NovelToon NovelToon
Terjerat Suami Orang

Terjerat Suami Orang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika
Popularitas:38.4k
Nilai: 5
Nama Author: Eouny Jeje

Azalae Djadmika, gadis 22 tahun. Dia berpikir telah menikah dengan seorang pria lajang berstatus duda. Ternyata tidak. Syafira Bella, isteri Zayn Putra Maliq yang di beritakan telah meninggal Dunia satu tahun yang lalu. Tiba-tiba kembali dan mengambil semua cinta yang singgah pada Lea.

Apalagi Zayn merasakan cintanya pada Bella tidak pernah memudar seiring waktu hilangnya isterinya. Kehadiran istrinya kembali, membuat Zayn kembali seperti pria muda yang sedang kasmaran dan jatuh cinta sekali lagi pada Bella.

Oleh karena itu, sikap Zayn mulai berubah, dia mulai mengabaikan kehadiran Lea. Apalagi bisikan Bella menuntut agar Zayn segera menceraikan Lea.

***
Karya ini menggunakan nama tokoh yang di usulkan oleh teman baikku, Lele. Alur cerita dan pokok pikirannya pun di sumbangkan oleh temanku yang comel itu.

Selamat membaca 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eouny Jeje, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TSO-32

Katukan di jendela, dengan suara cicit burung yang saling bersahutan di luar kamarnya. Membangunkan Lea untuk pertama kalinya bangun pagi.

Lea membuka matanya perlahan. Sekejap menunjukan sepasang mata yang terlihat memiliki tekad baru, dan bangkit dari rasa terpuruknya. Dia mengedarkan pandangannya secara acak, mencari sosok yang dia haraokan, yang dia tangisi semalaman.

Zayn, tidak kembali semalaman! keluh Lea dengan raga kembali jatuh ke atas kasur. Lalu, sepasang netra hitamnya jatuh pada jam kecil di atas nakas.

Pukul 07.00 Wib, bacanya dalam hatinya. Lea segera bangun dari rasa kantuknya. Jam 07.30 Wib, Zayn akan berangkat bekerja. Di saat ini, pastilah dia sedang makan pagi. Pukul 07.15 dia akan masuk kamar, dan berganti pakaian kerjanya.

Tidak ingin kehilangan moment mengikat dasi pria itu pada kerah bajunya. Lea segera masuk ke kamar mandi. Tidak membutuhkan waktu lama, baginya untuk mandi. Lea segera berganti pakaian menjadi dress yang warnanya nude, yang merupakan warna favorit suaminya.

Lea mengenakan dress tersebut. Tetapi, dia telah banyak kehilangan berat badan. Ketika, dia mengenakan dress tersebut, dia terlihat seperti anak kecil yang di kenakan pakaian longgar. Lea menatap pantulan dirinya di cermin, merasa miris akan dirinya sendiri. Dia berniat berganti pakaian yang lain. Namun, suara kret! terdengar.

Tampak sosok Zayn masuk ke dalam kamar dengan kemeja nude. Lea menarik napasnya menatap pria itu telah berpenampilan rapi. Bahkan, dasi sudah terkalung di lehernya.

Pasti, Ka Bella yang sudah membantumu! Aku bukanlah isteri yang telah melupakan tugas dan kewajibanya, jerit Lea menatap pria itu terluhat lalu lalang mencari sesuatu.

"Mencari apa?" tanya Lea dan saat itulah perhatian Zayn barulah melirik pada Lea.

"ID Card," jawab Zayn terdengar dingin dan ketus.

Lea menghela napas karena telah di abaikan, telunjuknya menunjuk satu karru yang berada di belakang lampu meja di atas nakas, "Kartu itu di belakang kaki lampu di atas meja nakas."

Zayn melemparkan pandangannya dan mengikuti arahan Lea, dan menemukan ID Card miliknya. Tanpa menoleh kembali pada Lea, dia pamit pergi begitu saja, "Aku berangkat kerja."

"Iya," sahut Lea terdengar putus asa bersamaan dengan bunyi blam! Daun pintu merapat dengan kusen.

