NovelToon NovelToon
Only 200 Days Mr.Mafia

Only 200 Days Mr.Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Cinta pada Pandangan Pertama / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Roman-Angst Mafia / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:5.5M
Nilai: 4.6
Nama Author: Four

Bagiamana jika kehidupan seorang mafia yang terkenal akan ganas, angkuh atau Monster ternyata memiliki kisah yang sungguh menyedihkan?

Bagaimana seorang wanita yang hanyalah penulis buku anak-anak bisa merubah total kehidupan gelap dari seorang mafia yang mendapat julukan Monster? Bagai kegelapan bertemu dengan cahaya terang, begitulah kisah Maxi Ed Tommaso dan Nadine Chysara yang di pertemukan tanpa kesengajaan.

~~~~~~~~~~~
✨MOHON DUKUNGANNYA ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

O200DMM – BAB 34

SIAPA ITU GEORGIA?

Setelah menyantap hidangan yang sudah disiapkan oleh para pelayan. Nadine tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk menghilangkan rasa bosannya, sampai bibi Doray datang dengan senyuman lebarnya.

Wanita tua itu selalu datang ke rumah Maxi jika punya waktu luang, dia sering sekali mengajak Nadine mengobrol dan jujur saja, hanya bibi Doray lah yang membuat Nadine merasa sedikit tak terasingkan di Mansion tersebut.

Seperti saat ini, kedua wanita berbeda usia itu sedang duduk di sofa ruang tamu, bercerita tentang kehidupan masing-masing saat mereka masih berada di rumahnya. Perbincangan mereka juga mulai berada di titik sedih ketika bibi Doray mulai bertanya soal keluarga Nadine.

“Aku hanya punya seorang kakak, dan dia sedang sakit.” Bibi Doray ikut prihatin mendengar hal itu, ia memegang tangan Nadine seraya tersenyum.

“Dia pasti baik-baik saja di sana!” Nadine tersenyum, meski ia tersenyum tapi perasaannya masih khawatir akan keadaan kakaknya.

“Apa kamu akan kembali?” tanya bibi Doray.

“Hm. Maxi sudah berjanji, dia akan melepaskan ku setelah 200 hari bersamanya.” Awalnya sangat sulit mempercayai janji dari seorang mafia. Tapi, jika di pikir lagi, Nadine mungkin bisa mencoba percaya dengan Maxi meski itu tidak sepenuhnya menyakinkan.

Bibi Doray kaget mendengar 200 hari dari Nadine, ekspresi wanita tua itu membuat Nadine mengernyitkan dahinya seraya penuh tanya. “Kamu yakin dengan 200 hari itu?” dan sekarang pertanyaan apa lagi itu? Nadine benar-benar tidak tahu, berapa banyak lagi rahasia di keluarga Maxi.

“Memangnya kenapa? Apa ada yang salah?”

Bibi Doray memastikan keadaan sekitar yang lumayan sepi karena para pelayan dan penjaga berdiri di arah dapur dan ruang tengah.

“Jangan katakan kepada siapapun....” Nadine mengangguk, sementara bibi Doray mendekatinya seakan seperti berbisik.

“Dua tahun lalu, tuan Maxi juga pernah menawarkan 200 hari kepada seorang wanita.” Nadine terkejut mendengarnya. Sekarang pria itu benarlah hidung belang? Bagi Nadine sudah cukup mengetahui bahwa dia adalah seorang pembunuh.

“Siapa wanita itu?” hal yang wajar jika Nadine ingin tahu siapa wanita yang pernah ditawari Maxi hal yang sama sebelum dirinya.

“Namanya Georgina, dia biasa di panggil Georgia. Wanita itu sangat baik, polos dan penurut! Dia salah satu teman tuan Maxi dan nona Ina saat di desa dulu.” Wanita cantik berdarah Asia itu masih mencoba mencerna cerita bibi Doray.

“Lalu apa yang terjadi? Dimana dia sekarang?”

“Sebelum pernikahan di mulai, Georgia meninggal karena seseorang membunuhnya. Dia di pe*k**a dan di siksa.” Serasa dunia Nadine runtuh seketika. Jantung Nadine sudah berdetak kencang, berharap apa yang ia pikirkan sekarang tidaklah benar. Bahkan bibi Doray saja mulai berkaca-kaca ketika harus mengingat wanita malang yang memiliki kelembutan seperti Georgia.

