NovelToon NovelToon
NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL

NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Abai Shaden

Ribuan tahun setelah Kaisar Primordial Wang Tian menghilang ke dalam keheningan dimensi untuk menjaga keseimbangan alam, silsilah darahnya telah bercabang menjadi klan-klan besar yang menguasai berbagai penjuru dunia.

​Istri pertama, Lin Xuelan, melahirkan garis keturunan Penjaga Samudra. Istri ketiga, Mora, melahirkan klan Bayangan Langit. Istri keempat, Lin Xia (setelah menjadi manusia sepenuhnya), melahirkan garis Pedang Dewa. Namun, cerita kita kali ini bermula dari garis keturunan istri kedua, Sui Ren, Sang Permaisuri Angin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: Tarian Hampa Udara dan Kehancuran Sang Eksekutor

Kegelapan di luar atmosfer planet ternyata tidak sesunyi yang dibayangkan **Wang Jian**. Ruang hampa itu menderu di dalam indra jiwanya, sebuah kekosongan yang haus akan energi. Saat **Bahtera Naga Surgawi** menembus batas eksosfer, pemandangan di depan mereka berubah menjadi mimpi buruk metalik. Kapal induk **The Harvester** berdiri tegak seperti dinding raksasa di hadapan bintang-bintang, melepaskan ribuan unit pesawat pencegat yang tampak seperti tawon mekanis berkilau perak.

"Sektor 4 terdeteksi! Mereka meluncurkan Meriam Ion!" teriak **Azrael** di kursi navigasi, jemarinya bergerak cepat di atas proyeksi hologram yang mulai berkedip merah.

Sebuah berkas cahaya biru raksasa meluncur dari moncong kapal induk, membelah kegelapan ruang angkasa.

"Han! Sekarang!" perintah Jian.

**Wang Han** menghentakkan kakinya ke lantai kapal. Energi angin dan ruangnya menyebar ke seluruh lambung Bahtera. **"Seni Ruang: Pergeseran Dimensi Bayangan!"** Tepat sebelum laser itu menghanguskan mereka, Bahtera Naga Surgawi tampak meliuk, menjadi transparan selama satu detik, membiarkan energi mematikan itu lewat begitu saja menembus tubuh kapal tanpa luka sedikit pun.

Namun, Jian tahu pertahanan saja tidak akan memenangkan perang ini.

"Mereka mengincar mesin kita. Aku akan keluar," ucap Jian datar.

"Jian! Di luar sana tidak ada udara, suhunya bisa membekukan darahmu dalam sekejap!" **Lin Meiling** mencoba menahan lengan Jian, matanya penuh kekhawatiran.

Jian menatap istrinya, lalu tersenyum tipis. "Aku adalah naga, Meiling. Dan bagi naga, langit adalah rumahnya—tak peduli seberapa tinggi langit itu berada." Ia menelan **Pil Oksigen Surgawi** tingkat tinggi yang diracik Meiling, lalu berjalan menuju pintu dekompresi.

### **Melangkah ke Dalam Kehampaan**

Pintu terbuka dengan desisan keras. Tekanan udara yang tersisa di dalam ruangan tersedot keluar, namun Jian berdiri kokoh. Begitu kakinya meninggalkan lantai kapal, ia melepaskan **Qi Kehampaan**-nya secara penuh. Cahaya hitam dengan guratan emas meledak dari tubuhnya, menciptakan gelembung atmosfer mandiri di sekitar dirinya.

Ia melayang di tengah hampa udara, rambut hitamnya berkibar meski tak ada angin, digerakkan oleh arus energi internalnya sendiri. Di hadapannya, tiga raksasa mekanis setinggi dua puluh meter melesat mendekat. Mereka adalah **Unit Eksekutor: Prajurit Bintang**.

"Subjek terdeteksi. Organik tingkat tinggi. Memulai pemusnahan," suara mekanis bergema langsung di pikiran Jian melalui gelombang radio yang ia tangkap dengan indra Nascent Soul-nya.

Eksekutor pertama mengayunkan pedang plasma yang panjangnya mencapai sepuluh meter. Di ruang hampa, tidak ada suara gesekan, namun Jian bisa merasakan distorsi ruang yang diciptakan oleh panas pedang itu.

Jian bergerak. Tanpa gravitasi yang menahannya, kecepatannya meningkat drastis. Ia menghilang dalam sekejap, menyisakan jejak cahaya hitam.

*TRAKK!*

Jian muncul tepat di atas bahu raksasa mekanis itu. Ia tidak menggunakan senjata. Ia hanya mengepalkan tinjunya, memusatkan **Napas Naga Kehampaan** ke satu titik kecil.

**"Tinju Naga: Penghancur Materi!"**

Pukulan itu mendarat di sendi leher logam sang Eksekutor. Ledakan energi terjadi di dalam struktur molekul logam tersebut. Logam arwah Federasi yang seharusnya mampu menahan ledakan nuklir, hancur berkeping-keping seolah-olah terbuat dari keramik rapuh. Kepala robot raksasa itu terlempar ke kedalaman ruang angkasa, tubuhnya meledak dalam bola api diam.

