[Drop]
Menceritakan tentang dua orang pemuda kakak beradik yang bekerja sebagai pembunuh bayaran.
Disaat akan menjalankan aksi mereka sang kakak yang mempunyai nama samaran Dragon merasa sedikit khawatir dengan misi kali ini.
Dan sang adik yang mempunyai nama samaran Shadow meyakinkan kakak nya jika mereka akan berhasil.
Tapi kecurigaan Dragon benar terhadap misi kalini, mereka telah dijebak oleh musuh mereka dan akan dibunuh untuk mengurangi para pembunuh bayaran yang berkeliaran di dunia.
Penasaran dengan kelanjutan nya, maka ikuti terus perjalanan hidup kakak beradik ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jal_Jul35, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32,3. Berlatih Dan Berpisah
"Aku ingin menjadi Ras Snow Elf!" Ucap Natasya.
"Baik aku akan mengabulkan nya!" Balas Noriko dengan senyuman.
Noriko sebenarnya sedikit membenci Natasya karena membunuh Zen waktu itu, tetapi dia berfikir positif jika Natasya masih bisa diberikan kesempatan ke dua untuk menebus kesalahannya, karena sebelum dia dipanggil oleh nya ke sini dia sudah menyesali semua perbuatannya itu.
"Baik sekarang waktunya bagi mu untuk pergi, karena waktuku tidak banyak!" Ucap Noriko.
"Apakah aku akan menemui Kazuto sekarang?" Tanya Natasya kepada Noriko.
"Iya, tetapi sebelum itu aku akan memberikan hadiah kepada mu!" Balas Noriko debgan senyuman hangat.
"Hadiah? Memangnya hadiah apa yang akan aku dapat Ibu?" Tanya Natasya dengan penasaran.
Setelah mendengar jawaban dari Natasya, Noriko kemudian membuka sebuah portal berwarna ungu ke merahan.
Saat portal itu muncul, tiba-tiba keluar seorsng laki-laki dengan membawa sebuah piring dan bisa dilihat jika dia sedang makan, laki-laki itu langsung marah karena waktu makannya terganggu.
"Siapa yang membuat ku berpindah ke sini, aku sedang enak-enak makan dan malah berpindah ke sini!" Ucap pria itu dengan marah.
"Hoo.. apa kamu tidak suka jika bertemu dengan ku!" Ucap Noriko dengan ekspresi wajah yang dingin seperti Es.
Pria itu langsung mematung dan menoleh kearah sumber suara itu, dia kemudian menelan ludah dengan susa payah karena dia sudah melakukan kesalahan, mungkin.
"I.. ibu, k.. kenapa kamu memanggil ku saat aku sedang sarapan dan akan menjalankan rapat pertemuan?" Balas Pria itu dengan ketakutan dan siapa lagi jika bukan Kazuto.
"Jika seperti itu, apakah kamu akan memaafkan Ibumu ini?" Tanya Noriko dengan senyuman yang penuh dengan makna.
Saat itu Kazuto belum sadar jika disana masih ada Natasya yang memperhatikan nya, saat Kazuto merasakan jika dia terus diperhatikan oleh seseorang, dia kemudian menatap ke seorang wanita yang sangat dia kenal sebelum dia mati.
Kazuto yang mulai kebingungan dengan apa yang dia lihat kemudian bertanya kepda ibunya dan berharap mendapatkan jawaban yang memuaskan.
"Ibu, apakah aku boleh bertanya?" Tanya Kazuto kepada Noriko.
Noriko yang tahu kemana arah pertanyaan Kazuto langsung menjelaskan semuanya kepada Kazuto.
"Tidak perlu bertannya, aku akan menjelaskannya!" Balas Noriko dengan senyuman.
Noriko kemudian menjelaskan semuanya kepada Kazuto dengan penjabg lebar agar Kazuto bisa paham, setelah beberapa menit Noriko menjelaskan semuanya kepada Kazuto, Kazuto kemudian paham dan terkejut.
