NovelToon NovelToon
Gelombang Kehidupan.

Gelombang Kehidupan.

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Menjalin hubungan serius dan hari pernikahan pun telah ditetapkan, tentunya membuat gadis manapun akan berpikir bahwa pria itulah yang akan menjadi imam dalam rumah tangganya, tak terkecuali gadis cantik bernama Azira putri. Namun semua mimpi dan harapan indah itu hancur seketika, dengan kedatangan seseorang dari masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29.

Cukup lama suasana hening, hingga akhirnya terdengar Leon berkata. "Awalnya aku memang sempat merasa kecewa pada mas Lexi yang kuanggap telah merebut wanita yang aku cintai, tapi semakin ke sini aku jadi sadar bahwa mas Lexi adalah pria yang paling tepat untuk membahagiakan kamu, Zira."

Zira menoleh ke samping, di mana Leon terlihat masih ingin melanjutkan perkataannya.

"Aku memang mencintaimu, tapi aku yakin cinta mas Lexi untukmu jauh lebih besar, Zira. Sama seperti aku yang sudah mulai menerima takdir bahwa kita tidak dilahirkan untuk bersama, aku juga memohon padamu untuk bisa menerima mas Lexi dengan sepenuh hatimu!." Beberapa hari lalu, secara tidak sengaja Leon melihat Lexi sedang duduk termenung di ruang kerjanya. Pintu ruangan yang tidak tertutup dengan sempurna membuat Leon dapat melihat kegiatan Lexi di dalam sana dengan jelas. Lexi menatap foto pernikahannya bersama Zira dengan tatapan dalam, dan itu sudah cukup membuktikan pada Leon bahwa alasan kakaknya itu menikahi Zira bukan semata-mata untuk sebuah tanggung jawab, melainkan karena rasa cintanya terhadap wanita itu.

"Mas Lexi sangat mencintaimu, Zira. Kamu adalah wanita yang paling beruntung karena berhasil mendapatkan hati kakakku dengan sepenuhnya."

Leon sudah pergi dengan mengemudikan mobilnya sejak beberapa saat lalu, namun semua kata-kata pria itu masih terngiang ditelinga Zira. Namun begitu, Zira belum dapat mempercayainya.

*

Sebulan berlalu.

"Mas sudah pulang?." Waktu makan siang baru saja berlalu tapi Lexi sudah kembali dari kantor.

"Mas pulang lebih awal, karena rencananya nanti malam mas mau berangkat ke Amerika untuk urusan pekerjaan."

Deg.

Zira terdiam. Suaminya akan pergi ke Amerika.

"Berapa lama mas di sana?." Pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut Zira.

"Mas juga belum tahu berapa lama." Sejujurnya, Lexi berat hati meninggalkan istrinya, namun sikap Zira terhadapnya selama ini membuat Lexi jadi berpikir bahwa ada atau tidaknya dirinya di samping Zira tidak akan berpengaruh bagi wanita itu. Bahkan mungkin istrinya jauh lebih senang jika ia tak ada di sisinya.

Zira terus kepikiran dengan rencana kepergian Lexi ke Amerika malam nanti.

Malam harinya.

Zira minta diantarkan ke rumah orang tuanya oleh Lexi, sebelum pria itu pergi ke bandara. Seperti biasa, Lexi mengiyakan tanpa banyak protes.

Setibanya di kediaman mertua, Lexi mampir sejenak untuk berpamitan sekaligus menitipkan istrinya pada mertuanya. Dihadapan mertua, Lexi bersikap seolah ia yang berniat menitipkan istrinya selama ia tak ada, agar Zira tak mendapat teguran dari kedua orang tuanya.

Melihat waktu telah menunjukkan pukul sembilan malam, Lexi pun berpamitan untuk segera melanjutkan perjalanan menuju bandara.

Malam ini Zira akan kembali menempati tempat tidurnya, setelah sekian lama tidak menempatinya. Seharusnya Zira senang karena malam ini ia tak harus melihat wajah suaminya tidur diruangan yang sama dengannya, tapi entah mengapa Zira bukannya senang, wanita itu justru merasa ada yang kosong dihatinya. Malam ini tak akan terdengar kalimat 'Mas mohon maaf atas kesalahan mas padamu di masa lalu, Zira." Ya, selama sebulan usia pernikahan, hampir setiap malam Lexi mengucapkan kalimat tersebut sebelum menjelang tidur, namun tak pernah direspon oleh Zira.

Tidak terasa sudah seminggu Zira menginap di rumah orang tuanya, dan itu artinya sudah seminggu pula Lexi tak membersamai dirinya.

"Kenapa melamun?" Tomi menghampiri Zira di tepian kolam berenang.

"Mas Tomi." Zira menoleh ke samping, di mana kini Tomi telah duduk dengan posisi yang sama dengan Zira, menjulurkan kaki ke air.

"Sama seperti pernikahan kalian, dulu mas juga menikahi istri mas tanpa cinta. Mas kerap kali mengabaikan keberadaannya, bahkan tak peduli padanya. Tapi setelah kehilangan dia, mas baru menyadari bahwa hati mas terasa kosong tanpa keberadaan istri mas di sisi, dan pada saat itu juga barulah mas sadar bahwa dihati mas sudah mulai tumbuh rasa untuknya." Tomi hanya ingin berbagi cerita tentang awal pernikahannya dulu, di mana kisahnya tidak jauh berbeda dengan kisah pernikahan Zira dan Lexi. Pernikahan tanpa cinta dari satu pihak.

"Apa kamu merindukan suamimu?." Mereka sudah sama-sama dewasa dan juga sudah sama-sama menikah, maka tak heran jika Tomi cukup peka terhadap apa yang kini tengah dirasakan oleh adiknya.

