NovelToon NovelToon
Preman Sekolah Jadi Pewaris

Preman Sekolah Jadi Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Preman / Komedi / Harem
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Sage Iskandar atau lebih sering dipanggil Ge, merupakan murid badung di sekolah. Sejak kecil dia memang dirawat oleh pasangan rentenir. Orang sering menganggapnya preman, karena memang kebanyakan orang terdekatnya adalah preman.

Sampai suatu hari, seorang pria asing mendatangi Ge dan mengatakan sesuatu yang selama ini dirahasiakan darinya. Apakah itu?

"Kamu tuh ya, Ge! Nggak capek kamu tiap hari kerjaannya keluar masuk ruang BK terus, hah?!" omel guru BK.

"Nggak capek lah, Bu. Kan guru BKnya cantik," sahut Ge gamblang. Dia langsung kena jewer.

"Ge! Kamu ya yang ambil duit Mamak? Dasar anak kurang ajar!" timpal ibunya Ge sambil berlari keluar.

"Makasih, Mak! Love yuhh!" Ge langsung pergi dengan motornya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34 - Hidup Tak Bisa Ditebak

Ucapan Johan membuat suasana langsung berubah drastis.

Kevin menyeringai lebar. “Siap, Pa.”

Dua pria berbadan besar yang sejak tadi berdiri di sudut ruangan langsung maju. Aura mereka jelas bukan orang biasa.

Ge refleks mundur setengah langkah. Tatapannya tetap tajam, tapi kali ini dia benar-benar waspada.

Tantri yang berdiri tidak jauh dari situ langsung gelisah. Dia memberi kode dengan mata, lalu sedikit menggeleng pelan ke arah Ge.

Pergi…

Itu yang ingin dia sampaikan.

Tapi Ge justru mengernyit. “Apaan sih…” gumamnya pelan.

Tantri makin panik. Dia bahkan sedikit menggerakkan tangannya ke arah pintu, berusaha memberi sinyal lebih jelas.

Ge masih belum ngeh. “Kenapa sih tuh orang…” bisiknya.

Kevin sudah berjalan mendekat sekarang. Senyumnya tipis, tapi penuh tantangan.

“Lu denger kan?” katanya santai. “Disuruh keluar… tapi kayaknya harus dibantu.”

Dua pria besar itu ikut merapat di kanan kiri Kevin. Jarak mereka dengan Ge tinggal beberapa langkah.

Ge mengepalkan tangan. “Gue nggak takut.”

Kevin tertawa kecil. “Bagus.”

Situasi tinggal menunggu ledakan.

DRRTT…

Tiba-tiba ponsel Ge bergetar. Semua sedikit teralihkan.

Ge melirik layar. “Mamak…”

Dia langsung angkat, masih dalam posisi tegang. “Halo, Mak?!”

Suara Marni terdengar di seberang, tapi kali ini… tidak panik.

“Ge…”

Ge mengernyit. “Iya, kenapa?! Cepet, Mak!”

“Ayah lu…” kata Marni.

Ge langsung fokus. “Kenapa bapak?!”

“Dia nggak jadi ke rumah Johan.”

Ge langsung bengong. “Hah?”

Marni melanjutkan, agak kesal, “Dia malah… lagi makan gorengan di warung, katanya lapar!”

Sunyi, ekspresi Ge langsung berubah datar. “…Apa?” katanya pelan.

“Dia aman,” lanjut Marni. “Cuma… ya gitu lah, bapak lu…”

Ge menutup mata sebentar. Rahangnya mengeras.

“MAK!” teriaknya pelan tapi penuh tekanan. “Aku hampir mati di sini tau nggak?!”

Marni bingung. “Hah? Maksudnya apa—”

TUT.

Ge langsung mematikan telepon. Beberapa detik dia diam.

“ANJIRRR!!!” umpatnya frustasi.

Semua orang di ruangan itu sampai kaget.

Kevin mengernyit. “Lu kenapa lagi?”

Ge mengacak rambutnya kasar. “Gue ke sini jauh-jauh, nabrak lampu merah, dikejar polisi… ternyata bapak gue lagi makan gorengan?!”

Tantri sampai hampir ketawa, tapi ditahan.

Johan menyipitkan mata. “Apa maksudnya ini?”

Ge langsung menunjuk keluar. “Salah alamat, Pak!”

Kevin mendecak. “Lu kira ini tempat main-main?”

Ge mundur satu langkah lagi. “Iya, maaf ya. Salah server.”

Dua pria besar itu tetap maju.

“Eh, santai!” kata Ge cepat. “Udah clear kok masalahnya!”

Kevin menyeringai. “Nggak segampang itu.”

Ge mulai mundur pelan ke arah pintu. “Gue cabut ya… makasih hospitality-nya!”