"Apaa.. jadi Natasya akan menjadi adik angkat kedua ku!" Ucap Kazuto dengan terkejut.
"Tidak, lebih tepatnya dia akan menjadi adik kandung mu di dunia yang kau tempati.. dan Natasya maaf jika kamu tidak akan menjadi Ras Snow Elf, tetapi kamu akan mendapatkan Ras Naga!" Ucap Noriko dengan santainya.
"Itu tidak masalah Bu!" Balas Natasya dengan menyetujui perkataan ibu angkatnya itu.
Kazuto yang melihat itu sebenarnya ingin membantah perkataan Ibunya, tetapi jika dia membantah mungkin akan ada hal yang sangat tidak dia inginkan.
"Jadi, Natasya akan menjadi adik kandungku.. jika seperti itu, Thor tolong Carikan skenario yang bagus agar aku tidak jena marah Ramiris! Ini gara-gara elu bikin Natasya ikut ke dunia baru!"
"Iya-iya itu juga gua yang salah, nanti gua kasih skenario yang gampnsg dah biar ku kaga debat Ama Ramiris!"
"Gitu baru mantap!"
Balik lagi ke topik..
"Sebelum itu kamu ingat bukan persyaratan yang aku berikan kepadamu?" Tanya Noriko kepada Natasya dan Kazuto yang nendengar itu langsung penasaran apa persyaratan yang diberikan oleh ibunya itu.
"Iya, Ibu tenang saja aku tidak akan lupa!" Balas Natasya dengan senyuman, tetapi divalik senyumannya itu terdapat kesedihan karena dia akan melupakan semua kenangan yang telah dia buat dengan Kazuto.
Kazuto hanya diam saja melihat mereka berdua berbicar. Setelah beberapa lama mereka berbicara, Noriko kemudian memulai pembentukan tubuh baru untuk Natasya dan juga menghapus semua ingatan miliknya dimasa lalu, Noriko hanya memberikan ingatan jika dia memiliki kakak yang bernama Kazuto dan itu adalah orang yang paling dia sayangi.
Saat dimulai, tubuh Natasya langsng terbungkus oleh bola yang bercahaya sangat terang dan membuat Kazuto sedikit terkejut karena apa yang akan dilakukan oleh Ibunya itu.
Kazuto kemudain bertannya kepada Noriko Ibunya.
"Ibu, apa yang kamu lakukan?" Tanya Kazuto dengan penasaran.
"Kamu jangan khawatri, aku sekarang sedang membentuk ulang tubuh Natasya, menganti Ras miliknya dan menyegel ingatan yang dia miliki tentang masa lalu kalian!" Balas Noriko yang menjelaskan itu.
Kazuto kemudian mengangguk paham dengan penjelasan Ibunya, dia juga mulai menunggu dengan sabar.
Dua hari berlalu...
Kazuto yang menunggu sudah merasa bosan, dia kemudian berbicara dengan sistem yang ada di dalam dirinya, meski dia jarang untuk menggunakan Sistem.
Karena dia ingin berusaha sendiri untuk mencapai sesuatu.
"Sistem, apakah adahak yang biasa aku lakukan selain menunggu mereka?" Tanya Kazuto.
[Tuan bisa melakukan pengendalian MP, karena meski tuan telah berhasil untuk mengendalikan MP dengan baik tetapi tuan masih memiliki kekurangan dalam penggunaan MP]
Balas Sistem yang memberitahukan kekurangan dalam pengendalian MP milik Kazuto.
"Jadi seoerti itu, baiklah aku akan melatih penggunaan MP milik ku agar bisa meminimalisir kebocoran!" Balas Kazuto yang mulai duduk bersila dan memfokuskan MP miliknya di jari-jari tangannya.
Dia mengimajinasikan MP yang dia miliki dapat berubah menjadi butiran-butiran kecil seperti debu dan membentuknya menjadi benang warna-warni.
