk serempak "Baik Dok" jawab Adrian
...🐦🐦🐦🐦🐦🐦...
Setelah berkonsultasi dengan dokter. Adrian sedikit lebih tenang, setidaknya masih ada harapan untuk Naya dan bayinya saat ini.
"Pokoknya jangan lakuin apapun itu. Kamu inget'kan kata dokter kemarin jangan kelelahan" kata Adrian saat Dia akan berangkat ke kampus
Naya mengelus rambut Adrian yang sudah rapi itu "Iya Sayang, bawel banget si"
"Bukannya bawel Yank, aku gak mau kamu kenapa napa. Lagian nanti aku juga harus ke kantoe lagi. Aku sudah mulai belajar di kantor Daddy" jelas Adrian
Naya mengecup pipi kiri suaminya "Iya Sayangnya aku, lagian aku juga gak akan ngapa ngapain di rumah. Aku juga akan istirahat dengan cukup dan makan makanan yang di buatkan chef khusus itu"
Ahhh. Rasanya Naya ingin mengomel saat ingat kemarin saat mereka pulang dari ruamh sakit. Adrian langsung meminta Arnold untuk mencarikan chef khusus untuk membuatkan makanan makanan bergizi untuk Naya. Dan Arnold pun menurutinya.
Ahhh. Beginikah kehidupan orang kaya.
Bersambung
ku tunggu karya slanjutnya kak😉
thank kaka akhirnya happy ending ,