Kisah seorang gadis bernama ara yang dikhianati kekasihnya, tanpa sengaja dia dipertemukan dengan malaikat tanpa sayap yang ternyata pacar dari selingkuhan kekasihnya. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apakah ara akan tetap melanjutkan kisahnya dengan kekasihnya? atau akan merelakan kekasihnya begitu saja? ikuti kisahnya di "My CLick Girl" ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon musbich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
🌻🌻🌻
Pagi ini aku bangun kesiangan dan karena jalanan macet, otomatis aku nyampe di kantor sekitar jam 9. Aku berlari untuk melakukan finger print di sebelah meja receptionist, mbak receptionist hanya tersenyum dan aku mengedipkan mataku supaya dia nggak bilang siapa siapa kalo aku terlambat.
“Uda jam berapa ini? Ada ya karyawan nggak disiplin kayak kamu,” Kata Marsya memperingatiku.
Kenapa aku bisa ketemu dia sih? Mati lah aku, aku dulu jadi sekretaris nggak galak galak banget kayak gini. Kenapa dia segalak ini? Posisi nya apa coba? Dia belom tau aja kalo aku calon ibu direktur di perusahaan ini. Calon ibu direktur? Hehe… iya, aku calon ibu direktur. Kalo itu terjadi, bakalan ku pecat si curut ini.
“Malah ketawa ketawa nggak jelas. Aku lagi ngomong sama kamu," Kata marsya lagi.
“Saya bu?” tanyaku sok polos, padahal aku tau kalo itu memang aku.
“Kalo bukan kamu siapa lagi? Coba beri alasan kenapa bisa terlambat?” Tanya nya dengan nada mulai meninggi.
“Saya kesiangan bu, lupa pasang alarm,” Jawabku jujur.
“Kamu pikir ini perusahaan bapak kamu bisa seenak nya brangkat sesuka hati. Saya nggak suka dengan karyawan yang nggak disiplin,” Kata Marsya ketus.
“Bu Marsya, saya dulu juga sekretaris tapi nggak segitu nya juga," kataku membela diri.
“Maka dari itu kamu nggak pantes jadi sekretaris di perusahaan ini. Apa kamu yang berenti kerja beberapa hari itu? mungkin karena kebiasaanmu yang nggak disiplin ini maka nya bisma mecat kamu,” Kata nya lagi menatapku tajam.
“Saya bukan dipecat tapi saya waktu itu mengundurkan diri,"
“Kenapa balik lagi? Perusahaan ini nggak butuh orang yang nggak konsisten kayak kamu,” Marsya terus menghujamku.
“Kenapa nggak pecat saya sekarang aja?” tanyaku menantang nya.
“Posisiku sekarang apa? Tunggu setelah aku jadi ibu direktur!” kata nya mantap.
Bener bener gila ya si curut ini. Dia beneran pengen jadi istri Bisma. Kenapa dia yang jadi sainganku?
“Baguslah kalo kamu sadar posisimu. Jangan mimpi jadi direktur di perusahaan ini!” kataku kesal.
“Siapa yang Cuma mimpi? Nggak lama lagi aku yang bakalan megang perusahaan ini,” Kata marsya geram.
“Ada apa sih kok berantem di sini? kayak anak kecil,” Tanya Bisma yang tiba tiba muncul di antara kami.
“Tanya aja sama sekretaris kesayangan mu itu!” jawabku sebel.
“Karyawan karet mu itu jam berapa baru sampe kantor? Dikasih tau tambah nyolot. Yang salah siapa eh yang galak siapa?” kata Marsya mencibir.
“Biar aku urus dia. Ikut aku ke ruangan,” Kata Bisma padaku.
Dengan berat hati aku mengikuti Bisma ke ruangan nya. Kami melewati ruangan Adi. Adi menatapku khawatir, dia pasti tau kenapa aku dipanggil ke ruangan itu.
“Aku kesiangan tadi malam baru tidur jam satu,” Kataku sebel sambil duduk di sofa nya. Bisma hanya menanggapiku dengan senyum dan duduk di sebelahku.
“Dimana biasa nya si curut itu duduk? Di situkah? Di tempatku dulu?” tanyaku sambil menunjuk meja sekretaris.
“Curut?” Tanya Bisma sambil mengernyitkan alis nya.
“Iya sekretaris kesayanganmu itu,” jawabku semakin cemberut kalo inget tampang nya.
“Kenapa harus panggil dia curut?”
“Wajah nya mirip curut,” Celetukku.
“Curut apanya? Secantik itu kamu bilang curut,” Kata Bisma.
“Benarkah dia cantik?” tanyaku sedikit kecewa.
