NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta Suami Kejam

Jeratan Cinta Suami Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:957
Nilai: 5
Nama Author: Siti Fatimah

"Ini apa maksudnya? Bisa jelaskan padaku ...aku mohon!"

"Hari ini akan diadakan acara pernikahanmu sayang dan Tuan 💙 lah yang akan membeli sekaligus bersedia meminangmu menjadi Istrinya. Bersiaplah! Ini demi kebaikan kamu."

Bagai diterpa badai di siang bolong. Alih-alih mendapatkan kesempatan untuk bahagia, ia malah dijerumuskan dalam lembah jurang yang sangat dalam oleh Papa kandungnya sendiri, tak percaya dan mengharapkan semua ini hanyalah mimpi namun nyatanya yang terjadi sungguhlah nyata.

"Usap air mata kamu! Kamu lupa tinggal menghitung menit ijab kabul akan segera dilaksanakan, jadi berhentilah menangis!" perintah Papanya tanpa memikirkan kehancuran sang Putri.

"Kenapa Papa setega ini sama Cantika? Kenapa Papa tidak membiarkan Cantika untuk mati daripada harus menikah dengan pria itu, dia pria yang sama sekali tidak Cantika kenal. Bahkan pria itu sudah memiliki istri! Kenapa Papa membiarkan semua ini terjadi, kenapa Pa?" tegas Cantika dengan menangis semakin menjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Fatimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 [ Rahasia Apa yang disembunyikan Kean pada Adrian ]

"Ya kan yang jelas pernikahan mereka terjadi bukan karena saling cinta?" balas Kean cepat. "Aku juga dengar mereka menikah karena paksaan akibat dijual ayahnya sendiri."

Deg

Kalimat itu membuat tubuh Adrian menegang seketika.

Jantungnya seperti dipukul sesuatu yang begitu keras. Napasnya tercekat.

Tatapannya mendadak kosong.

Entah kenapa... setiap ucapan Kean barusan terasa sangat familiar di telinganya. Pernikahan karena paksaan.

Dijual oleh ayahnya sendiri.

Semua itu...

Semua itu terlalu mengarah pada satu sosok yang selama ini terus memenuhi pikirannya yaitu, Nina.

Nama itu seolah menggema keras di dalam kepala Adrian hingga membuat dadanya mendadak sesak tanpa alasan yang mampu ia jelaskan.

"Kenapa?" Kean beralih menanyakan sesuatu pada sahabatnya... terlebih Adrian menunjukkan reaksi aneh.

"Tidak! Itu mungkin hanya kebetulan, tapi soal pernikahan karena paksaan.

Dijual oleh ayahnya sendiri,

semua itu... sungguh dialami Wanita yang kamu taksir?"tanya Adrian penasaran.

Kean mengangguk, ia melanjutkan minumnya lagi, sesekali ia menghela nafas dan menyandarkan punggungnya.

"Iya itu semua benar, jika kamu mendengar sendiri curhatannya kamu mungkin akan sangat kasihan, mama dan Papaku saja sekarang menyayangi gadis itu seperti anaknya sendiri terlebih usia gadis itu sepantaran dengan usia adikku yang sudah lama tiada,"ungkap Kean.

"Mungkin dalam kejadian ini ada suka dukanya, untukmu... kamu menaruh perasaan secara diam-diam, sedangkan orang tuamu menyayanginya layaknya putri kandung sendiri, tapi bagus setidaknya hadirnya dia... dia bisa mengobati kerinduan dan luka Tante, kamu harus perjuangan gadis itu, kalau perlu kamu harus rebut paksa toh pernikahan mereka tanpa didasari oleh perasaan apapun, takutnya penderitaannya akan menuntunnya menuju jalan sesat seperti yang dilakukan kemaren."

"Iya, aku juga beranggapan seperti itu tapi aku takut perasaan ini akan membuatnya kecewa dan berbalik malah ia memutuskan menjauhi ku?"

"Tidak ada salahnya untuk mencoba dulu, atau gini saja mulai sekarang kamu tunjukkan keperdulian kamu... Biasanya seorang wanita akan mudah luluh jika ada lelaki yang menunjukkan perhatiannya."

"Itu ide yang tepat bakal aku coba, sekali lagi thanks berkatmu hatiku sudah bisa lebih lega. "

Pria itu menundukkan kepala pelan. Kata-kata tersebut seolah membuka sedikit cahaya di tengah kegelisahan yang selama ini mengurung pikirannya. Untuk pertama kalinya sejak tadi, senyum kecil mulai terlihat di wajahnya meski samar.

"Jangan berterima kasih dulu. Buktikan kalau kamu memang serius memperjuangkannya,"ujarnya dengan nada menggoda.

Kalimat itu membuat pria tersebut terdiam sesaat. Namun kali ini, bukan lagi rasa takut yang memenuhi pikirannya… melainkan sebuah tekad besar untuk mempertahankan seseorang yang diam-diam sudah menguasai hatinya.

Keduanya kembali menikmati hidangan yang sedari tadi nganggur tak tersentuh, Adrian pula menikmati hidangan itu tanpa ada keluhan sedikitpun, tapi lirikan Kean sedari tadi terus-menerus memperhatikan Adrian secara hati-hati bukan ada maksud lain, tapi dari mimik wajahnya seperti ada rasa bersalah dalam dirinya kepada sosok yang ada dihadapannya ini.

"Berulang-ulang kali aku berfikir aku bukanlah orang yang pantas untuk disebut dengan kata sahabat! Kamu sahabat yang terlalu baik untukku... Adrian, kamu selalu membantuku dalam segala kesulitan yang aku alami, tapi...."batinnya seolah-olah tak berani melanjutkan.

"Tapi hanya satu kesalahan dan kekhilafanku... Aku mengkhianati persahabatan kita... Bahkan jika kamu tau rahasia ini... Aku tidak tau apa kamu masih akan membiarkan aku hidup! Sekali lagi maafkan aku... Maafkan kekhilafan sahabat yang sudah kamu anggap saudara... Maaf!"

Ia membatin dengan pilu, tatapannya begitu sangat menyesali perbuatannya tapi apa boleh buat nasi sudah terlanjur jadi bubur.

BERSAMBUNG

1
Siti Fatimah
Maaf, bab 14 masih belum lulus review dari semalam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!