NovelToon NovelToon
Asmaradhana Putri Ningrat

Asmaradhana Putri Ningrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:328.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kirana Pramudya

Dua tahun Sitha dan Danu berpacaran sebelum akhirnya pertunangan itu berlangsung. Banyak yang berkata status mereka lah yang menghubungkan dua sejoli itu, tapi Sitha tidak masalah karena Danu mencintainya.

Namun, apakah cinta dan status cukup untuk mempertahankan sebuah hubungan?

Mungkin dari awal Sitha sudah salah karena malam itu, pengkhianatan sang tunangan berlangsung di depan matanya. Saat itu, Sitha paham cinta dan status tidak cukup.

Komitmen dan ketulusan adalah fondasi terkuat dari sebuah hubungan dan Dharma, seorang pria biasalah yang mengajarkannya.

Akankah takdir akhirnya menyatukan sepasang pria dan wanita berbeda kasta ini? Antara harkat martabat dan kebahagiaan, bolehkah Sitha bebas memilih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernikahan Danu dan Ambar

Hari Sabtu ini, Sitha bersiap menghadiri pernikahan Danu dan Ambar. Gadis cantik itu tampil sopan dalam balutan atasan Kebaya Encim dengan aksen bunga-bunga aneka warna dan rok batik panjang. Wajahnya juga dia rias dengan make up yang natural. Bu Galuh yang datang ke kamar memperhatikan putrinya itu.

"Mau datang ke pernikahannya Danu, Dek?"

"Iya, Ibu."

"Mau dianter Rama dan Ibu?" tanya Bu Galuh.

Sitha menggelengkan kepalanya. "Tidak usah. Sitha ini tidak kenapa-napa loh, Bu. Sitha juga tidak patah hati sama sekali. Justru bagi Sitha, gagal menikah adalah hal yang terbaik. Kalau tahu belakangan, Sitha lebih kecewa karena rupanya Danu dan Ambar sudah melakukan hubungan terlalu jauh," katanya.

"Ibu itu kadang berpikir, gadis sebaik kamu aja masih dikhianati. Semoga nanti Dharma bisa menjagamu, berjanji setia, dan akan menggenggam tanganmu sampai tua nanti," kata Bu Galuh.

"Aamiin, Ibu. Doakan juga yah Ibu. Doa seorang Ibu itu besar kuasanya dan akan dijabah oleh Allah."

"Lalu, kamu datang dengan siapa?" tanya Bu Galuh.

Sitha tersenyum terlebih dahulu sebelum menjawab. "Sitha dengan MasE, Bu."

Bu Galuh pun tersenyum. Sebagai seorang ibu, dia merasa sangat bahagia sekali ketika Sitha tampak begitu bahagia dan juga terlihat ada cinta di wajah putrinya itu.

"Yang penting hati-hati. Kalau Dharma bagaimana? Ibu bertanya, dia ngapa-ngapain kamu enggak?"

Sitha kemudian menggelengkan kepalanya. "Menggenggam tangan Sitha saja belum kok, Bu," balasnya.

Mendengarkan jawaban putrinya, Bu Galuh malahan tertawa. "Itu namanya menjaga dan Dharma menahan dirinya. Cinta itu tidak harus menyentuh. Nanti sentuhannya kalau sudah halal," kata Bu Galuh.

"Iya, Ibu. Tidak apa-apa. Sitha justru menghargai Mas Dharma karena pria baik tidak akan merusak gadis yang dia cintai kan Bu?"

"Benar sekali, Ndug Ayu nya Ibu."

Sitha lega bisa curhat dan ngobrol seperti ini dengan Ibunya. Lalu, Sitha bersiap karena Dharma sudah datang dan menjemputnya. Sitha turun ke bawah bersama Ibunya. Dharma seolah terpana melihat Sitha yang sangat ayu mengenakan kebaya encim itu.

"Jemput Sitha yah, Mas?" tanya Bu Galuh.

"Nggih, Ibu." Pemuda itu menjawab dengan menganggukkan kepalanya.

"Ibu, Sitha duluan sama Mas Dharma yah. Kami pamit yah, Ibu."

