NovelToon NovelToon
SEKALI TEMBAK JADI ANAK!

SEKALI TEMBAK JADI ANAK!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Guntur Abimanyu, seorang CEO muda yang hampir berumur 30 tahun dipaksa untuk menikah tapi tidak ingin menikah.

"JIKA AKU MENIKAH HANYA UNTUK MENGHASILKAN ANAK, AKU BISA LAKUKAN SEKALI TEMBAK KEPADA WANITA MANAPUN! JADI TIDAK PERLU MENIKAH" serunya kepada kakek serta ayah ibunya.

Rustam sang kakek yang memegang kendali perusahaan ingin cucu laki laki satu satunya ini segera menikah. Begitupun Randi dan Ela, orang tua Guntur juga ingin segera menikahkan putra sulungnya itu.

"Baiklah kalau begitu, buktikan kemampuan menembak benihmu kepada wanita yang kakek dan orang tuamu pilih" ucap sang kakek.

"OKE SIAPA TAKUT!!" seru Guntur menerima tantangan.

Tapi ternyata takdir berkata lain, setelah kesepakatan ini dibuat, Guntur bertemu dengan wanita yang meninggalkannya dengan cinta terdalam.

Jadi siapa yang menang dalam taruhan keluarga ini? Apakah wanita yang kembali datang atau wanita yang dipilihkan kakek serta orang tuanya, mampu membuat Guntur membuktikan keperkasaannya? Baca novel ini dan dukung terus yaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERIKSA KANDUNGAN PERTAMA KALI

Rustam mengajak Guntur dan Ratih berbicara bertiga di ruangan kerjanya.

"Kalian udah memeriksakan kehamilan ini?" tanya kakek itu.

"Belum, Kek. Rencananya nanti malam atau besok kita akan ke rumah sakit" jawab Guntur.

"Sebaiknya segera diperiksakan. Kakek juga ingin bukti nyata jika Ratih hamil" sahut Rustam.

Guntur melirik kearah Ratih yang berkedip setuju.

"Baik, Kakek. Setelah ini kami akan langsung ke rumah sakit" ujarnya.

Kini pandangan Rustam beralih kearah calon cucu menantunya.

"Ratih" panggilnya.

"Iya Tuan?" sahut Ratih.

"Kamu udah siap kan dapat ibu mertua kayak Ela?" tanya Rustam.

"Dan satu lagi, mulai sekarang panggil aku seperti Guntur memanggil ku" lanjutnya.

"Baik, kakek. Saya sudah siap untuk menjadi bagian keluarga ini bukan karena status keluarga atau sosial namun karena ada pria yang sangat saya cintai" sahut Ratih.

"Apakah kamu benar benar cinta Guntur tanpa melihat kekayaannya?" pancing Rustam.

"Benar. Saya tidak melihat kekayaannya, saya melihat cinta tulus dari Mas Guntur yang rela menunggu saya selama 3 tahun" ujar Ratih.

Rustam menghela nafas panjang. Diam diam, ia sudah mencari info tentang Ratih dan keluarganya. Ia juga tau bahwa Ratih sudah pernah menikah alias janda.

"Kakek tau jika kamu pernah menikah. Kakek juga tau bagaimana ayah dan kakak laki lakimu memanfaatkan kamu selama ini. Kondisi ibumu yang lemah di panti werdha juga menjadi pertimbangan untuk masa depan keluarga kecil kalian. Bagaimana menurutmu, Ratih? Apa yang akan kamu lakukan dengan keluargamu setelah masuk keluarga ini?" tanya Rustam seperti sedang menguji.

Ratih menatap Guntur sekilas sebagai tanda "support ya sayang" meskipun tak terucap.

"Kakek sudah tau latar belakang keluarga saya dan saya pun tidak perlu untuk menyembunyikan semuanya karena ini lah saya. Keluarga saya memang jauh dari standart kehidupan selayaknya keluarga bahagia, namun ibu, ayah, dan kakak laki laki saya masih keluarga. Meskipun begitu, saya tidak ingin lagi terlibat dengan masalah yang ditimbulkan atas kesalahan ayah dan kakak laki laki saya. Saat ini fokus saya kepada kesehatan ibu" jawab Ratih.

"Terus kalau kamu menikah dengan Guntur, apa sudah ada rencana bagaimana kamu akan mengurus ibumu?" tanya Rustam lagi.

"Saya akan tetap meminta pertimbangan dan saran dari Mas Guntur karena apapun yang ia katakan, saya berusaha untuk mematuhinya. Saya percaya, Mas Guntur akan memperlakukan ibu saya dengan baik" jawab Ratih lagi.

"Jadi apa yang akan kamu lakukan dengan calon ibu mertua mu, Tur?" tanya Rustam kepada sang cucu.

Guntur menoleh kearah Ratih.

"Sepertinya aku akan membahas ini dan mendiskusikan dulu dengan calon istriku ini, Kek. Aku tidak ingin gegabah dalam memutuskan sesuatu terkait hal ini" sahutnya.

Rustan tersenyum smirk.

"Hahaha..tidak ingin gegabah dalam memutuskan sesuatu? Apa kamu gak inget kalau suka gegabah hah?" sindir Rustam.

