NovelToon NovelToon
My Boss My Hubby

My Boss My Hubby

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Miss Bonita

[ 21++ ] Di Mohon Kebijakan Pembaca.
IG : @liesysl

Pernah dikhianati 4 tahun yang lalu oleh lelaki yang dia cintai, membuat Daisy menjadi begitu selektif. Tetapi semua berubah ketika dia bertemu dengan lelaki tampan tapi kaku.

Hanya dengan pertemuan singkat keduanya memutuskan untuk menikah. Tapi, siapa sangka suaminya adalah bos baru di perusahaan tempatnya bekerja.

Bagaimana ingin profesional kalau bos yang terkenal dingin ternyata memiliki hati yang hangat. Bagaimana kelanjutan kisah rumah tangga Daisy dengan bosnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Bonita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.34 - Date

Setelah berbelanja dasi, Daisy melihat ada dua mantel bewarna pastel coklat. Dia ingin membelinya tapi dia sudah tidak punya cukup uang untuk membeli mantel couple tersebut. Dia ingin sekali memakainya bersama Zhafran, selama ini Zhafran selalu menggunakan warna gelap seperti hitam dan abu-abu. Coklat dan biru dongker juga terlihat bagus di tubuh Zhafran, apalagi warna kulitnya yang cerah dan bersih seperti di iklan sabun. Daisy hanya bisa memandangnya dari kejauhan.

Zhafran menatap Daisy yang memandang mantel tersebut dia pun bertanya," kamu suka mantel itu?"

"Aku suka desainnya simple, warnanya juga bagus sangat cocok buat kita pakai bersama." Daisy yang tidak sengaja mengatakan kejujurannya langsung menutup mulutnya.

"Kamu mau?" tanya Zhafran yang sedari tadi menggandeng pundaknya Daisy.

"Tidak hanya suka bukan berati mau, ayo lanjutkan turnya." Daisy berusaha mengatur ekspresinya.

Zhafran yang gemas karna tingkah Daisy langsung menarik lembut tangannya menuju toko tersebut.

"Zhafran kamu mau ngapain kesini?" tanya Daisy heran.

Zhafran tidak menjawabnya justru dia sibuk berbicara dengan pegawai tersebut, beberapa lama kemudian pegawai itu membawa dua mantel yang jauh terlihat lebih indah, desainnya agak berbeda tapi dengan warna yang sama.

Zhafran mendekat ke Daisy," ayo pakai mantelnya," Daisy menurut dia memakainya dibantu Zhafran," sempurna," ucap Zhafran.

Zhafran juga langsung memakai mantel tersebut lalu dia menatap Daisy," bagaimana?" tanya Zhafran yang seperti anak kecil berharap mendapat pujian.

Daisy diam sejenak lalu berkata," bagus," lalu memasangkan kancing mantelnya.

Merasa tidak puas, Zhafran makin menatap Daisy dengan tatapan serigala lapar," hanya itu?" tanya Zhafran.

Apa lagi dia mau aku puji apa bagaimana sih.

"Kamu semakin tampan dan bersinar kalau pakai mantel ini." Daisy mengucapkannya sambil memasang senyum menawan.

"Aku tau." Zhafran menjawab dengan singkat jelas dan padat.

"Kalau gitu ngapain nanya." Daisy lelah dengan pikiran batinnya.

"Zhafran kita tidak perlu membelinya." Daisy menahan tangan Zhafran yang ingin membayarnya.

Zhafran menarik Daisy lalu berbisik," bagaimana kalau kupinjamkan uang? aku tau dari tadi kamu memandangi mantel ini."

"Aku takut tidak bisa mengembalikan uangmu, mantel ini terlalu mahal."

"Kamu bisa mencicilnya."

Lucunya padahal tadi aku cuma bercanda.

"Sungguh? tapi tetap saja itu mahal. Bisa-bisa aku mencicilnya seumur hidup."

"Tentu saja bukan dengan uang tapi dengan tubuhmu." Setelah berbisik dengan penawaran tersebut dia langsung mencium kening Daisy di depan pegawai. Beberapa pegawai yang melihat langsung sumringah tak karuan.

Daisy mendorong pelan tubuh Zhafran, sudah sering bersama tapi lelaki itu selalu bisa membuatnya salah tingkah, Daisy pun menjawab," maksudmu apa?"

