NovelToon NovelToon
Pendekar Puncak Keabadian

Pendekar Puncak Keabadian

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Epik Petualangan
Popularitas:58.5k
Nilai: 5
Nama Author: Laghrima~

Daratan Xuanwu penuh dengan Pendekar hebat sepanjang sejarahnya, seorang pemuda lugu berna Ling Tian berhasil menjadi salah satu deretan Pendekar hebat yang melegenda selama seribu tahun namun tidak terduga Dewa iri kepadanya dan membuatnya jatuh ke dalam jurang keputus asaan selama lima ratus tahun. Dalam keputus asaan itu Ling Tian mendapat sebuah kesempatan kedua untuk kembali ke masa lalu dan memperbaiki semua penyesalannya, Ling Tian kembali dengan menentang takdirnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laghrima~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Keluar Kota I

Qin Mu menghela nafas beberapa kali saat Bai Duan menyuruhnya untuk menemani Liu Wu berjalan-jalan sekitar kediaman Pasukan Bulan Terang setelah sebelumnya dia mengatakan jika ingin beristirahat lebih awal.

Nyatanya tidak, Liu Wu malah kembali datang setelah satu jam setelahnya dan bahkan meminta ditemani untuk melihat-lihat kediaman Bulan Terang dan sekedar menyegarkan pikirannya.

"Namamu Xiao Mu, bukan? Bagaimana kau mendinginkan aku memanggilmu?" Tanya Liu Wu setelah diam cukup lama dan bosan mendengar helaian nafas Qin Mu.

"Aku tidak mempermasalahkan kau ingin memanggilku apa, tuan muda Liu..." Qin Mu meski malas tetap menjawab pertanyaan itu.

"Bagaimana dengan Xiao xiao?" Liu Wu mengangkat kedua alisnya dan merasa nama itu cocok untuk usia Qin Mu.

Sebelumnya Liu Wu cukup terkejut setelah mendengar dari Bai Duan jika sebenarnya usia Qin Mu masih tujuh tahun meski penampilannya sudah seperti anak sembilan tahunan dan cara bersikapnya yang terkadang dewasa.

"Aku bukan wanita!" tukas Qin Mu cepat, di dalam hatinya ia mengutuk Liu Wu atas panggilan itu.

"Hooo..." Liu Wu menahan tawa atas reaksi kekesalan yang tampak jelas di wajah Qin Mu, "Lalu kau ingin nama Amu?" tanyanya kemudian.

Qin Mu menggertakkan giginya dan berusaha menahan diri agar tidak sampai melayangkan pukulan keras ke mulut Liu Wu, dirinya memang mengatakan bisa memanggilnya apa yang menurut Liu Wu nyaman tapi bukan begitu juga maksudnya.

"Kau gunakan saja namaku Xiao Mu!" Qin Mu menekankan setiap kalimatnya.

"Baiklah, dengan senang hati!" Liu Wu menepuk bahu Qin Mu sambil tertawa senang.

'Dasar anak jadi-jadian!' batin Qin Mu kesal, dirinya benar-benar tidak habis pikir jika ia salah menilai kepribadian Liu Wu yang awalnya terlihat dingin dan bijaksana namun rupanya dia orang yang ceria dan sedikit jahil.

Di sisi lain Liu Wu merasa senang setelah akhirnya bisa menemukan teman yang tidak berbeda jauh dari usianya sehingga perjalanan bisnis yang di anggapnya akan membosankan dan penuh taktik ini akhirnya bisa menyenangkan.

Tentu saja kali ini ayahnya sengaja menyerahkan keputusan bisnis di luar kota kepadanya sebagai pelatihan awal untuk menambah kecepatannya dalam berbisnis di masa depan. Yang meskipun Liu Wu adalah anak ke dua tetapi keluarganya selalu mengurus bisnis bersama-sama sejak generasi ke generasi.

"Ini adalah tempat terakhir..." Qin Mu menghentikan langkahnya saat tiba di danau buatan kediaman Bulan Terang.

"Aku berpikir mungkin banyak ikan di dalamnya, bukan begitu Xiao Mu?" tanya Liu Wu dengan wajah cerah.

"Meskipun banyak, apa pula yang kau inginkan dari itu?" Qin Mu menghela nafas pelan, pemikiran Liu Wu cukup aneh menurutnya.

Lagi pula danau mana pula yang tidak punya banyak ikan, meskipun ada sebagian kecil yang di dalamnya lebih banyak ular ketimbang ikan tergantung bagaimana cara yang di gunakan untuk merawat danaunya.

Liu Wu tersenyum kecil dengan sikap Qin Mu yang sangat jelas tidak terlalu menyukainya dan bahkan terlihat agak malas menemaninya, sebenarnya Liu Wu jarang menunjukkan sikap bersahabat dan ramah kepada orang lain tetapi ia mengecualikan Qin Mu karena usianya lebih muda darinya.

"Aku akan senang jika kau ingin menemaniku menangkap ikan lalu membakarnya adik Amu..." Liu Wu berkata pelan seraya melemparkan remah kue kering ke dalam danau.

Remah kue kering yang di selalu dibawanya sebagai cemilan dikala bosan berakhir di remukkan untuk memberi makan ikan, Liu Wu bahkan terlihat senang saat ikan-ikan di danau bermunculan memperebutkan remah kue keringnya.

