Jangan lupa like dan vote ya, meskipun sudah end.
Sepasang manusia yang tak kunjung menikah diusianya yang sudah matang. Reuni menjadi awal mula kisah cinta mereka yang lika-liku. Kisah asmara yang dibumbui dengan konflik batin.
Bagaimana kisah cinta mereka? Ayo baca dan nikmati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ade Irvianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akad
Seminggu setelah mengundurkan diri dari kantor perusahaannya. Kini, Lolita disibukkan dengan persiapan pernikahannya yang akan berlangsung beberapa jam lagi. Lolita sepakat tidak bekerja lagi, setelah menikah nantinya. Semua itu adalah kemauan Eric, lelaki itu tidak mau melihat Lolita sibuk dengan pekerjaannya.
Pakaian adat sunda sudah melekat pada tubuh Lolita. Dia terlihat mempesona dengan pakaian pengantin tersebut. Kebaya putih dan riasan tersebut membuat beberapa orang pangling terhadapnya. Langkahnya anggun saat memasuki tempat ijab kabul.
Sedangkan, Eric sudah duduk gagah sedari tadi di hadapan kursi kosong. Rasa gugupnya tertutupi oleh sikap dinginnya. Lolita duduk di samping Eric yang masih duduk tegap mengahadap ke depan. Penghulu tersebut sudah duduk di hadapan Lolita.
Mereka hanya tinggal menunggu kedatangan ayah Lolita yang akan berperan sebagai wali nikahnya. Iya, Lolita sudah memastikan semuanya baik-baik saja beberapa hari lalu.
Lolita memberitahu segalanya kepada keluarganya, tiga hari sebelum pernikahan itu berlangsung. Angga yang paling kaget di antara semuanya, ibunya sudah tahu dari awal, tapi dia tidak tahu perkembangan tentang pencarian ayahnya.
Dengan harap-harap cemas Lolita berusaha tetap tenang. Sudah lima belas menit berlalu. Namun, sang ayah juga tak kunjung datang. Semuanya sudah menunggu dengan cemas.
Di dalam hati Lolita, dia berharap tidak terjadi apapun terhadap ayahnya. Bukankah, ini momen yang paling ditunggu setiap manusia. Menikah.
Tangan Eric diam-diam menggenggam tangan milik Lolita yang ada dipangkuannya. Meskipun, tatapan Eric masih lurus ke depan, tetapi tangan itu memberikan isyarat untuk Lolita, supaya dia tetap tenang.
Dengan langkah tergoboh-goboh, Angga mendekati Lolita. Dia membisikkan sesuatu di depan telinga kakakknya itu. Bahwa, sang ayah sudah tiba di depan.
Ayahnya datang dengan mengenakan pakaian yang sama dengan Angga. Pakaian adat berwarna hujau muda yang mendekati warna putih dan bawahan batik coklat membuat dirinya nampak gagah. Lelaki itu perlahan mendekat ke arah meja yang akan dilangsungkan ijab kabul.
Lolita menghela napas lega melihat langkah kaki ayahnya. Di sana juga ada Bagas dan Loli, tapi tunggu. Dimana Ranti? apakah dia tidak hadir diacara pernikahan Lolita.
Para tamu undangan dengan khidmat mengikuti acara tersebut. Tangan Pandu diulurkan ke depan dan disambut hangat oleh Eric. Lolita terlihat deg-degan sendiri melihat genggaman kedua tangab tersebut. Sepertinya dia bahkan sulit untuk bernapas saat ini.
"SAUDARA ERIC ANDREAS BIN BAPAK SATRIO ANDREAS, SAYA NIKAHKAN DAN SAYA KAWINKAN ENGKAU DENGAN ANAK KANDUNG SAYA BERNAMA LOLITA ARISKA BINTI LAKSMANA PANDU DENGAN EMAS KAWIN BERUPA UANG TUNAI SEBESAR SEPULUH JUTA RUPIAH DAN EMAS BERLIAN SEBESAR 22 KARAT DIBAYAR TUNAI." Kalimat ijab dari ayah Lolita terdengar begitu tegas dan lancar.
"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA LOLITA ARISKA BINTI LAKSMANA PANDU DENGAN MASKAWIN TERSEBUT DIBAYAR TUNAI." Tanpa mengulang sedikitpun dari Eric.
"SAH," ujar penghulu tegas ke kedua saksi. Kali ini Angga dan Ical menjadi saksi dipernikahan mereka.
Seluruh tamu undangan serentak mengucapkan kata 'SAH'. Suasana begitu riuh setelah ijab qobul diikrarkan. Lolita juga bisa bernapas lega setelah mendengar kata sah.
Eric memasangkan cincin yang dia pesan beberapa bulan lalu bersama Lolita. Begitupun, dengan Lolita. Dia juga melakukan hal yang sama.
Perlahan Lolita mencium punggung tangan suaminya. Kemudian, Eric mencium kening Lolita dalam. Ingin rasanya Eric menjatuhkan air mata haru tersebut.
Hari ini menjadi hari bahagia. Keduanya mengabulkan cita-cita keluarga besar mereka masing-masing. Semuanya antre memberikan selamat untuk kedua mempelai, yang sekarang duduk di pelaminan.
