NovelToon NovelToon
Mr. Mafia

Mr. Mafia

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Obsesi / Mafia / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Novi wu

Ditinggalkan oleh ayah kandungnya sejak masih bayi, dan hanya dibesarkan oleh sang ibu membuat ia menjadi sosok yang mandiri.

Namun di usia yang ke 19 tahun ibunya telah meninggal dan memaksa dirinya hidup sebatangkara, nasip Areta sungguh buruk ia di jual oleh wanita yang baru dikenalnya kepada mafia bengis tanpa ampun.

Ia mencoba kabur namun dengan mudah ia tertangkap kembali, hingga mafia itu mengikat jiwanya dengan menikah dengan Areta agar gadis itu tidak melarikan diri.

Benci, marah dan dendam itulah perasaan Areta Marla kepada Kian Egan.

Apakah akan ada benih-benih cinta diantara mereka?

Inget jangan menilai buku dari judul apalagi cover. Setting luar negeri tapi kota menurut fantasi dari Author jadi kalau ada ****** ****** harap maklum. Novel ini dibuat dengan sangat hati-hati agat tidak meninggalkan kesan fulgar. Buat mami-mami yang tidak berkenan dengan s*ks bebas, diharap

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi wu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Kesepakatan

Mr. Mafia bab 34

Malam kian larut, hawa dingin menusuk tulang ditambah lagi hujan dan angin bersatu padu menambah syahdunya suasana malam hari ini.

Celine yang sudah terlelap dalam dekapan Areta tampak sesekali mengigau dan meracau, hingga membuat Areta tidak bisa memejamkan mata hanya untuk sesaat. Di dalam mimpinya, Celine begitu amat ketakutan dengan peluh yang keluar di kening dan pelipisnya, Tak menunggu lama, Areta yang begitu khawatir dengan keadaan Celine, langsung membangunkan gadis kecil tersebut dengan goyangan lembut. Butuh beberapa kali goncangan hingga Celine bisa terbangun dan memeluk tubuh Areta.

"Nyo–nyona ... aku sangat takut—" tangan mungil itu mendekap erat tubuh Areta, seolah mencari tempat teraman yang bisa ia rasakan, hanya Areta lah yang ia miliki saat ini.

"Mengapa, Celine?" Areta tampak kebingungan sambil mengelus lembut rambut anak itu.

Celine hanya menggelengkan kepala perlahan, dan tiba-tiba mulutnya terkunci, ketika Areta mendesaknya untuk menceritakan tentang apa mimpi buruknya itu, Celine biasanya periang dan terbuka dengannya, tapi entah untuk kali ini, ia tetap pada pendiriannya, mengunci rapat mulutnya.

Areta pun menenangkan gadis kecil itu, dan memilih untuk menyuruh Celine kembali tertidur. Saat Celine mulai berdamai dengan mimpinya. Areta keluar dari kamar mencari keberadaan Kian. Entah apa yang akan Areta lakukan dengan pria yang ia benci itu.

Areta mencari Kian di kamarnya, namun nihil, kamar itu masih rapi dan tidak ada seorang pun di dalam sana. Areta beralih ke ruang kerja yang terdapat di ujung lorong lantai dua tersebut.

Areta membuka pintu perlahan, Kian sedang bersama para kaki tangannya entah sedang berbicara tentang apa, dan itu mungkin sangat serius. Kian yang menangkap tubuh Areta dengan manik matanya, berhenti sejenak seolah ia tidak mau jika Areta mendengar percakapannya.

"Kau mau apa?" tanya Kian, menatap serius wanita itu.

"Apakah kau sibuk?"

Kian memberi aba-aba kepada para kaki tangannya untuk pergi, dan berkata lirih, "Kita teruskan nanti!"

Lalu para bawahannya pun pergi meninggalkan Kian, saat melewati Areta yang berdiri di ambang pintu, semua orang itu menunduk hormat kepada gadis itu, karena ia adalah istri dari boss mereka.

"Ada apa, Areta?" Kian berjalan menuju kursi tamu, dan menghempaskan tubuhnya di sofa panjang berwarna hitam tersebut.

