NovelToon NovelToon
Ku Lempar Benang Merah, Pangeran Tampan Ku Dapat.

Ku Lempar Benang Merah, Pangeran Tampan Ku Dapat.

Status: tamat
Genre:Time Travel / Romansa / Fantasi Timur / Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:49.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zia Lin

Hidup di zaman modern yang serba maju terkadang membuat Xuan Xing'er 25 thn kerap menggerutu kesal, karena jaman sudah banyak berkembang tetapi pemikiran kedua orang tuanya masih saja mengikuti jaman dahulu. Dimana mereka selalu mendesak Xing'er untuk segera menikah, tak hanya kedua orang tuanya tetapi teman-teman satu kantornya pun selalu mencibirnya karena statusnya yang sudah lama menjomblo.


Merasa kesal akibat tidak ada pria yang mau dengannya, Xing'er pun mampir ke sebuah kedai untuk mabuk disaat dirinya setengah sadar tiba-tiba seorang pria tua dengan pakaian compang camping memberinya sebuah benang merah yang telah di ikat simpul.


"Pergilah ke hutan besok, maka kau akan menemukan cintamu."


Akankah Xing'er menurutinya? Atau malah mengabaikannya karena merasa itu semua hanya ilusinya ketika mabuk? Ikuti terus kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zia Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34.

Di dalam kamar miliknya, Xing'er terus mondar mandir tidak karuan. Dia terus mengumpat dan merutuki Han Zhaoyang yang menyuruhnya untuk menurunkan hujan. 

Konyol. 

Bagaimana bisa Xing'er menurunkan hujan, Profesinya hanyalah seorang karyawan kantor biasa dan bukan pawang hujan lalu bagaimana caranya dia untuk menurunkan hujan?. 

"Han Zhaoyang sialan … arggh!" 

Teriak Xing'er ketika melihat pria rambut putih yang tempo hari ia temui di tengah hutan muncul secara tiba-tiba di dalam kamarnya. 

"K-kamu, ngapain kamu disini?" Xing'er mundur beberapa langkah karena takut. 

Pria berambut putih itu mendekati Xing'er yang terus mundur dengan raut wajahnya yang sedingin es. 

"B-berhenti jika tidak aku akan berteriak," ancam Xing'er yang kini sudah tidak bisa bergerak karena tertahan tembok. 

"Teriaklah dan aku akan membunuh semuanya," bisiknya sambil menatap Xing'er tajam dengan jarak yang begitu dekat. 

"Kamu—." Xing'er menjeda kalimatnya dan menundukan kepalanya saat melihat sorot mata pria itu yang tajam bagaikan silet. 

Pria itu memiringkan senyumnya dan menjauh dari Xing'er. "Tuangkan teh untukku." 

"Tidak mau!" tolak Xing'er yang dalam sekejap mata dirinya sudah berada dalam cengkraman pria tersebut dengan keadaan leher tercekik dan tubuhnya terangkat ke atas. 

Kaki gadis itu melayang ke atas sambil meronta, sementara kedua tangannya berusaha untuk melepaskan lehernya dari jerat sihir si pria berambut putih. 

"L-lepaskan … a-aku, t-tidak bisa bernapas," ucap Xing'er terbata akibat lehernya tercekik. 

Namun, bukannya melepaskan dia malah semakin mencengkram Xing'er kuat hingga membuatnya nyaris kehilangan napas. 

"A-aku mohon, lepaskan aku … j-jika aku mati bagaimana bisa kau mendapatkan bola kristal itu." 

Mendengar tentang bola kristal, pria itu langsung melepaskan Xing'er dan membiarkannya terjatuh begitu saja. 

Bugh. 

Uhuk-uhuk. 

Gadis itu menyentuh lehernya yang terasa sakit. 

Pria berambut putih itu berjongkok dan menarik dagu Xing'er sambil menatapnya dalam. "Dengar aku bisa melepaskanmu hari ini, tapi jika kau berani menolak perintahku lagi aku akan memusnahkan jiwamu." Pria itu melepaskan dagu Xing'er saat melihat gadis itu menganggukan kepalanya cepat. 

"Astaga manusia macam apa dia, hanya mengulurkan tangan saja sampai membuatku hampir mati," monolog Xing'er dalam hati. 

"Tuangkan aku teh," perintahnya lagi yang kini sudah duduk di depan meja. 