Sekarang, Sitha dan Dharma berpamitan untuk berangkat. Di depan rumah sudah ada mobil dengan tipe city car berwarna merah. Dharma menjadi tahu karena rok batik yang Sitha kenakan memang panjang. Kalau naik sepeda motor bisa membuatnya tidak nyaman.

"Kamu cantik banget sih, Dek. Cantik original tanpa editan," kata Dharma.

Wajah gadis itu bersemu merah. Sejujurnya Sitha malu. Dia sampai bingung harus menanggapi bagaimana.

"Minta foto berdua boleh enggak?" tanya Dharma.

Sitha menganggukkan kepalanya. Dharma segera mengambil ponselnya dan mengambil foto selfie berdua dengan Sitha. Pemuda itu tampak senang bisa berfoto bersama dengan gadis impiannya.

"Putrinya Rama memang cantik banget," pujinya lagi.

"Apaan sih, Mas. Ayo berangkat," ajaknya.

Kemudian Dharma segera menginjak pedal gas, mengemudikan mobil itu dan menuju ke tempat pernikahan Ambar dan Danu. Pria itu kemudian bertanya lagi.

"Perasaan kamu tidak apa-apa kan?" tanyanya.

"Kenapa sih, Mas. Sungguh, aku baik-baik saja. Aku juga tidak menjadikan Mas Dharma sebagai pelarian loh," balas Sitha.

Dharma mengangguk pelan. "Iya, aku tahu. Kalau hanya pelarian, kamu mana mau sama aku."

"Karyawan di tempat kita kerja sudah gempar dengan pernikahan Danu dan Ambar, kalau sebentar lagi mereka mendapatkan undangan pernikahan kita akan gempar enggak yah, Mas?"

"Pasti gempar, Dek. Kalau berspekulasi kok pria biasa bisa dapat kamu," kata Dharma.

"Jangan begitu, Mas. Cinta bisa menjembatani segala perbedaan yang ada. Itu yang disampaikan Mas Satria kepadaku," balas Sitha.

"Semoga jembatan yang kita bangun memiliki pondasi yang kokoh yah, Dek."

Sitha menganggukkan kepalanya. Dia tersenyum menatap pemuda tampan yang sekarang turut mengenakan kemeja batik lengan panjang itu.

"Nanti bagi fotonya yah, Mas?"

"Iya, nanti aku bagiin fotonya. Pengen memakainya sebagai profil whatsapp, tapi lebih baik menunggu akad saja," balas Dharma.

Sampai akhirnya mereka sudah tiba di hotel tempat pernikahan itu berlangsung. Kerabat keluarga Sutjipta justru menatap Sitha. Gadis yang dulunya digadang-gadang akan menjadi istrinya Danu justru datang ke pernikahan Danu dengan wanita lain.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Dharma lirih.

"Apa menurut kamu, aku terlihat bersedih?"

Dharma menggelengkan kepalanya. "Tidak. Cuma kan hati manusia siapa tahu. Aku hanya sekadar bertanya."

Pernikahan dengan konsep internasional itu memperlihatkan Ambar dengan Wedding Dress berwarna putih dan Danu mengenakan Tuxedo. Walau begitu make up nya kuno. Dress yang Ambar gunakan juga terkesan kuno. Senyuman di wajah Ambar pun terpaksa. Dia pikir akan mengenakan Wedding Gown yang indah, tapi sekarang yang dia kenakan justru sangat sederhana untuk ukuran keluarga Sutjipta. Riasannya juga bold, dengan menggunakan cussion yang begitu tebal. Alisnya juga dicetak hitam tebal.

"Bukankah cantik calonnya Danu yang dulu yah? Kenapa nikahnya sama wanita lain."

"Lebih cantik tunangannya yang dulu."

Banyak orang-orang mengatakan demikian, secara khusus untuk kerabat Sutjipta yang jelas-jelas sudah pernah bertemu dengan Sitha. Karyawan pabrik yang datang juga menyapa Sitha dan menanyakan apakah Sitha baik-baik saja.

"Mbak Sitha tidak apa-apa kan?" tanya seorang staf.

"Santai saja," jawab Sitha.

"Yang kuat yah, Mbak Sitha."