"Mhhh ...." Areta tampak ragu sesaat. "Bisakah kau menyelidiki tentang Celine?" imbuhnya lagi.

Kian mengerutkan dahi, lalu menekuk bibirnya sesaat sedetik kemudian ia tersenyum penuh ironi. "Kenapa tiba-tiba kamu ingin tahu tentang gadis itu?" tanya Kian penasaran.

"Tidak ... aku hanya penasaran saja, dengan masa lalu Celine, sepertinya ia memiliki trauma." Areta masih berdiri tak jauh dari Kian.

Mafia itu melambaikan tangannya dan menyuruh Areta duduk di sampingnya, dan demi mengetahui tentang kehidupan Celine, ia menggadaikan harga dirinya tunduk kepada mafia itu.

"Apa yang bisa kau tawarkan kepadaku jika aku menuruti keinginanmu?" tanya Kian, memegang dagu Areta lalu mendekatkan bibirnya ke telinga gadis itu, dan menghembuskan napas secara sengaja ke telinga Areta.

Areta sungguh tidak nyaman dengan perlakuan Kian, tapi ia tidak bisa berpikir dengan bijak saat ini, yang ada dipikirannya sekarang adalah Celine.

"Apa saja permintaanmu, aku akan penuhi!" jawab Areta lantang.

"Aku ingin anak darimu!" ucap Kian, menatap serius ke arah Areta.

"A–anak?"

Kian mengangguk lalu berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah jendela, lalu menatap pemandangan luar yang tengah di guyur oleh air hujan.

"Jika kau tidak mau, aku tidak akan memaksa, dan kau bisa keluar!" perintah Kian dengan senyumannya yang dingin.

Areta pun tidak bisa tinggal diam, ia harus mengetahui tentang Celine dan trauma apa yang Celine miliki. "Baik ... aku setuju!"

Kian bertepuk tangan mendengar jawaban bijak dari Areta, ia sebenarnya bisa hanya dengan memaksa Areta tidur dengannya dan menanamkan benih pada rahim Areta, tapi ia tidak ingin mengambil risiko jika hal yang terjadi kepada Irene, terulang kembali kepada Areta.

"Bagus ... aku akan melaksanakan perintahmu, Areta." Kian mendekat ke arah istrinya mengambil beberapa helai rambut Areta dan menghirup aroma shampoo yang telah teresidu dengan aroma rambut Areta, dan itu benar-benar candu untuk Kian.

"Baiklah aku akan kembali ke kamarku," kata Areta, dan mulai beranjak dari tempatnya duduk.

"Mau kemana?" Kian meraih tangan Areta untuk mencegahnya pergi dari ruangan itu.

"Apa harus sekarang?"

"Lebih cepat lebih baik, Nona!" jawan Kian menyunggingkan senyumnya.

"Ta–tapi Celine ...."

Belum sempat Areta menyelesaikan kalimatnya Kian langsung menarik tubuh Areta, menangkup kedua pipinya dan melahap bibir merah delima milik Areta. Hingga membuat istrinya tidak bisa bernapas karena perlakuannya tersebut.

Sejenak Kian melepaskan panggutannya, dan membebaskan Areta agar bisa menghirup udara dengan bebas.

"Apa kau sedang tidak waras?! Apakah kau kurang sentuhan? Kenapa menciumku tiba-tiba?!" seru Areta kesal.

"Sejak saat menikah denganmu, aku tidak pernah tidur dengan wanita lain selain dirimu!" hardik Kian, ia kesal melihat perlakuan Areta kepadanya yang tidak pernah lembut sama sekali.

"Lalu Irene?!"

"Aku sudah lebih dari lima tahun tidak menyentuhnya," jawab Kian.

'Hah ... bukankah mereka sepasang kekasih?'

Areta bergumam dalam hati, ia pikir hubungannya dengan Irene terjalin baik, bahkan ia berpikir jika dirinya tidak melayani Kian, Irene lah yang menggantikannya. Tapi semua itu salah.

"Mau di sini, atau di kamar?" tanya Kian, menggoda istrinya itu.

"Tidak hari ini Kian!"

"Tidak bisa, aku mau hari ini juga!"