Kepala Xing'er kembali mengangguk dengan cepat dan bergetar, ia langsung menuangkan secangkir teh dan menyuguhkannya pada pria tersebut. 

"Sudah berminggu-minggu, tapi kau belum bisa menemukan bola kristal itu satu pun," ujarnya dengan nada datar. 

"I-itu—,"

Brak…

Xing'er terperanjat saat pria itu menggebrak meja dan menatapnya dengan tatapan menindas. 

"T-tuan, anda tahu sendirikan jika bola itu tersebar di beberapa kerajaan dan untuk masuk ke istana itu tidak mudah," cerocos Xing'er yang langsung mengatup bibirnya saat pria itu lagi-lagi menatapnya tajam. 

"Aku dengar kau adalah calon istri seorang putra mahkota, bukankah dengan status itu kau bisa masuk ke istana dengan mudah." 

"Seharusnya begitu, tapi Wang Yue menyuruhku untuk tidak mendekat ke istana … tapi kau tidak perlu khawatir aku sudah punya rencana tapi—." 

"Katakan." 

"Aku harus berbuat sesuatu yang bisa menghebohkan negara agar tindakan ku bisa terdengar oleh kaisar, hanya saja aku bingung bagaimana caranya agar tindakanku sampai ke telinga kaisar," keluh Xing'er menekuk wajahnya. 

"Apa yang kau butuhkan?" 

Gadis itu menatap pria tersebut dan menceritakan soal dirinya yang dianggap sebagai seorang Dewi yang mampu menurunkan hujan, dirinya yang terlahir sebagai manusia biasa tentu saja tidak memiliki kemampuan tersebut hingga ia pun tidak tahu apa yang harus dia lakukan agar hujan turun. 

"Aku akan membantumu." 

"Benarkah?" Xing'er refleks menyentuh tangannya dan ia langsung melepaskannya kembali saat pria itu menatapnya. 

"Oh, omong-omong untuk apa kau mencari bola itu? Tidak mungkinkan jika hanya untuk membantuku mencari jodoh dan kenapa kau tidak mengambilnya sendiri," tanya Xing'er penasaran. 

Tengkuk leher Xing'er ditarik oleh pria itu tepat ke depan wajahnya. " Tugasmu hanya mencari bola itu dan aku sudah memberikan apa yang kau mau, jadi jangan banyak bertanya yang tidak perlu kau ketahui." 

Ia mendorong kembali Xing'er kemudian menghilang bagaikan debu yang tertiup angin. 

Kelopak mata Xing'er mengedip-ngedip tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya, pria itu muncul secara tiba-tiba dan hilang pun secara tiba-tiba membuat Xing'er sedikit linglung dibuatnya. 

"Hah aku pasti sedang bermimpi," gumam Xing'er menggelengkan kepalanya dan menepuk kedua pipinya.

Sepanjang malam ia terus berpikir apa yang harus dia lakukan, ia pun memainkan ponselnya dan siapa sangka sudah berminggu-minggu kehilangan sinyal akhirnya ia bisa melihat sinyal masuk ke ponselnya.

Serentetan pesan dari orang-orang terdekatnya berbondong-bondong masuk ke dalam ruang chat, mereka bertanya akan keberadaannya dan ada pula yang menuangkan rasa rindunya pada Xing'er. Mereka berharap dirinya bisa segera pulang dalam keadaan baik-baik saja. 

Sambil membaca satu persatu pesan yang disampaikan oleh orang tua dan teman dekatnya, tanpa terasa air mata Xing'er pun menetes merasakan rindu yang sama terhadap mereka yang berada di dimensi berbeda dengannya. 

Dia ingin membalas pesan-pesan itu dan memberitahu jika dirinya baik-baik saja, tapi sayangnya sinyal yang tertangkap beberapa saat lalu kini kembali menghilang sehingga Xing'er tak dapat membalas pesan mereka yang mengkhawatirkannya.

.

.

.

.

***

Dunia pada tahun 2022. 

Di hutan bambu Jade. Yan Xun masih setia mencari keberadaan Xing'er, seakan tanpa merasa lelah dan letih dia terus mencari dan berharap Xing'er bisa ditemukan. 

