7 tahun berlalu Briana Luna keluar dari rumahnya sendiri semenjak sang ibu meninggal dunia. Statusnya sebagai anak angkat membuat gadis tidak bisa melakukan apapun selain angkat kaki dari rumah tersebut.
Seperti biasa, saat libur semeter Luna akan berubah menjadi gadis gila pekerjaan. Semua dia lakukan demi kelangsungan hidup dan untuk biaya kuliahnya. Sampai hari itu tiba, Elova. Satu-satunya sahabat yang dia miliki menawarkannya sebuah pekerjaaan dengan gaji yang fantastis.
Niat ingin bekerja Luna malah dijadikan obsesi seorang pria aneh yang sialnya adalah majikannua sendiri. Dia Scott Diego Nevalion
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi ervendi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
Scott baru pulang dari berburu setelah pukul delapan malam. Setelah sekian lama dia baru merasakan tubuhnya terasa lelah, semenjak kedatangan ayah dan Darren Scott lebih sering masuk kehutan meski hanya sekedar berjalan-jalan.
Scott yang tengah melangkah masuk pun menghentikan langkah begitu melewati kamar Luna yang ada dibelakang sedikit terbuka. Scott terdiam sebentar, menatap pintu itu. Teman, kita beretaman bukan? Kata-kata Luna kembali berputar dikepalanya membuat Scott mengehelai nafas. Kalimat itu membuat dadanya begitu sesak, meski begitu bukankah sedikit tidak sopan saat meninggalkan Luna begitu saja. Detik berikutnya Scott melangkah mundur, mencondongkan kepalanya kearah pintu untuk melirik kedalam. Gelap? batinnya, dia tahu jika Luna benci kegelapan. Tangannya kemudian terulur menekan sakelar untuk menyalakan lampu, matanya menelisik kesegalan sisi ruangan, kemudian mengerutkan dahi ketika tidak melihat siapapun disana. Apa dia di dapur?
Scott kemudian berlari menuju dapur, namun hasilnya masih tetap sama. Disana tidak ada Luna. Pria itu bahkan memeriksa beberapa ruangan masih tidak menemukan gadis itu. Dan pada akhirnya Scott berjalan ke kamarnya, Tag… Tag… tag… suara sepatunya beradu dengan ubin lantai membawanya kesebuah ruangan rahasia yang begitu gelap, dalam langkahnya Scott membuka beberapa kanci bajunya seolah mencekik lehernya. Dia kemudian menarik lengan bajunya hingga siku. Jemarinya yang dipenuhi urat-urat seksi menarik gagang puntu yang dingin.
Sesaat setelah Scott membuka pintu diruangan itu, lampu di ruangan rahasia miliknya menyala secara bersamaan . Jejeran layar minitor didepannya ikut menyala disetiap sudut ruangan, tidak ada satupun yang tahu jika Tuan Muda Kedua, Scott Nevalion yang terlihat bodoh, culun dan cacat itu diam-diam memasang camera pengawas disetiap sudut mansionnya. Bahkan dikamar Luna sekalipun, tidak heran Scott tahu semua tentang apa yang dilakukan gadis itu.
Scott menjadikan meja didepan monitor sebagai tumpuan tangannya, mata elangnya menatap satu persatu layar monitor didepannya. Namun, tidak melihat dimana pun keberadaan Luna. Dia kemudian memundurkan rekaman Video beberapa jam yang lalu. Tepat pukul delapan pagi dia melihat Luna mengenakan dres berwana putih keluar dari mansion.
Kampus?
Cukup mudah Scott meretas CCTV disekitar kampus dimana Luna berkuliah. Scott pria gila, dia bahkan tahu dimana, pukul berapa dan bersama siapa Luna saat itu. Dia pria penuh obsesi pada Luna, mengawasi gadis itu setiap detik. Dia memanfaatkan presepsi orang tentangnya hanya untuk menutupi wajah aslinya.
Scott memencingkan mata. Menatap dengan serius kepada beberapa pria yang sejak awal terus mengikuti Luna, dahinya terlihat berkerut menandakan betapa kerasnya dia sedang berfikir tentang siapa mereka pria berjas hitam lengkap. Scott kemudian menggunakan aplikasi pendeteksi wajah, dalam sekejab dia menemukan informasi pribadi salah satu pria itu.
Tepat beberapa menit berputarnya video itu, salah satu dari mereka memiliki wajah yang begitu familiar membuat Scott mengeraskan rahangnya. Dia adalah pria yang pergi bersama rombongan Darren saat berkunjung ke mansionnya, dia pria yang selalu disisi Darren menculik Luna
Shitt
Scott kemudian mengambil sebuah ponsel yang tidak pernah ada satupun yang tahu dia memilikinya, bahkan sekertaris Don sekalipun. Berjalan keluar melewati anak tangga , tepat didepan pintu utama dia berpapasan dengan sekertaris Don yang baru saja tiba.
“Tuan, anda—“
Scott melewatinya begitu saja lalu mencuri mobil milik sekertaris Don begitu saja.
“TUAN, ANDA TIDAK BOLEH…”
Zrttttt
Pria itu melaju kencang meninggalkan halaman mansion dengan kecapatan diatas rata-rata
“Akhhh.. Sial!”
Don segera menghbungi seseorang. “Ikuti tuan Muda, dia pergi dengan mobil saya gunakan.”
Malam ini hujan mulai berjatuhan cukup deras, angin berhembus cukup buruk. Namun, tampaknya Scott terlalu berani melewati jalan yang kosong. Dia tidak memikirkan bahaya apapun yang terjadi padanya, dibenaknya hanya ada Luna.
Tidak menunggu waktu yang lama, mobil yang Scott tumpangi tiba di sebuah villa yang tidak jauh dari mansion ayahnya.
Tap!!!
Scott membanting pintu mobil dan berjalan dengan amarah yang memabakar seluruh urat nadinya, beberapa pengawal yang berjaga di depan villa menghadangnya tumbang hanya dengan sekali hantaman. Sesaat setelah Scott membuka pintu villa itu, di menemukan Darren tengan duduk di atas sofa hitam dengan keangkuhan mendominan. Hal itu tidak membuatnya goyah, dia terus melangkah dengan mata yang tajam.
“Selamat datang adikku.”
“Dimana dia?”
Darren tertawa kecil namun itu bukan sesuatu hal yang baik. “Benar yang aku katakan, jika gadis itu bukan pelayan biasa.”
“DARREN.” Teriakan Scott menyeruak kesegala sisi ruangan itu, cukup berhasil membuat semua pengawal yang ada disisi Darren sontak menarik langkahnya mundur. Benar kata rumor itu, jika putra kedua tuan Nevalion adalah seorang monster yang menakutkan. ”Sedikit saja dia terluka, akan saya patahkan lehermu malam ini juga.”
Darren menghelai napasnya panjang, dia menatap sorot mata adikknya yang begitu menakutkan. Tatapannya itu , seperti akan membunuh siapapun saat ini juga yang menyentuh miliknya.
are ok thor ?