Ayu dan Adi adalah sepasang suami istri yang hidup bahagia, walaupun belum di beri keturunan di usia pernikahan mereka yang sudah menginjak tahun kedua. namun, kebahagiaan itu sirna. ketika hadir nya wanita kedua di kehidupan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de'rini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ep 34. Luna Aprilia
Luna Aprilia, wanita cantik dengan tubuh yang langsing bak seorang model, tinggi tubuhnya pun hampir 170 cm. Ia mempunyai warna kulit putih, Rambutnya yang lurus alami semakin mempercantik penampilannya.
Wanita itu sempurna bak bidadari, hanya dirinya lah yang mampu membuat Adi terpeleset dalam jurang perselingkuhan. Sebenarnya Luna adalah gadis yang manis, manja dan polos. Obsesi dan cintanya kepada Adi lah yang membuat ia buta dan rela menyerahkan segalanya untuk Adi tanpa berpikir panjang sebelumnya.
Luna manja dan ceria, sikapnya masih seperti anak-anak. Karena ia selalu di awasi dan di menangkan oleh orang tua dan kakaknya. Luna dua bersaudara, dirinya dan kakaknya, Angga.
Luna terkejut saat Angga mengatakan Adi telah mengakhiri hidupnya dengan cara loncat dari jendela apartemen. Detik itu juga ia pergi ke Jakarta di antar Ibu dan Kakaknya. Saat tiba di Jakarta, jasad Adi sudah dimakamkan.
Luna menangis histeris saat tiba di makam Adi, Ia meraung-raung menyesali semua yang terjadi. Hidupnya seakan hancur saat Adi pergi untuk selamanya.
Seminggu setelah kematian Adi, Luna terlibat pertengkaran dengan Angga dan Ibunya. Karena Luna yang tidak mau bangkit dari keterpurukannya, membuat Angga kesal dan bersikap tegas kepada Luna.
Angga kerap memaksa Luna untuk makan dan mandi saat Luna derpresi. Bukannya bangkit dari keterpurukan, Luna malah semakin depresi dengan perlakuan Kakaknya. Dan seringkali ia menyalah-nyalahkan semua orang termasuk Angga atas kematian Adi.
Tingkah Luna semakin gila, saat itu ia sering pulang dengan keadaan mabuk dan bau rokok. Bila pulang kerumah, ia sering meracau dan membentak Ibunya.
Luna yang tidak mau di atur dan membuat malu keluarga, akhirnya Angga memutuskan untuk mengusir Luna dari rumah. Semua baju-baju Luna di campakan keluar dari rumah hingga berserakan di teras. Ibunya hanya bisa menangis dan menahan Angga untuk tidak memukul Luna dan mengusir Luna.
Hal itu membuat Angga menjadi marah dengan Ibunya. Angga menuding Ibunya lah yang membuat Luna menjadi manja dan tidak tau diri, pemalas dan lembek.
"Pergiiii kamu dari sini..!! jangan pernah kembali lagi..!" Angga mendorong Luna keluar dari rumah.
"Ok... aku pergi"
Tantang Luna, lalu ia memunguti satu persatu baju-bajunya dan memasukannya ke dalam koper yang tergeletak di tanah.
.....
Luna berjalan menyusuri kota Bandung di malam hari, dengan membawa sebuah koper besar di tangan kirinya. Masih dengan sempoyongan karena mabuk, Luna memuntahkan isi lambungnya di tepi jalan.
Tiba-tiba datang sebuah mobil berwarna gelap yang di dalamnya terdapat lima pria yang tidak Luna kenali. Mereka membujuk Luna untuk ikut dengan mereka dan mengantarkan Luna untuk mencari sebuah hotel agar bisa beristirahat.
Karena Luna sudah tidak kuat berjalan lagi, Luna setuju untuk ikut kedalam mobil tersebut. Esok harinya Luna terbangun dari tidurnya yang lelap, lalu Ia menatap kesekeliling kamar tersebut. Luna baru menyadari bahwa dirinya sedang berada di hotel dan sendirian.