Sepasang mata Lea terlihat membola nanar di dalam perumahannya, dia berjalan ke sisi jendela. Dari jendela, dia bisa mengintip Zayn bersiap akan memasuki mobilnya, dengan Bella yang mengikuti langkah pria tersebut.

Lea menekan dadanya, ingin rasanya dia menusuk jantungnya dengan kuku runcing jemarinya, agar berhenti berdetak, berhenti menyebarkan rasa sakit. Ketika sepasang matanya harus merekam adegan manis, yang bukan miliknya, Zayn terlihat mencium pipi kiri kanan dan kening Bella.

Deg! Lea ingin rasanya melebur menjadi abu tanah segera. Saat ini, raga-nya serasa hampa. Ruh-nya entah pergi kemana? Tatapan Lea hanya bisa mengintip setiap gerak-gerik intip Bella dan Zayn.

Lea mencoba mengurangi rasa sakit, dengan setiap ujung kuku Lea ditancapkannya dinding telapak tangannya. Sakit dan perih. Namun, sakit di dadanya bagai pisau yang sedang mengiris daging ulu hatinya.

Lea jatuh menangis, tanpa sadar menutup gorden jendela dengan cepat. Di saat itulah kilatan mata Bella menyadari ada Lea yang mengintipnya. Bella tersenyum mengejek karena telah membuat wanita itu perlahan merasakan neraka yang dia ciptakan.

Bella mencium sekilas bibir Zayn, dan berbisik, "Aku telah memanggil ibu Lea ke rumah ini!'

Zayn mengerutkan kening. "Untuk apa?"

Bella menahan napas sesaat, dan membuangnya cepat, dan berkata, "Zayn, Lea masih mempunyai seorang ibu. Kita harus menjelaskan kesehatan dan psikis Lea pada ibunya. Rumah sakit jiwa adalah yang terbaik untuk anak perempuannya. Jika, kita tidak memberitahunya. Aku takutnya aku yang akan di anggap sebagai kambing hitam."

Zayn terlihat memikirkan perkataan Bella, dan tak lama dia menganggukan kepalanya, dan mendukung keputusan Bella, "Biarkan aku yang akan berbicara dengan Naomi, ibu Lea. Jangan dirimu."

"Semoga ibu Lea tidak menuduhku sebagai wanita yang ingin mencelakai anaknya. Aku takut Zayn. Padahal, bukankah apa yang terjadi pada Lea, alami terjadi begitu saja."

Zayn mengganggukan kepala. "Aku tidak akan membiarkan Naomi untuk menuduh seperti itu. Jika dia berani, maka hanya kehancuran yang aku berikan pada dirinya dan keluarga besarnya."

Bella mengulas senyum dengan mata membola cerah, dia yakin Zayn akan selalu seperti pertama kali dia kenal. Selalu, menjadi pria hitam di depan setiap langkahnya, hanya membantu dirinya menyingkirkan setiap orang yang berani melemparkan batu kerikil melukai kepalanya. Zayn tidak akan pernah membiarkan satu helai rambut Bella, jatuh di tarik orang lain.

Aku telah mendapatkan hatimu lagi, Zayn! ujar Bella seraya mengantar kepergian suaminya masuk mobil.

Setelah mobil itu melintas pergi. Bella masuk ke dalam rumah. Karena, merasa tidak ada yang akan dia kerjakan, dia pun segera naik ke lantai dua.

Baru saja, Bella menyelesaikan langkahnya, menginjak anak tangga terakhir menuju lantai dua. Dia di kejutkan dengan sosok tubuh kering dengan pakaian yang terlihat longgar.

Apakah dia sudah tidak trauma lagi pada anak tangga? Bella menyimpan rasa herannya dalam hati.

Tetapi, rasa terkejut bercampur rasa heran Bella hanya berlangsung sebentar. Dia pun mengulas kan senyum dan menyapa dengan bola mata yang terlihat cerah, berdiri dan memegang pergelangan tangan kecil yang hanya terlihat seperti tulang berbalut kulit, "Lea sayang, ada apa kemari? Ayo masuk ke kamarku."