Zira hanya diam saja, namun hal itu sudah cukup menjadi jawaban bagi Tomi.

"Terkadang ego yang terlalu tinggi malah membawa kita ke jurang penyesalan, Zira." Sebagai kakak, Tomi bisa merasakan bahwa kini dihati Zira sudah mulai tumbuh perasaan untuk suaminya, namun ego untuk mengakuinya terlalu tinggi.

"Mas tidak bermaksud menggurui, mas hanya sedikit memberi nasehat agar kamu tidak menyesal dikemudian hari." Tomi sedikit menambahkan.

Sudah seminggu ia tidak berselera makan dan tidur pun tak nyenyak akibat gelisah memikirkan suaminya, kini sang kakak malah mengucapkan kata-kata yang mampu menambah kegelisahan dihati Zira.

Di kamarnya, di sinilah Zira berada setelah cukup lama mendengar petuah dari kakaknya.

"Tok....tok....tok...."

"Iya sabar!." Zira beranjak untuk membukakan pintu. Ia berpikir Tomi yang datang, mengingat ayah dan ibunya sudah beristirahat di kamar.

"Ceklek." Zira membuka pintu dan kepalanya sedikit mendongak menatap pria yang kini berdiri tepat dihadapannya.

"Assalamualaikum...."

"Waalaikumsalam...."

Deg.

Tubuh Lexi terpaku untuk sesaat, ketika sang istri tiba-tiba membawa diri ke pelukannya.

"Mas kenapa lama perginya?." Jantung Lexi semakin berdegup kencang mendengarnya. Rupanya bukan hanya dirinya yang merindu namun sang istri pun demikian.

"Urusan pekerjaan di sana baru selesai soalnya." Balas Lexi. Dengan memberanikan diri Lexi menge-cup puncak kepala Zira. Dan apa yang terjadi kali ini, Zira sama sekali tidak protes hingga Lexi dibuat berbunga-bunga jadinya.

Zira mengurai pelukannya dan sedikit mendongakkan kepala agar dapat menatap manik mata suaminya. Manik mata hitam itu menunjukkan ketulusan.

"Bagaimana aku baru menyadarinya sekarang? Mengapa aku baru menyadari ketulusan mas Lexi padaku." Batin Zira. Entah terbawa suasana atau memang niat, Zira tiba-tiba berjinjit kemudian menge-cup bibir suaminya itu.

"Terima kasih atas kesabaran mas selama sebulan ini dalam menghadapi sikap dan perangaiku." Tutur Zira setelah menyudahi kecu-pannya.

"Jangankan hanya sebulan, mas bahkan sudah sabar mencari keberadaanmu selama tiga tahun lamanya, sayang."

Deg.

"Apa setelah malam itu mas berusaha mencari keberadaan ku?." Tebak Zira.

"Tentu saja. Mana mungkin mas akan membiarkan seorang wanita pergi begitu saja dengan membawa hati mas bersamanya."Mungkin kedengarannya sedikit lebay, namun begitulah kenyataannya. Sejak kejadian malam itu, Lexi terus berusaha mencari keberadaan Zira namun tak juga berhasil menemukannya. Tapi siapa sangka, ia malah dipertemukan kembali dengan Zira saat kembali ke tanah air.

"Jadi, mas menikahi aku bukan hanya sekedar memastikan Leon tidak mendapatkan wanita bekas mas?." Lagi, tanya Zira masih dengan posisi yang sama, menatap wajah tampan suaminya.

"Jangan bilang, selama ini kamu berpikir mas menikahi kamu karena alasan itu?." Tebak Lexi.

Zira mengangguk pelan.

"Ya ampun, sayang.... Bisa-bisanya kamu berpikir seperti itu." Kali ini Lexi tak lagi membawa tubuh istrinya ke dalam pelukan, melainkan menutup rapat pintu kamar dan.....

1
Nur HafniOctavia
keren novelnya😍😍😍
Uba Muhammad Al-varo
dan penasaran sama kelanjutan ceritanya 🤔🤔🤔
secret
dan digantunglahh sm othorr🤭 kptsan tepat kmu ninggalin zira bbrp wktu lexi, karena slm kmu gada dia bisa merenung dan akhirnya luluh dgn ketulusan kmu😍
Felycia Fernandez
bahkan Sonia nggap pernah di anggap istri sama Tomi ..
hanya atasan dan sekretaris
Felycia Fernandez
mas Lexi kk Thor
Felycia Fernandez: semangat up ya kk Thor Selvi 💗
total 2 replies
Balqistri
lanjut💪💪
Balqistri
lanjut thor
Balqistri
lanjut fhor
nayoon
wow ada roman romannya yg mau buka puasa ni🤭
Azzahra Sevita Hanum Dimitry
ih thorrr kok gantung...... dan Lexi mencium bibir zira dan menggendongnya ke kasur
Ayila
lanjut thor dah mulai bucin nih kayanya
Lia siti marlia
dan lexi menutup pintu kamar lanjutin dong thorr udah menutup pintu lexi sama zira mau ngapain 🤭🤭🤭🤭
aira_kayla
next🤭🤭🤭
Yallend Mungil
tambah up nya thor🙏
Dyou Tatik
lanjut kak
nayoon
ayo zira ,jangan sampai babang Lexi di embat audiens 🤭terutama aku
Azzahra Sevita Hanum Dimitry
up lagi thorrr
Lia siti marlia
benar kata papahmu zira jangan sampai kamu menyesal nantinya ....sudah takdirnya kamu berjodoh sama lexi jadi kamu harus berlapan dada untuk menerima nya 😌🤗🤗
hana
lanjut up thor🙏
secret
smg melihat semua ketulusan dan kebaikan lexi, zira bisa luluhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!