NovelToon NovelToon
Suami Untuk Shanum

Suami Untuk Shanum

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:33k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Shanum gadis desa yang harus bekerja keras untuk kebutuhan hidupnya dan juga keluarganya. Di tengah kesulitan ekonominya, ia terus menjadi perbincangan orang-orang disekitarnya karena di usianya yang akan menginjak 30 tahun, ia belum saja menikah.

Karena merasa malu, Ibunya meminta tolong salah satu orang yang dikenal sebagai mak comblang di desanya agar mencarikan laki-laki untuk Shanum, hingga akhirnya mak comblang tersebut memperkenalkan Shanum dengan seorang pria yang merupakan cucu dari salah satu warga desa yang terpandang di desa.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Shanum akan menerima pria tersebut? Siapakah pria itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lima Juta

​"Kamu benar-benar membuatku candu, Shanum," bisik Abi, suaranya terdengar lebih serak dari biasanya.

​Abi mulai menghujani wajah Shanum dengan c**m*n-c**m*n kecil yang menuntut. Kali ini, ia melakukannya dengan penuh pemujaan, seolah ingin membuktikan bahwa seluruh jiwanya telah terpikat oleh kesederhanaan wanita di hadapannya ini. Shanum yang awalnya kaku, perlahan mulai luluh, kehangatan tubuh Abi yang maskulin merayap masuk ke dalam pori-porinya dan melumpuhkan segala keraguan yang tersisa.

​Sentuhan Abi berpindah ke leher dan bahu Shanum memberikan sensasi geli sekaligus desiran aneh yang membuat napas Shanum tersengal. Setiap gerakan Abi dilakukan dengan penuh perhitungan dan kelembutan, memastikan Shanum merasa aman di bawah kendalinya.

​"Mas Abi...," panggil Shanum lirih saat bibir Abi kembali menemukan miliknya dalam c**m*n yang lebih dalam dan penuh gairah.

​Malam ini, di balik dinding apartemen yang mewah dan kedap suara, Abi kembali menyatukan cintanya dengan Shanum. Hubungan suami istri yang mereka lakukan kali ini terasa berbeda, bukan sekadar pemenuhan kewajiban, melainkan sebuah perayaan atas dinding-dinding kecanggungan yang mulai runtuh.

​Abi memimpin setiap langkah dengan sabar, menuntun Shanum untuk mengeksplorasi perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Dalam keheningan malam yang hanya dipecah oleh deru napas yang bersahutan, mereka berdua tenggelam dalam lautan emosi yang meluap dan mengikat janji dalam setiap sentuhan kulit yang bertemu.

​Beberapa waktu berlalu, keheningan kembali menyelimuti kamar. Shanum bersembunyi di balik selimut tebal dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Abi yang masih memeluknya erat, keringat tipis menghiasi dahi keduanya, namun senyum kepuasan tidak bisa disembunyikan dari wajah Abi.

​Abi mengecup kening Shanum dengan lama, "Terima kasih, sayang," bisik Abi.

​Shanum hanya bisa membalas dengan pelukan yang lebih erat. ia merasa benar-benar menjadi wanita paling beruntung. Di kota yang asing dan penuh teknologi dingin ini, ia menemukan kehangatan yang paling nyata dalam pelukan suaminya.

...###...

Dua minggu telah berlalu seperti mimpi indah yang tidak ingin Shanum akhiri, apartemen mewah itu kini benar-benar terasa seperti rumah. Tidak ada lagi kecanggungan yang membeku di antara Shanum dan Abi, panggilan Abi pun sudah mengalir natural, bahkan sesekali Abi tanpa ragu memanggil Shanum sayang, di depan keluarga Abi atau saat mereka sedang berdua.

​Hubungan Shanum dengan Bunda Rina pun mulai mencair, meski belum sepenuhnya hangat setidaknya sang mertua sudah mulai mau mengobrol lama dengan Shanum dan tidak lagi menatap tajam Shanum, bahkan Bunda Rina pernah datang ke apartemen dan mencicipi makanan buatan Shanum lalu memujinya.

Pagi ini, Abi baru saja berangkat ke kampus setelah memberikan kecupan lama di dahi Shanum dan meninggalkan aroma parfum woody yang masih tertinggal di indra penciumannya.

​Shanum sedang merapikan meja makan ketika ponsel rose gold barunya bergetar di atas meja, sebuah notifikasi pesan masuk dan nama yang sangat ia kenal pun terlihat, nama yang selalu berhasil membuat dadanya berdenyut nyeri.

[Shanum, Ibu butuh uang. Kirim 5 juta sekarang ke rekening Ibu, motor Bapakmu udah waktunya bayar pajak, Ibu nggak mau tahu, kamu kan sekarang sudah jadi istri orang kaya, masa bantu Ibu sendiri susah!]

Tangan Shanum mendadak kaku, pesan singkat dari Ibunya di kampung seolah menjadi petir di siang bolong yang meruntuhkan kebahagiaan yang baru saja ia bangun selama dua minggu terakhir. Angka lima juta rupiah menari-nari di depan matanya, terasa begitu besar dan menghimpit napasnya.

​Shanum terduduk lemas di kursi meja makan yang empuk, ia menatap layar ponsel pemberian Abi dengan pandangan nanar. Di layar itu, terpampang foto profilnya bersama Abi, foto yang diambil saat mereka tertawa di gerai ponsel, kontras antara kebahagiaan di foto itu dengan tuntutan sang Ibu terasa sangat menyakitkan.

"Lima juta," gumam Shanum lirih.

