NovelToon NovelToon
Fy Unig

Fy Unig

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di mata tetangga apartemennya di Los Angeles, Faelynn Yosephine (26) hanyalah "perawan tua" pengangguran.

Namun, di balik pintu kamar, ia adalah penulis novel romantis papan atas yang memikat jutaan pembaca.

Dunia tenangnya terusik saat Kingsley Emerson (29 tahun), seorang agen elit CIA yang menyamar sebagai diplomat, mulai mengirim pesan misterius dengan nama akun Son_Roger.

Kingsley, yang baru saja kembali dari misi berdarah di luar negeri, terobsesi dengan detail taktik dalam tulisan Faelynn yang terlalu akurat.

Berawal dari debat teknis hingga gombalan tak terduga, Kingsley mulai memasuki hidup Faelynn, membawa bahaya nyata yang selama ini hanya Faelynn tulis di Novelnya.
.
.
Happy reading dear 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#13

Guruh knalpot helikopter Black Hawk membelah kesunyian pangkalan militer rahasia di pinggiran California. Debu beterbangan, menutupi pandangan saat roda-roda besi itu menyentuh landasan. Pintu geser terbuka, dan satu per satu pria dengan seragam taktis yang robek dan berlumuran debu keluar. Di antara mereka, sosok yang paling tinggi melangkah dengan sisa tenaga yang ada.

Kingsley Emerson—atau Roger bagi dunianya yang gelap—masih bernapas.

Sorak-sorai tertahan pecah di markas besar. Para analis dan petugas pendukung berlarian menyambut tim operasi yang baru saja kembali dari misi "bunuh diri" di perbatasan. Nama-nama diperiksa satu per satu. Dari sepuluh orang yang berangkat, tujuh kembali dengan luka-luka, dan tiga lainnya... harus pulang dengan bendera yang menutupi peti mereka.

Kingsley melepaskan helm taktisnya, membiarkan rambutnya yang basah oleh keringat berantakan. Wajahnya dipenuhi coretan penyamaran dan goresan luka baru di pipi, namun matanya tetap tajam. Ia langsung menghampiri meja Angel yang sibuk dengan monitor besarnya.

"Angel," suara Kingsley serak, hampir seperti bisikan.

Angel menoleh, matanya berkaca-kaca melihat Kingsley masih berdiri tegak. "Kau selamat, King. Demi Tuhan, kami pikir kau terjebak di ledakan bunker itu."

Kingsley tidak membalas pelukan atau ucapan selamat itu. Ia hanya menatap Angel dengan intensitas yang menakutkan. "Surat itu. Kau sudah mengirimkan surat itu kepada kekasihku?"

Angel terdiam sejenak, lalu mengangguk pelan. "Sesuai prosedur, King. Saat statusmu dinyatakan Missing in Action tiga hari lalu karena kehilangan kontak di zona merah... aku harus mengirimkan surat wasiat terakhirmu ke alamat yang kau tinggalkan. Surat itu sampai pagi ini."

Kingsley memejamkan mata, tangannya mengepal hingga buku jarinya memutih. "Kau gila, Angel."

"Aku tidak gila! Aku hanya melakukan pekerjaanku!" balas Angel dengan nada tinggi. "Aku khawatir kekasihmu terluka jika dia tidak tahu apa-apa, King. Lebih baik dia tahu kau pahlawan daripada kau menghilang tanpa kabar!"

Kingsley menghela napas panjang, mencoba menekan emosi yang meluap. Di satu sisi, ia menghargai prosedur, namun di sisi lain, ia membayangkan hancurnya perasaan Faelynn saat ini. "Aku akan memberikannya kejutan nanti. Aku harus segera kembali ke Los Angeles."

"Kau butuh perawatan, King!"

"Aku butuh menemui gadisku," potong Kingsley telak.

Di sisi lain kota, suasana di dalam apartemen keluarga Yosephine sangat kontras dengan keriuhan di markas besar. Kesunyian yang mencekam hanya dipecah oleh suara isak tangis yang memilukan.

Faelynn duduk bersimpuh di lantai kamarnya, kepalanya bersandar pada kaki ranjang. Di tangannya, surat biru tua itu sudah basah oleh air mata hingga tintanya sedikit luntur. Kalung kompas pemberian Kingsley melilit erat di genggamannya. Ia menangis histeris—sebuah tangisan yang tidak hanya meratapi kematian seseorang, tapi meratapi harapan yang baru saja tumbuh lalu dicabut paksa hingga ke akarnya.