"Kamu sudah gegabah dalam langkah mu kali ini, tapi kakek juga gegabah karena membiarkanmu melakukannya apalagi sampai membuat tantangannya. Benar jika kakek ingin segera mendapatkan cicit darimu tapi jalannya salah" lanjutnya.

"Maafkan aku, Kakek. Aku memang salah tapi aku tidak menyesal telah melakukannya karena sudah terjadi. Dan aku berterima kasih karena kakek memberikan tantangan itu meskipun aku melanggar aturannya. Kini wanita yang kuhamil ingin kunikahi karena aku mencintainya, mohon restui kami, agar kami bahagia" sahut Guntur.

Rustam menghembuskan nafas panjang lagi.

"Ya pasti merestui, lah udah jadi juga. Cuma kakek mengingatkan hidup pernikahan itu terjadi antara 2 keluarga. Mau tidak mau ya pasti terhubung dengan keluarga satu sama lain. Kakek tidak mau keluarga Abimanyu dipermalukan atau dimanfaatkan oleh keluarga yang tidak sepadan dengan kita" ujarnya.

Guntur dan Ratih mengangguk mencoba mengerti.

Setelah berbincang bincang, keduanya dipersilahkan keluar ruangan.

Ada Elora di ruang keluarga melihat mereka.

"Abang sama kakak ipar mau kemana? Ke dokter kandungan ya? Aku ikut doong" tebaknya.

"Kamu tau aja niat kita. Yaudah siap siap sana, 5 menit abang tunggu di mobil" sahut Guntur.

Elora langsung lari ke kamar untuk mengambil tas.

Guntur dan Ratih keluar rumah dan menaiki mobil yang dikemudikan oleh Julian , asisten pribadi serta driver nya Guntur, tapi baru kali ini Julian diajak kerumah keluarga Abimanyu.

Julian terhitung masih baru bekerja dengan Guntur yaitu 5 bulan.

"Bentar, Jul. Tunggu adikku ya" ucap Guntur.

"Baik, Tuan" sahut sang driver.

Belum genap 5 menit, tiba tiba pintu depan penumpang samping driver terbuka. Julian terkejut dengan kedatangan Elora.

Wanita ini dengan ceria dan tanpa aba aba masuk ke mobil lalu duduk disampingnya.

"Siapa wanita ini? Sangat annoying sekali" batin Julian.

"UDAH SIAP! LETS GO!!" seru Elora semangat tanpa memperhatikan siapa yang duduk disampingnya.

"Ih kamu tuh bikin Julian kaget aja" tegur Guntur saat melihat raut wajah Julian terlihat tidak senang.

Barulah Elora melirik kesamping dan tersenyum ceria tanpa dosa.

"Halo, namamu Julian? Salam kenal, aku adiknya Tuan Muda Guntur" ucap wanita muda itu.

"Salam kenal, Nona muda" sahut Julian dingin tapi terkesan menjaga kesopanan.

"Kaku banget nih cowok" batin Elora.

"Udah kenalannya, sekarang bisa mulai jalan ke rumah sakit ibu dan anak Jakarta ya, Jul" suruh Guntur.

"Baik, Tuan" balas Julian lalu menjalankan mobil Robicon nya berlahan keluar kawasan rumah mewah keluarga Abimanyu.

Selama perjalanan, Elora mengajak Ratih berbincang bincang, ngobrol hingga Guntur memilih diam. Kedua wanita ini semakin lama semakin cocok dalam pembicaraan.

Tak terasa sampai rumah sakit, mereka bertiga turun dan masuk ke poli kandungan.

Guntur dan Ratih mendaftarkan diri mengaku sebagai suami istri padahal belum juga sah tapi sudah akuisisi status. Sedangkan Elora memilih menunggu di kursi tunggu.

Setelah mendaftar, Guntur dan Ratih duduk menyusul bersama sang adik.

"Nomor 35, sekarang masih nomor 25" ujar Guntur.

"Ya sabar, namanya juga poli umum" celetuk Ratih.

"Kenapa kakak gak milih poli eksekutif aja?" tanya Elora.

"Poli eksekutifnya malam, jadi gapapa nunggu sebentar karena udah disini" jawab Ratih.

Guntur terlihat kesal atas keputusan calon istrinya. Dirinya tidak suk mengantri kayak orang susah aja, sedangkan bagi Ratih yang memang hidupnya susah sudah biasa mengantri.

Menurut Ratih, sama saja poli eksekutif maupun umum, pasti dokternya memperlakukan pasien dengan baik. Wajar, Ratih belum pernah merasakan ke eklusif an orang kaya atau pelayanan eksekutif jadi semua dianggap sama.

"Aduh duh duh, abang aku cemberut nih disuruh ngantri. Gapapa sekali kali bang, ngantri disini biar kayak orang biasa" goda Elora.

"Next gak ada antri antri begini lagi ya, aku akan langsung jadwalkan ke poli eksekutif untuk pemeriksaan dan kontrol anak anakku" ujar Guntur.

"Iya iya sayang..jangan cemberut gini dong, mau lihat calon anak kita kok kesel begini raut wajahnya" hibur Ratih.

Guntur menghela nafas panjang untuk menguraikan kekesalannya.

Akhirnya ketiga orang itu menunggu hingga panggilan atas nama Ratih Agustina.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!