ini adalah kisah lanjutan dari season pertama yang judul nya *musuhku adalah suamiku* dengan perbaikan kata dan bahasa sedikit ya dears.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34
" Oke karena sekarang Rafa sudah ketemu sama pujaan hati nya, gimana kalau sekarang kita semua tidur" seru mama Rafa bahagia.
" Ini udah pagi tante" jawab Reta heran.
" Memang kenapa kalau udah pagi? Hari ini kita semua libur kerja dan kalian semua libur kuliah. Nanti siang kita makan makan tante yang masak" tegas mama Arin semangat
" Yes, libur kita " seru Alex dan Adi bersamaan gembira dengan tersenyum dan berjoget joget sendiri.
" Hari ini aja! Ingat proyek kalian atau om bilang papa kalian kalau kerja kalian engga bener biar di seret ke perusahaan papa kalian di luar negri" goda papa Rafa pada Alex dan Adi yang terlihat gembira mendengar kata libur yang langsung membuat kedua nya terdiam.
" Iya om.. " seru Adi dan Alex bersamaan membuat gelak tawa semua orang dengan ekspresi yang langsung berubah dari Adi dan Alex.
" Aku pamit ya mbak, mas mau urus berkas laporan hilangnya Arin di kantor" pamit om Arin
" Oke tapi nanti siang makan di sini ya" seru mama Arin.
" Beres mbak, duluan ya semua" pangkas om Arin langsung meninggalkan apartemen.
" Reta juga pulang ya om, tante mau tidur di tempat Reta aja di sini engga muat" pamit Reta langsung mencium tangan kedua orang tua Arin dan Rafa.
" Iya sayang, terimakasih ya nanti siang kesini loh" ucap Mama Arin
" Pasti tante" seru Reta dan beranjak pergi memeluk Arin berpamitan.
" Jangan kabur lagi lo" tegas Reta membuat Arin tersenyum.
" Iya, makasih ya Ret" sahut Arin memeluk sahabat nya.
Reta langsung beranjak pergi dari apartemen Rafa, ketika sampai pintu terdengar suara Alex berteriak " Ret, gue tidur tempat lo ya engga ada tempat disini" teriak Alex
" Iya Ret kalau pulang jauh kita ngantuk banget" tambah Adi memelas.
" Ogah" jawab Reta singkat.
" Tega amat sih lo" seru Alex jengkel.
" Bodo " pungkas Reta dan berjalan lagi namun baru beberapa langkah ia kembali " Ya udah ayo cepetan" seru Reta membuat Adi dan Alex bergegas pergi menyusul Reta sebelum ia berubah pikiran.
" Om, tante duluan ya" ucap ke dua nya lalu berlari pergi
" Jangan macam macam" teriak mama Arin keras.
" Siap tante" balas Adi dan Alex kencang.
Mama Rafa dan suami nya memilih untuk tidur di ruang tamu, sedangkan mama Arin dan juga suaminya tidur di kamar atas dekat dengan kamar Arin dan Rafa yang dulu pernah di tempati Rafa ketika pertama menikah.
Para orang tua meninggalkan Arin dan Rafa yang masih duduk di ruang tamu karena mereka merasa sangat lelah satu minggu ini lebih banyak terjaga untu menjaga Rafa.
" Yank, tidur yuk aku ngantuk banget" ucap Arin manja
" Iya yank, aku mau mandi dulu ya" jawab Rafa dan di angguki oleh Arin.
Mereka berdua melangkah bersama menapaki setiap anak tangga menuju kamar mereka dengan saling memeluk beriringan.
Sesampainya di dalam kamar Rafa langsung menuju kamar mandi menyegarkan dirinya, sedangkan Arin menyiapkan pakaian untuk di kenakan suaminya setelah mandi. Karena rasa kantuk yang teramat, Arin memutuskan untuk merebahkan diri nya lebih dulu meninggalkan Rafa yang masih di dalam kamar mandi.
Seusai mandi, Rafa yang keluar dengan rambut basah dengan handuk melilit di pinggang nya melihat Arin sudah tertidur pulas lalu menghampiri dan mengecup kening Arin " Maafin aku ya yank" seru Rafa pelan lalu beranjak memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh Arin.
Telah siap dengan celana boxer dan kaos oblong Rafa langsung merebahkan tubuh nya di samping Arin setelah mengeringkan rambut nya. Ia terus menatap lekat wajah yang telah membuat nya merasa takut kehilangan dan hampir kehilangan harapan hidup selama satu minggu ini. " Jangan tinggalin aku lagi yank" ucap Rafa dengan menatap wajah pulas Arin yang menghadap ke arah nya. " Sayang, maafin Ayah ya udah buat kamu sama bunda sedih " tambah Rafa mengelus perut Arin yang sudah mulai kelihatan di usia kandungan hampir 10 minggu. Ia pun mencoba terlelap bersama dengan istri yang sangat ia cintai itu dengan terus memegang tangan Arin karena tak berani memeluk tubuh Arin takut jika anak nya merasakan sakit di dalam karena lengan Rafa yang besar.
gk tau udh kebrp x ny baca masih ajh ngakakk klo baca.../Joyful/kereen bgt sey thor..