Luna terkejut saat mendapati dirinya dalam keadaan polos tanpa busana. Sedangkan kewanitaannya terasa nyeri yang luar biasa. Luna semakin panik saat dirinya menyadari bahwa ia sudah di perkosa oleh lima orang pria yang membawanya semalam.
Luna mencoba mengingat-ingat wajah pria-pria yang sudah memperkosanya. Tetapi, Luna tidak dapat mengingat dengan jelas. Yang ia ingat, hanya saat ia masuk kedalam mobil dan ia langsung di berikan pil anti mabuk oleh salah seorang dari lima lelaki di dalam mobil itu. Tak lama setelah minum pil pemberian lelaki itu, Luna pun tak sadarkan diri.
Luna juga tidak dapat mengingat nomor kendaraan mobil yang sudah membawanya. Sambil menangis, Luna meraih tas miliknya lalu mencoba mencari ponselnya dan menghubungi siapa saja yang bisa membantunya.
Tetapi sial bagi Luna, ponsel dan dompetnya sudah raib. Lima orang pria itu juga merampas harta benda Luna, termasuk kalung emas, cincin, jam mahal dan anting pemberian Adi.
Luna semakin menangis histeris, ia menyesali kebodohannya untuk ikut kedalam mobil yang membawanya kedalam jurang petaka. Luna berjalan dengan gontai keluar dari hotel, yang tersisa hanya baju-baju di kopernya saja.
Seharian Luna berjalan tanpa tentu arah dan tujuan. Dirinya ingin sekali pulang kerumah, tetapi mengingat semua perlakuan Angga kepadanya, Luna menjadi enggan dan mengurungkan niatnya.
Beruntung bagi Luna saat ia bertemu dengan seorang wanita yang menawarinya pekerjaan dan mengizinkan dirinya untuk bermalam di rumah wanita itu. Karena tidak punya uang dan tidak tahu akan pergi kemana, akhirnya Luna menerima kebaikan wanita tersebut.
Setelah beberapa hari Luna dirumah wanita itu, Luna di bawa keluar pulau tanpa ia tau akan di perkerjakan sebagai apa. Hingga tiba lah Luna di salah satu Kota di pulau Sulawesi.
Luna tinggal di sebuah mess bersama banyak wanita cantik lainnya. Luna benar-benar tidak tahu apa yang harus ia kerjakan, sampai saat seorang lelaki tua hidung belang datang ke kamarnya tepat di hari kedua dirinya berada di Kota tersebut.
Lelaki itu meminta Luna untuk segera melayani dirinya dengan Alasan lelaki itu sudah membayar mahal untuk tidur dengan Luna.
Luna terkejut dan merasa takut bukan kepalang, Ia pun mencoba untuk melawan. Tetapi naas baginya semakin ia melawan, beberapa bodyguard akan memukuli Luna sampai babak belur. Akhirnya tidak ada pilihan lain bagi Luna, ia tidak tau sedang berada dimana saat ini dan akan minta tolong kepada siapa. Sejak saat itu lah Luna harus menerima kenyataan, bahwa kini dirinya kini adalah seorang pramuria karena korban human trafficking.
*
Prakoso melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah Bapak Hendy. Kehadiran dirinya sudah dinantikan Ayu sejak dari tadi, Pak Hendy dan bu Hendy tidak mau menatap lelaki itu. Bahkan saat Prakoso mencoba menyalami mereka, tangannya pun tidak disambut sama sekali oleh kedua orangtua angkat Ayu.
Ayu mulai merasa tegang, semua orang saling diam. Hingga Prakoso memberanikan diri untuk mengutarakan maksud kedatangannya.
"Om.. Tante.. apa kabar?"
Ibu dan Bapak Hendy tidak mau menjawab basa-basi dari Prakoso.
"Pi.. Mi.. Ayu mohon..."