​Bagi Ibunya, uang lima juta mungkin terdengar kecil karena sekarang Shanum tinggal di apartemen mewah dan bersuamikan seorang Dosen. Namun bagi Shanum, meminta uang sebanyak itu kepada Abi terasa seperti menelan duri, ia baru saja mulai merasa setara dan baru saja mulai merasa diterima bukan karena belas kasihan, tapi karena cinta. Jika ia meminta uang itu, Shanum takut jika Abi akan menganggapnya hanya mengincar hartanya.

Shanum mencoba mengabaikan pesan itu dan lanjut mencuci piring, namun fokusnya hilang. Bunyi piring yang beradu dengan wastafel terdengar lebih nyaring dari biasanya, tak lama ponselnya kembali bergetar dan kali ini bukan pesan. Tapi, panggilan telepon, layar menunjukkan nama Ibunya. Dengan tangan yang masih basah, Shanum menggeser tombol hijau.

^^^​Assalamualaikum, Bu.^^^

Lama banget sih kamu angkatnya! Kamu lagi apa? Foya-foya ya di sana?

^^^Enggak, Bu. Shanum baru selesai beresin meja makan, Mas Abi baru berangkat ke kampus.^^^

Halah, alasan aja. Sudah baca pesan Ibu kan? Kirim uangnya? Ibu butuh cepat, Bapakmu harus bayar pajak, belum lagi Adikmu si Diva itu minta tas baru soalnya tasnya udah rusak.

​Shanum memejamkan mata, mencoba menahan sesak di dadanya.

^^^Bu, lima juta itu banyak banget. Shanum di sini juga dikasih uang bulanan untuk belanja dapur, bukan untuk foya-foya. Kalau untuk pajak motor, bukannya biasanya tidak sampai sejuta.^^^

Kamu ini ya, baru jadi istri orang kaya sudah pintar menjawab! Kamu pikir biaya hidup di kampung murah? Ibu juga butuh pegangan, Shanum. Malu Ibu sama tetangga kalau punya menantu kaya tapi Ibunya masih pakai baju itu-itu aja ke pengajian!

^^^Ngapain malu sih, Bu? Kan Ibu nggak nyuri, biarin ajalah Bu omongan tetangga, lagipula mahar sepuluh juta punya Shanum udah Ibu ambil, belum satu bulan loh. Mas Abi juga udah kasih uang kan sebelum pergi, masa Ibu mau minta lagi, Ibu yang hemat ya jangan boros-boros.^^^

Suasana di ruang makan yang tadinya hangat seketika berubah mencekam, suara Ibu Laila di seberang telepon meninggi dan melengking tajam hingga telinga Shanum terasa panas.

Oalah, Shanum! Jadi kamu sekarang sudah berani menceramahi Ibu? Kamu pikir mahar sepuluh juta itu besar? Uang itu sudah habis buat bayar utang Bapakmu dan syukuran kecil-kecilan kemarin! Kamu jangan jadi anak durhaka ya, mentang-mentang sudah tidur di kasur empuk dan makan enak, kamu lupa siapa yang melahirkan kamu!

^^^Bukan gitu, Bu... Shanum cuma mau Ibu mengerti posisi Shanum. Mas Abi itu orangnya teliti, dia kasih uang belanja sesuai kebutuhan. Kalau Shanum tiba-tiba minta lima juta, Mas Abi pasti tanya buat apa.^^^

Ya bilang aja buat Ibu! Memangnya dia setega itu membiarkan mertuanya susah? Atau jangan-jangan kamu sengaja mau menguasai harta suamimu sendirian? Ingat Shanum, doa ibu itu tembus ke langit, kalau kamu pelit sama orang tua, rezeki suamimu bisa seret!

.

.

.

Bersambung.....

1
Naufal Affiq
suami kakak mu itu sangat sayang sama istrinya,jadi jangan buat kecewa kakak mu,dan jangan cari masalah untuk keluarga kakak mu ya diva
May Maya
lah d kampung mah bgus lah lulusan SMA kan biasa nya lulusan nya SD n SMP aku aja yg d kota lulusan nya SMA tp Alhamdulillah dapat kerja lumayan lah
Naufal Affiq
itu hal yang wajar,kalau kita menumpang di rumah orang diva,jadi gak usah cari masalah atau pun merasa kurang di perhatiin lho
Naufal Affiq
abi cari kan aja kos untuk diva,jangan satu rumah,itu berbahaya lho,itu gak benar
mamayasna
diva masukin pesantren aj Thor 🤭🤭jgn d jadiin pelakor y
Valen Angelina
gak ada cerita ipar itu maut kan 😂😂😂😂
Rea
jangan jadikan adik dan ipar dlm satu rumah thor, timbulnya fitnah nanti, setan gentayangan menggoda
falea sezi
azab buat ortu durhaka
falea sezi
cwek oon miskin
falea sezi
mending pergi jauh deh tolol bgt mau di jadiin babu ibumu
Agunk Setyawan
ibu tolol
Agunk Setyawan
ibu tolo
Naufal Affiq
manusia gak ada perasaan,jual rumah sesuka hati,gak mau jaga perasaan
Naufal Affiq
jadi panutan mu adalah eyang mu yang sangat menyayangimu,jadi istri lagi rapuh,tolong kau jaga hati dan perasaannya
RaDja
terima kasih
RaDja: sama-sama
total 2 replies
Valen Angelina
kenapa gak mama nya si yg dluan😁😁habis ini pasti minta uang trus...alasan bapaknya Uda meninggal 😁😂
Naufal Affiq
memang suami idaman lah mas abi ini
Erna Riyanto
Habis makan malam bersama ..mereka ngapain yaa???🤭🤭
Nurminah
selama suami adil tidak termakan omongan siapapun siap bertahan tapi ketika suami sendiri orang yg paling duluan menghina kita tingalkan karena kekuatan wanita adalah suaminya seberat apapun badaii nya kalo suami disamping kita pasti kuat menghadapi nya
mamayasna
semangat kakaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!