Melinda, ibunya, duduk di samping Faelynn, memeluk bahu putrinya sambil ikut menangis. Hati Melinda hancur bukan hanya karena kehilangan calon menantu yang ia banggakan, tapi karena melihat putrinya hancur untuk kedua kalinya. Ia tahu betapa sulitnya Faelynn membuka hati, dan saat pintu itu terbuka, maut justru datang bertamu.

Sementara itu, Anna berdiri di ambang pintu kamar, terdiam seribu bahasa. Ia menatap kakaknya dengan pandangan yang sulit diartikan. Di dalam kepalanya, alih-alih rasa empati yang mendalam, justru muncul ketakutan sosial yang egois.

Apa Kakak benar-benar tidak akan menikah tahun ini? pikir Anna. Tahun depan? Bagaimana dengan tahun depannya lagi? Jika 'King' meninggal, maka status Kakak sebagai perawan tua akan semakin permanen. Bagaimana aku harus menjelaskan pada orang-orang bahwa kekasih Kakak tewas saat bertugas? Mereka pasti akan menganggap ini hanya bualan Kakak untuk menutupi kegagalan.

Anna merasa terbebani. Baginya, kematian Kingsley adalah bencana reputasi bagi keluarga mereka.

Kabar kematian "Kekasih Faelynn" menyebar di gedung apartemen itu lebih cepat daripada aroma kopi di pagi hari. Entah bagaimana caranya—mungkin Anna yang sempat bercerita pada tetangga saat ia keluar rumah dengan mata sembab—kabar itu bermutasi menjadi rumor yang liar.

"Kau sudah dengar? Faelynn gagal nikah lagi tahun ini," bisik Mrs. Miller di area lobi.

"Iya, kasihan sekali. Katanya kekasihnya itu orang hebat, diplomat atau apa, lalu kecelakaan parah saat bertugas di luar negeri," sahut tetangga lainnya. "Sepertinya nasib wanita itu memang sial kalau urusan laki-laki."

Gosip itu berputar, naik dari lantai ke lantai, hingga sampai ke telinga pria yang paling tidak ingin didengar oleh Faelynn: Ibner.

Ibner berdiri di balkon unitnya di lantai lima, menyesap rokoknya sambil menatap ke arah balkon unit Faelynn yang tampak sepi. Ia tersenyum miring—sebuah senyum kemenangan yang keji.

"Jadi, pria hebat yang kau banggakan itu sudah mati, Fae?" gumam Ibner pelan. "Rupanya takdir memang menginginkanmu tetap menjadi perawan tua yang menyedihkan."

Ada rasa puas yang aneh dalam hati Ibner. Selama dua minggu terakhir, ia merasa terancam dengan kabar bahwa Faelynn memiliki kekasih sukses. Sekarang, dengan hilangnya ancaman itu, ia merasa egonya kembali utuh. Ia merasa benar karena telah meninggalkan Faelynn demi wanita lain yang "lebih beruntung".

Di dalam kamar yang gelap, Faelynn masih memeluk kalung itu. Ia tidak tahu bahwa dunianya sedang ditertawakan oleh orang-orang di luar sana. Ia tidak tahu bahwa mantannya sedang merayakan kegagalannya. Yang ia tahu hanyalah satu hal: dunia fiksi yang ia bangun terasa lebih aman daripada dunia nyata yang baru saja merampas "Ay"-nya.

Namun, di jalanan Los Angeles, sebuah mobil SUV hitam melaju dengan kecepatan tinggi menuju gedung apartemen tersebut. Di dalamnya, seorang pria dengan luka baru di pipi dan hati yang berdegup kencang sedang menggenggam kemudi, siap untuk menghancurkan semua gosip dan tangisan itu dengan kehadirannya yang nyata.

Kingsley Emerson tidak akan membiarkan wanitanya menangis lebih lama lagi. Kejutan yang sesungguhnya baru saja dimulai.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
ren_iren
kembalikan king dan faelynn😂
Ros 🍂: maafkan author Buntu 😭🤣🙏🏼
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍
ren_iren
dan tetiba king and faelyn berubah jd gadis angkat jemuran... dirimu kak, ada2 aja.... 😂😂😂
Ros 🍂: Nanti saya revisi kak, biar masuk cerita nya, Makasih Kak 🫶🙏🥰
total 3 replies
winpar
lnjut thorrr
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍
Ros 🍂: ma'aciww kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!