NovelToon NovelToon
Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nameless Monarch

ig: @namemonarch

Di sebuah multiverse di mana para penguasa mengandalkan insting dan amarah, Ye Chen mendominasi dengan kalkulasi dingin. Ia adalah sosok yang memanipulasi keadaan dari balik layar, memandang konflik dunia layaknya bidak catur di papan raksasa.

​"Kultivasi hanyalah proses penyempurnaan sirkulasi energi. Dan takdir? Itu hanyalah sekumpulan data yang belum dikendalikan oleh tangan yang tepat."

​Inilah awal dari perjalanan lintas jagat raya. Sebuah jalan di mana hukum langit akan tunduk di bawah kendali seorang analis sistem yang memulai langkahnya dari titik terendah untuk mencapai puncak tertinggi multiverse.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nameless Monarch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34 — Langkah di Balik Layar

Fajar belum juga menyingsing ketika Ye Chen melangkah melewati gerbang timur Kota Daun Gugur. Jubah hitamnya yang kini sedikit lembap oleh embun pagi tidak menunjukkan noda darah sedikit pun—sebuah bukti betapa bersihnya ia mengeksekusi pembantaian di Lembah Selatan. Di bawah pengaruh Teknik Pernapasan Arus Bumi, kehadirannya tetap setipis bayangan, menyelinap di antara para pedagang sayur yang mulai bersiap membuka lapak mereka.

Setibanya di Paviliun Hening, Ye Chen langsung menuju ruang rahasia di lantai bawah. Su Wenzhou, yang tampaknya tidak tidur semalaman, segera menyambutnya dengan wajah pias yang menyiratkan kecemasan tertahan.

"Tuan, Anda kembali," bisik Su Wenzhou, matanya melirik sekilas ke arah postur Ye Chen untuk memastikan tidak ada luka fisik.

"Siapkan air hangat untuk mandi dan teh hijau pekat," perintah Ye Chen datar. Ia melepaskan jubah luarnya dan melemparnya ke sudut ruangan. "Setelah itu, pergilah ke pasar utama. Pantau pergerakan harga komoditas milik Keluarga Lin. Jika dugaanku benar, dalam hitungan jam, struktur ekonomi mereka akan mulai mengalami pendarahan hebat."

Su Wenzhou mengangguk patuh. Pria tua itu belum tahu apa yang sebenarnya terjadi di Lembah Selatan, namun ia cukup peka untuk menyadari bahwa tuannya baru saja mencabut satu pilar besar penyangga musuh mereka.

Setelah membersihkan diri dari hawa miasma yang menempel, Ye Chen duduk bersila di atas dipan meditasi. Ia memejamkan mata, memanggil antarmuka Sistem Kenaikan Surga yang hanya eksis di dalam kesadarannya.

[Status Sistem]

[Saldo Poin Kenaikan: 166.700 Poin

Status Kultivasi: Alam Kondensasi Qi Tahap Awal

Fungsi Aktif: Ruang Simulasi Mental, Toko Sistem Tingkat 2, Pupil Penembus Ilusi.]

Ye Chen menatap deretan angka tersebut dengan ketenangan mutlak. Saldo itu adalah akumulasi dari konversi Batu Spiritual Merah ditambah sisa poin yang ia miliki sebelumnya. Ini adalah modal paling masif yang pernah ia pegang sejak tiba di dunia kultivasi ini.

"Sistem, kalkulasikan biaya untuk melakukan terobosan ke Tahap Menengah Alam Kondensasi Qi melalui jalur Ruang Simulasi Mental. Aku menuntut tingkat keberhasilan mutlak tanpa ada sedikit pun celah cacat pada jaringan meridianku."

[Memproses kalkulasi... Terobosan sempurna membutuhkan 50.000 Poin Kenaikan untuk simulasi sirkulasi sebanyak sepuluh ribu kali, ditambah 20.000 Poin untuk Pil Fondasi Langit dari Toko Sistem. Total: 70.000 Poin Kenaikan. Estimasi durasi: empat puluh delapan jam di dalam simulasi yang setara dengan satu jam waktu nyata.]

Ye Chen menyimpan informasi itu di sudut pikirannya. Ia tidak langsung memulai proses terobosan. Prioritas pertamanya pagi ini adalah memastikan reaksi berantai dari keruntuhan Keluarga Lin berjalan sesuai perhitungan.

Menjelang tengah hari, ketenangan Kota Daun Gugur hancur berantakan.

Kabar tentang penemuan mayat Tetua Lin Hai beserta enam pengawal elitnya di Lembah Selatan menyebar laksana api liar di padang rumput kering. Tragedi hilangnya nyawa tersebut semakin diperparah dengan lenyapnya seluruh kargo Batu Spiritual Merah—urat nadi finansial yang seharusnya menjadi penyelamat Keluarga Lin dari kebangkrutan.