Kazuto sangat fokus dengan pelatihan MP nya, sampai-sampai dia tidak tahu jika dia diawasi oleh Noriko. Noriko yang melihat perkembangan Kazuto maju sangat pesat menjadi senang.
Kazuto melakukan pengendalian MP nya selama satu jam penuh, dan pelatihan itu membawakan hasil yang membuatnya senang, karena dia mendapatkan notifikasi dari sistem.
[Selamat Tuan telah berhasil mengendalikan MP milik tuan sebesar 75%]
[Dalam penggunaan Skil milik Tuan akan dikurangi penggunaan MP sebesar 50%]
"Aku berhasil!" Teriak Kazuto dengan senang.
"Apakah kamu tidak bisa tenag!" Balas Noriko dengan marah, karena menbuat konsentrasi miliknya sedikit goyah.
"Maaf-maaf, aku tidak bermaksud untuk membuat konsentrasi Ibu goyah!" Balas Kazuto yang meminta maaf kepada Ibunya.
Kazuto kemudian teringat untuk berlatih mengunakan dua pedang katana yang dia miliki. Dia juga teringat jika dia tidak bisa untuk membanggakan kekuatan Skil mimiknya, dia juga harus bisa untuk meltih kekuatan fisiknya.
Kazuto kemudian mengeluarkan dua buah pedang katana yang dia dapatkan dari toko Sistem waktu itu.
Kazuto kemudian membuka sarung pedangnya dan mulai mengayunkan kedua pedang nya itu secara bergantian. Dia berlatih mengayunkan pedang dengan tujuan agar kekuatannya nya bertambah kuat dalam menggunakan senjata maupun tangan kosong.
Kazuto berlatih selama dua hari, karena perbandingan waktu di dimensi milik Ibunya sangat cepat dibandingkan dengan dunia yang dia tempati. Satu detik di dunia nyata samadengan satu hari di dimensi milik Noriko.
Kazuto memanfaatkan kesempatan ini untuk berlatih dengan serius, dua hari dia sudah berlatih untuk pengunaan pedang katana. Sekarang dia ingin mencoba untuk mengetes kekuatan fisik kedua tangannya.
Dia kemudian mengeluarkan sebuah pilar tanah yang terlihat kokoh dengan elemen tanah nya, setelah dia melihat itu dia kemudian memfokuskan untuk menyalurkan MP nya ke kedua tangannya, setelah dia merasakan tangan nya dialiri oleh MP yang lumayan berat.
Kazuto kemudian memukul pilar tanah itu dengan pukulan biasa, Kazuto sangat terkejut dengan hasil yang telah dia dapatkan dengan latihan sederhana nya itu.
Dia melihat pilar itu hancur menjadi bongkahan-bongkahan kecil dan berserakan, Kazuto kemudian mengeluarkan pilar Es biru miliknya yang kekuatan dan ketebalannya lebih tebal hampir tiga kali lipat.
Kazuto kemudian mencoba hal yang sama saat dia memukul pilar tanah yang keras itu, saat Kazuto memukul pilar Es biru itu dia sedikit kecewa karena oukulanbya itu hanya membuat sebuah retakan kecil. Tetapi kekecewaan milik Kazuto pudar digantikan dengan senyuman, karena saat dia menarik kembali kepalan tangannya itu, tiba-tiba retakan pilar es itu langsung menyebar dengan cepat dan membuat par Es biru itu hancur berkeping-keping.
Kazuto yang sudah melihat itu langsung berjalan ke arah ibunya yang masih melakukan proses pembentukan tubuh baru milik Natasya dan juga menyegel semua ingatan milik Natasya dan menggantinya dengan ingatan baru.
Setelah tujuh hari berlalu di dalam ruangan dimensi milik Noriko...