Kevin sudah hampir menyentuh bahunya.

Ge refleks menghindar. “Oke bye!”

Dia langsung berbalik dan lari.

“WOY!” teriak Kevin.

Ge berlari secepat mungkin keluar rumah. Langkahnya cepat, hampir tergelincir saking paniknya.

“KEJAR!” teriak salah satu anak buah.

Ge tidak peduli. Dia langsung keluar dari pintu, turun ke halaman, dan menuju gerbang.

“Buka! Buka!” katanya sambil mendorong pagar.

Penjaga yang tadi langsung kaget. Ge berhasil keluar dan hampir menuju mobilnya.

WIIUUU WIIUUU!!

Suara sirine terdengar lagi. Ge membeku.

“Jangan bergerak!” teriak suara dari belakang.

Ge menoleh perlahan. Mobil polisi berhenti tepat di depan rumah itu. Dua polisi turun dengan wajah serius.

“Wah…” Ge menelan ludah. “Lengkap banget paket hari ini…”

Salah satu polisi menunjuk ke arahnya. “Kamu! Yang tadi kabur di jalan?!”

Ge nyengir kaku. “Hehe… fans saya ternyata…”

“Jangan bercanda!” bentak polisi itu.

Kevin dan yang lain keluar dari dalam rumah, melihat situasi dengan ekspresi berbeda-beda. Johan sendiri hanya berdiri di ambang pintu, memperhatikan.

Polisi mendekat ke Ge. “SIM mana?”

Ge langsung diem.

“SIM!” ulang polisi itu.

Ge garuk kepala. “Hehe… lagi proses, Pak…”

“Belum punya?!” suara polisi naik.

Ge angkat tangan. “Masih DLC, Pak…”

Polisi itu menarik napas kesal. “Kamu ngebut, nerobos lampu merah, lalu kabur dari petugas! Turun!”

Ge langsung mengangkat kedua tangan. “Saya dari tadi juga berdiri, Pak…”

“Jangan banyak bicara!”

Beberapa orang di sekitar mulai memperhatikan. Situasi jadi makin memalukan.

Kevin sampai nyengir. “Kena juga lu akhirnya…”

Tantri menatap Ge dengan campuran khawatir dan geli.

Ge menutup wajahnya sebentar. “Hancur… image gue…”

Polisi mulai mencatat. “Nama!”

“Ge…”

“Lengkap!”

Ge menghela napas. “Ge doang, Pak… simple…”

Polisi melotot. “Jangan main-main!”

Ge langsung tegap. “Siap! Siap! Nanti saya jelasin!”

Beberapa menit kemudian Ge berdiri di samping mobil, sementara polisi masih mengurus tilang. Dia melirik ke arah rumah Johan. Kevin masih di sana, tersenyum mengejek. Johan tetap tenang, hanya memperhatikan dari jauh.

Ge menghela napas panjang. “Hari sial…” gumamnya.

Dari hampir baku hantam sekarang malah kena tilang. Hidup memang tak bisa ditebak.

1
Diana Dwiari
wah,3 wanita dalam 1 rumah...ruar byasah
D_wiwied
malah hah hoh hah hoh, dapat bantuan gratis tuh jangan ditolak, pamali 🤭🤣
vania larasati
lanjut
Tiara Bella
waduh diembat semua kynya clara jg termasuk.....😍
Rommy Wasini Khumaidi
rumit² ketika 3 bidadari terpesona dengan 1 orang
W I 2 K
terpesona aku terpesona..melihat mentimun mu yg jumbo..🤣
Ekka
ihhhh GE ko Jd mauan si
Aidil Kenzie Zie
pesona Ge emang nggak kaleng-kaleng semua wanita dirumah itu terpesona sama dia
D_wiwied
refleksmu bagus kan Ge, coba pegang aj dulu.. kalo naya ngamuk bilang aja: "sorry, refleks" 🤭😆🤣🤣
vania larasati
lanjut
Tiara Bella
waduh Naya....Bt Ge mah rezeki nomplok
azizan zizan
mau bilang lucu nga lucu lalu di bilang tolol ya itu mungkin..
D_wiwied
aku jg ikutan capek Ge 🤭🤭
vania larasati
lanjut
W I 2 K
kyknya min gorengan bnyak bt isi amunisi ni si pak Tarno bt la an johan
Tiara Bella
tarno biarin aja sh Ge udh gede ehhh salah udh blangkotan wkwkkwkw...
Rommy Wasini Khumaidi
biarin aja si Ge,nyengsarain diri sendiri aja kamu
D_wiwied
gimana Ge, empuk gak 🤭😆😆
Tiara Bella
pengaruh duit langsung keluar dr sel km ya Ge
Rommy Wasini Khumaidi
good job
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!