Di aula utama kediaman Keluarga Lin, atmosfer terasa seberat timah. Lin Tian, sang kepala keluarga, duduk di kursi kebesarannya dengan wajah pucat pasi dan mata memerah. Di hadapannya, belasan tetua klan tertunduk diam, tak satu pun dari mereka berani menatap mata pria yang baru saja kehilangan adik kandungnya sekaligus aset paling berharga milik klan.

"Siapa..." suara Lin Tian bergetar berat, sarat akan amarah yang menekan dada. "Siapa yang berani memotong jalur kita?! Paviliun Awan Merah? Atau bajingan rakus dari Serikat Gagak Hitam?!"

"Lapor, Patriark," seorang informan melangkah masuk dengan napas tersengal-sengal. "Hasil investigasi awal di lokasi menunjukkan eksekusi yang sangat rapi. Tidak ada jejak residu teknik dari faksi besar mana pun di kota ini. Luka mematikan pada mayat menunjukkan penggunaan proyektil jarum dan tebasan pedang tak dikenal. Pola serangannya menyerupai metode komplotan bandit bayangan kelas atas."

"Bandit?!" Lin Tian menggebrak meja kayu ulin di hadapannya hingga hancur berkeping-keping, serpihannya terlempar ke segala arah. "Mana ada bandit liar yang memiliki kapasitas membunuh kultivator Tahap Akhir tanpa meninggalkan jejak pertempuran besar? Ini murni konspirasi! Seseorang menargetkan kehancuran kita dari akar!"

Napas Lin Tian memburu. Kepanikan mulai meracuni kejernihan berpikirnya. Tanpa kargo Batu Spiritual Merah itu, klannya tidak memiliki likuiditas untuk melunasi utang operasional kepada Serikat Gagak Hitam. Beban mereka semakin berat mengingat mereka baru saja menyerahkan deposit dalam jumlah masif kepada Tabib Hua Jue untuk pesanan suplai medis—sebuah pengeluaran pertahanan yang kini terasa sia-sia.

Di saat kepanikan melanda kediaman Lin, Tabib Hua Jue melangkah masuk ke Paviliun Hening dengan langkah yang jauh lebih tegap. Sejak Ye Chen memberinya fragmen Sutra Api Penyaring Sumsum, penyumbatan di meridian jantungnya membaik drastis. Ia kini merasa terlahir kembali, dan kesetiaannya kepada pemuda misterius itu telah mengakar hingga ke jiwanya.

Ia menemukan Ye Chen sedang menyesap teh di balkon lantai dua, menatap jalanan distrik perdagangan dengan tatapan mata yang tak bisa dibaca.

"Tuan Ye," Hua Jue membungkuk hormat hingga membentuk sudut sembilan puluh derajat. "Kondisi internal Keluarga Lin saat ini benar-benar kacau. Lin Tian baru saja mengirim utusan untuk menuntut pengembalian deposit obat-obatan dengan dalih keadaan darurat. Arus kas mereka sudah mengering."

Ye Chen meletakkan cangkir porselennya dengan pelan. "Apakah kau menyerahkan uang itu kembali?"

"Tentu saja tidak," jawab Hua Jue diiringi senyum penuh perhitungan. "Sesuai instruksi Anda, saya menyatakan bahwa seluruh bahan herbal langka telah masuk tahap peracikan tungku dan mustahil dibatalkan tanpa menghancurkan esensi obat. Kontrak medis faksi kita melarang pengembalian dana sepihak."

"Bagus," Ye Chen bangkit dari kursinya. "Tekan mereka lebih jauh. Gunakan koneksimu untuk menyebarkan informasi kepada jaringan pedagang di pasar sentral bahwa Keluarga Lin berada di ambang gagal bayar. Biarkan kepanikan pasar merambat ke sektor logistik. Dalam tiga hari, nilai hak kelola tambang dan properti mereka akan jatuh menembus titik nadir."

Mata Hua Jue melebar sejenak, menyadari ambisi raksasa di balik taktik pemuda itu. "Anda berencana mengambil alih tambang mereka? Tetapi Tuan Ye, jika Paviliun Hening tiba-tiba mengakuisisi aset sebesar itu, faksi berkuasa seperti Paviliun Awan Merah akan langsung menaruh kecurigaan besar pada kita."

"Analisis yang hebat, Tabib Hua," ujar Ye Chen dengan nada datar namun menembus hingga ke tulang. "Itulah sebabnya Paviliun Hening tidak akan pernah tercatat dalam dokumen pembelian. Kau, seorang tabib terkemuka yang baru saja mendapatkan pencerahan warisan kuno dan memiliki reputasi netral, akan menjadi wajah utama dari organisasi baru yang mengambil alih aset tersebut."

Hua Jue menelan ludah. "T-tetapi dari mana saya mendapatkan modal sebesar itu untuk mengelabui balai lelang kota?"

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Ye Chen mengibaskan tangan kanannya. Udara di atas meja beriak pelan, dan sebuah kantong kulit binatang yang padat jatuh dengan bunyi dentuman berat. Mulut kantong itu sedikit terbuka, memancarkan pendaran cahaya merah murni yang langsung menghangatkan seluruh ruangan. Puluhan Batu Spiritual Merah dengan kualitas nyaris tanpa cacat tumpah ke atas meja, ditemani beberapa batangan emas murni.