Setelah akad, acara dilanjutkan dengan acara resepsi pernikahan. Pernikahan itu diadakan dikediaman Eric. Hal itu yang membuat ayah Lolita sedikit terlambat, karena itu pertama kalinya dia pergi ke sana.
Lolita memanggil beberapa rekan kantornya dan tentu saja, teman-teman SMA-nya dulu. Begitupun dengan Eric, dia juga memanggil beberapa karyawannya dan tentu saja seluruh keluarga besarnya hadir diacara tersebut.
"Gue masih enggak nyangka, Ta." Lia memeluk temannya itu erat.
"Kok bisa luluh sama dia?" bisiknya yang sedikit melirik ke arah Eric.
"Itu semua gara-gara, REUNI." Lolita menekankan kata reuni.
Lia dan Lolita hanya bisa tertawa kecil.
Kedua mempelai duduk, sembari menunggu para tamu memberikan selamat untuknya.
"Cape ya?" tanya Eric.
"enggak kok." Lolita menggeleng.
"Hari ini, kamu cantik banget. Sampai tidak sabar menunggu waktu malam," bisik Eric yang mendapat cubitan kecil dari Lolita di perutnya.
"aw sakit! Ini namanya KDRT." Eric berusaha menghindari cubitan yang bertubi-tubi dari Lolita.
"Biarin!"
Saat mereka tengah asyik bergurau, muncul Ical yang akan memberikan selamat untuknya. Dia mendekap tubuh Eric penuh semangat dan mengucapkan selamat untuknya, sampai membuat Eric risih sendiri. Emang dasarnya Eric, kaku. Setelah itu, Ical menghampiri Lolita yang ada di samping Eric.
"Ta, selamat." Ical mengulurkan tangannya.
Ical mendekatkan dirinya ke samping Lolita. Dia berbisik ke Lolita.
"Enggak ada yang mau dikenalin ke aku apa," bisiknya.
Eric yang melihat adegan tersebut berusaha menjauhkan Ical dari Lolita. Dia cemburu kesepupunya sendiri.
"Pawangnya galak," Ical menyindir Eric.
Melihat akan ada pertumpahan darah antar saudara, Lolita langsung melerai mereka. Ical hanya bisa tertawa kecil, melihat sepupunya sendiri yang ternyata sangat cemburuan.
"Lihat perempuan itu," tunjuk Lolita lurus.
"Dia single."
"Ada cowoknya, kok."
"Dia sepupunya. Aku sangat kenal perempuan itu." Ical menatap Lolita tidak percaya.
"Aku enggak bohong."
Eric hanya memperhatikan percakapan lirih mereka. Dia sama sekali tidak bisa mendengar percakapan antara istrinya dan sepupunya itu.
Perlahan, Ical mendekati perempuan yang dimaksud oleh Lolita. Dia memberanikan diri untuk mencari pengganti. Ical tidak mau terlarut dalam kekecewaan.
"Haichal." Ical mengulurkan tangannya tanpa sungkan dihadapan Dea.
Lelaki yang berada di samping Dea terlihat kaget. Dia menatap aneh ke Ical.
"Dia pacar saya!" lelaki itu menepis tangan Ical.
"Saya tahu, kamu hanya sepupunya. Mempelai putri yang memberi semua informasinya." Ical melirik ke Lolita yang tengah berbincang dengan nenek Eric.
"sial!" Kemal berdecit.
"Oke, gue pamit!" Dia pamit pergi meninggalkan Ical dan Dea.
"Kamu bahkan tidak membalas uluran tanganku." Ical masih berusaha berkenalandengan Dea.
"Aku Ical, sepupu Eric." Ical mengulurkan tangannya kembali.
"Dea, teman kantornya Lolita." Dea menyambut uluran tangan Ical.
"Bisa minta nomor ponselnya?" Ical terlihat sangat pemberani.
"Buat?"
"Barangkali kita berjodoh." Kalimat tersebut membuat kedua pipi Dea memerah.
Di sisi lain, Eric dan Lolita masih sangat bahagia. Dia mendapat ucapan-ucapan konyol dari teman SMA-nya.
"Ta, ucapan adalah doa. Dan ucapan lo waktu itu adalah doa." Gading terlihat bahagia.
"Lo bilang, kalau habis dari reuni lo bakal nikah. Eh beneran dong." Gadingmasih asyik menggoda Lolita.
"Aldo datang enggak? Kalau datang pasti dibuat konten." Kali ini Faisal yang menambahi.
Gading dan Faisal datang berdua. Mereka tidak mengajak istri dan anaknya.
"Kontennya. Harusnya aku yang di sana." Tawa mereka berdua pecah.
"Berisik!" Lolita kesal dengan ledekan mereka.
Aldo datang dengan istri dan anaknya lebih awal. Dia langsung pulang tanpa menunggu yang lainnya datang. Chandra juga datang bersama istrinya.
Terima kasih sudah mau baca ❤
Jangan lupa like, vote dan komennya.
Habis nikah ngapain ya?