Di saat Alice selalu merasakan kekecewaan dari keluarga dan hubungan asmaranya, Carlos datang dalam hidup Alice untuk mengantikan rasa kecewanya menjadi kebahagiaan.. Namun di saat Alice sudah percaya dan memberanikan dirinya untuk berharap bisa bahagia di tengah kecewanya terhadap keluarganya, Carlos menghilang.. Carlos pergi tanpa meninggalkan jejak, seketika membuat Alice mempercayai jika di dunia ini tidak ada yang bisa membuatnya bahagia
Bab 34
Carlos dan papa Indra menjaga Alice secara diam - diam dengan cara mereka masing - masing.
Papa Indra sangat marah dengan mantan kakak iparnya yang sangat ingin menghancurkan anak - anaknya. Demi rasa irinya ia sanggup ingin menghancurkan kehidupan anak - anaknya hanya karena kehidupan mereka lebih baik dari kehidupan mantan kakak iparnya.
Walaupun mereka bukan sampai berpengaruh besar, tapi setidaknya perusahaan mereka stabil dan banyak di rekan kerja bisnis yang senang bekerja sama dengan perusahaan papa Indra
Kehidupan Alice juga sangat stabil dengan Restoran yang di rintisnya semenjak SMA.. walaupun begitu, papa Indra dan anak - anaknya tidak pernah bersikap sombong dan semena - mena kepada siapa pun. Malah mereka menganggap orang yang bekerja dengan mereka itu saudara.
Maria meminta Tina dan Nita untuk berpura - pura mau membantu Natalie dan Silvie, jadi mereka bisa membuat semua orang mebgetahui rencana jahat ibu dan anak itu. Maria langsung menghubungi Kelvin dan memberitahukan rencananya..
Kelvin menyetujui rencana yang di susun Maria.
“Ketika kalian bertemu, jangan lupa untuk merekam secara diam - diam pembicaraan kalian. Jangan gugup bersikaplah seperti biasa.” Ucap Maria
Tina dan Nita mengangguk pelan, “jika bisa kalian berdua bagi tugas, yang satu merekam.. satunya lagi live di sosial media tapi jangan memakai akun kalian dan jangan sampai mereka tahu kalau kalian yang live.” Ucap Maria
“Dengan terpaksa kita lakukan dengan cara ini, jika berada di sana selama bertahun - tahun tidak bisa membuat mereka sadar, maka kita sadarkan mereka dengan membuat mereka viral.” Udap Tina
“Aku tidak akan termakan omongan manisnya lagi, benar yang kamu katakan Maria.. tenang saja kami akan membuat mereka malu, jika pada akhirnya mereka mengetahui kamilah di balik viralnya mereka.. aku tidak takut.” Ucap Nita
“Baik.. untuk kedua orang tak tau diri itu aku serahkan ke kalian..” ucap Maria dengan menganggukkan kepala sambil tersenyum.
Tina dan Nita tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
“Kita hanya bisa membantu Alice dengan menjaganya seperti ini.” Ucap Maria
Tina mengangguk dan Nita hanya bisa menundukkan kepalanya sambil menahan air matanya.
‘Padahal kamu sangat baik Alice tapi kenapa kamu punya bibi dan sepupu yang luar bisa iri hingga ingin membuat kamu jatuh padahal kamu tidak punya salah apa-apa dengan mereka.’ Ucap Nita dalam hati.
Nita dan Tina tersenyum sinis setelah mendapat di mana mereka akan bertemu..
“Memang bodoh sekali, masa mau merencanakan sesuatu di wilayah korban yang akan kalian rusak, ckckckckck.” Ucap Nita sambil tersenyum
Nita langsung meneruskan pesan yang di kirim oleh Natalie ke Maria. “Tidak banyak yang tahu kalau itu bagian dari Rose Restoran, dengan begitu kita bisa lebih gampang untuk kalian menjalankan aksi.” Balas Maria ke Nita.
‘Iya benar apa yang di katakan Maria. Baiklah kita lihat kalian mau menyebarkan berita apa lagi.’ Ucap Tina dalam hati sambil tersenyum sinis.
Alice terkekeh mendengar cerita Maria, “jika sudah viral, terus?” Tanya Alice
“Biarkan kekuatan Netizen yang benar ini bekerja. Jika hukum negara tidak membuat mereka sadar, maka sanksi sosial mungkin akan membuat mereka sadar.” Jawab Maria
Alice hanya menggelengkan kepalanya mendengar cerita rencana Maria, “terserah kalian saja. Aku ikut saja, karena aku sudah lelah dengan semua ini.” Ucap Alice.
“Kamu tenang saja, lelah boleh.. tapi tolong jangan sampai menghilang, jika ingin menghilang kasih tahu aku. Jangan diam - diam menghilang.” Ucap Maria sambil memeluk Alice dengan erat.
“Lelah banget rasanya Mar.. apa yang aku dan adikku perbuat selama ini hingga mereka begitu tega pada kami.” Ucap Alice
Maria menenangkan Alice sambil mengelus punggung Alice. “Mereka begitu karena kehidupan kalian lebih baik dari mereka, mereka tidak senang karena itu. Tetaplah menjadi diri kalian sendiri, jangan karena mereka kalian jadi orang lain.” Ucap Maria
Suasana hati Alice sudah lumayan membaik dan dia sudah mulai menerima dengan lapang dada dengan keadaannya. Dia akan menerima apa yang di lakukan Maria yang atas persetujuan Kelvin.
Alice berusaha untuk tidak memikirkan apa yang terjadi pada dirinya, bohong jika tidak kecewa dengan tante dan sepupunya. Tapi ia berusaha untuk tidak memikirkan tentang mereka.
Keesokan harinya, Tina dan Nita sudah berada di restoran yang di mana mereka akan bertemu dengan Natalie dan Silvie. Ketika ingin berjalan menuju meja, mereka tidak sengaja melihat Liam dan Lillian sedang berada di meja yang terletak di belakang meja mereka yang akan menjadi tempat pertemuan mereka dengan Natalie dan Silvie.
Tina dan Nita tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Liam dan Lillian. Ketika mereka duduk, mereka duduk sandaran sehingga bisa mendekat ke arah Liam dan Lillian..
“Tuan muda, nona muda.. bisa bantu kami?” Tanya Nita
Liam dan Lillian dengan posisi seperti Nita dan Tina dengan cepat menjawab.
“Apa yang bisa kami bantu kak?” Tanya Liam yang menjawab pertanyan dengan bertanya.
“Nanti akan ada sepupu nona Alice dan mungkin akan ada tantenya nona Alice. Apa salah satu dari kalian bisa melakukan live melalui sosial media? Kalau bisa jangan langsung akun dengan nama kalian.” Tanya Nita.
“Tentu saja bisa, nanti aku akan pura - pura sedang mukbang makanan yang ada di sini.” Jawab Lillian..
“Terima kasih nona muda dan tuan muda. Saya harap kalian bisa menahan emosi jika mereka sudah ada di sini.” Ucap Tina.
Liam dan Lillian menjawab dengan gumaman kecil. Tidak lama tante Grace yang masuk tidak ada Natalie dan Silvie hanya tante Grace sendiri..