“Tentu saja sangat cantik cocok jadi sekretarisku. Sexy juga,”
“Dasar kamu ini, jangan katakan itu di depanku. Kenapa nggak nikah sama dia aja,” Jawabku semakin cemberut.
“Kalo cinta itu urusan hati bukan urusan wajah,” kata Bisma tersenyum.
“Kalau begitu pecat dia," kataku merajuk.
“Kamu jangan mendahulukan ego, itu egois namanya,” Kata Bisma menyentil keningku.
“Sakit tau. Apa susah nya pecat dia? Kamu kan direktur," Kataku semakin kesal.
“Nggak semudah itu, ra,”
“Kamu nggak lagi suka sama dia kan?” tanyaku menyelidik.
“Ya enggak lah, ngaco! Dia uda punya pacar juga,” kata Bisma terkekeh.
“Jangan jangan kamu pernah nembak dia. Kok sampe tau kalo dia punya pacar?” kataku semakin curiga.
Sekali lagi bibir lembut nya mencium bibirku secara tiba tiba. Aku yang tanpa persiapan hanya mengikuti alurnya saja.
“Ini hukuman karena hari ini kamu datang terlambat," kata nya lembut melepas ciuman nya.
“Aku besok akan terlambat lagi kalo hukuman nya begini," Kataku tersenyum jahil.
“Kamu mulai ketagihan?” Tanya Bisma terkekeh meraih bibirku lagi.
Tiba tiba suara pintu terbuka dan Marsya masuk ke dalam ruangan sedikit melihat ke arah kami. Bisma melepas ciuman nya seolah tidak terjadi apa apa barusan.
Aku pamit keluar dari ruangan itu. Dengan santai nya aku menuju ruanganku dan bertemu dengan si kepo Adi. Siapa lagi? Cuma dia yang satu ruang denganku.
“Kata nya mbak kinara barusan dimarahin abis abisan sama bu marsya ya?” Tanya Adi.
“Ya karena aku kesiangan. Emang dasar nya si curut itu mau nyari masalah denganku,” kataku curhat dengan geram.
“Curut?” adi mulai bingung.
“Iya, liat deh wajah nya mirip curut,”kataku.
“Mbak, bu marsya itu cantik. Aku juga mau jadi pacar nya,” Kata Adi terkekeh.
“Jadi dia cantik nih?” tanyaku serius.
“Iya, cantik dari sana nya. Tapi denger denger sih uda punya pacar mbak. Pacar nya pengusaha juga,” Kata adi.
“Dasar tukang gossip! Syukurlah kalo dia uda punya pacar,” kataku sambil menata berkas.
“Barusan dihukum apa sama pak bos, mbak?”Tanya Adi. Aku jadi pengen ketawa inget hukumannya. Hehe…
“Ditanya malah senyum senyum sendiri,” kata adi lagi.
“Mau tau aja!” kataku sambil terus menata berkas segitu banyak nya.
🌻🌻🌻
Siang ini rasanya panas sekali, Aku dan Adi turun ke lantai dasar menuju kantin. Perusahaan ini selalu menyediakan makan siang yang menggugah selera. Jelas saja menggugah selera, karena perutku yang belum makan dari pagi. Cacing cacing di dalamnya sudah berteriak kelaparan.
Makan siang disediakan secara gratis dan ngambil sepuas nya, maka dari itu aku ngambil makan sebanyak banyak nya. Dulu kalo masih jadi sekretaris, bisma jarang ngajak aku makan di sini. Dia selalu ngajak aku makan di luar.
Dengan lahap nya aku makan bareng Adi. Adi menepuk tanganku, memberi kode supaya aku melihat ke arah yang dia maksud.
Apa apaan dia ini? Bisma bareng Marsya ke kantin, sedangkan semua karyawan menganggukkan kepala segan. Bahkan ada yang memberi mereka berdua tempat duduk khusus. Aku malas melihat mereka berdua. Aku lanjutkan saja makanku. Bodoh amat!
“Jarang jarang ya pak bos datang ke kantin gini," Kata Adi.
Aku hanya diam sedikit melihat ke arah mereka berdua. Marsya dengan anggunnya duduk di salah satu sudut meja menunggu makanan yang diambilkan Bisma.
Bisma membawa nampan berisi 2 piring nasi dan mereka makan bersama dengan santainya. Sepertinya mereka sangat akrab dan terkadang tertawa bareng. Bisma sedikit melihatku yang sedang makan dengan lahapnya.
Jangan lupa like, comment and vote donk guys... 🌻🌻🌻
Selamat hari kemerdekaan Indonesia ya,
Dirgahayu Indonesiaku 🇮🇩🇮🇩🇮🇩
Merdeka 🇮🇩🇮🇩🇮🇩
tapi si Bisma juga cueknya kebangetan sama Ara..