Febian memiliki tetangga baru seorang wanita, awalnya Febian tidak tertarik sedikitpun kepada wanita itu hingga akhirnya semuanya pun berubah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34
Setelah Fabian berhasil menarik Ernest hingga terjatuh, Fabian pun langsung memukuli Ernest tanpa ampun.
Teguh dan Nadila mencoba menghentikan Fabian, Karana jika dibiarkan semuanya akan menjadi masalah baru.
" Kenapa berhenti mukul ? Pukul lagi nih pukul " tantang Ernest
Teguh menahan Fabian, ia tidak membiarkan Fabian tersulut emosinya lebih dalam
" Kalau gue ga bisa dapetin Nadila, maka lo juga ga bisa dapetin Nadila inget itu baik baik "
Ernest pergi keluar begitu saja.
Kini hanya tersisa, Fabian, Nadila, Teguh dan juga Nia
Nadila menatap wajah Nia yang masih berdiri disana.
" Maafin gue Nad " ucap Nia terdengar begitu bersalah
" Gue tau Nad, lo kecewa banget sama gue. "
" Gue dibayar sama Ernest Nad, gue yang ngasih tempat tinggal lo, gue yang ambil foto-foto itu, gue yang selalu ngawasin lo Nad "
" Gue ngelakuin itu semua karena gue butuh uang Nad, bokap gue sakit-sakitan dan butuh biaya buat berobat, ditambah hutang yang bunganya semakin besar. "
Nia pun menceritakan alasannya kenapa ia menerima tawaran dari Ernest , dan semua itu dipicu karena perekonomian Nia.
Namun Nadila apa ia menampar Nia atau mencaci makinya?
Nadila hanya diam..
" Jadi selama ini... Kamu liat gue nangis, tapi lo tetap bohong sama gue ? "
Kalimat itu Nadila ucapkan dengan tenang, tidak berteriak.
Sikap tenang Nadila saat ini justru membuat Nia semakin hancur.
" Kita pulang ya sayang " ajak Fabian membawa Nadila untuk pergi dari sana
Rasanya Nadila sudah cukup lelah untuk menangis, saat ini ia hanya diam tidak mengeluarkan sebuah kata apapun.
Didalam mobil selama perjalanan pulang, suasana sangat sepi dan sunyi.
Fabian lebih baik mendengar Nadila menangis dan mengeluh, dibandingkan diam seperti ini.
Sepanjang perjalanan, Nadila menatap keluar jendela.
Fabian mulai takut karena Nadila terlihat terlalu tenang.
...
Setelah mengantar Fabian dan Nadila, Teguh izin untuk pulang.
Teguh ingin memberikan ruang untuk keduanya.
Sesampainya diunit milik Nadila, Fabian mengambil segelas air dan memberikan kepada Nadila.
" Minum dulu ya "
Nadila meneguk air itu sampai habis, kemudian ia meletakkan gelas yang kosong itu keatas meja.
" Sekarang cerita semuanya ke aku, Bian "
Fabian tau, kalau saat ini ia sudah tidak bisa berbohong lagi.
" Malam itu mamah kamu telpon aku Dil, dia ngajak aku ketemu dan aku mengiyakan ajakan itu. "
" Awalnya aku ga ada curiga apapun dengan ajakan mamah kamu untuk ketemu aku "
" Diawal semua nampak baik-baik aja Dil, beliau nanya soal hubungan kita, keluarga ku, tentang keseriusan aku ke kamu. "
" Hingga akhirnya Mamah kamu bilang, kalau Mamah kamu tidak merestui hubungan kita dan Mamah kamu ga mau kalau kamu sama aku "
" Alasannya karena aku anak geng motor yang ga punya masa depan, aku ga punya penghasilan yang dimana nanti aku ga bisa bahagiain kamu Dil. "
" Dan.. "
Fabian menahan bagian yang paling menyakitkan, tetapi pada akhirnya ia pun tetap mengatakan.
" Dan apa, Bian ? "
" Dia bilang.. Kalau hidup kamu itu bakal lebih baik kalau kamu sama Ernest , bukan sama aku "
" Untuk pertama kalinya, aku ngerasa direndahin sama seseorang Dil. Dan itu rasanya ga enak banget, sakit Dil "
Nadila menangis
Bukan karena Ernest
Bukan karena Nia
Tapi karena ibunya sendiri
Lalu Nadila pun menjawab :
" Kenapa ya Bian.. "
" Orang yang harusnya paling sayang sama aku.. "
" Malah jadi orang yang paling sering nyakitin aku ? Salah aku apa, Bian ? "
" Kenapa aku harus lahir, Bian .. "
Fabian memeluk Nadila dengan erat, hal itu membuat Nadila nangis sejadi-jadinya.
Hati Fabian pun ikut hancur melihat Nadila yang menangis di pelukannya.
Fabian sendiri tidak tak bisa menahan emosional nya, ia pun ikut menangis sambil memeluk kekasihnya itu.
lanjut ya thor👍😄