### **Duel Melawan Komandan Valthar**

Melihat rekan-rekannya hancur, sebuah unit yang jauh lebih besar dan berwarna merah tua meluncur keluar dari hanggar *The Harvester*. Ini adalah **Komandan Valthar**, seorang perwira tinggi Federasi yang tubuhnya 90% adalah sibernetika tempur tingkat lanjut.

Valthar memegang tombak energi yang berputar seperti bor. "Mahluk planet rendahan! Kau pikir kultivasi primitifmu bisa menandingi sains galaksi?!"

Valthar menembakkan ribuan rudal mikro yang memiliki sensor pelacak jiwa. Rudal-rudal itu meliuk di ruang hampa, mengepung Jian dari segala arah.

Jian tetap tenang. Ia merentangkan kedua tangannya. **"Domain Naga Kehampaan: Titik Nol."**

Seketika, sebuah area seluas satu kilometer di sekeliling Jian membeku. Bukan membeku karena es, melainkan waktu dan gerakan di area tersebut dipaksa berhenti oleh tekanan gravitasi yang luar biasa. Rudal-rudal itu terhenti di udara, bergetar hebat sebelum akhirnya hancur lebur menjadi debu kosmik.

Valthar terkejut. "Manipulasi gravitasi tingkat tinggi?! Mustahil!"

Valthar memacu pendorong jet di punggungnya, melesat ke arah Jian dengan tombak bornya. Jian menyambutnya dengan tangan kosong. Saat ujung tombak energi itu bersentuhan dengan telapak tangan Jian, suara jeritan energi terdengar di dalam kesadaran semua orang.

Jian menahan putaran bor itu hanya dengan satu tangan. Sisik naga emas muncul di lengannya, berpendar terang melawan dinginnya ruang angkasa.

"Sains kalian mencoba memahami alam semesta," ucap Jian, suaranya terdengar seperti guntur di dalam benak Valthar. "Tapi kami... kami adalah bagian dari alam semesta itu sendiri."

Jian mencengkeram tombak energi tersebut dan mematahkannya menjadi dua. Dengan gerakan secepat kilat, ia menusukkan patahan tombak itu kembali ke dada Valthar, menembus inti reaktor nuklirnya.

### **Ledakan di Antara Bintang**

"Ini... bukan... akhir..." Valthar tersedak, cairan hidrolik menyembur dari mulut mekanisnya.

"Memang bukan," balas Jian. "Ini adalah peringatan bagi Federasi."

Jian melepaskan ledakan **Qi Kehampaan** terakhir di dalam tubuh Valthar. Tubuh sang komandan meledak dalam cahaya ungu yang sangat terang, cukup kuat untuk menerangi sisi gelap planet di bawah mereka.

Dari anjungan **Bahtera Naga Surgawi**, **Wang Lei** dan **Wang Chen** bersorak melihat kemenangan kakak mereka. Namun, Azrael hanya menatap layar radar dengan wajah pucat.

"Jian! Kembali ke kapal sekarang!" teriak Azrael melalui komunikasi batin. "Kapal induk mereka sedang mengaktifkan **Meriam Penghancur Planet**! Mereka tidak lagi mencoba memanen kita... mereka ingin memusnahkan seluruh sistem ini!"

Jian menoleh ke arah *The Harvester*. Di ujung kapal raksasa itu, sebuah cahaya merah tua mulai berkumpul, cukup besar untuk menelan sebuah benua dalam sekali tembak.

Jian mengepalkan tangannya, matanya berkilat emas. "Han, Lei, Chen! Bersiaplah. Kita tidak akan lari. Kita akan menembus jantung kapal itu!"

### **Detail Pertempuran & Status bab 34 :

 * **Wang Jian:** **Nascent Soul Bintang 1 (Puncak)**. Kehilangan 30% energi setelah pertarungan dengan Valthar, namun kondisi fisik tetap prima berkat Fisik Naga.

 * **Komandan Valthar:** **Musnah**.

 * **The Harvester:** Status: Mengisi daya Meriam Penghancur Planet (Waktu tersisa: 300 detik).

 * **Bahtera Naga Surgawi:** Kerusakan lambung 5% akibat serpihan ledakan.

1
evelyn Syaquita
new saga
adalah bacaan wajib bagi penggemar genre kultivasi yang mencari cerita dengan kedalaman emosional dan aksi yang memukau. Meskipun memiliki beberapa kiasan (tropes) klasik genre Xianxia, eksekusinya tetap terasa segar dan membuat ketagihan.
evelyn Syaquita
Tahapan dari Qi Condensation hingga [Tahap Tertinggi] dijelaskan dengan detail yang memuaskan, membuat pembaca ikut merasakan jerih payah sang protagonis dalam bermeditasi dan menerjang kesengsaraan langit (Heavenly Tribulation).😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!