🌹 Clarisa & Kevin Lee 🌹
Aku bekerja sebagai pembantu di rumah salah satu pengusaha kaya raya, di Korea Selatan bernama Kevin Lee.
Niatku adalah merubah nasib keluargaku, agar jauh lebih baik, tapi justru aku menikahi Suami dari majikanku.
Diakhir hidupnya, Nona Shin meminta aku menggantikan posisinya sebagai istri Tuan Kevin. Sebab menurutnya, aku adalah wanita yang tepat menggantikan posisinya, setelah kepergiannya nanti.
Tuan Kevin awalnya menolak, permintaan istrinya, karena ia sangat mencintai Nona Shin, tapi karena istrinya tetap memaksa akhirnya kamipun menikah.
Tuan Kevin tidak mencintaiku, hingga hanya hinaan, yang aku terima.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.34. Kecurigaan.
Waktu terus berjalan, hingga malam menjemput.
Terus melajukan mobilnya, dan ia terlihat begitu gelisah.
Memutuskan untuk berhenti disebuah tempat, yang dapat melihat keindahan kota Seoul dimalam hari.
Membuka pintu mobil, dan menapaki kaki berjalan sebuah perbukitan ditengah udara dingin, yang menyelimuti kota Seoul.
" Kenapa aku begitu gelisah, kenapa aku seperti tidak rella saat Ibu meminta aku menceraikan dia,apakah aku sudah betul -betul jatuh cinta padanya. Gumamnya mempertanyakan hatinya, untuk memastikan apa yang dirasakannya.
Merasa suasana hati sudah jauh lebih baik, diapun memutuskan untuk pergi ke clup malam, guna melepaskan kepenatan.
Setelah memarkirkan mobilnya, Kevin memutuskan masuk kedalam.
Alunan musik yang menggema, dapat menghilangkan sejenak suasana hati yang tengah mendung.
" Mat malam Tuan Kevin..," Sapa seseorang.
" Malam." Ucapnya tersenyum.
" Apakah anda butuh kehangatan Tuan..?, kebetulan kami ada barang baru." Ucap seorang wanita paruh baya yang berpakaian seksi, menawarkan wanita yang bekerja menjajakan tubuhnya.
Tersenyum, dengan manikmata menatap tajam wanita yang berusia sekitar setengah abad itu.
" Maaf Mami Hanna, aku datang bukan untuk itu." Ucapnya tegas, dan berlalu begitu saja
Memutuskan, untuk menikmati Wine beberapa beberapa teguk, dan sembari menikmati alunan musik DJ, terus menggelegarkan pandangannya, dan tanpa sengaja tatapan matanya menatap sosok gadis cantik, yang tengah menikmati alunan musik bersama seorang pria, dan mereka terlihat begitu mesrah.
Karena dipengaruhi alkohol, dan suasana hati yang buruk, membuat ia mengira itu adalah Clarisa.
" Sepertinya itu dia.., jadi selama ini dia berselingkuh di belakangku. Bahkan dia, berselingkuh dengan laki - laki yang sangat jauh di bawahku, liat saja wajah lelaki itu sangat buruk, aku jauh lebih tampan. Tapi tetap saja ini tidak bisa dibiarkan. Ucapnya, dengan wajah yang terlihat memerah.
Dengan amarah yang telah mencapai ubun - ubun, dia menghampiri pasangan itu, yang sedang menikmati alunan musik dilantai dansa.
" Dasar... pria kurang ajar.., berani sekali kau berselingkuh dengan istriku..! Teriaknya dengan langsung, memberi pukulan pada pipi pria itu.
Buugg..! Sehingga laki - laki itu, jatuh tersungkur.
Suasana kacau seketika, saat Kevin memberikan pukulan bertubi - tubi pada pria itu, keamanan yang sementara berjaga langsung berlari, untuk memisahkan mereka sebab Kevin masih terus ingin menghajar pria itu.
" Lepaskan ...., lepaskan...., aku akan membunuhnya. Dia sudah berselingkuh dengan istriku...! Teriak Kevin, dengan berusaha melepaskan pelukan para keamanan.
Lelaki itu sangat terkejut, dan dengan pipi yang terlihat membiru, dan menahan sakit, dia bangun dari jatuhnya, berjalan menghampiri Kevin.
" Apa anda sudah gila Tuan.., dia itu tunanganku. Memang anda pikir aku laki - laki bodoh apa, mau berselingkuh dengan istri orang." Ucapnya pria itu, dengan nada kesal.
" Ahh..., kau berbohong. dia itu Clarisa istriku." Ucapnya dengan nada tinggi, disertai dengan tatapan tajamnya.
" Maaf Tuan, nama saya Siska, bukan Clarisa. Dan pria yang Anda pukul ini,dia adalah tunangan saya." Seru wanita itu menjelaskan.
Manik matanya menatap dengan seksama, paras gadis itu.
Dan ia sangat malu, saat memastikan wanita itu bukan Clarisa.
" Maaf Nona, Tuan, saya minta maaf. Saya, mungkin terlalu merindukan dia, membuat saya berhalusinasi." Ucapnya memohon maaf.