“Siapa yang membunuhnya?” air mata bibi Doray hilang, wanita itu menatap wajah Nadine yang sudah terlihat penasaran serta penuh tebakan.

“Salah satu musuh tuan Maxi yang melakukannya.” Seketika Nadine memejamkan matanya sejenak. Rasa lega dan gelisah hilang sekejap meski ia kasihan dengan wanita bernama Georgia itu. Nasibnya sangat buruk harus bertemu dengan Maxi.

Bibi Doray dapat melihat wajah tegang Nadine yang menjadi rileks. Wanita itu berusaha menenangkan Nadine, memegang tangannya kembali. “Jangan khawatir! Dia tidak seburuk yang kamu pikirkan.”

“Tetap saja aku tidak bisa mempercayainya.” Elak Nadine.

“Sifatmu dan Gerogia sama, tapi Georgia tidak memiliki keberanian seperti mu Nadine. Bibi yakin kamu bisa merubah orang-orang di sini.” Dengan penuh percaya, bibi Doray menatap lekat mata Nadine yang hanya diam saja. Bagi Nadine itu semua tidak akan mungkin, dia akan memilih pergi dari sini secepatnya.

“Apa Maxi... Dia mencintai Gerogia?” sedikit aneh saat harus bertanya soal itu. Nadine tidak ingin bibi Doray salah faham dengan apa yang barusan Nadine pertanyakan.

“Bibi tidak tahu.”

“Yang pasti. Tuan Maxi masih berusaha mencari orang sudah membunuh Gerogia.”

Percakapan mereka menjadi hening. Nadine masih tidak percaya, bisa saja Maxi yang membunuhnya kan. Tapi hati kecilnya seakan mempercayai semua itu. Bibi Doray menghapus kegelisahan tersebut dengan candaan yang lucu agar Nadine tak begitu memikirkan soal Maxi ataupun kekejaman pria itu.

Langkah yang awalnya tergesa-gesa seperti biasanya, kini melambat saat melewati pintu. Sorot matanya yang selalu tajam, melihat ke sosok wanita dengan kecantikan natural yang asik tertawa kecil, senyumannya begitu indah ketika dia memancarkannya tanpa sengaja. Kaki Maxi seperti lengket di lantai, ia sangat menikmati senyuman manis istrinya yang masih asik sendiri bersama bibi Doray.

Kali pertama Maxi melihat senyuman di wajah Nadine. Sejak dia membawa paksa wanita itu, senyuman kecil pun tak pernah Nadine tunjukan.

Tiba-tiba senyuman Nadine hilang saat tanpa sengaja ia melihat keberadaan Maxi yang berdiri tak jauh dari arahnya. Bibi Doray sadar sorot mata yang selalu Nadine berikan ke Maxi.

“Aku pergi dulu!” pamit bibi Doray.

Maxi mengangguk kecil ke bibi Doray yang baru saja melewatinya. Setelah kepergian wanita tua tadi, Maxi mulai bergerak mendekati sofa yang masih ada Nadine di sana.

Cukup lama Maxi memandangi istrinya yang masih diam dan enggan menatapnya.

Maxi sendiri merasa canggung dan tidak tahu harus bagaimana mengajak bicara istrinya yang sedikit angkuh. Sementara Nadine muak, ia mulai berdiri dan menatap Maxi dengan ketidak sukaannya.

“Katakan?” di hadapan Maxi, Nadine memandang wajah suaminya dengan sedikit mendongak.

“Ayo ikut aku.”

“Aku tidak mau.” Wanita itu melengos melewati Maxi.

“Aku akan mengajakmu keluar.” Tegas Maxi yang sudah berbalik menatap punggung Nadine. Nadine tidak tahu betapa sulitnya bagi seorang Maxi menuruti kemauan seseorang.

Sekalipun Maxi tidak pernah menuruti kemauan dari para wanitanya kecuali adiknya. Baginya, itu sama saja meruntuhkan dirinya sendiri.

Menyadari tidak ada pergerakan dari Nadine. Maxi mulai berjalan mendekatinya, berdiri di depan wanita yang masih kalut dalam pikirannya sendiri. Pria itu mengulurkan tangannya tepat di hadapan istrinya, Nadine melihat tangan terbuka dari seorang Maxi membuatnya sedikit tak percaya.

Cukup lama Nadine memandangi wajah Maxi yang berusaha menegakkan dirinya sendiri.