'Apakah mafia ini baru saja jatuh, hingga kepalanya terbentur sesuatu, sehingga membuat pikirannya menjadi tidak rasional?'

Areta bertanya dalam hati saat melihat tingkah laku dari mafia bengis tersebut.

Kian pun memaksa Areta, membenamkan tubuh gadis itu di dinding dan memaku kedua tangan Areta hingga tidak bisa bergerak sama sekali.

"Kian ... kau tahu, ini apa?!" desis Areta, menahan napasnya sendiri.

"Aku tahu, aku sedang memaksa istriku untuk melakukan kewajibannya sebagai seorang istri."

Mendengar Kalimat Kian membuat wajah Areta menjadi merah karena tersipu malu, mafia itu menganggapnya istri? Bukankah selama ini ia menyebut Areta adalah peliharaannya.

Kian menarik baju Areta dengan kasar, dan menghempaskannya begitu saja. Hingga berserakan di lantai, dan akhirnya mereka melakukan ritual dimana sepasang suami istri sepakat untuk memiliki keturunan.

Hingga peluh dan rintihan mengalun dan mewarnai suasana syahdu di antara mereka berdua. Tidak bisa dipungkiri, Areta selalu menikmati tarian dari jari jemari Kian saat menyentuh kulitnya. Dan itu menciptakan sensasi seperti tersengat listrik tegangan tinggi untuk wanita itu.

Bersambung~

Haloo terimaksih atas dukungannya, like komen dan Votenya, sehingga membuat Mr. Mafia bisa lulus kontrak 🤩

Selamat tahun baru untuk semua pembaca, semoga segala hal buruk di tahun 2020 di ganti dengan segala hal baik di tahun 2021, dan semoga pandemi ini segera berakhir agar bisa melakukan aktifitas dengan bebas seperti dulu kala.

Selamat bertemu di bab 35 di tahun yang baru.

Papay~

1
falea sezi
uda bertunangan lah nyosor areta
falea sezi
tolol
Muazhana Selamat
Luar biasa
Jeankoeh Tuuk
nasib areta
Jeankoeh Tuuk
kasian Areta di tipu
Nora♡~
e... eh..lah... gitu jer... pengakhiran ceritanya 😅😅membingungkan...
intan Juliana
Kecewa
intan Juliana
Buruk
ntut.tutAM
pemeran coksu kan ya, 😍yang perempuan
Indri Nur K
bagus...😍
yunna
ku rasa Irene takut posisi nya tergeser mka Dy dukung ireta kabur
Rina Ririn
ceritanya bagus tidak bertele2 dan kebanyakan drama. jd seolah2 pembaca bisa merasakan dan ikut masuk dalam ceritanyaa. sukaakklah, semangat nulis trus author💜
IG __NoviWu: terima kasih kakak.... 💜
total 1 replies
Mella Wati
yah udah tamat aj🙄
IG __NoviWu: Terima kasih sudah baca sampai tamat, Bestie 😘 Lanjut ke Novel lain Kala Bos Menggoda, cuslah gas.


Novi Wu
total 1 replies
k
naif banget ceritanya itu itu aja kaya stay terus di situ
k: Oh. Ok, aku minta maaf kalau komen aku nyakitin perasan kamu
total 2 replies
As Thyen
Membosankan baca cerita kalau terlalu banyak dramanya 🤮
Rhyana Sendana
Kecewa
IG __NoviWu: Makasih sudah baca sampai tamat.... muahhh... semoga rezeki berlimpah ruah... keluarga sehat walafiat 😘🥰😍
total 1 replies
Rhyana Sendana
Luar biasa
nonamanizzzzz
author tolong visual nya ko jellek ya ngak sesuai ,maaf ya author
kalau boleh di ganti aja visual nya 🤔
sekali lagi maaf😊😙
nonamanizzzzz: oh iyh tdk papa thor, tetap semangat nulis nya salam kenal, hehehe😁
total 2 replies
Îen
ky nya ini emang rencana irene krn dia gak mau kian pny cwe lain....dia merasa tersaingi
Rierudi Laras
Kau kan menyesal Kian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!