Sitha malahan tersenyum lebar. Sungguh, dia tidak apa-apa. Hatinya pun tidak sakit. Lebih lega karena melepaskan Danu, Allah gantikan dengan pasangan yang menjaga dirinya dan menjaga kehormatannya yaitu Dharma. Pemuda yang selalu mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki embel-embel baik itu derajat atau pun pangkat itu justru sangat sopan dan berbudi luhur. Di luar pun sikapnya terlihat menjaga Sitha, dan tidak menunjukkan kedekatan secara berlebihan. Sampai kini justru tidak ada yang tahu seberapa dekat dan seriusnya Sitha dan Dharma. Semua itu karena keduanya juga bersikap wajar dan tidak berlebihan.

Bu Riana tampak kesal melihat Sitha di sana. Ini. pertemuan kembali setelah itu mengajak Sitha mempersiapkan pernikahan. Sedangkan Pak Sutjipta tampak meninggalkan tamu yang lain dan mengalami Sitha.

"Mbak Sitha," panggilnya.

"Ya, Pak."

"Maaf yah. Untuk kesalahan Danu," katanya.

Sitha kemudian menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa, Pak."

"Bapak sungguh tidak tahu, bahkan jalannya sampai seperti ini."

"Tidak apa-apa. Sitha ucapkan selamat yah, Pak."

Usai itu Pak Sutjipta berpamitan dan menyapa tamu yang lain. Hatinya sedih dan kecewa, seharusnya putranya mendapatkan jodoh yang baik, jelas keluarganya dan sikapnya, tapi yang terjadi justru di luar prediksi. Namun, apa mau dikata semuanya sudah terlanjur terjadi.

1
Yuni Martopo
Luar biasa
tina vio
kak aplikasi oranye nya apa nyari ga ktm2😣
Kirana Pramudya: Halo Kak..
Nama penanya sama, Kak.
Kirana Pramudya🙏🏻
total 1 replies
jhon teyeng
memang banyak penulis yg kesaldan kecewa sama nT bahkan mgkn sdh banyak yg tdk selesai karyanya sebab nT bikin aturan yg membingungkan. kalau memang nT sdh tdk sanggup ya sdh tutup saja kasihan pemula yg semangat hrs down hanya karena aturan yg tdk jelas standartnya.
Lisa
koq g ada kelanjutannya ?
Afternoon Honey
jadi ini dianggap tamat ya author Kirana 🤔
WaTea Sp
semangat danu....
WaTea Sp
astagfirulloh.....
WaTea Sp
bener tuh si ambar kurang bersyukur......nyesel baru rass lo mbar
WaTea Sp
ambar ambar sadar sedikit knapa, wong asalmu jg bukan orkay kok
WaTea Sp
ambar maaih aja sombong gak ada berubahnya....twpok jidat
Windy Veriyanti
semoga Author berkenan meneruskan cerita yang apik dan indah ini 🙏🌹
tetap semangat ✊
Gusti Allah tansah mberkahi 🍀🌸❤🌸🍀
Windy Veriyanti
si Ambar uni kudu dipentokkin tiang dulu kayaknya, biar pikirannya jadi lempeng...
Windy Veriyanti
senang sekali jika ada seseorang yang memahami sejarah dan budaya daerahnya, serta mampu menceriterakan dengan begitu baik...seperti Shita
Windy Veriyanti
step by step, Mas Dharma...
disyukuri walaupun hanya ada selintas ingatan yang masih samar di benak Shita
Windy Veriyanti
si Ambar ini berasa nyaman banget jadi manusia antogonis 😆😁
jhon teyeng
aku sdh tahu ternyata itu ya orange juice nya aku smpt lht tp ragu dg nama yg takutnya sama
jhon teyeng
orange bisa disebutkan nggak
Windy Veriyanti
Kisah hidup seseorang dari kalangan ningrat atau bangsawan, selalu memiliki daya tarik tersendiri untuk disimak.
Terlebih didalamnya banyak terdapat sentuhan wawasan Budaya Jawa yang tentunya akan memperkaya pengetahuan si pembaca.
Saestu...sae sanget 👍
Roma Pasaribu
Tasya apa Sitha, Thor 😁
Enisensi Klara
Kirain mas Dharma mau susu yg lain 🤣🤣🤣🤣🤣🤣ntar lain cerita itu mah 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!