Sudah satu bulan lebih dirinya dan tim SAR melakukan pencarian, tapi hasilnya masih tetap sama seperti hari-hari yang lalu. Ketua tim SAR yang sudah angkat tangan pun mengusulkan pada Yan Xun untuk mengakhiri pencarian yang tak kunjung membawa hasil, tapi Yan Xun bersikeras ingin tetap melanjutkan apapun caranya mereka harus bisa menemukan Xing'er. 

"Tuan, sudah satu bulan kita melakukan pencarian tapi kita tak kunjung menemukan Xing'er … Tuan apa sebaiknya kita ikhlaskan saja kepergiannya," ujar Ti Jun menatap iba atasannya.

"Ikhlaskan? Kau bilang aku harus mengikhlaskan Xing'er." Yan Xun menarik kerah baju Ti Jun dan menatapnya penuh amarah. 

Bagaimana mungkin dia bisa merelakan wanita yang sangat berarti baginya, kepergian Xing'er masih penuh tanda tanya. Dia tidak tahu apakah Xing'er masih hidup atau mati dan apapun keadaannya Yan Xun harus menemukannya dan tidak akan pernah merelakan kepergian Xing'er sebelum dia melihat jasad Xing'er dengan mata kepalanya sendiri. 

Melihat atasannya sangat marah, Ti Jun pun tertegun. Dia merapikan pakaiannya dan kembali menatap Yan Xun yang kini sudah seperti orang gila, setiap hari terus berada di hutan sambil berteriak hingga suaranya habis karena menyerukan nama Xing'er tanpa memperdulikan kesehatannya yang mulai menurun. 

"Aku harus mencari cara untuk menghentikannya," gumam Ti Jun dalam hati. 

.

.

.

.

Bersambung.

1
Dbz Mar
yang Xun keknya ada hati sma kamu tuuu.. mknya dia bersikap kek gitu🤭🤭😘😘💪💪🙏
Andi Ilma Apriani
upx sering2 thoorr biar alurx nda dilupa
Zia_Lin: pengennya bgtu, tapi lagi ada kerjaan baru yang gak bisa ditinggalkan🤧
total 1 replies
Qori Maret
Aduh..semoga semua baik baik saja antara selir ling dan pangeran Qian
Casvanya Lee
wah aku gak nyangka akhirnya kak author lanjut lagi ceritanya, semangat kk author...
Oh ya aku mohon izin untuk promosi, mampir yuk ke cerita ku judulnya
- Healer Of My Heart
-Nadira
Kutunggu ya kedatangan kalian/Heart//Smile/
Zia_Lin: kepikiran terus, jadinya aku lanjutin aja. soalnya suka pas endingnya😂. insyaallah nanti mampir ya kalau senggang😁
total 1 replies
Qori Maret
Akhirnya bisa up lagi. makin seru aja nih
Qori Maret
Lanjut dong
Zia_Lin: besok ya kak😁
total 1 replies
Qori Maret
Ingin nangis rasanya..Aku nggak sabar banget nunggu kelanjutannya. Semangat Thor😭😭😭
Qori Maret: Nggak sabar pengen baca Xing'er pulang ke dunianya
total 2 replies
Andi Ilma Apriani
semangaatt thoorr
Zia_Lin: terimakasih kak🙏 sehat selalu dan terus setia ya😁
total 1 replies
Qori Maret
Astaga thor jangan katakan itu. aku mohon lanjutkan smpai tamat. itung-itung pahala buat kamu 😭😭😭🙏🙏🙏
Zia_Lin: sekarang udah di lanjut kok kak.
total 1 replies
Qori Maret
Aiiih...tak sudi Xing' er disalahpahami sama mereka 😭
Qori Maret
Waduh pria kulkas ternyata pencemburu juga ya😂😂😂
Qori Maret
Duh, , percayalah kau sama si imut dari dimensi lain ini.😂
Andi Ilma Apriani
lanjuuttt
Qori Maret
cemburu nie
Qori Maret
nakal kau ya gadis imut .. Aduh...kamu itu sedang berada di dimensi lain, bukan duniamu. 😃😃😂😂
Qori Maret
love this story.
Qori Maret
seru ih
Qori Maret
ow, maksudnya salahnya di mana?
Qori Maret
ow... mesranya ❤️❤️❤️❤️
Qori Maret
Bagaimana mungkin anda baru tahu namanya Mu Yu. Bukankah cerita ini adalah karangan author sendiri? 🙏
Zia_Lin: maklum salah fokus😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!