Lea menatap Bella dengan nanar. Raganya bergetar, tubuhnya meremang takut akan sosok Bella, untuk pertama kalinya. Tetapi, Lea mengikuti langkah Bella. Tangan lnya di seret perlahan masuk untuk pertama kalinya di kamar Bella.

Lea duduk termanggu menatap acak setiap kamar Bella. Aroma Zayn masih tertinggal jelas di dalam kamar ini, dan hal ini mencabik hati Lea.

Sprei ini belum berganti dan masih sangat kusut, ujar Lea dalam hatinya. Tangan halusnya meraba sprei tersebut, seakan dia masih bisa mengendus aroma bekas percintaan itu tertinggal di atas ranjang.

"Lea, aku lihat kau tampak lebih sehat," ujar Bella hanya sekedar membuka pembicaraan.

Lea menanggukan kepala. Namun, pikirannya masih melayang-melayang dalam lautan kesedihannya.

Bella melihat tatapan kosong itu, tersulut ingin membakar hati Lea lagi dan lagi. Dia menyembunyikan tangannya di belakang punggungnya, menarik laci meja nakas, dan mengeluarkan satu botol vitamin penguat kandungan, dan diam-diam serta hati-hati dia letakkan di atas meja nakas.

"Aku mengambil minum dulu untukmu," pamit Bella sengaja membiarkan Lea tinggal di kamarnya seorang diri.

Apa yang akan kau pikirkan Lea? Aku berharap kau akan bunuh diri, karena sakitnya mengetahui perselingkuhan Zayn dengan diriku.

......................

Bersambung ...

Kapan senangnya ni cerita? sedih dan kejam yah 😂 Jangan lupa like dan komentar yah 💙

1
Risa dan Yayang
Bella kamu punya rencana apalagi dari dulu belum tobat deh
Risa dan Yayang
Astaga Diva beri saran ngawur ke Bella deh
Risa dan Yayang
Astaga Bella mungkin kamu ngga hamil karena perbuatan kamu yang menyiksa Lea
Risa dan Yayang
Bella kamu sengaja menyiksa Lea kejam banget padahal kamu bisa menyuruh Zayn menceraikan Lea supaya Lea ngga tersakiti terus menerus
Risa dan Yayang
Sepertinya Sam bakal balas dendam ke Bella
Risa dan Yayang
Bella makanya kamu jangan jahat sama Lea tanggung sendiri akibatnya
Risa dan Yayang
Zayn ceraikan Lea dari pada kamu menyakiti dia terus menerus
Risa dan Yayang
Lea ngga usah sedih mending makan banyak biar ngga sakit
Risa dan Yayang
semoga cepat sembuh kak dan bisa menulis lagi seperti semula
Risa dan Yayang
Zayn kamu bodoh mengabaikan Lea padahal Bella itu licik kamu ngga nyadar ya
Risa dan Yayang
Bella kamu pelakor walau istri pertama tapi kamu menghilang malah kamu datang lagi
Risa dan Yayang
Bella kamu itu tetap bersalah karena menyakiti hati Lea
Risa dan Yayang
Bella Lea ngga bakal bunuh diri walau tahu Zayn sama kamu selingkuh di belakang Lea
Risa dan Yayang
Kasihan sekali Lea merasa sedih karena sikap Zayn
Risa dan Yayang
Lea sebenarnya yang salah itu Zayn kurang tegas kepada Bella padahal sudah menikah dengan kamu
Risa dan Yayang
Astaga Bella kamu seperti iblis kejam banget
Risa dan Yayang
Bella Lea ngga mengambil milikmu karena Zayn yang memaksa menikah dengan Lea
Risa dan Yayang
Zayn kalau kamu memilih Bella kamu bakal salah pilih
Risa dan Yayang
Wah Lea ternyata ngga ingin jauh dari Zayn
Risa dan Yayang
Bella kamu tega sekali mempermalukan Lea
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!