"Tuan muda Liu bisa melakukannya sendiri jadi jangan libatkan aku!" Qin Mu mendengus pelan dan apa-apaan pula nama panggilan jelek itu.

"Astaga... Kau benar-benar pemandu yang tidak menyenangkan adik Amu..." Liu Wu tertawa pelan.

Qin Mu memutar matanya dengan malas lalu mulai berjalan meninggalkan Liu Wu yang masih melemparkan remah kue terakhir ke dalam danau sebelum berlari kecil mengejar Qin Mu.

"Sepertinya kau punya banyak waktu luang tuan muda tapi tolong berhentilah mengganggu latihanku setelah ini!" Tukas Qin Mu setelah Liu Wu menjajarkan langkahnya dengannya.

"Kenapa kau mengatakan itu?" Liu Wu mengangkat sebelah alisnya.

"Aku pendekar dan kau pedagang, itu sudah jelas kita tidak satu jalan!" Ucap Qin Mu dengan nada sedikit malas.

Tentu saja itu hanya alasan yang di buat oleh Qin Mu karena memang dirinya kurang suka bergaul dengan pedagang yang setiap nafas kehidupannya penuh dengan manipulasi dan perhitungan bisnis. Baginya semua orang dalam bisnis adalah orang picik dan licik, terdengar seperti penilaian naif namun kadang begitulah yang sering terjadi.

Seperti halnya Liu Wu saat ini, Qin Mu bisa melihat dengan jelas niat sebenarnya dari sifat ceria yang disamarkan dengan baik seolah saat ini dia hanya seorang anak dua belas tahun yang bahagia bertemu dengan anak sebayanya.

Tetapi itu hanya tampilan saja dan niat sebenarnya hanya untuk mencari rekan terpercaya untuk dimanfaatkan dengan baik, tentu saja itu berlaku karena status Bai Duan sebagai seorang Pendekar Bergelar sekaligus bidak yang bagus untuk memonopoli kekuatan Pasukan Bulan Terang.

Meski saat ini Bai Duan hanya anggota biasa yang tidak punya kekuasaan yang jelas walau dia adalah anak klan Bai dan di pandang rendah oleh semua orang tetapi Liu Wu mampu melihat peluang yang besar di sudut lain. Tentu saja di masa depan akan kejutan yang menguntungkan pihak dagang Liu.

Terlebih lagi tidak ada kerugian bagi pihaknya jika membuat hubungan baik dengan seorang Pendekar Bergelar.

Orang dengan model seperti Liu Wu sudah sangat banyak di temui oleh Qin Mu hingga sampai ke detik ia tidak lagi bisa menaruh kepercayaan pada pedagang.

☆☆☆

Qin Mu masih berbaik hati mengantarkan Liu Wu hingga ke depan kediaman sementaranya lalu kembali ke kediaman Bai Duan dan dirinya untuk melanjutkan latihan malam.

"Bagaimana menurut anda tentang anak itu tuan muda?" Pelayan pria Liu Wu bertanya dari samping setelah Qin Mu telah pergi.

Senyuman ceria dan wajah polos Liu Wu kembali berubah datar dan dingin setelah pelayannya bertanya hal demikian.

"Seperti yang kau lihat, anak itu... Berbeda dari tuan muda Bai yang lebih mudah di dekati dan berhati lembut...." Liu Wu berkata dengan nada datar.

Pelayan prianya tertawa pelan, "Rupanya anda memiliki penilaian yang sama dengan saya..." Ucapnya.

"Dia anak kecil yang tidak sederhana... Sayangnya aku tidak akan menyerah begitu saja!" Liu Wu tersenyum sedikit sinis.

"Anda memang orang yang seperti itu tuan muda." Tukas pelayan prianya.

Setelah bersama dengan Qin Mu selama setengah hari ini Liu Wu menarik kesimpulan jika Qin Mu merupakan salah satu sedikit orang yang sulit untuk di kekang apalagi digunakan sebagai bidak catur.

Alasan paling logisnya Qin Mu merupakan orang yang telah membuat dinding tebal pada dirinya sendiri dan bahkan terkesan tidak akan percaya dengan siapapun.

Liu Wu mengingat perkataan ayahnya tentang orang seperti itu yang hanya tercipta dari kepercayaan mereka yang sudah tidak terhitung lagi jumlahnya pernah di khianati.

Bukan hanya sulit untuk di tebak jalan pikirannya tetapi juga merupakan pedang bermata dua jika memang masih nekat untuk memaksa menggunakannya.

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow 🌽🔥
Uswatun Hasanah
lanjut lagi
agus yulianto
upp thor 😍😍😍
agus yulianto
mantappppp qin mu akan semakin kuat👍
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Qin Mu yg kebingungan... 🌽🔥
𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘽𝙤𝙣𝙜𝙠𝙤𝙠
ninggalin jejak 🫆🫆
Uswatun Hasanah
lanjut
kas
next
kas
lanjut 💪💪💪
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Njoooooost 🔥🌽
Uswatun Hasanah
mantap lanjut
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Sapu bersih 🔥🌽
Eko Terserah
bagus
Uswatun Hasanah
lanjut
Nurbaya 0102
serius tanya, soalnya gk ngikutin update dj ig, ini kak ron bukan?
Uswatun Hasanah
gas ken
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Berburu 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
Uswatun Hasanah
qin mu
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
masih banyak kesalahan Thor dalam penulisan...tolong jangan buru2🙏😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!