"Kamu akan tau nanti, jadi kamu lebih suka yang mana? yang di pajang apa yang kita pakai sekarang?" tanya Zhafran.

"Aku suka yang kita kenakan." Daisy menjawab malu-malu terlihat menggemaskan di mata Zhafran.

Akhirnya mereka berdua menggunakan mantel couple bewarna pastel coklat, Zhafran semakin terlihat maskulin dan Daisy makin terlihat anggun, mereka berdua terlihat sempurna. Banyak mata yang memandang kagum pada keduanya. Setelah itu mereka pergi ke Menara Eiffel.

Siapa yang tidak tau Menara Eiffel salah satu bangunan paling terkenal di Paris, banyak yang bilang betapa romantisnya jika berada di Menara Eiffel bersama pasangan apalagi saat malam hari karna akan ditemani oleh warna warni lampu menara yang membuatnya semakin indah.

Setelah berbelanja dengan berbagai kehebohan di tempat ramai, selanjutnya Daisy memilih Menara Eiffel, sewaktu remaja dia memang sangat ingin mengunjungi Paris bersama Ryan itu bermula ketika dia menonton film Eiffel...I'm In Love.

"Indahnya," ucap Daisy.

"Memang paling indah saat malam hari," ucap Zhafran sembari memeluk Daisy.

Aku tau aku sudah membaca panduan Ren, tidak sia-sia. Bersiaplah Ren aku tambahkan bonusmu.

Ada beberapa tempat yang mereka kunjungi hari ini, Daisy sangat puas dan gembira. Zhafran memang sering keluar negri tapi dia tidak pernah terpikirkan akan melakukan kencan sejauh ini bersama istrinya. Bisnis dan Perusahaan baginya lebih penting tapi sekarang melihat senyuman Daisy itu jauh lebih penting dan berharga.

Setelah berkeliling ala tur sang turis mereka masuk ke mobil untuk kembali ke hotel.

"Lelah?" tanya Zhafran yang menarik tubuh Daisy untuk bersandar padanya.

Jantung kenapa kamu berdegup kencang, sudah terbiasa tapi kenapa ini jantung gak bisa tenang.

"Tidak kok justru aku suka, rasanya tidak mau kalau kalau berakhir secepat ini."

"Kita bisa melanjutkannya besok."

"Bagaimana dengan Perusahaan, lebih baik kita segera kembali."

"Baiklah."

Setibanya di hotel mereka disambut beberapa pelayan. Si pirang juga ada disekitar area tersebut, dia melihat kalau kedua orang tersebut memakai pakaian mewah dan sangat mahal, mulai muncul kekesalan dari raut wajahnya.

Saat masuk ke dalam kamar, Zhafran menarik tangan Daisy menuju balkon. Disekitarnya ada beberapa hiasan bunga mawar, dimeja makan juga tersedia lilin dan beberapa hidangan.

"Kapan kamu menyiapkan ini?" tanya Daisy yang takjub.

"Hemm, kamu tidak suka?"

"Aku suka, terima kasih suamiku."

Zhafran menarik kursi untuk mempersilahkan Daisy duduk, mereka menikmati makan malam romantis berdua.

Tidak lupa dengan Ran yang mengabadikan momen tersebut dengan merekam dan memotret keduanya.

Aku bekerja keras untuk malam ini Nyonya.

Suasana menjadi hening Daisy mulai berbicara," terima kasih maaf aku tidak memberi mu apapun."

"Kan kamu sudah menjadi istriku, aku tidak perlu yang lain. Tapi jangan lupa hutang yang tadi siang aku akan menagihnya."

"Hem jangan minta yang aneh-aneh."

"Aneh-aneh yang bagaimana?"

"Hemm misalnya itu."

"Itu apa?"

"Yang seperti kemaren saat di pesawat."

"Yang mana?"

"Sudahlah lupakan saja."

"Aku penasaran, coba ingatkan aku lagi."

Daisy yang kesal lalu mendekat ke Zhafran dan memberikannya ciuman kasar. Zhafran yang kaget lalu memaksa tubuh Daisy berada di pangkuannya, mereka saling membalas ciuman di ruang terbuka, tidak perduli apakah ada yang melihat mereka atau tidak, tentu saja Ran masih merekam dengan hidung yang hampir mimisan.