Terlihat Kazuto yang sedang berlatih dengan keras, saat ini Kazuto sedang berlatih dengan mengangkat beban seberat 100kg di kedua tangannya. Dia melakukan itu dengan tujuan untuk memperkuat serangan fisiknya.
Dia juga mengikat kakinya dengan beban seberat 50kg, dia melakukan itu agar pergerakannya menjadi lebih cepat dan lincah.
Kazuto melakukan latihan itu sejak tiga hari yang lalu dan Noriko yang selalu mengawasi Kazuto juga sedikit terharu karena apa yang dilakukan oleh Kazuto.
Mungkin jika ada orang yang melihat latihan Kazuto, mereka akan merasa kagum dan juga ada yang merasa heran dan berfikir jika Kazuto adalah orang gila karena hanya untuk latiha dia berani untuk menyiksa dirinya.
Jika disana ada Ramiris mungkin dia akan menangis melihat Kazuto yang berlatih dengan keras tanpa makan dan melakukan semua itu demi keluarganya.
Kembai ke topik..
Saat ini bola cahaya yang melapisi tubuh Natasya sudah mulai pecah' dan itu berarti jika pembentukan tubuh baru, perubahan Ras dan penyegelan ingatan telah berhasil.
Kazuto yang menyadari itu langsung mengehentika latihannya dan melepaskan semua beban yang terikat di seluruh tubuhnya, dia kemudian berjalan mendekat kearah Ibunya berada dan mengamati perubahan fisik yang dialami Natasya.
Saat Kazuto telah sampai, dia melihat bola cahaya mulai retak secara perlahan.
Setelah beberapa menit bola cahaya itu sudah pecah secara menyeluruh dan memperlihatkan seorang gadis yang berusia sekitar 15 tahun.
Kazuto yang melihat itu sangat terkejut, karena seingatnya Natasya berumur 17 thn, keterkejutannya juga bertambah saat gadis itu memangilnya kakak.
(Gambar Natasya yang sudah menjadi Ras Naga)
"Kakak apakah itu kamu?" Tanya Natasya.
"Apa itu benar kau Natasya?" Ucap Kazuto yang berbalik bertanya.
"Iya, ini aku Natasya adik kecilmu!" Balas Natasya dengan senyuman nya yang manis.
'ini bukan mimpi buka' pikir Kazuto yang bingung, 'itu bukan mimpi Kazuto' balas Noriko yang berbicara dengannya melalui pikiran, 'jadi aku sekarang harus menjaganya juga' tanya Kazuto melalui pikiran dan meneh kearah Noriko.
Noriko yang melihat itu hanya mengangguk kan kepalanya, Kazuto yang melihat itu langsung menghela nafas panjang.
"Oi Thor, lu harus inget Ama janji ku yak buat bikin Ramiris kaga mara Ama gua!"
"Iya-iya, gw selalu inget jangan khawatir Ama masalah tu!"
Balik lagi ke topik..
"Natasya sekarang kamu ikut dengan kakakmu Kazuto ya, ibu sudah tidak memiliki waktu untuk menemanimu.. ini akan berjanji jika Natasya sudah besar ibu akan menemui Natasya!" Ucap Noriko yang akan pergi karena waktunya telah habis.
"Iya Bu, Natasya juga paham dengan apa yang ibu lakukan!" Balas Natasya yang memang sudah tahu jika Ibunya adalah seorang Dewi.
Setelah mengatakan itu didepan mereka kemudain muncul sebuah portal yang membawa Kazuto masuk saat itu, Kazuto kemudian menggenggam tangan Natasya dengan yakin karena ingatannya sudah di ubah oleh ibunya.
"Baik ibu, kami berdua akan pergi!" Ucap Kazuto dengan senyuman.
"Iya, ibu juga jaga kesehatan!" Lanjut Natasya.
"Iya jamuan berdus tenang saja.. dan untuk mu Kazuto, jika terjadi sesuatu pada Natasya maka kamu akan mendapatkan hadiah dari ibu!" Balas Noriko dan mengancam Kazuto dengan tatapan bagaikan Ratu iblis yang marah.