Ayu memohon kepada kedua orang tua angkatnya untuk tidak memperlakukan Prakoso seperti itu. Pak Hendy menatap Ayu, anak angkat kesayangannya. Tatapan mata Ayu membuat dirinya menyerah, akhirnya ia mau berbicara dengan Prakoso.
"Mengapa kamu mendekati anak saya lagi? apa kamu ingin merebut kebahagiaan kami lagi?"
Dengan sikap dinginnya, Pak Hendy mencerca Prakoso dengan tuduhannya.
"Om.., saya mengenal Ayu sudah sangat lama, jauh sebelum Ayu menggantikan Isabel. Saya mencintai Ayu bukan karena dia mirip Isabel atau dia sekarang menjadi anak om, saya mencintai Ayu dengan tulus"
Pak Hendy menatap Prakoso dengan tatapan tak percaya.
"Lancang kamu berkata seperti itu..!"
Bentak Bapak Hendy.
"Om, saya tahu om masih marah bahkan membenci saya. tapi saya mohon om.. jangan pisahkan saya dengan Ayu"
Prakoso mencoba untuk memohon kepada bapak Hendy.
"Jangan pisahkan? kamu yang menyebabkan anak saya meninggal dunia dan memisahkan saya dengan Anak saya, sekarang kamu tidak mau menerima hal yang sama!"
Wajah Bapak Hendy terlihat sangat murka.
"Saya minta maaf om, saya benar-benar minta maaf. Itu semua terjadi bukan atas keinginan kita semua, itu musibah om. Bila harus kembali ke masa lalu saya juga tidak akan mau ini semua terjadi om"
Bapak Hendy terdiam tanpa sepatah katapun.
"Om, izinkan saya memohon maaf kepada om dan saya akan memperbaiki semua kesalahan saya, saya berjanji tidak akan mengecewakan Ayu. Tidak akan membuatnya bersedih, saya akan menjadi pendampingnya yang baik. Saya mohon om"
Ucap Prakoso, Ayu pun menitikkan air matanya saat melihat kesungguhan Prakoso.
"Pi.. Mi... Ayu mohon, restui hubungan Ayu dan Prakoso ya... Ayu sudah dewasa. Ayu juga ingin punya kehidupan yang baru dan mengubur masa lalu"
Ayu memohon kepada orangtua angkatnya. Bapak Hendy menatap Ayu dengan genangan air mata di pelupuk matanya.
"Kalau kamu berani menyakiti anakku lagi, kamu akan berhadapan dengan saya"
Ancam Bapak Hendy, lalu ia meninggalkan Ayu dan Prakoso disusul Ibu Hendy di belakangnya. Ayu menatap Prakoso dengan haru. Prakoso langsung memeluk tubuh mungil Ayu dengan erat.
"Aku cinta kamu.." Bisiknya.
semoga semakin banyak para suami yg sadar ya Thor, bahwa pernikahan itu hal yg sangat sakral, hal yg harus dijaga itu adalah kesetiaan dalam berumah tangga ♥️
ditunggu novel berikutnya Thor 🤩🤩🤩
membalas perbuatan menjijikkan suami beserta selingkuhan dengan cara yang elegant.
cerita yang gak terlalu banyak konflik serta gak berlarut-larut, episode nya gak banyak jadi enak bacanya gak bosen, yang paling penting pasangan selingkuhan itu dapetin karmanya masing-masing. itu yang paling ditunggu para readers🥰
makasih untuk cerita yang bagus ini, tetap semangat nulisnya Thor... dinanti karya-karya selanjutnya🙏😘
si Adi lgsg metong ya Thor 😃
udah tau istrimu yang lebih kaya, berani-beraninya selingkuh sampai 3x, sekali dua kali dimaafkan malah keenakan, yang ketiga kalinya auto didepaklah anda...
makanya bersyukur Pak... udah tuir juga masih doyan cabe-cabean 🙄🙄🤦♀