"Zhafran stop."

"Bukankah kamu yang duluan menciumku."

Wajah Daisy memerah dia lalu berdiri hendak pergi tapi Zhafran menahannya, dan mencium Daisy lagi dengan posisi yang lebih panas. Cuaca kala itu sangat dingin dan salju mulai turun lagi.

"Saljunya turun lagi."

Zhafran menghentikan gerakannya dan mereka berdua saling menatap sambil menikmati momen indah tersebut.

"Hatchimmm." Daisy bersin.

"Ayo kedalam, biar Ran yang mengurus sisanya disini."

Keduanya kembali ke kamar, Daisy memang tidak tahan dengan dingin. Teh hangat juga sudah disediakan oleh bibi untuk mereka.

"Apa mau mandi air hangat?"

"Ya aku mandi."

Daisy berjalan ke kamar mandi, tapi Zhafran mengikutinya.

"Stop kamu ngapain?"

"Aku akan bantu kamu membersihkan diri."

"Aku bisa mandi sendiri."

Daisy yang berbalik melihat baththub berisikan mawar merah. Disebelahnya juga ada wine.

Astaga jadi dia sudah nyiapin semua.

"Kamu suka?" tanya Zhafran.

"Ya aku suka, tapi kenapa ada 2 gelas wine juga."

"Kita akan berendam bersama sambil menikmati wine."

"Zhafran aku.." Zhafran langsung mencium bibir Daisy, tapi dengan perlahan dia mulai membuka kancing baju bajunya.

"Jadilah anak baik dan menurut, ayo mandi bersama. Buat apa malu toh sebelumnya aku sudah melihat semuanya."

Wajah Daisy memerah, hendak mendorong Zhafran justru dia jatuh ke dalam baththub, bajunya basah dan keduanya pun tertawa.

"Kan sudah kubilang menurutlah." Zhafran mengangkat tubuh Daisy dan membantunya melepas pakaian.

"Kamu senang aku jatuh huh, aku bisa lepas baju sendiri."

Akhirnya keduanya berendam bersama, Daisy bersandar membelakangi di depan tubuh Zhafran, dia masih menutup kedua matanya dengan tangan.

"Mau sampai kapan tutup mata?"

"Hemm." Perlahan Daisy membuka matanya, dia tau ada sesuatu yang menonjol. Membuatnya makin tidak nyaman dan salah tingkah.

Zhafran mendekapnya dari belakang," ayo minum."

Ya Tuhan dia kok santai banget sih, aku yang dari tadi nahan jantungku biar gak copot.

[ Dering ] Suara Hp Daisy di dalam tas.

Siapa yang nelpon Daisy malam - malam ya?

Bersambung.

Terima kasih atas segala dukungannya dan masih setia membaca sejauh ini.

Jangan lupa berikan asupan nutrisi berupa

Like, Komen, Vote, Klik ❤ dan bantu author menaikkan Rate Bintang Lima ⭐⭐⭐⭐⭐

1
Santi Susanti
qok gk di lanjut otor
Iwat Sekarwaty
iyaa thor udah mau 2thn kok blm up2 ya, semoga thor sehat sehat ya.
Dewi Astuti
aq malah suka baca omelan ran ke thor hehehe
Mom's Dion
mana kk up ny kok lama
Aqua_Chan
mantap ayo lanjut
hope
udh deh degan AQ ,, tpi untungnya baik baik aja
hope
akhirnya yg d tunggu tunggu udh d lakukan 🤭🤭🤭🤭🤭
hope
nunggu adegan hot Ng muncul muncul
hope
menunggu adegan 21+ ntah kapan itu terjadi
hope
rahasia ilahi
hope
ada ap dengan 4 tahun yg lalu,,,, semua nya selalu berhubungan 4 tahun lalu 🤔🤔🤔🤔🤔
Aqua_Chan
wah wah
Aqua_Chan
😀😀😀
Aqua_Chan
nah nih
Aqua_Chan
wahhh
Aqua_Chan
sarah ini
Aqua_Chan
ku kira cowok si ran
Aqua_Chan
seruu
OXICKLUG
in sya Allah dapat satuu😭
u-chan Taiyou
gk asing lah, dia kn adikmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!