Bukannya menerima uluran tangan Maxi, Nadine memutar tubuhnya dan berjalan lebih dulu ke arah pintu keluar. Tentu saja hal itu membuat Maxi mengepalkan tangannya yang sejak tadi terulur. Dengusan kesal juga terdengar dari bibir Maxi, betapa geramnya dia menghadapi wanita seperti Nadine.

.

.

.

.

Menggunakan mobil kesayangannya. Maxi memilih menyetir sendiri, dia ingin membuat Nadine sedikit nyaman. Mata abu-abunya sesekali melirik ke sisi kanannya, dimana Nadine hanya diam memandangi keluar jendela yang terbuka lebar.

Ya! Sebelum melajukan mobil, Maxi sudah mendapatkan teguran untuk membiarkan jendela mobil terbuka lebar, dan pria itu menuruti keinginan istrinya lagi. Entah kenapa Maxi merasa lemah di hadapan wanita yang saat ini duduk di sampingnya.

Nadine masih membiarkan angin menerpa wajahnya, tak peduli meski Maxi terus saja menatapnya tanpa henti.

Apa yang sebenarnya Maxi ingin lakukan? Apakah mengajak Nadine keluar adalah salah satu ucapan maaf yang tidak bisa dia katakan? Nadine bahkan berpikir bahwa Maxi sungguh mafia yang aneh.

1
Yuliana Pesik
baguuss cerita nya gak ngebosenin dan bikin penasaran.. lanjutkan karya yg bagus2 lagi Thor 🥰🙏🙏
Four.: tancuuuu 😘
total 1 replies
Yuliana Pesik
kabur melulu perasaan.. jadi muter2 siih cerita nya
Four.: biar pusing /Facepalm/
total 1 replies
Yuliana Pesik
ayaaamm kalii aahh betina 😄😄🤭🤣
Four.: ihhh kasar kali babang Maxi kannn /Smug/
total 1 replies
Yuliana Pesik
bagus cerita nya
Four.: tancuuuu 😘
total 1 replies
Bagus Rahmad
Nadine hamil. hore..Maxi akan punya anak
Four.: Horeeeee!!!!
total 1 replies
Bagus Rahmad
asekk .asekk ahh ahh kurang
Bagus Rahmad
kapan bercintanya biar segar bugar.bunuh saja pamanmu alias bpkmu sendiri.coba buang dulu telp biar tak ada yg bisa melacak
Four.: hmmm.... sabar atuhhh nanti jadi salah bunuh lohh /Proud/
total 1 replies
Nailimuna muna
tdk ada yg salah max cobalah rayu istriku dan sentuhan tanpa memaksa
Four.: ho, oh dia gengsi sihhh
total 1 replies
Bagus Rahmad
cintalah itu nama maxii
Four.: mungkin dia masih belum ahlinya 😌
total 1 replies
Nailimuna muna
waw benih cinta hingga darah keluar dikira keringat🤣🤣🤣
Four.: jadi Nadine adrenalin bener yakk
total 1 replies
Nailimuna muna
🤣🤣🤣 pintar juga nadine tapi lihat saja kau tetap akan tertangkap
Four.: ho,oby
total 1 replies
its anna
salahnya nadin mau cerita malah gamau si Maxi dan suratnya ga dibaca
Four.: yaaa namanya juga urusan rumah tangga 😁
total 1 replies
its anna
gajadi bete sm nadine tp sm ina masih. btw maxi menang di pertaruhan pertunjukan ga
Four.: hmm mungkin aja menang 😌
total 1 replies
its anna
nadine kok jdi blunder
Four.: enggak kok /Chuckle/
total 1 replies
its anna
Nadine egois
Four.: yakinnn egoiss
total 1 replies
its anna
apalah ina mending kamu mati aja gatau berterimakasih udh diselamatin dan direstui serta anak mu sm veer diterima
Four.: ho,oh
total 1 replies
its anna
oo Nadin muslim
Four.: aku ngikutin gaya turki yaaa 😌
total 1 replies
its anna
gue dah baca vincent, Noir, skrg ini
Four.: semoga suka yaaa 😁
total 1 replies
+852
karya ini sedikit rumit.. baca aja
Four.: tancuuuu 😘 walaupun rumit terima kasih sudah mampir dan baca plussss 5 bintang nya 😁
total 1 replies
RotiCoklat🥧
Proud of Maxi, keren banget karakternya yg dr awal sampe akhir selalu sama. Keren banget alur ceritanya, keren banget thor 👍🏻
Four.: terima kasih banyak lohhhh /Scream//Joyful/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!