Napas Hua Jue tertahan. Matanya terpaku pada kekayaan yang muncul dari ketiadaan tersebut. Di benak sang tabib tua, misteri Ye Chen semakin menebal. Ia yakin pemuda ini berasal dari garis keturunan sekte kuno yang memiliki cincin dimensi langka dan fondasi kekayaan yang tak terbayangkan.

"Aku akan menjadi tangan yang menggerakkan pion di dalam kegelapan, sementara kau melangkah di atas papan sebagai pion yang terlihat seperti raja," ucap Ye Chen memecah keheningan. "Gunakan modal ini. Tukarkan sebagian di pasar gelap, dan gunakan sisanya untuk mendominasi pelelangan."

Keterkejutan Hua Jue berubah menjadi antusiasme membara. Ia kembali membungkuk, menerima peran strategis itu tanpa keraguan.

Setelah Hua Jue meninggalkan paviliun dengan membawa kantong kulit tersebut, Ye Chen kembali ke ruang bawah tanahnya. Ia telah menyusun papan catur ekonomi dengan rapi. Kini, saatnya memastikan fondasi kekuatannya tidak tertinggal oleh laju rencananya sendiri.

"Sistem," perintah Ye Chen di dalam kesunyian. "Aktifkan Ruang Simulasi Mental. Mulai prosedur terobosan."

[Notifikasi: Memulai Simulasi... Mengurangi 70.000 Poin Kenaikan. Kesadaran pengguna ditransfer.]

Realitas fisik memudar. Ye Chen mendapati dirinya berdiri di tengah ruang putih tanpa batas. Proyeksi anatomi tubuhnya mengambang di depannya, memperlihatkan rute aliran Qi yang kompleks. Ia menelan Pil Fondasi Langit virtual yang disintesis oleh sistem. Gelombang energi sedingin es seketika meledak, menyapu seluruh kotoran yang tersisa di dalam jaringan meridiannya.

Ye Chen memandu energi tersebut dengan presisi absolut, mengulangi sirkulasi ribuan kali tanpa lelah. Setiap kebocoran sekecil rambut pada meridiannya ditambal, dan kapasitas Dantiannya diperluas secara konstan.

Ketika kesadarannya kembali ke dunia nyata satu jam kemudian, sebuah gelombang tekanan udara meledak dari tubuhnya, menyapu debu di ruangan bawah tanah tersebut hingga tak tersisa. Kulitnya kini memancarkan kilau perunggu yang jauh lebih padat, sementara tatapan matanya setajam ujung pedang. Alam Kondensasi Qi Tahap Menengah telah berhasil ia capai dengan fondasi yang tak tertembus.

Tepat pada saat itu, langkah kaki tergesa-gesa terdengar dari tangga. Su Wenzhou muncul dengan napas terputus-putus.

"Tuan! Balai Kota baru saja menempelkan plakat darurat. Keluarga Lin menggelar pelelangan tertutup malam ini juga untuk melepas hak kelola Tambang Batu Utara. Mereka membutuhkan koin emas segera!"

Ye Chen merapikan kerah jubah hitamnya dengan tenang. Sebuah senyum tipis, dingin, dan penuh perhitungan menghiasi wajahnya.

"Kirim pesan pada Tabib Hua," instruksi Ye Chen seraya melangkah menuju tangga. "Permainan dimulai malam ini. Tambang itu bukan sekadar tumpukan batu, melainkan pijakan pertama kita untuk menelan seluruh kota."

1
monoton kurang menarik
ada usul tidak jelas
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss author
Naevys
Wow, penulisan, dan pemilihan kata kata nya...
Nameless Monarch: Masih pemula bang, sama sekali gak ada wow nya:)
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
punya penulisan yang bagus, dan cerita yang mudah di ikuti. enak untuk di baca /CoolGuy/
Manusia Ikan 🫪: 😋hump
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
hmmmm masih tidak terbiasa dengan fantasi timur😅
Manusia Ikan 🫪
bagus nih, ruang simulasi mental
Manusia Ikan 🫪
sebagai mahasiswa arsitektur, aku pengen punya skill yang berhubungan dengan membangun ini😹
Manusia Ikan 🫪
hemmmm
Manusia Ikan 🫪
wah jarang jarang tuh ada sistem toko
Manusia Ikan 🫪
kenapa cerita fantasi timur, sangat mudah untuk mendapatkan kekuatan😅
Manusia Ikan 🫪: kwkawkoa masuk akal😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
bukan bumi kan!
Manusia Ikan 🫪
apakah ini urutan kekuatannya?
Manusia Ikan 🫪
😅mmmmm bro langsung tahu cara makenya?
Manusia Ikan 🫪: wkaowkaokwoa tapi lebih bagus kayak gini, dari pada gk tahu apa apa😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
yeeeeeey aku yang like pertama😹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!