Takdir itu tidak dapat di tebak, kadang apa yang di inginkan tak sejalan dengan keadaan. Fitri, harus merelakan dirinya berpisah dengan suaminya karena suatu keadaan.
Akankah dia bisa menjalani kehidupannya seorang diri, ataukah dia bisa menemukan cinta yang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Achdia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34 : Masih harus bersabar
Hari sudah mulai gelap, Fajarpun sudah bersiap di kamarnya. Dia mencoba menyemprotkan parfum ke seluruh badannya, memakai deodorant dan menyemprotkan spray penyegar mulut. Sekejap dia mencoba duduk dengan santai sambil menyenderkan dirinya di kepala tempat tidur, dia terus bergerak salah tingkah menunggu istrinya yang masih di kamar mandi.
Tak lama Fitri pun keluar dari kamar mandi. Fajar pun senang melihatnya, dia memberi kode agar Fitri duduk di dekatnya. Fajar langsung memeluk istrinya dari belakang sambil menyandarkan dagunya di pundak istrinya.
"Malam ini kamu udah siap kan" bisik Fajar di telinga Fitri.
"Kayaknya belum bisa deh mas" ucap Fitri ragu.
"Kenapa? kamu tidak mau melakukannya denganku" ucap Fajar heran lalu melepaskan pelukannya.
"Yah terus kenapa?" tanya Fajar lagi.
"Anu... itu... aku datang bulan mas" ucap Fitri dengan tersenyum.
"Hadeuh lagi-lagi gagal, terus ngapain besok kita berangkat bulan madu kalo gak bisa lakuin itu" keluh Fajar cemberut.
"Yah kita jalan-jalan lah mas, foto-foto. Kapan lagi bisa dapat waktu buat liburan kan! nanti mas juga jadi direktur, pasti bakalan tambah sibuk juga" ucap Fitri pada suaminya.
"Iya sayang, kita tetap bulan madu. Yang penting bisa menghabiskan waktu sama kamu, gak apa klo masalah 'itu' bisa kapan saja" ucap Fajar menyenangkan istrinya, padahal dalam hatinya merasa jengkel. Udah ingin sekali menyalurkan hasrat nya yang dia tahan selama ini.
*Pagi hari
Fitri dan Fajar sudah siap dengan dandanan rapi dan membawa 2 buah koper karena jadwal keberangkatan pesawat jam 10 pagi. Mereka pun memesan taksi menuju ke bandara, setelah sampai mereka segera masuk ke dalam bandara, tak lama akhirnya mereka take off menuju Jeju island di korea selatan.
Perjalanan memakan waktu berjam-jam, akhirnya mereka mendarat di korea selatan tepatnya di Pulau jeju. Mereka segera naik ke sebuah mobil yang telah menunggu mereka menuju sebuah Hotel yang tersedia.
Setelah sampai hotel mereka langsung ke kamar hotel yang telah di pesan sebelum.
Fajar membuka pintu kamar hotelnya dan mereka langsung masuk. Fitri yang tertegun akan kemewahan kamar hotelnya tambah tercengang karena di seberang jendela terhampar pemandangan indah karena jendelanya terletak langsung menghadap ke pantai. Fitri sunggu terkagum-kagum dengan pemandangan yang ada di depannya.
Sementara Fajar menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur yang empuk sebab begitu lelah akibat perjalanan yang cukup jauh dan banyak memakan waktu yang lama.
"Fit, kamu gak lelah, sini tiduran dulu buat meregangkan otot yang kaku selama perjalanan" ajak Fajar sambil menepuk kasur di sampingnya agar Fitri ikut berbaring bersamanya.
"Sebentar mas, aku pengen lihat pemandangan dulu, indah banget. Mas sini deh" ucap Fitri malah balik mengajak suaminya.
Fajar beranjak dari kasur menuju Fitri, Lalu memeluk istrinya dari belakang. Ternyata memang benar, pemandangan yang terlihat sungguh indah di pandang.
Fajar membalikkan tubuh istrinya agar berhadapan dengannya, sekejap Fajar mengecup bibir istrinya dan mulai menciumi bibir istrinya dengan rakus, ******* dan menggigit lembut bibir istrinya, Fitri hanya menikmatinya. Tak lama Fajar pun menghentikan ciumannya dan kembali memeluk istrinya dari belakang sambil memandang pemandangan indah di depannya bersama istrinya.
"Padahal suasana kaya gini cocok banget buat kita 'bermain' tapi sayang, ada saja gangguan nya. Fitri, susah sekali buat memiliki kamu seutuhnya. Perlu banyak kesabaran untuk menanti saatnya tiba" batin Fajar pasrah dengan keadaan yang selalu saja ada halangan.