Kazuto yang melihat itu langsung berkeringat dingin karena tatapan ibunya itu, Kazuto sangatlah takut jika dia membaut seorang wanita yang dia sayangi marah, karena kemarahan mereka samadengan kesengsaraan yang menghampirinya.
"I-iya, ibu tenabg saja!" Balas Kazuto dengan wajah sedikit takut.
"Bagus!" Balas Noriko yang ekspresi wajahnya kembali berubah.
Setelah melakukan salam perpisahan, Kazuto dan Natasya kemudian memasuki portal itu untuk kembali ke kerajaan, dan saat mereka sudah kembali mereka sekarang sedang aa di dalam Restoran.
'untung saja aku makan di restoran saat aku di panggil, jika tidak aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan ku nsnti!" Pikir Kazuto.
Meski dia bearada di dalam ruang dimensi selama tuju hari, tetapi di dunia nyata hanya terlewat selama tujuh detik.
Kazuto yang melihat makanan yang ada di atas meja langsung mengeluarkan air liur di sela-sela bibirnya, meski hanya tujuh detik di dunia nyata tetapi dia mendapatkan dampak tujuh hari di dalam ruang dimensi itu.
Sebelum Kazuto memakan makanannya dia melihat ke arah Natasya yang juga menatap makanan yang ada di atas meja, Kazuto yang juga tahu jika Natasya kelaparan langsug memanggil pelayan untuk menyiapkan makanan lagi.
Kazuto tidak memakan makanan miliknya karena dia sedang menunggu makanan milik Natasya datang, tujuan Kazuto adalah makan bersama dengan Natasya dengan adil, dia tidak ingin membuat Natasya tergoda dengan makanannya sedangkan Natasya tidak memakan apapun.
Setelah menunggu beberapa saat kemudain, makanan milik Natasya datang dan membuat perut Natasya berbunyi dan ingin segera memakannya, Natasya menatap Kazuto dan meminta persetujuan untun memakan makan miliknya.
Kazuto yang paham juga memberikan angukan kepala dan itu membuat Natasya menajdu senang dan meakan makanan miliknya.
Setelah selesai makan, Kazuto memanggil pelayan itu untuk membayar makanan yang dia pesan.
Para pelayan tidak tahu jika Raja mareka ada di restoran tempat mereka bekerja, karena Kazuto mengunakan ilusi kecil agar orang-orang tidak mengerubunginya.
Setelah membayar biaya makan, Kazuto mengajak Natasya untuk membeli baju untuk nya. Natasya hanya mengikuti kemana tujuan kakaknya itu dengan senang dan kagum karena kota yang mereka tempat sangatlah ramai.
Natasya belum mengetahui jika kakaknya Kazuto adalah Raja dari kerajaan ini dan Natasya juga belum tshu jika Kazuto sudah menikah, Natasya saat ini hanya merasa senang karena kakaknya mengajaknya untuk jalan-jalan dan membelikannya pakaian.
Setelah mereka berjalan-jalan hingga sore, Kazuto kemudian menggandeng tangsn Natasya dan mengeluarkan sebuah bola kristal yang memiliki ukiran yang rumit.
Natasya yang melihat bola itu langsung bertanya kepada Kazuto karena dia penasaran.
"Kakak bola yang kamu pegang itu bola apa?" Tanya Natasya.
"Ini namanya bola kristal teleportasi, bola ini akan membawa kita untuk kembali pulang ke rumah milik kakak!" Balas Kazuto yang menjelaskan tentang bola yang dia miliki dan sedikit berbohong kepada Natasya jika mereka akan kembali ke Istana dan bukan rumah.
Natasya yang mendengar itu hanya mengangguk paham dan membuat Kazuto tersenyum, karena jika Natasya bertanya lebih banyak maka merek tidak akan kembali ke Istana dan akan membuat Ramiris marah.