" Baiklah. Jawab pria itu, yang menerimah permintaan maaf Kevin.
Berjalan keluar, dengan langkah sedikit gontai.
Dan ketika berada didalam mobil, ia tampak berpikir.
"Ada apa denganku, kenapa aku jadi seperti ini. Apa yang sudah dia lakukan padaku, sehingga aku jadi begitu gelisah." Gumam Kevin,dengan pandangan menerawang menatap ke depan, guna mencari tau suasana hati yang begitu resah.
Ia tampak berpikir, dan termenung. Seperti sedang ada yang dipikirkan, mengingat perkataan Ibunya yang menginginkan ia menceraikan Clarisa, membuat ia begitu frustasi.
Cinta tidak, sayang tidak, tapi kenapa dia tidak bisa menceraikan wanita itu, dan hal itu yang begitu mengganggu pikirannya.
Setelah beberapa menit menghabiskan waktu dalam mobil, iapun memutuskan untuk pulang kerumah.
Membelah jalan dengan mobil mewahnya, ditengah keheningan malam.
🏚️ Kediaman Kevin🏚️
" Bibi..., dimana Tuan Kevin .? Tanya Denis, yang sedari tadi mencari keberadaan Bosnya.
" Ntahlah sekretaris Denis, bukannya dia pergi kekantor, tadi pagikan keluar bersama anda." Seru Sofia, dengan menatap bingung lelaki tampan itu.
" Dia memang pergi kekantor bersamaku, tapi tadi jam sepuluh, dia mengatakan akan keluar sebentar, tapi jam begini dia belum pulang juga, aku telepone, SMS juga tidak dibalas."
Terus dimana Nona Clarisa..? Tanya Denis, yang terlihat begitu khawatir.
" Nona Clarisa sedang berada dikamar."
Terdengar suara bunyi mesin mobil, yang memasuki halaman rumah mewah itu.
" Pasti itu Tuan Kevin." Seru Sofia, yang meyakini itu pasti adalah Kevin.
Turun dari mobil, dengan langkah sedikit gontai saat memasuki kediamannya.
" Kenapa aku masih memikirkan dia, apasih bagusnya wanita itu. Dengan terus melangkahkan kaki, menuju pintu utama.
Mendengar suara seseorang membuka pintu, dan menampilkan sosok Kevin yang terlihat begitu acak -acakan.
Kancing bagian atas kemejanya terbuka, dasi tidak terlihat di posisinya, dan rambutnya berhamburan tidak tertata rapi.
" Anda kenapa Tuan..., apakah ada sesuatu yang terjadi..? Tanya Denis, yang terlihat begitu khawatir.
" Dimana wanita itu...? Tanya Kevin, dengan suara yang terdengar berat, karena pengaruh alkohol.
" Anda mabuk Tuan.. ? Tanya Sofia, yang mencium aroma menyengat dari mulut Kevin, dan matanya sedikit memerah.
" Ini semua gara - gara dia Bii..., aku minum karena stress memikirkan dia. Dia pasti sudah mengguna - guna diriku Bii.., hingga membuat aku jadi gila seperti ini."
" Jadi maksud Tuan..., Nona Clarisa sudah mengirim guna - guna buat anda, hingga membuat Tuan tergila - gila padanya...? Tanya Denis memastikan.
" Tepat sekali." Jawabnya mantap.
Mendengar itu, membuat Sofia dan Denis tertawa.
" Kenapa kalian berdua menertawakanku, apakah ada yang lucu..? Tanya Kevin,. dengan ekspresi yang terlihat kesal.
" Tentu saja lucu Tuan.., karena aku rasa anda bukan terkena guna - guna, tapi anda terkena bucinnya Nona Clarisa. Jadi anda jadi gila seperti ini." Ucap Denis sambil terus tertawa.
" Iya Tuan, aku rasa anda sudah jatuhcinta pada Nona Clarisa, hanya anda gengsi mengakuinya." Ucap Sofia, tersenyum.
Menatap kesal, Sofia dan Denis, karena tidak mempercayai ucapannya.
" Haahh... bicara dengan kalian berdua hanya buang -buang waktu saja. Aku mau kekamarku." Ucapnya dengan nada kesal, dan berlalu menuju lantai tiga kamarnya.
Berjalan menuju lantai tiga kamarnya, dan mendapati kamar dengan lampu masih menyala, membuka pintu dan melihat sosok Clarisa sedang menelpone, dan ia terlihat begitu bahagia.
Memandang tidak suka, saat melihat Clarisa tertawa lepas.
" Dasar bodoh...,dia terlihat begitu bahagia, apa dia tidak tau kalau aku sedang memperjuangkan rumah tangga kami.
Dan lihat itu, malahan dia asyik tertawa, pasti dia sedang menelpone kekasihnya. Gumamnya dengan nada sinis.
Karena kecemburuan , membuat ia mengambil kesimpulan, kalau Clarisa sedang menerima telepone, dari kekasihnya.
" Clarissa......! Teriaknya dengan volume suara meninggi.
H
H
malah Dara
menyangkaH
dll
menyangkah
apalagi yaa